Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 41 Varel Aneh


__ADS_3

" Om Fito , Tante Felly , Varel pulang dulu ya " ucap Varel pamit sambil menyalami papa dan mama Vera dengan takzim mencium punggung tangan kedua orang tua Vera bergantian , lalu menyalami Vera juga


" Kak Varel pulang dulu ya dek , besok atau lusa , insyaallah kak Varel akan datang lagi


" Iya kak Varel, baiklah, hati- hati di jalan ya " jawab Vera sambil menjabat salam dari Varel


Setelah selesai berpamitan , Bara dan keluarganya pun keluar dari rumah Vera menuju ke e arah mobilnya yang terparkir di sudut halaman rumah Vera, Fito dan anak nya Vera melepas kepergian Bara dari pintu rumahnya , setelah Bara melambaikan tangan ,dan di balas oleh Fito dan Vera , lalu Bara pun pergi meninggalkan rumah Vera


Setelah mobil Bara menghilang dari pandangan Vera dan papanya ,lalu mereka masuk kembali ke dalam rumah dan menutup pintu rumah tersebut kembali


Sementara itu Mobil yang di kendarai oleh Bara mulai menjauhi rumah Vera


" Pi , hari ini kita makan malam di luar aja yuk, mami capek untuk masak malam ini" ucap Hanifah pada suaminya


"Ok ,terserah sama mami aja" jawab Bara pada istrinya


"Varel , mami tidak tau dimana tempat makan yang enak di sini , kamu saja yang milih di mana kita harus makan " ucap Hanifah pada Varel anaknya


" Iya mi , sebenarnya Varel juga kurang tau tempat makan yang enak di kota London ini , hanya saja Varel pernah menemani Vera beberapa kali makan di sana dan juga untuk di bawa ke rumah sakit " jawab Varel menjelaskan pada orang tuanya

__ADS_1


" Baiklah , kalau begitu yuk kita kesana saja " ucap mami Varel bersemangat


Varel pun menunjukkan arah jalannya pada papinya yang lagi menyetir


" Mi , mudah-mudahan, Tante Felly cepat sembuh ya mi ? Varel sudah tidak sabar untuk melamar Vera untuk di jadikan istri " ucap Varel bicara penuh harap pada maminya


" Aamiin,, ya sayang , mudah-mudahan Felly cepat sembuh , mami juga tidak sabar ,pingin cepat-cepat ambil Vera jadi mantu kesayangan mami " jawab mami Varel dengan sinar mata yang berbinar-binar membayangkan hari bahagia itu , dimana hari saat ijab qobul anak semata wayangnya dengan Vera anak sahabatnya


" Hmmm ,tapi mami harus janji , akan lebih menyayangi Varel yang anak kandung mami dari Vera yang mantu mami ,ok ?" ucap Varel manja pada maminya


" Loh kok kamu bersaing begitu sih sama Vera " tanya mami Varel heran melihat tingkah anaknya ini


" Ha hahaaa ,kamu ini aneh Varel , kamu ini seperti anak kecil yang kurang kasih sayang aja dari kamu orang tua kamu " ucap papi Varel tertawa sambil menyetir


" Biarin ,terserah papi mau bilang apa " jawab Varel lagi


" Baiklah Varel , kalau kamu tidak mau kasih sayang kami berlebih pada Vera , bagaimana kalau kami menjadi mertua yang pemarah saja sana Vera , atau mertua yang berhati dingin sama Vera , bagai mana ? suka kan ? " ucap maminya menahan senyum , lucu saja melihat tingkah anaknya ini


"Apa an sih mami , tidak begitu juga sih mi , kalau mami suka marahi Vera dan dingin ke Vera ,yang ada Vera meninggalkan Varel lagi mi , ngak mau ah mi " ucap Varel sewot sambil mengerucutkan bibirnya

