
Mendengar ucapan pemimpin nya , mereka semua mendadak terdiam dan bengong , mereka merasa seolah olah tidak percaya dengan apa yang telah mereka lihat dan mereka dengar , pemimpin dingin dan arogan yang mereka takuti selama ini , tiba tiba menjelma menjadi pemimpin baik , bijaksana dan mudah senyum
" Loh kok kalian bengong begitu ? ayo di makan lagi , makanlah sepuasnya biar saya yang traktir kali ini " ucap Varel pada karyawannya
" Iya pak , Iya pak " jawab karyawan bersamaan lalu meneruskan makannya lagi
" Maaf pak , untuk masalah makannya , di sini saya dan Monica yang akan membayarnya , silah bapak makan sepuasnya juga ok ?" ucap Vera pada atasannya tersebut
" Baiklah kalau begitu Bu Vera , terimakasih sudah traktir saya juga " ucap Varel sambil tersenyum lagi , senyum karena baru kali ini dia manggil ibu pada wanita yang dia cintai itu
Vera pun tersenyum sambil meanggukan kepalanya sebagai jawaban atas ucapan direkturnya itu
Dan tanpa banyak bicara lagi , Vera dan teman temannya makan dengan tenang tanpa merasa laku lagi di depan atasannya
Satu persatu merekapun sudah selesai makan , dan untuk cuci mulut mereka juga memesan makanan ke sukaan mereka , begitu juga dengan Vera , Monica dan Varel
Sementara Hanum yang sudah keluar dari ruangan direktur ,segera turun ke bawah , dan berjalan menelusuri bangunan kantor Varel tersebut seorang diri
' Wah ,, ternyata kantor ini besar dan mewah juga , tidak menyesal saya mengajukan kerja sama di sini ' ucap Hanum di dalam hati sambil berjalan melenggang lenggok di koridor kantor Varel tersebut dan sambil terus mengamatinya bangunannya
Setelah lelah memutari kantor tersebut , Hanum pun telah sampai di lobby kantor
' Sudah waktunya makan siang , pantas aja perut saya sudah minta di isi dari tadi , dan karyawan kantor pun tampaknya juga lagi istirahat , cari rumah makan dulu ah ' ucap Hanum di dalam hati ,lalu berjalan menuju ke parkiran ,dan langsung masuk ke mobilnya , saat mobilnya keluar dari gerbang kantor, Hanum melihat sebuah rumah makan yang lumayan bagus dan besar , lalu Hanum langsung menuju rumah makan tersebut
__ADS_1
Hanum memasuki rumah makan tersebut sambil menyapu ruangan rumah makan tersebut dengan pandangan matanya
' Bukankah di sebelah sana itu pak Levi ? pemimpin perusahaan Paleverprast COP yang saya datangi tadi , itu dia lagi makan sama siapa ya ? karyawannya kah ? kalau begitu saya bisa bergabung donk dengan mereka ' ucap Hanum di dalam hati sambil mendekati meja para arsitek yang lagi menikmati makanan penutup setelah makan ,sambil ngobrol santai dan sesekali tertawa
" Selamat siang pak Levi , selamat siang semua , boleh gabung disini ?" ucap Hanum tiba tiba membuat para karyawan lantai 15 itu serentak menoleh ke arah suara sapaan itu , tak luput juga dengan Vera dan Varel , juga ikut mengalihkan pandangannya ke arah Hanum yang tidak jauh berdiri di sebelah Varel
" Sis ,, siang juga " jawab Varel gugup saat tau kalau yang menyapa itu adalah Hanum klien barunya yang tadi datang ke kantor untuk mengajukan kerja sama
" Wah , ini ada acara apa ya , kok bapak makan bersama di sini ?" tanya Hanum sambil mendekat ke arah Varel dengan langkah gemulai dan dada yang di busung kan dengan sengaja
" Oh ,, ini karyawan saya lagi berbagi kebahagiaan saja, dengan cara mengadakan makan makan bersama disini " jawab Varel apa adanya sambil menyuap puding ke mulut nya tanpa melihat sedikitpun ke Hanum
" Asyik donk kalau begitu , apa saya boleh gabung di sini ?" tanya Hanum dengan sinar mata yang berbinar-binar sambil berdiri di samping Varel yang duduk berdampingan dengan Vera
" Oh begitu ya ? baiklah saya akan minta satu meja dan kursi lagi untuk bisa bergabung disini bersama kalian " ucap Hanum dengan tidak tau dirinya sambil mengasih kode pada pelayan rumah makan tersebut
Varel , Vera dan karyawan lainnya hanya geleng geleng kepala melihat wanita penggoda dan pengganggu itu .
