
" Hello Hasan , kamu ada di mana ? ini saya sudah di lapang parkir loh " ucap Fito menelpon
" Saya ada di dalam mobil di parkiran bandara bis , maaf tadi saya ketiduran saat menunggu , bentar bos ,saya segera menuju ke tempat bos " jawab Hasan anak buah Fito di telpon , lalu Fito pun menutup panggilannya
" Fito , tunggu apa lagi , pakai mobil saya saja , nanti saya antar ke alamat kamu " ucap Bara pada Fito menawarkan
" Oh tidak usah Bara, sopir saya sudah menjemput dari tadi , tapi ketiduran menunggu di mobil , nah itu mobilnya sudah datang " jawab Fito sambil menunjuk ke mobil Pajero hitam keluaran terakhir menuju ke ke arah nya berdiri saat ini
" Ok baiklah kalau begitu , yuk kita mulai masukan barang barang kita ke mobil masing masing " ucap bara sambil mendekati trolinya lalu mendorong ke arah bagasi mobilnya dan menyalin isi troli tersebut ke dalam bagasi mobilnya dengan di bantu oleh Varel ,karena barang bawaannya lebih banyak dari barang bawaan orang tua Vera , begitu juga dengan Fito papa Vera , dia juga melakukan hal yang sama dengan Bara
Setelah semuanya selesai mereka pun berkumpul
" Mama mau pulangnya ke rumah Vera yang di jalan Kemangi dulu kan ?" tanya Varel yang takut dan trauma kehilangan jejak Vera lagi
" Iya Varel , rumah itu sudah kami belum belum lama ini , karena kami tidak punya rumah lagi di Jakarta ," jawab Felly pada calon mantu nya tersebut sambil tersenyum
Kedua orang tua Varel yang mendengar pertanyaan Varel tersebut tersenyum sambil geleng geleng kepala memaklumi ketakutan anak semata wayangnya itu
" Sekarang ayo kita meninggalkan lokasi ini pulang ke rumah untuk istirahat " ucap Bara lagi sambil bersalaman dengan keluarga calon besannya , mereka semua bersalaman , lalu masuk ke mobil mereka masing masing lalu meninggalkan tempat tersebut
Ke esokan harinya , pagi pagi sekali Varel sudah bangun ,sudah mandi dan sudah rapi , lalu duduk di ruang keluarga sambil melihat jam tangannya yang masih menunjukan jarumnya ke angka 7:15
" Pagi pagi sudah rapi , Varel mau ke kantor ? " tanya Hanifah pada anaknya
" Bukan mi , Varel ke kantor nya besok saja , hari ini Varel mau ke rumah Vera dulu " jawab Varel sambil garuk- garuk kepalanya yang tidak gatal
" Mau ngapain ke rumah Vera pagi pagi begini sayang , takut Vera pergi lagi ya ?" ucap mami Varel menggoda putranya tersebut
" Mami ngomong apa an sih " jawab Varel malu karena ketahuan apa yang dia fikirkan
__ADS_1
" Sayang , Vera itu tidak akan kemana - kemana lagi ,soalnya kamu tau kan alasan mereka balik ke Indonesia kali ini ? yaitu untuk menyusun acara pertunangan dan hari pernikahan kalian , dan andaikan Vera pergi ke luar negri , kamu kan sudah tau rumahnya di London " ucap Hanifah menenangkan hati putranya itu , dia begitu faham dan mengerti ketakutan anaknya dan beban mental Varel selama 14 tahun ini
" Iya mi ,Varel tau , Varel hanya merasa tidak tenang saja sebelum melihat Vera ada di rumah itu " jawab Varel jujur pada maminya
Iya sayang , mami ngerti , tapi sebelum datang ke sana , sarapan dulu , tunggulah hari siang dulu , datang lah ke sana jam 10 an , biar tidak menganggu istirahatnya yang kelelahan baru pulang dari perjalanan panjangnya " ucap mami Varel lagi
