Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 78 Rencana Varel


__ADS_3

"Baik , saya omongan mu , awas kalau saya mendengar gosip kalian , saya bikin masa depan kalian hancur " ancam Varel pada kedua kariawannya itu dengan wajah dinginnya


Vera yang mendengar ancaman Varel ,hanya geleng geleng kepala Sambil tersenyum , karena Vera merasa lucu melihat sikap Varel yang tidak pernah di lihat sebelumnya, Vera selama ini hanya tau Varel itu berhati lembut dan penyayang


Setelah acara makan di kantin selesai , lalu Varel dan Mike pun meninggalkan kantin tersebut kembali ke ruang kerjanya


" Bro , pantas aja kamu begitu terobsesinya pada Vera , ternya dia gadis yang sangat cantik , jenius dan lembut lagi , yang susah di Carikan tandingannya " ucap Mike sambil duduk di sebuah sofa di ruangan itu


" Bukan masalah cantik atau jeniusnya Mike , masalahnya saya sudah menyayanginya dari kecil dulu , tau sendiri saya dan Vera di besarkan sama - sama dari balita , kami sama sama anak tunggal , itulah sebabnya kita saling menyayangi , apa lagi setelah kita bertemu lagi beberapa bulan yang lalu , rasa itu semakin tumbuh dan berubah menjadi rasa cinta layaknya sepasang kekasih " ucap Varel menjelaskan


" Iya , saya mengerti bro " ucap Mike kemudian


" By the way , bagaimana dengan kamu ? apa sudah punya calon ?" tanya Varel menyelidik


" Saya ? belum bro , kalau ada rekomendasikan donk cewek cantik untuk saya per istri " jawab Mike sambil tersenyum


" What ? tidak salah tuh cowok sekeren kamu minta rekomendasi wanita pada saya ? kamu tau sendiri kan saya tidak pernah dekat dengan wanita selama ini , bahkan saya merasa tidak pernah melihat wanita selama ini , karena di otak saya hanya ada Vera wanita satu satunya di dunia ini" ucap Varel sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal


" Ya ampun saya lupa , kalau saya lagi ngomong dengan lelaki dingin yang alergi sama wanita selama ini " ucap Mike sambil menepuk keningnya


" Hahahaa ,,, tapi kamu tenang aja , alergi saya sudah sembuh kok jika bersama Vera , nanti saya akan menyuruh Vera mencarikan cewek cantik buat kamu " ucap Varel lagi sambil tertawa , merasa lucu aja dengan dirinya


" Baiklah kalau begitu , saya tagih janjimu saat saya datang ke sini lagi " ucap Mike lagi


" Ya ,, tenang aja , di sini masih banyak stock cewek cantik kok , kamu tinggal pilih aja mau arsitek atau sekretaris ?, saya tinggal comot untuk kamu " jawab Varel lagi

__ADS_1


" Hahaaa ,,, emang mereka barang apa ? bilang tinggal comot " ucap Mike sambil tertawa juga


" Hahaaa ,, bukan begitu , masalahnya siapa sih cewek yang tidak mau bersanding dengan kamu ? cowok tampan terkeren di abat ini , makan lagi " jawab Varel lagi


" Hahaaa ,,, iya juga ya bro , kok saat bersama kamu , saya jadi lupa kalau saya ini cowok terkeren di abat ini " jawab Mike lagi sambil tertawa


Begitulah dua sahabat tersebut kalau sudah bertemu , pasti heboh


Di hari Senin pagi saat masuk kantor Vera dan Kariawan lainnya kaget , karena ruangan lantai 15 berubah drastis , ada dua buah ruangan yang cukup besar di sana , yang telah di robah letaknya menjadi lebih besar lagi , di depan atas pintu ruangan ada papan bertuliskan Staf Kariawan , dan di atas pintu ruangan satu lagi tertulis Manajer dan di bawahnya tertulis nama Vera Rosalina Putri , dan di depan pintu ruangan Manajer ada meja kerja juga , lengkap semua dengan fas bunga dan kursi sofa nya juga , di meja ada papan nama bertuliskan sekretaris Manajer di bawahnya tertulis nama Monica di sana


