Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 114


__ADS_3

" Baik pak " jawab Stella lalu membagikan file untuk materi meeting nya


Indri sesekali memandangi Varel yang memberikan pengarahan dan penjelasan di meeting tersebut


' Varel rupanya pemilik dari perusahaan besar ini, sungguh saya tidak menyangka ya , selain mapan Varel juga sangat tampan sekali ' ucap Indri di dalam hati mengagumi sang teman SMP nya dulu


" Semua ,, bagaimana? cukup jelaskan apa yang saya uraikan tadi ?" ucap Varel mengakhiri penjelasannya


" Baiklah pak Varel, saya mengerti , sekarang saya tidak ragu-ragu lagi mempercayakan proyek besar ini pada bapak " jawab Wirawan Adi Kusuma CEO perusahaan Indo Perwira mantap


" Terimakasih sudah memberikan kepercayaan penuh pada kami , selamat bergabung dan berkerja sama dengan perusahaan saya ini , dan selahkan mencicipi minuman dan hidangan dari kami " ucap Varel berbasa basi mempersilahkan kliennya mencicipi hidangan yang telah di sediakan oleh Stella sebelum memulai meeting tadi


Setelah mencicipi hidangan tersebut, Varel dan kliennya tersebut berbincang bincang sebentar sambil sesekali tertawa renyah , semua itu tak luput dari pandangan Indri sekretaris dari perusahaan Indo perwira


Setelah berbincang sejenak, merekapun keluar dari ruang meeting tersebut kembali ke tempat mereka masing-masing


CEO Wirawan dan rombongannya pergi meninggalkan perusahaan Varel tersebut dengan wajah yang ceria , beda dengan wajah Indri yang selalu menunduk , ngak tau bagaimana caranya untuk mendekati Varel teman SMP nya itu


Varel sudah berada di ruangannya kembali , lalu membuka ponselnya untuk memesan makan siangnya bersama istri tercinta , setelah memesan makan siangnya , Varel lalu keluar dari ruang kerjanya masuk ke lift menuju ke lantai lima belas dimana ruang kerja istrinya Vera berada


" Monica , Vera ada kan di dalam?" tanya Varel saat sampai di depan pintu ruang kerja Vera


" Ada pak , silahkan masuk" jawab Monica sopan


Varel menyelonong masuk ke ruang kerja Vera tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu , dan melihat Vera lagi asyik memandangi laptopnya


" Ciee,, Ibu Bos tekun banget sih kerjanya " ucap Varel sambil merangkul Vera dari belakang


" Mas Varel ? kok sudah ada disini? kapan datangnya ?" tanya Vera mengalihkan pandangannya


" Begini nih ya , kalau lagi asyik bekerja, Hinga suami datang aja tidak tau " jawab Varel sambil menarik tangan Vera untuk berdiri dari kursi nya lalu menuntunnya duduk di sofa


" Maaf kan Vera ya mas , tadi itu Vera emang lagi fokus kerja , mas juga sih yang salah , kenapa masuknya tidak ketuk pintu dulu ,dan main nyelonong aja masuk ke ruangan Vera " jawab Vera menyalahkan suaminya itu

__ADS_1


" Iya sih sayang, mas ngaku salah, maaf , mas hanya niat kasih surprise aja kok sama kamu " ucap Varel sambil memeluk istrinya tersebut lalu mengecup kening dan bibir Vera dengan lembut


" Vera ngak suka surprise mas , karena surprise itu bagi Vera kurang menyenangkan " jawab Vera lagi lalu membalas kecupan suaminya tersebut dengan lembut


Tok tok tok pintu di ketuk dari luar , Vera yang lagi bermesraan dengan suaminya lalu melepaskan diri dari pelukan sang suami sambil merapikan pakaian dan rambutnya, lalu membukakan pintu yang terkunci dari dalam


" Selamat siang Bu , ini saya membawakan pesanan makan siang dari Pak Varel Palevi " ucap pengantar makanan tersebut sambil mengangkat agak tinggi paper bag di tangannya pada Vera


" Baik,, silahkan masuk " jawab Vera mempersilahkan pembawa makanan itu masuk


Setelah menaruh paper bag tersebut di atas meja , lalu kurir pengantar makanan itu meninggalkan ruangan tersebut


" Sayang,, ayo makan dulu , udah siang nih " ucap Varel sambil mengeluarkan makan siangnya dari paper bag tersebut


