
" Kabar Vera baik ma, ini Vera sekarang lagi di jalan sama mas varel " jawab Vera
" Jalan-jalan kemana sayang?" jawab mama Vera di sebrang
"Ya jalan ma , keliling kota Bandung, nonton atau apalah " jawab Vera lagi
" Oh begitu ya ,, tapi jangan lupa bikinin mama cucu sayang " ucap mama Vera lagi
" Mama ,, mama bicara apa sih ?" ucap Vera malu dan tiba-tiba pipinya merona merah
" Ngak bicara apa-apa sayang, hanya minta di bikin cucu aja " ucap mama Vera memperjelas
" Ah mama,,, udah ah , Vera tutup telponnya dulu, assalamu'alaikum" ucap Vera lalu menutup telpon
" Mama bilang apa sayang ?" tanya Varel penasaran
" Ngak bilang apa-apa mas, katanya ponsel mereka pada mati seharian kemaren karena sibuk di pesta kita , dan mama bilang pesan di bikinin cucu pada kita , Vera malu banget mendengarnya mas " ucap Vera menjelaskan
" Hahaha ,, kenapa malu sayang? santai aja lah " jawab Varel sambil tertawa
" Santai apa nya mas ? Vera malu tau ngak sih?" ucap Vera kekeh
" Iya deh sayang , mas ngerti ko " jawab Varel mengalah sambil menyetir mobilnya melihat kedepan membelah jalan
Tidak lama kemudian Varel dan Vera sampai di depan sebuah gedung bioskop , setelah memarkirkan mobilnya, mereka pun turun bersamaan, dan berjalan memasuki lobby bioskop tersebut
" Sayang,, lihat film yang akan tayang hari ini, ada yang di sukai ngak?" tanya Varel saat sampai di lobby bioskop tersebut
Vera memperhatikan daftar film yang mau di putar hari ini
" Mas , ngak ada film yang Vera suka di sini " ucap Vera pada Varel
"Emangnya Vera suka film seperti apa sayang?" tanya Varel lagi
" Vera suka Film Mandarin silat mas " ucap Vera lagi
" Oh,,, kalau begitu bagaimana kalau kita lihat ke bioskop lain aja?" tanya Varel lagi
" Ngak apa-apa mas ?" tanya Vera lagi
__ADS_1
" Ya ngak apa-apa lah sayang " ucap Varel sambil mengusap kepala Vera gemes
Lalu mereka pun meninggalkan bioskop tersebut untuk pergi ke bioskop lain di kota tersebut
Tiga puluh menit kemudian, mereka sudah sampai di bioskop lain, dan masuk ke dalam untuk melihat film yang akan di putar
" Sayang, lihat, ada tiga film yang akan di putar hari ini , ada film action dan ada film silat Mandarin juga seperti yang kamu mau " ucap Varel sambil menunjuk film yang di mau Vera
"Baik mas, kita nonton film ini, tapi di putarnya masih satu jam lagi ," jawab Vera
"Ngak apa-apa sayang , kita beli tiket dulu, setelah itu kita cari snack keluar , lalu kesini lagi " ucap Varel
" Baik mas " jawab Vera
" Baik tunggu di sini ya, mas beli tiket dulu " ucap Varel lalu berjalan meninggalkan Vera
Vera lalu berjalan menuju sebuah sofa di lobby tersebut, lalu duduk di sana menunggu suaminya Varel
" Hei , bukan kah ini Vera ?" tanya seseorang pada Vera
Vera melihat ke arah suara yang menyapanya
" Iya nih Ver,, mau nonton juga , sendirian aja ya ? tanya Gibran lagi
" Tidak kak, kalau kak Gibran ? " tanya Vera lagi
" Saya bersama dua teman lainnya, kebetulan yang satu lagi ke toilet, dan satu lagi membeli tiket " jawab Gibran lagi
" Oh iya Vera , setelah SMA dirimu menghilang, kuliah di mana emangnya? tanya Gibran lagi
" Kuliah di London kak ambil jurusan arsitektur " jawab Vera lagi