__ADS_1


" Makanya ,mikir dulu kalau ngomong , Varel harus tau , setiap pasangan itu pasti mendambakan pasangannya akan di sayang oleh mertuanya dan di terima baik di keluarganya , kalau mertua tidak menyayangi mantunya , maka mantunya akan merasa tidak nyaman berumah tangga dengan anaknya , kalau sudah tidak nyaman, maka kebahagiaan berumah tangga pun juga susah di dapat , apa Varel mau hal itu terjadi pada rumah tangga Varel sama Vera nanti?" ucap mami Varel menjelaskan panjang lebar pada anaknya itu


" Tidak mi , Varel pengen rumah tangga Varel sama Vera nanti Samawa , langgeng , dan selalu bahagia sampai akhir hayat " ucap Varel sadar dengan kekeliruannya , Varel berfikir begitu ,mungkin waktu kecil saat butuh kasih sayang , tetapi dia malah tertekan sampai dewasa di paksa berpisah dari Vera teman masa kecil nya yang sangat dia sayangi dari kecil sampai saat ini, walaupun sudah empat belas tahun tidak bertemu


Ke asyikan ngobrol akhirnya mobil yang di kendarai Bara sudah memasuki rumah makan yang di bilang sama Varel tadi , setelah memarkirkan mobilnya ,mereka pun keluar dari dalam mobil bersamaan dan berjalan masuk ke dalam rumah makan tersebut , mereka lalu duduk di meja sebelah pojok ,karena dari sana mereka bisa melihat ke indahan kita London di makan hari , merekapun memesan makanan yang sesuai dengan selera mereka


Setelah selesai makan, mereka pun lalu pulang kerumah untuk beristirahat , karena lelah seharian di rumah sakit dan langsung ke rumah Vera untuk mengantar Felly dan sekalian pingin tau rumah calon mantu dan sahabatnya itu


Sementara di Indonesia ,tepatnya di kantor PALEVERPRAS COP di workshop lantai 15 Monika dan temannya Rehan lagi istirahat setelah makan siang


" Monica , apa kabarnya Rosa tau Vera sekarang ya , baru sebulan tidak bertemu saya sudah kangen sama Rosa , biasanya kita bertiga selalu bersama , sekarang tinggal kita berdua , ngak banget asyik ah " ucap Rehan sahabat Vera , yang merasa kesepian setelah Vera resign dari sana


"Saya tidak tau kabar Vera sekarang ,karena nomor Vera yang saya save sudah tidak aktif ,mungkin Vera pake nomor lain saat di luar negri , saya juga kangen sama Vera Rosalina Putri dan pingin tau kabar nya juga " ucap Vera yang merasa kehilangan sahabat terbaiknya itu


" By the way ,,,Bos kita pak Levi kan lagi menyusul Vera ke luar negri, apa mereka sudah ketemu ya " ucap Rehan tiba-tiba teringat kalau Direkturnya pergi dari kantor untuk mencari sahabat nya Vera


" Mana saya tau Rey , lebih kita menunggu kabar saja, mudah-mudahan pak Levi dan Vera segera bertemu di Eropa sana, dan memboyong Vera kesini lagi , untuk bekerja kembali di kantor ini " ucap Monica penuh harap


" Boro-boro kerja , paling juga di nikahi , soalnya ,walaupun Vera sahabat dan teman masa kecilnya , saya bisa melihat kalau bos kita itu sangat menyayangi Vera , dia segitu bersemangatnya untuk mencari Vera setelah tau keberadaan Vera , bahkan dia rela meninggalkan kantor ini demi bisa bertemu dengan Vera " ucap Rehan menjelaskan penilaiannya pada bos nya saat tau KK aku Rosa itu adalah Vera

__ADS_1


Kalau mereka sampai menikah , kita juga harus bersyukur loh Rey, soalnya sahabat kita menjadi istri dari bos kita ,pemilik perusahaan ini ,dan posisi kita bekerja di sini akan semakin aman


__ADS_2