
" Yeah , terserah bapak aja " jawab Monica singkat
" Nica , kamu kenapa ? kamu sehatkan ? " tanya Marshcel pada Monica
" Sehat pak " jawab Monica cepat
" jangan panggil pak donk sayang , lupa ya kalau kita sudah jadian ?" ucap Marshcel mengingatkan
" i iya pak , eh mas " jawab Monica gugup sambil menundukan wajahnya lagi , melihat sikap aneh Monica , Marshcel pun menepikan mobilnya
" Sayang , kamu kenapa ? kok seperti ketakutan begitu? " tanya Marshcel sambil memutar duduknya ke samping menghadap ke Monica sambil megenggam tangan Monica
" Ngak kenapa mas " ucap Monica lagi
" Terus kenapa Nica diam , selalu menunduk kayak orang ketakutan begitu ?" tanya Marshcel sambil mengangkat dagu Monica
" Nica kaget m mas " jawab Monica gugup
" Kaget ? kaget kenapa sayang ?" tanya Marshcel lagi
" Kaget karena mas , mas itu " ucap Monica ragu ragu
" Iya, mas kenapa ?" tanya Marshcel penasaran
" Kaget karena mas ben ben tak Nica tadi , Nica takut m mas ," ucap Monica gugup lalu menunduk kan kepalanya lagi takut pada lelaki di sampingnya itu
" Astagfirullah, benarkah ? maafkan mas sayang , mas tidak sengaja membentak Nica tadi , maafkan mas " ucap Marshcel lalu membawa Monica kedalam pelukannya untuk memberi kenyamanan pada gadis tersebut , Monica hanya diam saat Marshcel memeluknya untuk beberapa saat
" Nica jangan takut lagi sama mas ya ,maafkan mas , mas janji tidak akan bentak Nica lagi " ucap Marshcel lalu mencium kening Monica sambil menguatkan pelukannya
Setelah melihat Monica sudah nyaman dan tidak gugup atau takut lagi , Marshcel lalu merenggangkan pelukannya
" Sudah tidak takut lagi kan sama mas ?" tanya Varel menatap wajah Monica , Monika hanya bisa menggelengkan kepalanya, tanda dia sudah tidak takut lagi , Marshcel lalu mengusap kepala gadis tersebut lalu mencium kening nya , setelah itu mencium bibir Monika pelan dan lembut
__ADS_1
" Ya sudah yuk kita jalan lagi " ucap Marshcel melepaskan pelukannya , lalu melap bibir basah Nica dengan jemarinya
Marshcel pun melajukan mobilnya sambil megenggam sebelah tangan Monica
Lima belas menit kemudian Marshcel memarkirkan mobilnya di halaman sebuah toko yang memajangkan ratusan sample undangan , lalu mereka keluar dari mobil sambil berjalan masuk ke dalam toko tersebut
" Silahkan mas , mbak, mau pesan undangan pernikahan ? " tanya pemilik toko tersebut sopan pada Marshcel dan Monica
" Iya pak , tapi saya mencari beberapa sample nya dulu , setelah dapat ,nanti saya musyawarahkan dengan keluarga , kalau ada yang cocok baru kita akan pesan " jawab Marshcel menjelaskan
" Oh begitu ya mas , baik , kebetulan kami punya beberapa model sample undang terbaru , mewah dan elegan " ucap pemilik toko tersebut
" Baik pak , bawa aja ke sini semua model terbaru dan terbagus di sini " ucap Marshcel lagi
" Baik mas , saya akan ambilkan " ucap pelik toko tersebut ,lalu berjalan ke ke belakang untuk mengambil sample yang dia maksudkan tadi
" Sayang ,, di situ ada kursinya , yuk kita tunggu di sana aja " ucap Marshcel sambil menarik tangan Monica lalu berjalan ke arah kursi tersebut
" Ini mas , silahkan di lihat " ucap pemilik toko tersebut sambil menyodorkan sample tersebut ke tangan Marshcel
" Sayang , coba di pilih ,mana yang bagus menurut selera kamu " ucap Marshcel menyerahkan sebagian sample undangan ke tangan Monica
Monica dan Marshcel pun memperhatikan dan memilih sample undangan yang mereka anggap bagus
" Ini mas , Monica ada beberapa pilihan silahkan mas lihat " ucap Monica menyodorkan beberapa lembar undangan ke Marshcel
Marshcel pun melihat semua undangan yang telah di pilih oleh Monica
" Pilihan kamu bagus semuanya sayang , dan ini pilihan mas ,bagaimana menurut kamu ?" ucap Marshcel juga menyodorkan pilihannya
" Bagus juga semuanya mas , undangan di sini kelihatan bagus bagus , Nica rasa ini sudah cukup kok mas , hampir sepuluh pilihan " ucap Monica berpendapat
" Baiklah sayang , setelah dari sini kita putar putar kota Jakarta aja, bila kita bertemu toko undangan lagi , maka kita akan singgah , tapi kalau tidak ada , kita habisin aja waktu kita untuk jalan jalan , ngak apa-apa kan " ucap Marshcel minta pendapat Monica
