Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 112 Belanja


__ADS_3

Vera lalu masuk ke kamar mandi untuk membasahi wajahnya biar kelihatan segar , setelah itu kembali ke kamar


Jarum jam di dinding sudah menunjukan ke angka enam tiga puluh , Vera lalu mendekat Varel


" Mas bangun mas , sudah malam " ucap Vera membangunkan suaminya sambil menepuk pelan pipi Varel


" Hmm " ucap Varel sambil menangkap tangan Vera dan menaruhnya di pipi


" Mas,, katanya kita mau keluar untuk belanja , ayo " ucap Vera lagi


Varel mulai mengumpulkan separuh jiwanya yang masih melayang


" Iya sayang ,, lima menit lagi ya? mas masih ngantuk banget nih" ucap Varel lagi sambil memperbaiki tidurnya


" Sayang,, bangun donk ,, cup cup " ucap Vera membangun kan Varel lagi sambil mencium ke dua mata Varel bergantian


Varel mulai membuka matanya, karena ini pertama kalinya Vera memanggilnya sayang dan menciumnya untuk pertama kalinya, walaupun itu di kelopak matanya


" Wah,, sayang,, kamu barusan mencium mas dan panggil sayangkan ?" ucap Varel membelalakkan matanya seolah tidak percaya


Vera hanya tersenyum , dengan malu-malu lalu meanggukan kepalanya


" Sayang ,, mau donk di cium lagi , tapi di sini " ucap Varel lagi dengan nada manjanya sambil menunjuk ke bibir nya


" Aah mas ,, katanya mau keluar malam ini ,, bangun donk " jawab Vera lagi


" Iya mas kan udah bangun nih , tapi mas mau di cium di sini dulu, kalau sayang ngak mau mas tidur lagi nih " ucap Varel lagi


" Mas Varel mengapa main ngancam segala sih? " tanya Vera cemberut


" Iya ,, habis kamu ngak pernah mencium mas, mas mau merasakan ciuman dari istri kesayangan mas untuk pertama kalinya ,boleh ya sayang ?" ucap Varel memohon sambil duduk di tepi ranjang


Vera hanya diam sambil berpikir sejenak kemudian pelan- pelan Vera mendekati Varel suaminya dan duduk di pinggir ranjang di samping suaminya


"Mas , Vera mau lakukan , tapi tidak ada kelanjutannya ok ? ini sudah malam juga , jam berapa nanti kita pulang belanjanya " ucap Vera memberikan syarat pada Varel

__ADS_1


" Baik sayang, mas janji ,tidak ada kelanjutannya, mas hanya pingin merasakan bagaimana di cium oleh wanita untuk pertama kalinya, selama ini kan mas yang nyosor terus ke kamu sayang " ucap Varel lagi


" Baik mas , tapi pejamkan matanya,, Vera malu nih " ucap Vera dengan wajah yang merona merah


Varel tanpa di perintah untuk yang kedua kalinya lalu memejamkan matanya sambil merangkul erat pinggang Vera istrinya sambil menunggu ciuman Vera dengan detak jantung yang tiba-tiba bergemuruh tanpa bisa di kendalikan


Sambil menarik nafas panjang dan melepasnya perlahan , Vera lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Varel suaminya , pelan pelan sekali , lalu Vera mencium kening Varel, lalu mencium kedua pipinya lagi pelan pelan , dan terakhir , Vera mencium bibir Varel suaminya


dengan lembut sambil mengusap lembut kepala bagian belakang Varel , Varel hanya diam menikmati sentuhan itu tanpa berniat membalasnya


Vera bisa merasakan tubuh suaminya bergetar saat dia cium dan tangannya pun semakin erat memeluk pinggang Vera


" Sudah ya mas , yuk siap-siap , udah mau jam tujuh nih " ucap Vera mengingatkan suaminya lagi


sambil mengusap bibir Varel lembut dengan jemarinya


" Sayang ,, terimakasih ya ,,mas merasa orang yang paling berbahagia sedunia hari ini , karena hari ini , adalah hari pertama kali mas Varel di cium oleh seorang wanita yang cantik seperti bidadari yang sangat mas sayang selama ini , makasih ya istri nya mas , makasih ya sayang ,,mas cinta dan sayang banget sama kamu " ucap Varel bahagia dengan mata yang berkaca kaca lalu mencium kening istrinya dengan rasa haru lalu mengeratkan pelukannya


