
Setelah menghubungi waiters, lima belas menit kemudian , waiters pun datang dengan membawa menu makan malamnya
Setelah makan malam, Varel dan Vera duduk santai sejenak sambil menonton televisi yang ada di kamarnya
" Mas ,besok setelah dari sini kita ke rumah mama dulu ya , terus sorenya baru ke rumah mami " ucap Vera pada suaminya
" Loh ,, kenapa kerumah mama dulu?" tanya Varel lagi
" Karena Vera udah kangen banget sama mama " jawab Vera lagi
" Ouh , baiklah sayang, apapun itu yang menurut Vera baik mas akan turuti " jawab Varel lagi sambil mengusap kepala Vera lalu mencium kening istrinya tersebut
" Makasih ya mas " ucap Vera manja
" Iya sayang " ucap Varel lagi sambil meraih tubuh Vera
" Astagfirullah ,,mas ,," ucap Vera yang merasa tiba-tiba tubuhnya melayang di angkat oleh Varel dan di pindahkan ke atas ranjang
" Udah malam sayang , jadi sudah waktunya untuk tidur" ucap Varel sambil berbaring di samping Vera
" Bentar mas, Vera belum ganti baju tidur " ucap Vera sambil bangkit
" Nanti aja di ganti sayang, toh bentar lagi bajunya akan di buka juga kok " ucap Varel sambil meraih Vera ke dalam pelukannya lalu menciumi istrinya tersebut dengan lembut
" Mas katanya mau tidur, Pi malah menggerayangi tubuh Vera " ucap Vera pada Varel
" Sebelum tidur kita lakukan olah raga malam dulu ya sayang " jawab Varel berharap sambil terus merayap di dua gunung kembar paporit nya
" Tapi mas, itunya Vera masih terasa sedikit ngilu " jawab Vera lagi
" Vera tenang aja, mas akan hati - hati dan pelan-pelan kok, dan sakitnya sudah tidak sesakit semalam kok " jawab Varel lagi sambil melepas satu persatu pakaian yang melekat di tubuh Vera istrinya
__ADS_1
" Benar pelan-pelan ya mas?" ucap Vera lagi
" Iya sayang , percaya sama mas, mas akan akan pelan- pelan kok bercocok tanam " jawab Varel lagi lalu menggencarkan serangannya di area bukit kembar paporit nya
Pagi-pagi sekali, di subuh buta, Vera terbangun dari tidurnya mau buang air kecil , di lihatnya Varel masih terlelap tidur sambil memeluk tubuhnya dari belakang, perlahan Vera melepaskan diri dari pelukan suaminya itu , lalu keluar dari gulungan selimutnya dan segera mengenakan gaun tidurnya lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya
' Hmmm ,, seger banget berendam di air hangat subuh-subuh begini ' ucap Vera di dalam hati saat berendam dengan air hangat di bathtub
Setela puas berendam , kemudian Vera membilas tubuhnya dengan air hangat dari shower, setelah selesai Vera keluar dari kamar mandi mengendap-endap menuju ke lemari pakaian untuk segera berpakaian , selesai berpakaian Vera lalu duduk di kursi meja riasnya dan merias dirinya sedikit , karena Vera tidak suka berpenampilan menor , setelah itu Vera duduk di balkon kamarnya untuk menghirup udara pagi
Jarum jam di dinding sudah menujukan ke angka tujuh pagi , Varel kebangun dari tidurnya saat merasa istrinya tidak berada di sampingnya , Varel lalu mencari ke kamar mandi , dan ternyata Vera tidak di temukannya di sana, setelah menyapu pandangannya ke seluruh ruangan kamar hotel tersebut, Varel melihat pintu ke balkon terbuka , lalu Varel segera menuju ke sana
" Sayang ,, ternyata sudah bangun ya? mas cari kemana-mana ternyata sayangnya mas ada di sini " ucap Varel memeluk Vera dari belakang dan menciumi pipi istrinya tersebut