__ADS_1
" Iya mas , tidak apa-apa , Nica nurut aja bagaimana baiknya " jawab Monica sambil tersenyum , senyum yang membuat hati Marshcel meleleh seperti lilin yang di bakar api
" Ok , bentar ya ,mas akan bayar sample - sample undangan ini dulu, Nica tunggu di sini aja " ucap Marshcel lalu pergi meninggalkan Monica , masuk ke bagian dalam toko untuk membayar belanjaannya , setelah melakukan pembayarannya , Marshcel dan Monica kembali masuk ke dalam mobil , dan melajukan mobilnya kembali
" Ada berapa sample tadi undangannya mas ?" tanya Monica lagi
" Ada 13 sample , mas rasa sudah cukup , terlalu banyak sample akan semakin susah menentukan pilihannya " ucap Marshcel berpendapat
" Mas benar , lebih baik kita sudahi aja untuk mencari sample nya , kita tunggu aja keputusan pak Varel nanti mau pilih yang mana " ucap Monica lagi
" Baik , tapi mas rasa besok sudah ada keputusannya , karena calon kakak ipar mas , kan pulang hari ini dari Bandung , jadi nanti malam atau besok paling lama sudah ada keputusan dari mereka tentang sample undangan ini " jawab Marshcel menjelaskan
" Jadi Bu Vera besok sudah masuk kerja ya mas ?" tanya Monica bahagia
" Kemungkinan besar sudah sayang , kenapa ? kangen ya sama Calon kakak ipar mas ? tanya Marshcel lagi
" So pasti kangen lah mas , Bu Vera itu kan sahabat Nica dari dulu " jawab Monica lagi
" Iya juga sih , dulu mas ada beberapa kali melihat kalian , Nica ,Rehan dan Vera selalu bersama sama, tapi mas tidak kenal dengan kalian, mas taunya kalian itu kariawan di kantornya mas , dan ternyata Vera adalah wanita yang di cari-cari oleh Varel selama 14 tahun ini " ucap Marshcel lagi
" Monica juga tidak menyangka loh mas , kalau Bu Vera itu sahabat dan wanita yang telah lama di cari oleh bos kita , semenjak Bu Vera balik bekerja di kantor kita lagi , Nica ,Rehan dan Bu Vera sudah tidak pernah lagi makan bareng di kantin, karena setiap hari bos Kuta selalu makan bersama Bu Vera di ruangannya " ujar Monica lagi dengan wajah sendu
" Iya , kamu harus sabar dan bisa mengerti , mereka itu sudah terpisah 14 tahun lamanya , baru bertemu dua bulanan , sudah membicarakan pernikahan , itu sebabnya untuk lebih mengenal lebih jauh lagi , sebelum menikah, mereka berpacaran dulu sambil memupuk rasa yang ada di hati mereka berdua , dan lagi mereka itu sama-sama belum pernah pacaran" ucap Marshcel menjelaskan pada Monica
" Oh ya ? jadi Bu Vera dan pak Varel itu sama-sama belum pernah pacaran ya , sama-sama cinta pertama donk mereka " ucap Monica kagum
" Ya begitulah sayang , bagaimana mereka akan berpacaran, semenjak berpisah 14 tahun yang lalu , batin dan psikis mereka sama-sama rusak dan keduanya sempat mengalami depresi , itu terjadi ,karena mereka di besarkan bersama dari balita , kemana-mana mereka selalu berdua , Vera dan mas Varel sama-sama terpukul dengan perpisahan yang tiba-tiba itu , itu pulalah penyebabnya mas Varel bersikap tempramental dan dingin pada semua wanita, dan merasa jijik bila ada wanita yang berani menyentuhnya , mas Varel begitu menjaga hati nya untuk Vera teman masa kecilnya itu , Nika pernah lihat kan kalung perak yang di pake oleh Vera dan mas Varel ? kalung itulah peredam amarah mas Varel saat emosi ,karena kalung yang mas Varel pake itu adalah kalungnya Vera , mereka bertukar kalung di saat hari perpisahan itu, dan berjanji akan bertemu kembali , dan juga akan menjaga kalung mereka masing -masing " ucap Marshcel bercerita masa lalu Vera dan Varel pada Monica
" Wah begitu menyedihkan ya nasib Bu Vera dan pak Varel semenjak perpisahan itu ? tapi Nica senang ,akhirnya mereka bertemu kembali setelah 14 tahun terpisah , Nica mengerti sekarang mengapa mereka berpacaran sebelum hari pernikahan nya , terima kasih ya mas sudah cerita ini pada Nica " ucap Monica baru tau dan mengerti siapa sahabat dan pimpinannya di kantor tersebut
" Iya , mas minta ,Nica simpan rahasia mas Varel dan Vera ini ya " pinta Marshcel pada Monica
" Iya mas , Nica janji akan menjaga rahasia mereka sampai kapan pun " jawab Monica sambil tersenyum
__ADS_1