
"Ok hati - hati ya , nanti mas susul ke sana ya ?" jawab Varel sambil memandangi Vera yang keluar dari Ruangannya
Vera dari ruangan direktur utama , langsung keluar dan masuk ke lift menuju ke workshop lantai 15 untuk menemui sahabat nya Monica dan Rehan , setelah sampai di depan pintu workshop Vera langsung masuk ,karena para Kariawan di sana telah bersiap siap untuk istirahat makan siang
" Monica , Rehan saya dataang " ucap Vera dengan sinar mata yang berbinar-binar sambil berjalan menuju ke meja Monica yang bersebelahan dengan meja kerja Rehan
Mendengar ada suara teriakan memanggil namanya ,Rehan dan Monica reflek menoleh ke arah suara tersebut , sontak keduanya terkejut dengan apa yang dia lihat
" Rosa , benar kah ini kamu ? saya tidak salah lihat kan ?" ucap Monica girang seakan tidak percaya sahabatnya sudah ada di depan mata , begitu juga dengan Rehan
" Iya Monica , saya Vera Rosalina Putri sahabat kalian " jawab Vera merentangkan tangannya untuk memeluk Monica
Merekapun berpelukan seakan tidak akan berpisah lagi dengan penuh rasa haru sambil mengusap cairan bening yang mengalir di pipinya
" Rosa , kami mengira kita tidak akan pernah ketemu lagi , dan kamu jahat deh , nomor handphone kamu semenjak resign dari sini tidak pernah aktif lagi " ucap Monica yang masih memeluk sahabatnya itu
Rehan yang menyaksikan dua sahabatnya berpelukan menjadi ikut terharu juga dan tanpa di kehendaki nya kedua matanya berkaca kaca dengan genangan air bening tersebut , bagaimana tidak ikut terharu , mereka adalah tiga sekawan dan juga sangat merasa kehilangan juga dengan kepergian Vera yang tiba tiba itu .
Setelah puas melepaskan rindunya dengan Monica , Vera lalu memandang Rehan yang lagi memandangnya sambil mengusap air matanya
" Rehan , apa kabar , kangen deh sama kamu Rehan " ucap Vera lalu menyalami Rehan dan memeluknya juga
" Alhamdulillah kabar baik Vera , eh Rosa , senang bisa ketemu sama kamu lagi di sini " ucap Rehan terharu sambil mengusap air matanya lagi
' Apa an sih kamu Rehan , pake nangis segala, Cemen deh kamu sebagai cowok ' ucap Rehan di dalam hatinya
Selain bersalaman dengan Monica dan Rehan Vera juga menyalami teman temannya yang ada di ruangan workshop arsitek itu , setelah itu , Monica ,Rehan dan Vera ngobrol bersama
" By the way , Vera apakah kamu akan bekerja di sini kembali ?" tanya Rehan pada sahabatnya itu
" Iya Vera , bekerja di sini lagi ya ? kan kamu itu sahabatnya si Bos , pasti kamu bisa kembali bekerja di sini lagi " ucap Monica .menambahkan penuh harap
__ADS_1
" Ok , demi kalian saya akan bekerja di sini kembali mulai besok " ucap Vera sambil tersenyum
" Yeee ,,, Vera kerja di sini lagi yes ,, yes ,, yes " ucap Monica girang sambil memegang kedua tangan Vera dan membawanya melompat kegirangan
Begitu juga dengan Rehan dia mengepal kan tinju nya sambil mengacungkan ke atas dan ke bawah , lalu bilang " Yes ,, yes ,,yes " saking senangnya
" Oh iya , kalian sudah makan apa belum nih ?" tanya Vera lagi teringat kalau ini adalah jam makan siang kantor
" Astagfirullah , saking senang nya bertemu sama kamu Vera , kami jadi lupa untuk makan siang nya " ucap Rehan sambil nepuk - nepuk keningnya
