Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 62 Berkunjung ke Kantor


__ADS_3

" Kalau begitu kita jalan yuk , tidak bagus juga kita berada di rumah berdua saat orang tua kita tidak ada di rumah " ajak Varel ke Vera


" Jalan ke mana mas ? " tanya Vera lagi


" Maunya Vera kita kemana ?" tanya Varel menyerah ke Vera


" Kita main ke kantor nya mas yuk , Vera kangen banget sama sahabat Vera Monica dan Rehan " ucap Vera


" Baik lah , kita main ke kantor hari ini ,ayo " ucap Varel sambil berdiri dari tempat duduknya siap untuk pergi


" Tunggu dulu mas , ingat pesan Vera , tidak ada satupun pegawai di kantor nya mas yang boleh tau kalau kita akan bertunangan , biarlah mereka masih mengira kalau kita ini adalah teman atau sahabat dari masa kecil , ok mas ?" ucap Vera memberikan wanti wanti pada Varel


" Iya sayang , apa pun demi pujaan hati mas , akan mas lakukan dengan senang hati ,percaya sama mas " jawab Varel sambil mengusap kepala Vera dengan kasih sayang


" Baiklah mas , Vera ganti baju dulu ya " ucap Vera sambil berjalan masuk ke kamarnya untuk ganti baju dan sedikit dandan juga


" Yuk mas kita berangkat " ucap Vera saat keluar dari kamarnya


Varel begitu terpukau melihat kecantikan Vera yang hanya berdandan sedikit saja ,


" loh kok mas melamun sih ?" ucap Vera sambil melambaikan tangannya di depan wajah Varel


" Ouh ya , ya , yuk " ucap Varel sadar dari lamunannya


" Ngelamun apa sih mas " tanya Vera saat sampai di depan pintu rumahnya lalu mengunci rumahnya tersebut

__ADS_1


" Ngak ngelamun kan apa apa kok sayang , mas kagum saja melihat bidadari di hadapan mas ini , cantik luar biasa " ucap Varel sambil meraih kedua tangan calon istrinya itu lalu mencium punggung tangan tersebut dengan lembut


Wajah Vera merona merah di perlakukan romantis seperti itu oleh Varel teman masa kecilnya yang sebentar lagi akan menjadi suaminya


" Udah ah mas yuk kita berangkat " ucap Vera lagi sambil menarik tangannya


Varel dan Vera lalu masuk ke dalam mobil ,lalu meninggalkan rumah Vera tersebut menuju ke kantor nya Varel


PALEVERPRAST COP


Di sebuah ruangan di lantai 20 , Marshcel lagi ngobrol dengan asistennya Aldo


" Begini ya Aldo , kemaren subuh Big Bos kita telah kembali dari luar negri , katanya sih besok dia mulai masuk kantor lagi , kalau kamu masih betah bekerja di sini saya akan cari lowongan untuk kamu , bagaimana " ucap Marshcel pada asisten merangkap sahabatnya itu


" Emang saya bisa boleh bekerja di sini ? saya di sini kan bekerja sementara mengantikan tugas kamu selama big bos di luar negri " jawab Aldo


" Baiklah , saya akan fikirkan dulu , dan mulai mengatur ulang jadwal atau waktu saya lagi , andaikan tidak bisa , ya terpaksa saya cabut dari sini , walau bagaimana pun juga , saya harus memikirkan restoran restoran saya yang ada di dua tempat itu , saya tidak mau menyia nyiakan usaha yang saya rintis dari nol itu , jujur ,saya sangat menyukai dunia baru saya bekerja di sini yang sudah mulai saya kuasai " ucap Aldo menjelaskan panjang lebar pada sahabat nya itu


" Ok , baiklah kalau begitu , andaikan kamu pingin kerja di sini lagi , kamu bilang saja sama saya ya , dan terimakasi atas bantuanmu telah meringankan pekerjaan saya di sini " ucap Marshcel pada sahabat tersebut


