
" Hai Tante , Om , kak Varel , Vera kira tadi siapa , bentar ya Tante , Vera bukakan pintunya dulu " ucap Vera sambi menyalami mami dan papi Varel ,lalu menyalami Varel lagi
" Iya Vera , barusan Tante lihat Vera dari belakang, lagi ngapain " tanya mami Varel
" Oh itu Tante , Vera bersama papa mama lagi duduk santai di saung taman samping rumah , bentar ya Tante, Vera bukain pintu dulu" ucap Vera lagi
" Tidak usah Vera , biar kami lewat ke belakang aja, sambil melihat-lihat taman samping rumah nya Vera " ucap mami Varel lagi, penasaran dan pengen melihat juga taman di samping rumah mewah Vera
" Baik lah Tante , mari ikuti Vera " ucap Vera tersenyum sambil balik dan berjalan menuju ke taman samping rumah nya
" Mah , pa ,ada om Bara dan Tante Hanifah " ucap Vera pada kedua orang tuanya
" Haii Hanifah , mas Bara , Varel , ayo duduk ke rumah saja " ucap Felly senang melihat sahabatnya datang bersama suami dan anaknya sambil merangkul sahabatnya itu dan cipika-cipiki , alias cium pipi kanan dan cium pipi kiri.
" Ya baiklah Felly" ucap mami Varel
Bara dan dan Varel pun ikut menyalami Fito dan Felly papa dan mama nya Vera
" Yuk masuk " ucap Felly sambil membukakan pintu samping rumahnya yang tembus ke ruang tengah rumah tersebut
Varel dan keluarganya pun masuk mengiringi langkah orang tua Vera masuk ke ruangan tengah rumah mewah tersebut
" Silahkan duduk Hanifah , mas bara dan nak Varel " ucap Felly mempersilahkan tamu nya duduk di sebuah sofa mewah yang cukup besar itu ukurannya
" Ya Felly , makasih " jawab Hanifah lagi
__ADS_1
Lalu mereka duduk melingkar di sofa tersebut , Vera tidak langsung duduk di sana , melainkan berjalan ke belakang untuk membuatkan minuman untuk para tamu nya
" Bagaiman kabar kesehatan Felly sekarang , sudah sembuh seperti semula kan ? " tanya Bara pada Fito sahabatnya ,hanya untuk memastikan saja
" Alhamdulillah sudah Bara , kami bersyukur sekali karena hal itu " jawab Fito papanya Vera
" Kira - kira kapan baliknya ke Indonesia lagi ?" tanya Bara lagi
" Belum tau kapan nya Bara, melihat laporan cabang di Indonesia aja , kalau ada masalah atau hal penting baru kami pulang ke Indonesia " ucap Fito menjelaskan pada Bara papanya Varel
Saat asyik ngobrol ,bara datang dari arah belakang sambil membawa nampan berisikan beberapa cangkir air teh manis , lalu meletakan di atas meja sofa di depan para tamunya , setelah itu , Vera berjalan ke belakang lagi , lalu mengambil otak - otak yang dia bikin bersama mama ya tadi
' Untung saja tadi bikinnya banyak , bisa di suguhkan juga untuk Tante dan om Bara ' ucap Vera di dalam hati
Vera lalu mengoreng otak - otak tersebut setelah selesai menggorengnya ,Vera menaruh di sebuah piring yang cukup besar , lalu mengambil beberapa sambal yang ada di kulkas dan menaruhnya di nampan bersama piring otak - otak tadi , selain itu Vera juga menaruh tempat cuci tangan dan tisu juga , setelah selesai ,Vera pun berjalan ke ruang tengah , di mana tamu nya saat ini duduk berkumpul bersama kedua orang tuanya .
Vera lalu menata semua isi nampannya ke atas meja sofa di ruangan tengah tersebut, melihat hidangan itu mami Varel pun kaget
" Otak - otak ini tidak di beli Tante , Vera bersama mama yang bikinnya , silahkan di coba Tante, om ,kak Varel " ucap Vera sambil tersenyum mempersilahkan tamu nya untuk mencicipi otak - otak buatannya bersama mama nya.
