
Melihat papanya yang lagi asyik ngobrol, Vera menghampiri papanya dan Varel
" Pa , kak Varel , Vera pamit mau pulang dulu , Vera mau ambil baju ganti dan sekalian bawa baju kotor juga " kata Vera pada papanya .
" Ya , hati- hati di jalan ya sayang " jawab Vera
Mendengar Vera mau pulang ke rumahnya sendirian, Varel pun langsung berdiri
" Vera , biar kak Varel yang antarkan Vera pulang " kata Varel menawarkan diri.
Mendengar Varel menawarkan jasa Vera lalu memandang papanya
" Bagaimana pa " tanya Vera minta pendapat
" Ya boleh, hati- hati di jalan " kata papa Vera lagi
" Makasih om Fito , baiklah , kami berangkat dulu " pamit Varel sambil menyalami papa Vera
Varel dan Vera pun keluar dari ruangan rawat mamanya dan berjalan menuju ke parkiran
" Kak Varel , pakai mobil Vera saja " kata Vera sambil menuju ke arah mobilnya
" Baiklah Vera ,biar kak Varel yang nyetir ya " kata Varel
" Baiklah, makasih " kata Vera sambil masuk ke dalam mobilnya, dan begitu pula dengan Varel
" Kita menuju arah mana nih " kata Varel pada Vera yang siap melajukan mobilnya
" Keluar dari gerbang rumah sakit ini, kita lalu belok kiri " kata Vera menunjukan arah jalan ke rumahnya , dan mobil pun melaju dengan santai
" Vera , kak Varel benar - benar minta maaf ya , karna tidak bisa menepati janji pada Vera untuk segera kembali " kata Varel minta maaf lagi pada Vera
" Iya kak , Vera sudah memaafkan kak Varel , kak Varel ngak punya salah kok sama Vera , Karena saat itu, kak Varel masih kecil, sekarang mari kita lupakan semua hal buruk yang telah kita rasakan " kata Vera panjang lebar
__ADS_1
" Ya Vera , oh ya kak Varel masih mengenakan kalung Vera sampai saat ini ,kalun ini tidak pernah lepas dari kak Varel , siang dan malam kak Varel selalu memandang kalung anggrek ini sambil membayangkan wajah Vera, kalung anggrek ini bagi kak Varel adalah sumber semangat dan kekuatan untuk kakak menjalani hidup ini " kata Varel bicara jujur pada Vera
Vera begitu terharu mendengarkan cerita dari Varel, yang begitu menjaga amanah yang dia titipkan pada nya , Vera menghapus air bening yang mengalir di pipinya
" Terima kasih kak Varel telah menjaga amanah Vera dan terimakasih juga masih ingat pada Vera, dan Vera sempat berfikir , klo kak Varel telah melupakan Vera setelah perpisahan itu " kata Vera terisak sambil menghapus air matanya lagi.
Melihat Vera yang menangis seperti itu hati Varel terasa sakit , Varel menepikan kendaraannya , dan langsung membawa Vera ke pelukannya
" Vera jangan menangis, sakit rasanya hati kakak melihat Vera menangis seperti ini , kak Varel tidak pernah melupakan Vera walau semenit pun semenjak perpisahan itu, kak Varel sangat menyayangi Vera , selalu merindukan Vera, kakak tidak mau lagi berpisah dengan Vera " kata Varel mempererat pelukannya pada Vera dan ikut juga menangis
" Vera juga sayang sama kak Varel , dan selalu merindukan kak Varel semenjak perpisahan itu, jangan tinggalkan Vera lagi ya kak " kata Vera terus menitikkan air matanya sambil terisak
" Kak Varel janji tidak akan meninggalkan Vera lagi , kak Varel akan selalu menjaga Vera sampai tua nanti " kata Varel membelai rambut Vera dengan sayang lalu mengecup kening Vera.
