Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 96 Terpengaruh Cerita Marshcel 1


__ADS_3

Setelah pesanan Varel sampai, Varel langsung turun ke bawah menuju ruangan Vera


" Monica, Vera apa ada di dalam?" tanya Varel setelah sampai di depan ruangan kerja Vera tunangannya


" Ada pak , silahkan masuk " jawab Monica hormat


Varel kemudian mendorong knop pintu ruangan kerja Vera


"Selamat siang sayang " ucap varel setelah sampai di dalam ruangan kerja Vera yang cukup luas dan mewah itu


" Siang juga mas " jawab Vera sambil menyalami Varel


" Kita langsung makan dulu yuk " ucap Varel sambil menaroh paper bag makanannya di atas meja sebuah sofa yang terletak agak di pojok ruangan


" Baik mas , bentar Vera ke kamar kecil dulu,mau cuci tangan " jawab Vera sambil berjalan menuju kamar kecil atau toilet yang ada di ruang kerjanya tersebut


Sementara Varel membuka kotak makan mereka dan menyajikan di meja sofa tersebut , tidak ketinggalan dengan air minumnya juga


" Yuk mas kita makan " ucap Vera setelah kembali dari toilet , lalu duduk di sofa di samping Varel


" Vera kirain tadi mas tidak makan di sini , untung Vera belum keluar dari ruangan ini untuk pergi makan " ucap Vera menjelaskan lalu duduk di samping Varel


" Mana mungkin mas tidak makan di sini sayang, kan kita sudah sepakat selalu makan berdua selama Vera bekerja disini " jawab Varel sambil menyuap nasi kemulutnya


Mereka lalu makan dengan hikmat ,tampa banyak bicara ,setelah selesai makan Vera membereskan semua bekas makanan dan membersihkan kembali meja sofa tersebut


"Sayang ,ini ada sample undangan untuk pernikahan kita, silahkan lihat dan pilih mana yang Vera suka " ucap Varel sambil menyodorkan beberapa sample undangan ke hadapan Vera

__ADS_1


" Wah,, ini semua mas ya yang mencari ?" tanya Vera sambil membuka satu persatu undangan tersebut


" Bukan mas sayang, tapi Marshcel dan Monica * jawab Varel bicara jujur


" Marshcel dan Monica? sejak kapan mereka dekat?" tanya Vera heran


" Mas yang mendekatkan mereka sayang, soalnya di kantor ini yang tau hubungan kita adakah mereka berdua " jawab Varel lagi


" Oh begitu ya ? , mas ini kayaknya bagus deh , coba lihat" jawab Monica sambil memperlihatkan salah satu sample undangan


" Vera suka sample ini ?" tanya Varel lagi


" Iya mas " jawab Vera lagi


" Ok , kita ambil yang ini aja yang sayang " ucap Varel sambil menyimpan sample pilihan Vera ke dalam paper bag undangan tersebut , dan menyisihkan dengan yang lainnya


" Sayang, hari Minggu bagaimana kalau kita jalan-jakan ke pantai atau nonton ke bioskop " ucap Varel mengusulkan


" Terserah Vera ke pantai mana aja " jawab Varel


" Kalau ke pantai siang-siang pasti panas ,bagaimana kita nonton dulu, sorenya baru ke pantai?" ucap Vera mengusulkan


" Boleh sayang , kita kan belum pernah nonton berdua kan ?" jawab Varel lagi


"Iya mas , itu karena kita kan selalu sibuk dengan pekerjaan kita" jawab Vera lagi


" Vera benar, saking sibuknya kita belum sempat jalan berdua semenjak sampai di Indonesia , kita malah bertemunya di sini " ucap Varel sambil megenggam tangan Vera yang duduk di sampingnya

__ADS_1


" Iya mas , Minggu besok kita jalan-jakan seharian , nanti di rumah Vera akan izin dulu sama mama dan papa , dan Vera yakin mereka akan mengizinkan kita " ucap Vera menjelaskan


" Terimakasih sayang , terimakasih , mas sudah tidak sabar menunggu hari Minggu datang , dan terimakasih juga Vera sudah masuk kerja hari ini, mas kangen banget sama vera ,sudah empat hari kita tidak bertemu , mas mau datang ke rumah Vera, tapi tidak enak mengganggu istirahat Vera" ucap Varel sambil memeluk Vera senang, lalu mencium kening tunangannya tersebut


" Iya mas, Vera juga kangen sama mas Varel " ucap Vera malu-malu dan menundukkan wajahnya


" Benarkah sayang juga merasa kangen sama mas?" tanya Varel sambil mengangkat wajah Vera dengan jari telunjuknya di dagu Vera ,biar Vera bisa menatapnya


" Iya mas , Vera juga kangen sama mas, semenjak kita bertemu di Landon dulu, kan baru kemaren kita pertama kali tidak ketemu sampai empat hari " jawab Vera jujur


" Terimakasi sayang , terimakasih sudah kangenin mas juga " ucap Varel lalu menciumi wajah Vera dan turun ke bibir nya


Varel mencium Vera dengan lembut , saat berciuman Varel ingat kata-kata Marshcel , Varel pun memperdalam ciumannya pada Vera , Vera tidak menolak, malah mulai membalas ciuman Varel untuk yang pertama kalinya , Varel perlahan mengangkat tubuh Vera dan membopongnya masuk ke ruangan mini tempat istirahat Vera yang ada tempat tidurnya juga disana


" Mas gendong Vera ke mana ?" tanya Vera melepaskan ciumannya


" Kita mesraannya di kamar istirahat kamu aja ya sayang, lebih nyaman di sana , mas kangen sama kamu sayang " jawab Varel sambil membaringkan tubuh Vera di tempat tidur yang berukuran 150x2 meter tersebut, lalu Varel mengunci pintu kamar tersebut , dan mendekati Vera lagi


" Semuanya ,,, silahkan duduk dan menikmati makan siangnya " ucap Miranda mempersilahkan besannya duduk untuk menikmati hidangan makan siangnya


" Bik , tolong siapkan makan siang buat istri saya di kamar utama , dan bilang kalau kami lagi makan siang dan sebentar lagi akan ke kamar " perintah Adam pada salah seorang pelayan


" Sayang , tidak usah malu, hanya kita berdua di sini , mas masih tau batas kok, mas penasaran dan pingin melihat ini langsung tanpa di tutupi oleh apa pun, toh sebentar lagi kita akan menikah , mas janji, mas tidak akan memperawani Vera , boleh ya sayang ?" ucap Varel memohon dengan wajah sendunya


Vera yang melihat wajah Varel yang memelas itu jadi tidak tega untuk menolaknya


" Tapi benarkan,tidak akan melakukan itu sama Vera ?" ucap Vera meyakinkan hatinya

__ADS_1


" Janji sayang " ucap Varel lagi


" Baiklah , Vera izinkan mas , tapi hanya untuk sekali ini aja " jawab Vera yang juga sudah sama mabuk cinta itu dengan Varel


__ADS_2