
" Mami dan papi tidak perlu di temani Vera , mereka sudah kan sudah dewasa, iya kan mi ? pi ? " jawab Varel lalu bertanya pada kedua orang tuanya tersebut
" Iya Vera , biarkan Varel menemani mu ya ? menunggu obat di apotik itu kan lama juga menunggu antrian, jadi kalau kalian pergi berdua , kalian bisa ngobrol sambil menunggu giliran biar tidak merasa bosan atau jenuh " jawab mami Varel sambil tersenyum , karena anaknya Varel segitu takutnya di tinggal Vera berlama-lama.
" Kalau begitu baik lah tante, Vera jalan dulu " ucap Vera lagi
" Iya sayang , kalian hati-hati ya ? " jawab mami Varel lagi sambil tersenyum
Setelah pamit ,Vera dan Varel pun meninggalkan ruangan tersebut ,dan pergi menuju apotik rumah sakit The princess Grace Hospital itu yan letaknya agak jauh dari ruangan Felly mamanya vera.
Setelah sampai di apotik tersebut, ternyata banyak sekali orang-orang yang mengantri ,Vera menyerahkan resep obat dan mengambil nomor antrian nya ,lalu duduk di salah satu kursi di yang kosong di ruangan antrian apotik rumah sakit tersebut, Varel juga ikut duduk di sebelah kursi Vera
" Berapa nomor lagi dari nomor yang di sebutkan barusan " tanya Varel pada Vera
" lima puluh lima lagi kak " jawab Vera sambil memperlihatkan nomor antrian nya pada Varel
" Ya,, ngak apa-apa sayang , kita tunggu saja " ucap Varel sambil menggenggam tangan Vera untuk memberikan semangat
" Vera , tunggu sebentar ya ,kak Varel mau cari minuman dan sedikit cemilan untuk kita ,biar tidak merasa bosan menunggu antrian " ucap Varel izin sama Vera
" Iya kak Varel , silahkan, jawab Vera tersenyum manis dan mempersilahkan Varel untuk pergi
Varel pun pergi menuju kantin rumah sakit tersebut untuk mencari makanan dan minuman yang dia mau
Sementara di ruangan tunggu apotik , setelah kepergian Varel , kursi tempat duduknya di gantikan oleh seorang pemuda bule yang sangat tampan
" Good afternoon suster, who are you waiting for in line for medicine ? "
"Selamat siang dek , lagi menunggu antrian obat untuk siapa "? tanya pemuda bule tersebut
" Good afternoon too , I am waiting for the queue for medicine for may mother "
" Selamat siang juga , saya lagi menunggu antrian obat untuk mama saya " jawab Vera lagi
__ADS_1
" Hmmm,, what's wrong with your mom ? how are you things now ? "
" Hmmm,, mama kamu sakit apa ? bagaimana keadaannya sekarang ? " tanya pemuda itu lagi
" Pain in the stomach ,sir "
" Sakit pada pencernaan tuan" jawab Vera lagi
Pemuda bule itu pun meangguk-anggukan kepalanya
Tidak lama Varel pun datang sambil membawa kantong rentengan barang belanjaannya , lalu berdiri di sebelah Vera ,karena tempat duduknya sudah di duduki orang lain
" Ini sayang , kudap dan minum dulu " ucap Varel menyerahkan Snack dan sekaleng minuman dingin yang telah di bukakan oleh Varel terlebih dahulu pada Vera
" Terimakasih kak " jawab Vera sambil menerima makanan dan minuman kaleng itu, lalu langsung meneguk minuman tersebut,. Varel yang duduk di kursi belakang masih setia menemani Vera ,karena kursinya yang pertama di duduki oleh orang lain
" Queue number one hundred fifty ,Mrs Felly Gunawan
" no antrian seratus lima puluh ,ibu Felly Gunawan " terdengar suara panggilan dari pengeras suara apotik tersebut setelah tiga puluh menit kemudian
Setelah menerima resep tersebut ,Vera dan Varel pun meninggalkan area apotik rumah sakit itu, lalu kembali ke ruangan dimana mamanya di rawat, setelah sampai di depan pintu ruangan mamanya , Vera mendorong knop pintu lalu langsung masuk dengan di iringi oleh Varel dari belakang
" Bagaimana Vera ,sudah selesai mengambil obatnya ?" tanya papanya
" Sudah pa , ini obatnya untuk seminggu makan " jawab Vera sambil memperlihatkan kantong obat yang di bawahnya
"Baguslah kalau begitu sayang , papa juga sudah selesai mengurus administrasi rumah sakit barusan , sekarang ayo berkemas siap-siap untuk pulang " ucap papa Vera sumringah, senang karena Felly istrinya sudah boleh pulang ,dan di samping itu juga sudah kangen pada rumah yang sudah hampir enam tahun di tempatinya
" Iya pah, Vera akan bersiap- siap dan akan mengantikan baju mama terlebih dahulu " ucap Vera dengan semangat ,lalu mendekati kemari pakaian ,dan mengeluarkan baju penganti mamanya
Vera lalu menutup tempat tidur mama nya dengan tirai yang tersedia di langit-langit tempat tidur mamanya ,lalu menganti baju wanita yang sangat dia sayangi itu.
