
"Ya sayang donk Varel , kamu akan anak mami dan papi satu-satunya , karena rasa sayang itulah mami dan papi mu mencarikan jodoh yang tepat untuk kamu yang akan mami lamaran untuk kamu dalam Minggu ini " ucap mami Varel ngotot
" Ya pokoknya Varel tidak mami dan papi jodoh kan titik" jawab Varel sengit
Mobil Varel pun telah berenti di depan rumah kontrakannya , Varel keluar dari mobil dengan wajah kesal sambil membanting pintu mobilnya dengan keras .mami dan papinya geleng-geleng kepala melihat keteguhan hati putranya untuk mempertahankan Vera menjadi Calon istrinya.
Mami dan papi Varel pun menyusul keluar dari mobil setelah Varel , lalu masuk beriringan ke dalam rumah dan langsung berjalan menuju ke kamarnya dan beristirahat
Hanifah dan Bara suaminya ingin melihat sejauh mana Keinginan dan kemauan keras Varel memperjuangkan Vera untuk menjadi istrinya, Hanifah dan suaminya pengen tau dulu rasa yang di miliki Varel pada Vera seperti apa, rasa sebagai sahabat, rasa sayang sebagai kakak, atau rasa sayang dari lelaki dewasa pada lawan jenisnya , itu yang harus Hanifah lihat dari Varel dulu
Hanifah dan Bara tidak mau Varel menikahi Vera tanpa di landasi rasa cinta dan rasa sayang , Hanifah dan suaminya tidak mau lagi melihat Vera menderita karena Varel , Hanifah pengen Varel bahagia hidup berumah tangga dengan Vera , karena bagaimana pun juga, Hanifah dan Bara juga sangat menyayangi Vera dari kecil dan sudah meanggap anak sendiri
Ke esokan harinya, pagi- pagi sekali mami Varel telah bangun, telah mandi dan telah melakukan sholat subuh juga ,lalu berjalan ke dapur untuk menyiapkan sarapan ,untuk anak dan untuk suaminya juga , mami Varel bikin nasi goreng istimewa kesukaan Varel yang di kasih daging sapi di goreng renyah , telur dadar taburi dan taburan bawang merah goreng yang banyak , setelah kelar bikin nasi gorengnya , mami Varel membuatkan susu coklat hangat buat suami dan anaknya juga , sementara untuk dirinya sendiri, Hanivah lebih suka minum kopi susu.
Hanifah lalu menghidangkan sarapan tersebut di atas meja makan di ruangan makan yang terletak bersebelahan dengan dapur , setelah itu Hanifah ke kamar untuk membangunkan Bara suaminya , belum sempat masuk ke kamar , Hanifah melihat Varel keluar dari kamarnya ,yang sudah berpakaian rapi
__ADS_1
" Varel, pagi - pagi sudah rapi , mau kemana ?" tanya mami nya sambil tersenyum
" Ngak mau kemana-mana mi , cuma nanti siang Jan 10 an Varel mau ke rumah sakit mengunjungi Tante Felly dan keluarganya " jawab Varel sambil duduk di sofa ruang tamu tersebut
" hmm mami kirain pagi- pagi sudah mau pergi ,karena sudah rapi , oh ya , mami sudah siapkan sarapan kesukaan Varel tadi di meja makan , mami bangunkan papi dulu , takutnya sarapannya keburu dingin lagi" ucap mami Varel sambil berlalu, lalu masuk ke kamar untuk membangunkan suaminya
15 menit kemudian Mami dan papi Varel telah keluar dari kamar siap untuk sarapan
Varel masih duduk di sofa ruang tamu sambil membolak balik majalah bisnis terbitan terbaru kota london tersebut
" Iya pi" ucap Varel singkat lalu berdiri dan berjalan menyusul kedua orang tuanya
"Wah nasi goreng kesukaan Varel , hmm ,,,bau nya megugah selera " ucap Varel yang telah duduk sambil menciumi bau nasi gorengnya yang banyak di taburi daging dan bawang goreng tersebut