" Wah,,, Vera dan mamanya hebat ya , bisa bikin otak-otak juga , tidak jauh - jauh belinya di Indonesia lagi " jawab maminya Varel mengagumi Vera calon mantunya
" Ah biasa aja Tante " jawab Vera lagi sambil duduk di samping mama tercintanya
" Ayo di cicipi otak - otaknya Bara , disini ngak ada loh orang menjual nya " ucap Fito mempersilahkan Bara sahabatnya untuk mencicipi buatan anak dan istrinya
__ADS_1
Baiklah Fito , saya akan mencobanya , yuk mi , di coba juga ,kasihan Vera dan mama nya sudah capek membuatnya " ucap Bara mengambil otak - otak tersebut , lalu mencocol kan ke sambal yang sudah tersedia,lalu memakannya , Hanifah dan istrinya juga mengikuti apa yang di lakukan oleh suaminya itu, begitu juga dengan anak mereka Varel
" Huuuh ,,, enak banget otak-otak nya ma , mami bisa belajar bikinnya juga sama Felly nanti " ucap Bara sambil mengunyah makanannya
" Iya pi , mami pasti akan belajar nanti pada Felly " jawab istrinya lagi
Setelah menikmati suguhan Vera dan minum juga , sejenak mereka terdiam
" Bara , ngomong - ngomong kapan balik ke Indonesia lagi " tanya Fito pada sahabat nya itu
" Oh soal itu , rencana secepatnya , setelah kamu menyelesaikan hal penting ini dulu " jawab Bara sambil melirik istri dan anak nya
" Hal penting , kalau boleh apa itu ?" tanya Fito papanya Vera lagi
" Fito begini ya , maksud kami datang ke sini kali ini ada sangkut pautnya dengan anak - anak kita " ucap Bara membuka pembicaraan
" Maksud anak -anak kita ?" tanya Fito merasa aneh, Felly dan Vera yang mendengar pun ikut merasa aneh dengan pernyataan papi Varel tersebut
" Begini Fito , Felly , Maksud ke datangan kami kali ini adalah pengen meminta anak kamu Vera untuk menjadi mantu kami , kami sangat menyukai Vera dari bocah dulu sampai sekarang , dan anak kami Varel juga begitu , sudah menetapkan hati nya untuk mempersunting Vera , karena kami lihat mereka saling menyayangi dan mencintai juga " ucap Bara mengemukakan maksud niat baik pada sahabat nya Fito
Fito , Vera dan istrinya Felly saling berpandangan setelah mendengar maksud kedatangan Bara dan keluarga ke rumahnya
" Maaf sebelumnya Bara , saya pernah dengar kabar, kalau kalian telah menjodohkan Varel dengan gadis lain yang ada di London ini juga , terus bagai mana dengan semua itu ?" tanya Fito lagi , penasaran dengan berita yang pernah dia dengar , pada hal dia sangat tau , kalau Varel anak sahabatnya itu sangat menyukai anaknya Vera
__ADS_1
" Oh masalah itu , maafkan kami , sebenarnya kami lagi mengerjai anak nakal kami ini , karena dia tidak pernah kasih kabar apapun tentang keberangkatannya ke sini, apa lagi tentang keberadaan Vera , kami tau semua dari asisten pribadi nya yaitu Marshcel , itu pun secara tidak sengaja, karena kami datang dari Surabaya langsung ke kantornya untuk bertemu dengan anak nakal ini , dan ternyata dia sudah berangkat ke London ini tanpa memberi tau kami " ucap Bara menceritakan masalah yang sebenarnya
Varel yang mendengar cerita kedua orang tuanya ,hanya cengar cengir tersenyum ngak jelas ,dan beda sama Vera , wajah Vera bersemu merah dan langsung menundukkan kepalanya dalam - dalam , merasa malu karena namanya di sebut - sebut