Semua Kariawan dan Vera lalu menuju ke meja kerja mereka masing masing , dan semua barang barang milik mereka sudah tersusun rapi tanpa tertukar sama sekali dengan barang yang lain


Ruangan sekarang tampak lebih luas dan lebih nyaman , dan semua Kariawan pun tidak ada yang merasa keberatan , begitu juga dengan Monica , dari dulu Monica juga sudah tau ,kalau meja kerja sekretaris selalu ada di depan ruangan atasannya


' Hmmm , ini pasti pekerjaan nya mas Varel , kapan ya mereka mengerjakan semua ini ?' ucap Vera di dalam hati


Vera geleng geleng kepala lalu duduk di kursi ratu tersebut sambil mengeluarkan ponselnya sambil mencari nama kontak Mas Varel di sana


" Hello mas , ruangan lantai 15 kok berubah sih mas , terus , meja kerja Monica kok di pindah ke luar di depan pintu , itu kerjaan mas ya " tanya Vera langsung setelah telpon nya tersambung


" Iya sayang , mas yang atur semuanya , itu karena Vera membuat batas profesional kerja di antara kita , sayang ,,,kita ini baru beberapa bulan bertemu lagi loh , dan kita juga akan menikah , kita tidak sempat dekat dan pacaran di London kemaren karena keadaan tidak memungkinkan , mas mau sebelum menikah kita merasakan halnya yang pacaran dulu , kita kan sama sama tau kalau kita belum pernah pacaran sama siapapun , kalau kita pacaran setelah pulang kerja kan tidak enak sama orang tua kita ,karena selalu telat pulang kantor , jadi mas tata semua ruangan tersebut dan mengeluarkan meja Monica , biar Vera dan mas punya ruangan privasi untuk kita lebih dekat lagi , dan untuk kita saling mengenal lebih jauh lagi , mengerti kan sayang maksudnya mas ?" ucap Varel menjelaskan dengan hati hati pada calon istrinya itu


" Iya mas Vera ngerti " ucap Vera tidak berani membantah


" Dan untuk Monica , Vera lebih baik ceritakan hubungan kita yang sebenarnya , biar dia bisa mengerti dan tidak berfikir yang bukan bukan tentang kita , dan suruh dia menyimpan rahasianya sampai kita menikah nanti " ucap Varel lagi

__ADS_1


" Iya mas ,nanti Vera sampaikan " jawab Vera patuh


" Nah begitu donk sayang , siap siaplah ,kita mulai hari ini akan mulai untuk mendekatkan diri dan mulai pacaran juga " ucap Varel lagi di sebrang sana


" Apaan sih mas " ucap Vera malu dan pipi yang merona merah


" Baik sayang , nanti jam istirahat siang ,mas mau makan di ruangan mu , tunggu mas , dan mas akan pesan makan siang kita untuk di antar ke sana " ucap Varel lagi


" Baik mas " ucap Vera menurut


" Ok sayang , selamat bekerja ya " ucap Varel di sebrang sana lalu menutup telponnya


Setelah menelpon dengan Varel , Vera melihat jam sudah di angka 8:30


' Monica pasti sudah di meja kerjanya , Vera akan panggil Monica dulu ' ucap Vera di dalam hati , lalu memencet telpon di mejanya


" Monic keruangan saya dulu " ucap Vera di telpon


" Baik Bu " jawab Monica di sebrang


tok tok tok terdengar ketukan pintu


" Masuk " jawab Vera dari dalam


" Ada apa Bu apa yang harus saya bantu ?" ucap Monica bicara formal pada Vera saat sampai di hadapan Vera

__ADS_1


" Silahkan duduk dulu Monica , ada sesuatu yang harus saya sampaikan " ucap Vera mempersilahkan sekretarisnya duduk di sofa yang tidak jauh dari meja kerjanya


__ADS_2