Mami dan papinya hanya tersenyum melihat ulah anak semata wayang nya itu
__ADS_1
Mereka menikmati sarapan pagi dengan tanpa banyak bicara sampai semua tak bersisa di piring mereka
" Pi mi , Varel mohon restui hubungan Varel sama Vera ya , jangan jodohkan Varel dengan wanita lain mi, pi, Varel cintanya dan sayangnya hanya sama Vera , hanya sama Vera mi ,pi , Varel tidak bisa hidup tanpa Vera Pi, Varel juga tidak sanggup jauh dari Vera lagi mi Pi,, Varel mohon mi Pi restui Varel sana Vera " ucap Varel memohon sama maminya dengan wajah sendu dengan air mata menenang di pelupuk matanya
" Varel, mami pingin tau, sejak kapan cintamu hadir untuk Vera , cinta seperti apa itu yang kamu rasakan , cinta dari kakak ke adiknya ? seperti masa kecil dulu ? cinta sebagai sahabat ? atau cinta seperti apa ?" tanya maminya menghujani Varel dengan pertanyaan
" Varel tidak tau sejak kapan mulai mencintai Vera , yang Varel tau ,semenjak berpisah dengan Vera dulu, perasaan Varel bertambah dalam pada Vera , semakin merindukan Vera ,semakin menyayangi Vera , Varel juga sudah berjanji dan bersumpah di dalam hati , Varel akan selalu menjaga rasa ini , walaupun Varel tidak tau Vera ada dimana, itu sebabnya Varel tidak pernah berteman dan dekat dengan yang namanya perempuan, bahkan varel jijik saat ada gadis yang mencoba merayu dan menyentuh Varel mi , Varel hampir membanting gadis tersebut waktu Varel kuliah di Belanda dulu, karena Varel merasa tubuh dan hati Varel ini hanya milik Vera mi ,pi , Varel sangat menyayangi Vera, selalu ingin bersama dengannya setiap waktu ,pingin selalu membahagiakan Vera , tolong mi ,tolong restui Varel sana Vera , cinta dan sayang Varel semakin besar semenjak bertemu kembali sana Vera di sini mi,pi" ucap Varel lalu berdiri dari tempat duduknya lalu bersujud di kaki maminya sambil terisak menangis ,karena tidak kuat menahan beban di hatinya selama 14 tahun ini semenjak perpisahannya dengan Vera dulu
Mami dan papi Varel terkejut saat mendengar cerita Varel yang mencintai Vera yang tiada putus-putusnya dari kecil dulu sampai sekarang, dan Mami ,papinya tambah terkejut lagi melihat anak semata wayangnya bersujud sambil terisak menangis di kaki nya untuk mendapat kan sebuah restu untuk mempersunting Vera ,gadis teman masa kecilnya dulu
" Sudah Varel ,sudah " ucap maminya yang juga meneteskan air matanya terharu akan begitu besarnya cinta varel pada Vera teman masa kecilnya dulu , sambil menepuk bahu Varel pelan , mami Varel menuntun anak semata wayangnya itu untuk duduk kembali di kursinya
" Varel , pengakuan seperti itulah yang pengen kamu dengar dari mulut kamu, kami pingin tau sedalam apa rasa cinta dan sayangmu pada Vera , mami dan papi tidak mau Vera tersakiti untuk yang kedua kalinya oleh kita , bagaimanapun juga, kami juga sangat menyayangi Vera dari kecil dulu sampai sekarang , jadi berjanjilah Varel akan selalu membahagiakan Vera untuk kedepannya " ucap papi nya Varel menjelaskan dengan panjang lebar
" Iya mi ,iya Pi ,Varel janji akan selalu menyayangi Vera, akan mencintai dan akan membahagiakan Vera untuk selama-lamanya" ucap Varel berjanji pada kedua orang tua nya
__ADS_1