" Ah kamu Cel , pakai terimakasih segala , kayak orang lain saja saya di mata mu , itulah gunanya kita sahabatan , saling bantu dan saling meringankan " jawab Aldo sambil menghembuskan asap rokok nya


" Baiklah kalau begitu Aldo , ini sedikit buat kamu tanda terima kasih dari saya" ucap Marshcel menyodorkan amplot ke tangan aldo


" Kamu apa an sih Cel , saya tidak mengharapkan isi amplot ini , saya ikhlas membantu kamu Cel , dan lagi saya kan sudah terima gaji bulanan juga di sini , itu sudah jauh dari cukup buat saya " ucap Aldo menolak amplot dari Marshcel

__ADS_1


" Aldo , ini bukan dari saya tapi ini dari kantor sebagai pesangon , terimalah " jawab Marshcel menolak amplot itu lagi


" Baiklah kalau begitu , karena ini dari kantor sebagai pesangon , saya akan terima , makasih ya " ucap Aldo sambil mengambil amplot tersebut dan memasukan ke dalam saku jas nya sambil terus ngobrol


Di lobby kantor saat semua Karyawan sibuk bekerja, Varel dan Vera datang mendekati meja resepsionis


" Kamu mau bekerja atau mau main handphone hah ?" tanya Varel kesal melihat karyawan nya main handphone saat bekerja


Karyawan wanita tersebut langsung kaget dan ketakutan saat menoleh ke suara yang menegurnya


" B b bapak , m maaf kan s s saya , s saya tidak akan mengulanginya lagi " ucap karyawan wanita tersebut dengan wajah pucat dan kaki gemetaran saking takut nya saat tau siapa yang telah menegurnya , walaupun Varel berpakaian kasual


" Baiklah , kali ini saya maaf kan kamu , tapi sekali lagi kamu tampak oleh saya main handphone dalam bekerja , kamu langsung saya pecat " ucap Varel tegas


" I iya pak " jawab resepsionis tersebut sambil menunduk


" Oh ya , apa Marshcel ada ? " tanya Varel pada resepsionis tersebut


" Ada pak , pak Marshcel saya lihat belum keluar hari ini " jawab resepsionis itu dengan sopan dan masih takut takut pada pemimpin perusahaan yang terkenal di gin dan tempramental tersebut


Vera yang diam menyaksikan semua itu ,hanya bisa geleng- geleng kepala , karena baru kali ini dia melihat langsung ke arogan nan dan ketegasan Varel yang pernah dia dengar dulu saat bekerja di kantor tersebut , Vera tidak mempermasalahkan ke arogan nan Varel tersebut selama itu untuk hal yang baik , dan Vera juga tau di balik sifat arogan Varel ada hati yang lembut di sana


Setelah mendengar jawaban resepsionis tersebut , Varel meraih tangan Vera lalu berjalan masuk ke dalam menuju ke sebuah lift petinggi perusahaan ,para karyawan yang kebetulan melihat kedatangan pemimpin nya itu langsung menyapa sambil membungkukkan badan , Varel pun membalas sapaan itu dengan senyum kecil nya , lalu berjalan masuk ke dalam lift menuju lantai 20 ke ruangan kerjanya


" Wah pimpinan kita telah kembali , hati hati jangan sampai teledor dalam bekerja " ucap salah satu Karyawan pria nya

__ADS_1


" Iya itu sudah pasti , tapi saya lihat tadi si bos mengandeng seorang wanita cantik , apa itu ya wanita yang dia cari cari selama ini sampai keluar negri ?" ucap Kariawan wanita nya


" Iya , mungkin saja , kamu tidak lihat tadi saat kita menyapanya , dia membalas sapaan kita dengan senyum nya ? dulu mana ada dia seperti itu saat di sapa , udah ah yuk kerja lagi " ucap karyawan pria tersebut sambil meninggalkan karyawan wanita tersebut


__ADS_2