Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 65 Saling Menyayangi


__ADS_3

Varel dan Vera pun keluar dari ruangan direktur utama tersebut , sampai di depan pintu di depan meja sekretarisnya Stella ,Varel berhenti sejenak



" Stella , kalau Marshcel datang , bilang saya sudah pulang , dan di jaga nih ruangan " ucap Varel memberi perintah pada Stella sang sekretaris


" Iya pak baik " jawab Stella hormat sambil memandang Vera yang berada di samping Varel


Varel dan Vera pun meninggalkan ruangan tersebut masuk ke pintu lift petinggi perusahaan menuju ke lantai dasar



' Sedekat itu kah pak Levi dengan arsitek Rosa itu ? mereka sudah seperti kakak dan adik begitu , apa mereka itu sepasang kekasih ngak ya ?' ucap Stella di dalam hati yang tidak begitu tau tentang cerita bos nya itu dengan Vera selain hanya temannya di masa kecil dulu



Sementara setelah Varel dan Vera keluar dari pintu lift , mereka berpapasan dengan para karyawan yang balik dari kantin untuk makan siang siap untuk bekerja , mereka semua menyapa Varel sambil membungkukkan badannya dengan takut takut , karena atasan mereka tersebut sudah terkenal arogan , dingin dan tempramental , Vera yang berjalan di samping Varel sangat tau hal itu , tapi Vera bersyukur , karena dia tau betul sikap Varel yang sebenarnya , Vera merasa Varel memasang tampang arogan dan tampang dinginnya di kantor itu untuk menjaga image nya sebagai pucuk pimpinan



" Selamat siang pak " sapa setiap karyawannya yang berpapasan dengannya



Varel tidak menjawab sapaan dari karyawannya tersebut tapi hanya membalasnya dengan senyum tipis nya saja sambil melintasi karyawannya


__ADS_1


" Wah ,, tumben bos kita saat di sapa memberikan senyum tipis nya pada kita , biasanya melirik pun tidak " ucap salah satu karyawan wanita tersebut



" Kamu tidak lihat tadi si Bos lagi berjalan sama siapa ? tentu saja dia memberikan senyum tipis nya , kalau dia bersikap dingin kayak dulu ,yang ada cewek di sampingnya lari atau ilfil melihat nya " ucap salah satu karyawan lainnya


Varel dan Vera pun sampai di lobby kantor , semua karyawan yang bertugas di sana meanggukan kepalanya pada Varel saat melewati tempat tersebut


Varel dan Vera langsung masuk ke mobilnya yang terparkir di lapangan parkir di samping kantornya , lalu pergi meninggalkan perusahaannya tersebut


" Sayang , apa kita langsung pulang ?" tanya Varel pada Vera


" Boleh mas , soalnya mama dan papa mungkin sudah berada di rumah " jawab Vera sambil memandangi jalanan dari pintu kaca mobilnya


" Okay ,, oh ya besok untuk ke kantor , apakah kita mau berangkat bareng ?" tanya Varel baru mengingatnya


" Ngak usah Mas , nanti kita di gosip kan yang bukan bukan lagi " ucap Vera


" Waduh ,, jangan sampai begitulah mas , kasihan mereka nanti kalau di pecat tanpa pesangon , kasihan keluarga dan anak anak mereka , sekarang mencari kerja kan tidak gampang mas " ucap Vera menjelaskan pada Varel


" Nah tau cari pekerjaan itu tidak gampang , makanya mulut nya itu harus di jaga juga loh sayang " jawab Varel lagi


" Iya mas , Vera ngerti , tapi disini kita sebagai pemimpin juga harus menjaga diri kita dari fitnah , walaupun itu dari karyawan kita sendiri , Vera mau bekerja di kantornya mas dengan profesional , tidak dengan embel embel hubungan kita , jadi di depan karyawan kita harus bersikap biasa , dan bisa menjaga sikap , ngerti kan sayang ?" ucap Vera menjelaskan lagi


" Iya sayang ,mas ngerti , demi cinta mas sama Vera , mas akan lakukan apa pun yang Vera mau " ucap Varel sambil megenggam jemari Vera dengan sebelah tangannya