" Sayang , jangan berfikir bukan bukan ya sama mas , wanita itu adalah klien baru di perusahaan kita , mas tidak enak saja menolak dia terang terangan " ucap Varel berbisik di telinga Vera
" Iya mas , ngak apa apa , Vera ngerti kok " jawab Vera pada sambil berbisik juga
" Terima kasih ya sayang " ucap Varel lagi sambil berbisik di telinga kekasihnya itu
__ADS_1
Para karyawan yang melihat ke dekatan Vera dengan bos besarnya tidak merasa aneh lagi , karena mereka semua sudah tau kalau Vera adalah sahabat bos mereka dari kecil ,beda dengan Hanum yang sempat melihat bos tampan itu berbisik di telinga karyawan wanita nya
" Cie ,,cieee ,,, sebegitu dekatnya ya bapak sama karyawannya, sampai berbisik bisik begitu , padahal bukan sekretarisnya juga " ucap Hanum mengagumi bos tampan itu sekaligus merasa iri melihat kedekatan Varel dengan Vera
Varel yang mendengar godaan dari Hanum hanya diam tidak memberikan respon , pingin memasang wajah dinginnya ,tapi tidak enak sama karyawannya yang lagi bahagia itu
" Rehan , ada bau bau wanita ****** di sini , kamu merasakan tidak ?" ucap Monica pada Rehan sahabatnya
" Kamu benar Monic , saya juga merasakannya , tapi saya yakin Bos kita tidak akan tertarik padanya , kamu tau sendiri kan bagaiman stresnya si bos dulu saat tau kalau Rosa itu Vera ? , dan lagi Vera menang jauh dari wanita tersebut dari segi apapun " ucap Rehan meyakinkan Monica
" Iya , kita satu pemikiran dalam hal ini " ucap Monica lagi sambil menyedot just mangga di depannya
Setelah meja dan kursi di taruh di samping meja di sebelah Varel , Hanum pun memesan makan siangnya
Varel dan karyawannya tidak menghiraukan Hanum yang lagi makan tersebut , mereka tetap saling bercengkrama sambil sesekali tertawa , sudah seperti keluarga besar saja kayaknya, kekakuan karyawan pun sudah hilang karena melihat keramahan bosnya yang tiba tiba itu
Hanum terus mengamati Varel sambil menyuap nasi ke mulutnya
' Selain tampan dan masih muda , pak Levi ini juga ramah pada karyawannya , saya akan berusaha mendapatkan mu pak Levi ' ucap Hanum di dalam hati mempunyai rencana lain
Vera dan karyawan lainnya sudah selesai makan dan juga sudah cukup beristirahat nya
" Teman teman , jam kerja kita tinggal 5 menit lagi ni , yuk kita balik kekantor lagi " ucap Vera sambil melirik ke jam tangan mahal yang melingkar di pergelangan tangannya lalu berdiri dari tempat duduknya
__ADS_1
" Ya , waktu tinggal 5 menit lagi , cukup untuk kita berjalan santai menuju ke kantor kita " ucap Monica juga ikut berdiri , karena pimpinan baru mereka sudah berdiri maka semua karyawan di lantai 15 itu ikut berdiri juga dan mengikuti Vera berjalan dari belakang , Vera sebelumnya sudah membayar semua makan siang mereka saat Vera dan Monica reservasi tempat itu