" Hahahaa ,, maaf kan saya ya sobat , baiklah silahkan kalian makan dulu , saya akan ke ruangan direktur dulu , insyaallah besok kita bertemu lagi " ucap Vera pada sahabat nya
" Baiklah Vera , kami turun untuk makan dulu " jawab Monica lalu berjalan beriringan bertiga sama Rehan juga keluar dari ruangan workshop tersebut , di depan ruangan tersebut mereka bertemu dengan Marisa atasan mereka
" Buk Marisa, saya dan Rehan izin telat masuk , kami mau turun makan dulu" ucap Monika pada atasannya , dan Rehan pun meanggukan kepalanya juga membenarkan ucapan Monica
" Loh kok baru turun makan sih , emang tadi pekerjaannya kalian menumpuk kah ?" tanya Bu Marisa atasan mereka itu yang tidak sadar dengan keberadaan Vera di dekat nya
" Tamu istimewa ? siapa emangnya tamu istimewa itu ?" tanya Bu Marisa penasaran
" Itu , Arsitek jenius kita Vera Rosalina Putri " ucap Monica sambil menunjuk ke arah Vera yang berdiri di samping Bu Marisa
Mendengar nama Rosa di sebut , Marisa langsung menoleh ke arah jari telunjuk Monica
" Rosa , ini benar kamu kan ? " ucap Marisa pada Vera sambil memperhatikan wajah Vera
" Iya Bu Marisa , saya Rosa alias Vera juga , apa kabar Bu ? " jawab Vera tersenyum
sambil menyalami bu Marisa
" Rosa ? jadi ini benar kamu ya ? kapan balik dari luar negri ? tanya Bu Marisa senang , karena dia sudah tau kenapa Vera resign dari kantornya dulu dan membuat si pemilik kantor panik dan ikut ikutan kabur ke luar negri untuk mencari gadis di hadapannya
__ADS_1
" Iya Bu mari , saya Vera Rosalina Putri , saya baru balik dari luar negri kemaren subuh " jawab Vera menjelaskan
" Oh , by the way , mau kerja di sini lagi ?" tanya Bu Marisa penasaran
" Iya Bu Marisa , mas Varel minta saya bekerja lagi di kantor ini " jawab Vera apa adanya
" Bagus lah kalau begitu , selamat datang kembali ya di kantor ini " ucap Bu Marisa lagi
" Ya Bu Marisa , baiklah , saya pamit dulu ya " ucap Vera pamit pada mantan atasannya dulu itu
" Ya baik lah Vera " jawab Bu Marisa
Vera ,Rehan dan Monica pun pergi meninggalkan ruangan tersebut dan pergi ke tujuan mereka masing - masing
Setelah sampai di lantai atas ,lantai 20 Vera langsung masuk ke ruangan direktur utama dengan mengetuk pintu terlebih dahulu
" Vera , ko sudah balik ? mas rencananya mau nyusul loh ," ucap Varel saat melihat Vera masuk ke ruangannya lalu duduk di samping nya
" Ngak enak juga lama lama di sana mas , makan siang mereka jadi telantar gara gara Vera , setelah ketemuan sebentar cukuplah rasanya untuk melepas kan rindu pada mereka , dan besok Vera kan sudah masuk kerja lagi , jadi kangen kangennya bisa di lanjutkan lagi besoknya , benarkan mas ?" ucap Vera menjelaskan
" Iya , Vera benar , sekarang yuk kita pulang " ucap Varel sambil berdiri
" Oh iya , itu sepupu mas tadi kemana? kok mas di tinggal sendiri di sini " tanya Vera yang tidak melihat keberadaan Marshcel di ruangan itu
" Marshcel lagi ke bawah tadi bersama Aldo temannya , katanya sih ada yang mau dia urus sebentar masalah pekerjaan " ucap Varel menjelaskan
" Terus kalau Kita pulang sekarang , ruangan ini kosong donk " ucap Vera lagi
" Ngak apa apa sayang , di depan pintu kan ada sekretaris juga yang menjaga ruangan ini " jawab Varel
" Oh iya , benar juga apa yang mas bilang " ucap Vera lagi
__ADS_1