" Makasih atas pengertiannya mas dalam masalah ini , jujur Vera tidak mau apa apa dari mas , kecuali hanya hati , dan kasih sayang mas saja " ucap Vera sambil menunduk kan wajah nya

__ADS_1


" Iya sayang , bukan kah Vera sudah lihat selama ini , dari kecil , bahkan dari kita masih balita , Kasih sayang dan hati mas ini hanya untuk Vera seorang , belum pernah sekali pun hati ini di masuki oleh wanita lain , karena hati mas ini telah terkunci untuk wanita lain dan kunci hati mas itu diri mu yang memegang nya sayang " ucap Varel meyakinkan hati Vera wanita yang sangat dia cintai itu


" Iya mas , Vera juga begitu , belum ada satu lelaki pun yang pernah singgah di hati Vera , hanya mas Varel seorang yang menempati hati ini dari kecil dulu sampai sekarang , makasih semua nya , jadilah imam yang baik untuk Vera dan anak anak kita , sampai akhir hayat nanti " ucap Vera tersenyum manis pada Varel lelaki yang dia cintai dan rindukan 14 tahun ini


" Insyaallah sayang , terimakasih semua nya , terimakasih sudah memilih mas jadi imamnya juga " ucap Varel lalu meraih Vera bersandar di bahunya , lalu mengecup kening wanita pujaannya itu


10 menit kemudian mobil Varel pun sudah memasuki halaman rumah Vera , ternyata di halaman tersebut sudah ada mobil orang tua Vera yang terparkir di sana , mereka pun turun dari mobil , lalu berjalan menuju ke pintu rumahnya


" Assalamu' Alaikum " ucap Varel dan Vera bersamaan sambil memencet bel rumah nya


"Wa' Alaikum salam " terdengar suara mana Vera menjawab salam dan berjalan ke arah pintu ,lalu membukakan pintu tersebut


" Hai Vera , Varel ? kalian sudah pulang? ayo masuk " ucap Felly pada anak dan calon mantunya tersebut


Varel dan Vera pun masuk ke rumah dan duduk di ruang tamu rumah Vera


" Kalian tadi kemana ? waktu mama pulang , mama lihat rumah terkunci , untung saja duplikat kunci rumah ini selalu ada di dalam tas bawaan mama " ucap Felly pada Varel dan Vera


" Maaf ma , Vera lupa kabari mama , tadi mas Varel kesini sekitaran jam 10 , karena mama dan papa tidak ada di rumah , kami pergi main ke kantornya mas Varel menemui sahabat sahabat Vera ma , Vera sudah kangen banget sama mereka , habis dari kantor kami langsung pulang ke sini " jawab Vera menjelaskan pada mamanya yang sebenarnya


" Iya , benar apa yang di bilang sama Vera , maaf kan Varel juga ya ma , yang sudah membawa Vera tanpa izin dulu ke mama dan papa" ucap Varel menambahkan


" Iya sayang nggak apa apa kok , yang penting Varel bisa menjaga Vera dengan baik , itu sudah cukup " jawab Felly mamanya Vera


" Makasih ma , oh iya,, papa mana ma ?" tanya Varel tiba tiba ingat tidak melihat calon papa mertuanya itu


" Oh , papa tadi masih mengecek beberapa butik dan garmen nya juga , kan sudah cukup lama juga di tinggalkan , dan mama duluan pulang ke rumah , karena mama tadi singgah dulu belanja barang dapur dan mau masak juga untuk makan siang kita , tapi sesampainya di rumah mama sudah kesiangan , jadi masaknya nanti sore aja " ucap Felly menjelaskan

__ADS_1


" Terus , apakah mana sudah makan ?" tanya Vera dan Varel bersamaan , khawatir kalau mama mereka belum makan


" Mama sudah makan sayang , tadi habis belanja nya sudah jam 1 tuh , merasa ngak sempat masak sampai di rumah , mama singgah dulu ke rumah makan Padang , lalu beli nasi dan lauk deh untuk di bawa pulang , Vera dan Varel kalau mau makan , itu masih ada di belakang " ucap Felly menjelaskan panjang lebar pada anak dan calon mantunya itu


__ADS_2