Begitulah dua insan yang saling menyayang dari kecil,
Melepaskan kerinduan yang menghimpit batin mereka selama 14 tahun lamanya
Akhirnya mobil memasuki sebuah halaman rumah yang tidak begitu besar dan luas , lalu Vera keluar dari dalam mobilnya , dan Varel pun ikut menyusul keluar dari dalam mobilnya
Varel melayangkan pandangannya ke bangunan rumah Vera yang kelihatan sederhana tapi lumayan besar juga
" Mari kak Varel , silahkan masuk dulu " kata Vera mempersilahkan Varel masuk ke rumahnya
" Iya sayang " jawab Varel sambil mengikuti langkah Vera memasuki rumahnya
Mendengar jawaban yang memakai kata sayang , hati Vera begitu bahagia dan Vera pun tersenyum sangat manis pada Varel
" Silahkan duduk dulu kak Varel , Vera masuk dulu " kata Vera lagi masih tersenyum manis pada Varel
Melihat senyum manis dari Vera , membuat hati Varel semakin meleleh pada Vera. Eheheee, Linkin kali ya meleleh ...
" I,, i ,, iya Vera " jawab Varel gugup ntah kenapa
__ADS_1
Vera pun meninggalkan Varel dan langsung masuk ke sebuah kamar
Varel pun duduk bersandar di sofa mewah di rumah Vera sambil melayangkan pandangannya ke semua ruangan rumah itu, rumah yang dari luar kelihatan sederhana ,tapi interior dan design di dalam rumah nya sangatlah mewah dan unik, y ang mencerminkan pemilik rumah tersebut orang yang berjiwa seni tinggi
Tak lama kemudian, Vera yang telah berganti pakaian, keluar dari kamar sambil menenteng tas kain dan tas lainnya lalu berjalan menghampiri Varel
" Kak Varel mau minum makan apa , biar Vera bikinin " kata Vera pada Varel sambil menaruh tasnya di lantai samping kursi sofa
" Tidak usah repot-repot Vera, tadi kak Varel sudah makan dan juga minum di rumah sakit " kata Varel berbasa basi
" Yang di rumah sakit itu hanya cemilan yang tidak mengenyangkan perut kak ,
dan lagi itu sudah beberapa jam yang lewat" jawab Vera lagi
Varel pun tersenyum dan menggaruk- kepalanya yang tidak gatal
" Hmm , apa Vera bisa memasak, kak Varel tidak mau merepotkan Vera dan membuat Vera capek " kata Varel bicara jujur , dan tidak yakin Vera anak yang semata wayang bisa memasak
" Bisa donk kak , kalau memasak hanya untuk kita berdua, itu tidak akan membuat Vera capek " kata Vera lagi
" Baiklah kalau begitu, kak Varel mau makan apa saja yang Vera masak buat kakak, pasti sangat enak rasanya " kata Varel lagi
" Idih ,,, kak Varel PD amat kalau masa Vera enak " kata Vera lagi
" Ya PD lah Vera , kan yang memasak nya wanita cantik dan anggun, pasti lah enak rasanya, apa lagi di masak pakai bumbu rindu dan kasih sayang , rasanya waah dan luar biasa " kata Varel yang tersenyum manis pada Vera sambil menggenggam tangan Vera
" Hmmm,, ternyata kak Varel pinter menggombal juga rupanya " kata Vera dengan wajah yang bersemu merah
" Itu bukan gombal dek Vera ,tapi itu nyata kok" kata Varel lagi
" Ya sudah , Vera masak dulu ya , tak lama kok , kak Varel bersantai saja dulu duduk di sini " kata Vera lagi sambil berlalu berjalan ke dapur
Di dapur Vera menyiapkan alat masaknya, memanaskan air untuk merebus mie spageti , Vera mau bikin spaghetti la Fonte siap saji , dengan tambahan bahan yang ada di rumahnya , dan Vera mempersiapkan bahan lain untuk sambal atau sausnya seperti sosis , keju , 3 macam bawang, saus tiram, keju mozzarella dan lain- lain, setelah mie nya matang , Vera lalu meniriskannya lalu menaruh di mangkok, saking asyiknya memasak Vera kaget saat ada tangan yang memeluk pinggang nya dari belakang
__ADS_1