Vera dan Varel lalu makan siang berdua sambil sesekali ngobrol , setelah selesai makan siang, Vera lalu membersihkan meja dan membuang sampah bekas makannya ke tong sampah , lalu duduk kembali di samping Varel suaminya


" Sayang kamu tau tidak , tadi mas meeting dengan klien dari Surabaya , sekretaris perusahaan itu ternyata Indri, teman sekolah SMP mas di Surabaya dulu , itu loh sayang , orang yang menabrak stroller belanjaan kita semalam " ucap Varel memberi tahu sang istri


" Secara pribadi tidak ada bicara apa-apa sayang , kan dia datang urusan kerja bersama CEO dan wakil perusahaannya juga" ucap Varel menjelaskan


" Oouh begitu ya , mas hati-hati aja " ucap Vera lagi


" Loh kok hati-hati ,sih sayang?" jawab Varel lagi


" Iya donk hati-hati mas, biasanya kan kalau bertemu sama teman lama, cinta lama, itu bisa menjadi cerita baru nantinya ," ucap Vera menjelaskan


" Sayang,, percaya sama mas, mas tidak pernah punya cinta lama , kalau teman lama sudah pasti ada , kalau soal cinta, mas hanya mencintaimu dari kecil sampai saat ini, tidak pernah berubah walaupun kita sudah terpisah empat belas tahun lamanya" ucap Varel menjelaskan sambil memeluk Vera memberikan kenyamanan pada istrinya tersebut


" Iya mas , Vera percaya kok, tapi mas juga hati-hati setiap berhadapan dengan wanita, apa lagi klien mas " ucap Vera mengingatkan


" Iya sayang , mas akan ingat pesan kamu " jawab Varel sambil membelai rambut istrinya tersebut lalu mengecup kening dan bibir Vera lagi


" Sayang ,, udahan dulu ya , mas ada meeting sebentar lagi , nanti kalau mau pulang telpon mas dulu , soalnya mas tidak tau meetingnya berjalan lancar atau tidak " ucap Varel pada Vera sambil mengusap bibir Vera yang basah bekas kecupannya

__ADS_1


" Baiklah mas, selamat bekerja " ucap Vera lalu menyalami suaminya dengan takzim


Varel meninggalkan ruangan Vera setelah mengecup kening Vera lagi


Varel kembali naik ke lantai dua puluh , lalu masuk ke ruang kerjanya, dan duduk di kursi empuk kebesarannya


" Cel , keruangan saya sebentar " ucap Varel menelpon asisten pribadinya


" Iya bos " jawab Marshcel


Lima menit kemudian, Marshcel sudah berdiri di hadapan Varel sepupunya


'" Ada yang bisa saya bantu bos ? " tanya Marshcel


" Bagaimana hasil meeting kamu siang tadi ?" tanya Varel


" Meeting hari ini sukses bos ,, nanti saya kirimkan datanya ke email kamu " jawab Marshcel menjelaskan


" Baiklah Cel , bentar lagi ada meeting , kamu ikut juga ya " ucap Varel lagi


" Baik bos jam berapa ?" lagi tanya Marshcel


" Sekitar jam dua tiga puluh" jawab Varel lagi


" Baik bos , masih ada waktu satu jam lebih , saya akan melanjutkan pekerjaan saya dulu " ucap Marshcel


" Tunggu Cel , ada sesuatu yang akan saya bicarakan sama kamu " ucap Varel ragu-ragu


" Bicara soal apa bos ?" tanya Marshcel lagi


" Begini ,, saya mohon maaf sebelumnya , langsung ke pokok permasalahannya ,biasanya kita kan tinggal berdua di rumah , sekarang karena berhubung saya sudah punya istri , saya mau kamu pindah kamar ke salah satu kamar di lantai dua , atau ke paviliun , karena saya tidak enak aja sama Vera memberikan tempat tinggal masih bersama dengan yang lain , kamu tau sendiri saya belum sempat membelikan rumah untuk tinggal kami karena waktu pernikahan kami yang di majukan , jadi saya mohon pengertiannya dari kamu " ucap Varel menjelaskan


" Baiklah bos, jangan khawatir, saya ngerti kok , saya lebih baik tinggal di pavilliun aja, di sana cukup luas kok untuk ukuran saya yang masih sendiri ini " jawab Marshcel penuh pengertian

__ADS_1


__ADS_2