" Iya mas,, Vera juga cinta dan sayang sama mas " jawab Vera lagi sambil membalas pelukan suaminya itu


Vera lalu masuk ke wal in closed , membuka lemari pakaian dan berganti pakaian juga, setelah itu memoles wajahnya dengan bedak dan lipstik


Mereka lalu pergi meninggalkan rumah belanja untuk keperluan sehari-hari


Di tengah asyik belanja di sebuah supermarket, stroller belanja Varel dan Vera di tabrak tidak sengaja oleh seseorang break,,,


" Maaf ,, maaf saya tidak sengaja " ucap seorang sambil memegangi stroller belanjaan Varel dan Vera


" Ya ngak apa-apa Bu " jawab Vera sopan


Wanita yang menabrak tersebut memandang ke arah Vera dan Varel memperhatikan kedua orang tersebut


" Maaf ,, kalau tidak salah ini mas Varel bukan?" ucap wanita tersebut pada Varel sambil menatap wajah Varel


" Iya,, maaf anda siapa ya ?" jawab Varel lagi

__ADS_1


" Mas lupa ya pada saya ?" tanya wanita itu lagi


" Maaf ,, saya tidak kenal siapa anda " jawab Varel lagi


" Saya Indri mas , teman SMP mas di Surabaya dulu " jawab cewek yang mengaku bernama Indri tersebut


" Indri yang mana ya ?" jawab Varel lagi sambil mengingat ingat


" Indri yang dulu duduk dibangku sebelah mas, yang rambutnya sering di kuncir kuda " ucap Indri menjelaskan


" Ouh Indri yang itu ,, apa kabar? ngapain di Jakarta ini ?" ucap Varel lagi


" Kabar baik mas , Indri ke Jakarta dalam rangka tugas dari kantor mas " ucap Indri menjelaskan sambil memperhatikan Vera yang berdiri di samping Varel


" Oh begitu ya ,, sukses ya , kalau begitu saya melanjutkan belanja dulu" ucap Varel sambil merangkul bahu Vera sambil mendorong stroller belanjaannya nya


' Siapa ya gadis yang berjalan di samping mas Varel tersebut ? cantik juga, apa mas Varel sudah punya kekasih atau sudah menikah ya?' ucap Indri berbicara di dalam hati sambil melangkahkan kakinya


Ke esokan paginya, setelah sarapan, Vera dan Varel berangkat bareng pergi ke kantor


" Sayang ,, sebenarnya mas lebih suka kamu di rumah istirahat dulu seminggu ini, baru boleh masuk bekerja " ucap Varel sambil mengendarai mobilnya


" Vera lebih suka bekerja dari pada duduk bengong di rumah mas ," jawab Vera lagi


" Baik, tapi bekerjanya jangan di paksakan ya sayang? jangan sampai capek ya ? " ucap Varel lagi


" Iya mas, Vera akan bekerja santai kok, kan sekarang Vera sudah jadi nyonya nya bos pemilik perusahaan tersebut " ucap Vera sambil tersenyum manis dan mengedipkan sebelah matanya pada Varel sang suami


" Idih ,, gemes deh lihat kamu sayang" ucap Varel sambil meraih Vera sebelah tangan membawa kepelukannya, lalu menciumi pipi putih istrinya itu


" Aduh mas , jangan begini mas , ini di jalanan , nanti kecelakaan ,Vera belum mau mati loh " ucap Vera sambil melepaskan diri dari rangkulan sang suami


" Sayang ,, siapa yang mau cari mati? mas juga belum mau mati kok , mas pingin hidup seribu tahun lagi bersama istri cantiknya mas ini, bersama anak-anak dan cucu-cucu kita juga, walaupun mas peluk Vera sambil nyetir , tapi mata mas tetap fokus kok ke depan " ucap Varel percaya diri


" Iya mas, Vera percaya kok, hanya saja hati-hati itu penting " jawab Vera lagi

__ADS_1


__ADS_2