Setelah selesai menganti baju mamanya ,Vera menyisir rambut mamanya dan menatanya dengan rapi, lalu Vera membedaki dan mengasih sedih lipstik pada mamanya ,biar kelihatan fresh, setelah itu Vera membuka tirai itu lagi
__ADS_1
" Sudah ma, mama sudah kelihatan cantik kembali " ucap Vera tersenyum pada mamanya
" Vera sudah selesai ya dandani mamanya ?" tanya Mami Varel berjalan mendekati Felly sahabat nya
" Sudah Tante, tu mama sudah cantik lagi kan ?" jawab Vera
" So pasti cantik lah sayang, Felly itu tanpa di di makeup pun sudah cantik alami dari sananya " jawab mami Varel lagi sambil tersenyum dan menepuk-nepuk bahu Felly sahabatnya
Felly yang dapat pujian dari sahabatnya hanya senyum-senyum kecil aja
Setelah itu Vera masuk ke kamar mandi untuk menganti pakaiannya ,dan juga sedikit berdandan , setelah selesai, lalu keluar dari kamar mandi tersebut, lalu mengemasi semua pakaian mama, papa dan dirinya ,lalu memasukkannya ke koper
"Sayang,,, sudah selesai kah kemasannya? " tanya papa Vera lagi
"Sudah pa " jawab Vera lagi
"Kalau begitu , mari kita pulang ,dan tinggal kan rumah sakit ini " ucap papa Vera lagi tak sabar pengen cepat sampai di rumah sambil mengambil koper di tangan Vera
" Biar Varel saja om yang bawa kopernya " ucap Varel mengambil koper di tangan papa Vera
Vera juga menenteng dua tas yang berisi ***** bengek yang lain seperti sendal , kain kotor dan beberapa piring ,gelas dan sendok juga
" Biar Tante yang bawa salah satu tas tentengan Vera ya " ucap mami Varel sambil mengambil satu tas di tangan Vera
" ngak usah Tante, biar Vera aja " jawab Vera mengelak, tidak enak rasanya bila mami Varel ikut membawakan barang tentengannya
" Tidak apa Vera , santai aja " jawab mami Varel lagi , Vera terpaksa melepaskan genggaman tas nya yang berpindah ke tangan mami Varel
Fito papa Vera mendorong kursi roda istrinya ,lalu mereka semua berjalan menuju ke depan lobby rumah sakit The princess Grace Hospital itu , dimana mobilnya sudah terparkir terlebih dahulu yang di kemudikan oleh Bara papinya Varel .
Bara pun keluar dari mobil papa Vera tersebut dan menyerah kan mobil tersebut pada papa Vera , karena itu adalah mobilnya Fito papa Vera
Felly ,Vera dan papanya lalu masuk ke dalam mobil tersebut , yang di stir oleh papanya Vera
__ADS_1
" Terimakasih ya Bar, Hanifah ,juga nak Varel ,telah rajin menemani kami di rumah sakit ini , kalau mau ,ayo singgah ke rumah kami di sini " ucap papa Vera pada keluarga sahabatnya itu
" Sama - sama Fit,, kalau di izin kan ,ok ,kami akan ikut mengantar ke rumah kamu dengan senang hati " jawab papinya Varel senang sambil tersenyum , kemudian berjalan ke parkiran dan masuk ke mobilnya ,di susul kemudian istri dan anaknya