" Iya mi , Varel akan menunggu siang dulu " jawab Varel lagi
" Baiklah kalau begitu , mami bikin sarapan dulu ya" ucap mami Varel sambil berjalan ke belakang menuju ke dapur
Setelah sarapan , Varel selalu melirik jam tangan nya ,tidak sabar menunggu waktu yang di rasakan nya lama berputar , Varel keluar masuk kamarnya sambil berkaca dan menyisir rambutnya dengan jari jari tangannya
" Pi ,, mi ,, Varel pamit dulu " ucap Varel sambil menyalami kedua orang tuanya dengan wajahnya yang sumringah
" Ya , hati hati di jalan , ingat jaga Marwah Vera sebagai wanita , mengerti ?" ucap Bara menasehati anak semata wayangnya itu
" Iya Pi , Varel akan ingat pesan papi , Varel pergi dulu " ucap Varel lalu berjalan ke arah mobilnya yang sudah dia persiapan dari tadi pagi dan sudah di panaskan juga mesinnya
Varel pun meninggalkan rumah mewahnya tersebut menuju ke rumah Vera gadis pujaannya itu
Hanya 30 menit ,mobil Varel sudah memasuki rumah Vera , Varel memarkirkan mobilnya di halaman samping rumah tersebut , lalu keluar dari mobil dan berjalan menuju ke teras rumah Vera
__ADS_1
Tok tok tok
" Assalamu' Alaikum " Varel mengetuk pintu rumah Vera sambil mengucapkan salam ,lalu menarik Navas nya dalam dalam
" Wa' Alaikum salam " terdengar suara Vera dari dalam yang berjalan menuju ke arah pintu dan membukanya
" Mas Varel ? , yuk masuk" ucap Vera mempersilahkan Vera masuk ke rumahnya
" Iya sayang , makasih " jawab Varel lalu masuk ke rumah Vera sambil memperhatikan rumah tersebut
" Silahkan duduk mas , beginilah ke adaan rumah Vera di sini , dulu rumah ini Vera kontrak saat masih bekerja di kantornya mas , tapi setelah mas melamar Vera kemaren itu , papa menghubungi si pemilik rumah ini untuk membelinya , karena kami sudah tidak punya rumah lagi di Jakarta ini setelah pindah ke Bandung dulu , yang ada di Jakarta ini hanya ruko dan butik butiknya papa aja " ucap Vera menjelaskan panjang lebar pada Varel
" Ya , mas ngerti , rumah ini cukup bagus juga kok , tinggal renovasi dan polesan sedikit sudah kelihatan mewahnya , dan lagi Vera lebih tau hal ini dari mas " ucap Varel
" Iya mas , nanti bila ada kelebihan rejeki , kita akan pugar rumah ini lagi , sekarang Vera belum sempat memikirkan model rumah seperti apa yang Vera mau , karena model rumah yang Vera mau sudah ada di London sana dan juga di Bandung " jawab Vera menjelaskan
" Ya ,, nanti kita fikirkan sama sama modelnya seperti apa , biar anak- anak kita betah berada di rumah nanti " ucap Varel tersenyum sambil mengedip - ngedipkan sebelah matanya pada Vera
" Apa an sih mas ini , ngomongnya terlalu jauh " jawab Vera tersipu malu dengan rona pipi yang kemerahan
" Ngak terlalu jauh sayang , sebentar lagi kita kan mau tunangan dan menikah , hal itu bisa saja terjadi bukan ?" jawab Varel lagi pada gadis pujaannya itu
" Au' ah , ngak usah bahas hal itu , Vera malu " ucap Vera menundukkan kepalanya sambil meremas ke dua jemari tangannya
Varel yang melihat tingkah Vera yang malu malu begitu jadi gemes dan merasa kasihan juga
" By the way mama dan papa kemana ? kok mas tidak lihat ? " tanya Varel yang tiba tiba mengingat calon mertuanya tersebut
" Papa dan mama barusan pergi mas , melihat lihat butik dan konfeksi - konfeksi kita yang ada di Jakarta ini " jawab Vera lagi
__ADS_1