" Wah ,, hebat kamu ya Vera ? kuliah di London, dan sekarang pasti sudah meraih gelar arsiteknya " ujar Gibran lagi
" Alhamdulillah sudah" jawab Vera bersyukur
" Wah ibu arsitek, berarti sudah kerja juga donk " ucap Gibran lagi
" Alhamdulillah sudah " jawab Vera sambil tersenyum lagi
__ADS_1
" Sayang ,, udah ini tiketnya, sekarang kita cari snack dulu yuk " ucap Varel saat sampai di sana
" Baik , kak Gibran, Vera permisi mau cari makanan dulu ya " ucap Vera pada Gibran pamit
" Baik Ver ,silahkan " jawab Gibran sambil memperhatikan Varel yang berada di samping Vera
Vera dan Varel meninggalkan tempat tersebut untuk mencari makanan
" Sayang, itu tadi siapa " tanya Varel penasaran
" Oh ,, itu Kak Gibran, kakak kelas Vera waktu SMA dulu " jawab Vera jujur
" Oh " ucap Varel singkat
Varel lalu mencari Snack dan minuman, setelah itu Vera kembali ke lobby bioskop , setelah menunggu tidak beberapa lama, akhirnya pintu bioskop terbuka, semua yang sudah membeli tiket segera masuk ke pintu tersebut yang di jaga oleh seseorang , Varel menyerahkan dua karcisnya pada orang tersebut, lalu masuk ke dalam bioskop pelan-pelan dan hati-hati sambil memegang tangan istrinya karena di dalam bioskop cahaya lampunya tidak begitu terang, mereka berjalan mencari tempat duduk yang cocok dan nyaman menurut mereka
" Kita duduk di sini aja sayang, jangan terlalu ke depan, juga jangan terlalu di belakang " ucap Varel pada Vera
" Iya mas " jawab Vera sambil duduk di kursi yang di tunjuk oleh suaminya Varel
Setelah mereka duduk dan ngobrol menunggu film untuk di putar , tiba-tiba-tiba ada tiga orang pria duduk di sebelah kanan Vera , saat Vera menoleh pada orang-orang yang duduk di sebelahnya , Vera kaget ternyata Gibran dan teman-temannya yang duduk di sebelahnya
" Kak Gibran? kok kita bisa ketemu lagi di sini? ucap Vera pada Gibran
" Oh , Vera rupanya , kakak ngak ngira loh kita bisa duduk bersebelahan , kakak tadi hanya mencari tempat duduk yang enak aja, teman kakak menuju ke sini , ya kakak ikuti aja , dan ternya Vera di sini juga " ucap Gibran menjelaskan
" Iya kak, ngak aoa-apa , kenalkan ini suami Vera " ucap Vera sambil mengenalkan suaminya
Varel dan Gibran juga dua teman Gibran yang lain berkenalan dengan Varel
Vera duduk di apit oleh dua lelaki, sebelah kiri Varel dan di sebelah kanan Gibran
Mereka menonton bukan berdua lagi, tapi sudah bersama dengan Gibran dan dua temannya
Varel jadi banyak diam dan fokus menatap ke layar bioskop, ada rasa cemburu dan kurang nyaman yang dia tahan di dalam hati dari awal Gibran duduk di samping istrinya , walau pun tangannya tetap megenggam tangan istrinya, tapi perasaannya itu masih tidak bisa dia taklukan
Dua jam kemudian Film pun selesai di putar, para penonton di bioskop pada berdesakan menuju pintu keluar
" Sayang,, tunggu sebentar, dan biarkan orang-orang itu pada keluar lebih dulu, ngak enak berdesakan keluar dari sini " ucap Varel pada istrinya
__ADS_1
" Baik mas , Vera juga tidak mau berdesakan kayak itu " jawab Vera lagi , sementara Gibran sudah pergi meninggalkan Vera dari penayangan film selesai