" Hmmm,,, dan ternyata nyonya Varel Palevi juga sudah mandi rupanya, wangi banget " ucap Varel lagi sambil mencium bau harum rambut Vera
" Mas Varel , ayo mandi sana dulu , bau tau ?" ucap Vera sambil melepaskan diri dari rangkulan Varel
" Aduh,,, mas ini kan sudah gede , masa minta di mandiin sih ?" ucap Vera lagi
" Biarin,, pokok nya mas mau di mandiin, kalau Vera tidak mau , maka mas tidak akan mandi " ucap Varel mengancam
" Kok gitu sih mas , main ancam segala " ucap Vera sewot
" Habis, kenapa juga mas di tinggalin tidur sendirian tadi, pokok nya mas mau Vera yang mandiin mas " jawab Varel seenaknya
" Baik, tapi syaratnya , mas tidak boleh macam-macam sama Vera , karena Vera sudah mandi , kalau mas janji, maka Vera akan bantuin mas mandi, tapi kalau mas ngak mau janji, terserah sama mas mau mandi atau ngak, dan Vera tunggu tiga puluh menit, kalau mas tidak mandi juga, Vera akan keluar dari kamar ini , tinggalkan mas sendiri " jawab Vera lagi memberikan syarat pada suaminya itu
" Idih , segitu amat syaratnya , baiklah ,mas janji tidak akan macam-macam , dasar istri pelit dan perhitungan " jawab Varel lagi
" Biarin week " jawab Vera sambil menjulurkan lidahnya keluar pada suaminya itu
__ADS_1
" Idih itu ludah di keluarin, mau mas gigit tu lidah dan mas kunyah kayak makan sate , sini " ucap Varel merangkul Vera dan berusaha mencium Vera dengan gemesnya
" Jangan mas, ampun , Vera ngak akan bakal begitu lagi kok" ucap Vera sambil berusaha lepas dari rangkulan suaminya
" Baik , coba aja berani lagi begitu, mas benar- benar akan mengunyah ludah nya " jawab Varel sambil tersenyum pada istri cantiknya itu
"Iya mas iya , sekarang yuk kita ke kamar mandi , udah siang nih, perut Vera sudah lapar dari tadi " ucap Vera sambil memegang tangan suaminya lalu menyeret ke kamar mandi
Setelah mandi dan sarapan, Vera dan Varel segera check out dan meninggalkan hotel untuk pulang ke rumah Vera
Ting tong , bunyi bell di rumah Vera berbunyi , Felly segera membukakan pintu untuk tamunya
" Sayang,, kamu sudah pulang nak, ayo masuk " ucap Felly senang melihat Vera pulang ke rumah sambil memeluk putri semata wayangnya itu
" Varel juga , ayo masuk nak " ucap Felly lagi
" Iya ma " jawab Varel sambil menyalami mama mertuanya dengan takzim
" Sayang, kamar Vera sudah mama dekor ulang , dan sudah siap di tinggalin ,ngak apa-apa kan? " tanya Felly pada putrinya
" Ngak apa-apa ma , gimana bagus nya ajalah menurut mama " jawab Vera pada mama nya , Vera sangat tau selera mamanya tentang dekorasi kamar penganten untuk anaknya
" Kalau begitu mama ke belakang dulu ya sayang, mama mau masak soalnya " ucap Felly pamit ke belakang
" Biar Vera bantu masaknya ya ma " ucap Vera mengikuti langkah mamanya
" Jangan sayang , Vera temani nak Varel aja , biar mama yang masak " ucap Felly merasa tidak enak pada Varel
" Mas ,, Vera mau bantuin mama masak , mas duduk istirahat , atau tiduran di kamar itu aja , ngak apa-apakan di tinggal ?" tanya Vera pada suaminya
" Silahkan sayang,,, ngak apa-apa kok " jawab Varel pada Vera
__ADS_1
" Baiklah mas, Vera ke belakang dulu ya " jawab Vera lalu berjalan ke belakang ke arah dapur