
" Mas Varel , setelah sampai di Indonesia lagi , Vera tidak pingin orang lain tau pertunangan kita , kecuali keluarga terdekat kita saja " ucap Vera pada Varel
" Loh kenapa begitu sayang ? " tanya Varel pada Vera
" Iya karena Vera belum mau aja pertunangan kita di publikasikan , Vera tidak mau orang - orang kantor tau dulu tentang pertunangan kita ini " ucap Vera lagi
" iya kenapa Vera tidak mau orang kantor tau kalau kita sudah bertunangan ?" tanya Varel penasaran
" Karena Vera tidak mau ada batas di antara karyawan dengan Vera , dan Vera tidak mau mereka berubah sikap pada Vera karena tau Vera tunangannya mas Varel CEO mereka , Vera maunya mereka bersikap wajar pada Vera tanpa embel - embel tunangannya mas Varel , di kantor kita adalah teman dan sahabat masa kecil seperti yang mereka tau , ngerti kan mas maksud nya Vera ?" ucap Vera lagi
" Ouh begitu ya ? baiklah , demi calon istri mas yang cantik ini , biar nyaman bekerja di kantornya mas , apapun akan mas lakukan , apa sih yang ngak buat Vera" ucap Varel lagi menyetujui kemauan Vera sambil mengusap - usap kepala Vera
" Makasih atas pengertiannya ya mas " ucap Vera lagi sambil merangkul lengan tunangannya itu
" iya sayang , sama - sama , mas juga ucapkan terimakasih pada Vera karena mau gabung lagi di kantor kita " ucap Varel sambil mencium kening Vera
" Iya mas , oh ya , Vera udah ngantuk mas ,pengen bobok dulu " ucap Vera sambil menyamankan sandaran kepalanya di bahu Varel
" Bobok lah sayang , mas juga mau bobok , ngantuk juga soalnya " ucap Varel sambil megenggam jemari Vera lalu memejamkan matanya
Beberapa menit kemudian Varel dan Vera telah masuk ke alam mimpinya masing - masing
Entah berapa lama mereka tertidur , Varel mendengar samar samar suara mami dan papinya lagi ngobrol , Varel lalu melirik jam mahal di tangan nya yang menunjukan jarum ke angka 2 dini hari
" Mami dan papi sudah bangun ? " ucap Varel menolehkan kepalanya ke belakang bangkunya
" Sudah Nak , tidak lama lagi kita lending , Varel lapar ? isi lah perutmu dulu " ucap papi Varel menjawab
" Papi dan mami sudah makan ?" tanya Varel lagi
__ADS_1
" Sudah kok barusan , Felly dan Fito juga sudah " ucap papi Varel lagi menjelaskan
" Baiklah Pi , Varel juga mau makan san bangunin Vera dulu " ucap Varel lagi lalu menepuk nepuk bahu Vera dengan pelan
" Vera sayang ,bangun " ucap Varel membangun kan Vera
Vera akhirnya terbangun juga dari tidur panjang nya
" Mas , apakah kita sudah sampai ?" ucap Vera pada Varel
" Belum sayang , kurang lebih 2 jam lagi ,baru kita lending " ucap Varel menjelaskan
" Oh ,, kirain tadi kita sudah sampai " ucap Vera lagi sambil bersiap - siap mau tidur
" Heei... jangan tidur lagi sayang , mari kita makan dulu , kita lending 2 jam lagi ,yaitu jam empat subuh waktu Indonesia , kalau tidak makan jam segini , nanti kita kelaparan loh " ucap Varel lagi
" Baiklah kalau begitu mas , ayo kita ganjal perut kita dulu , sebenarnya Vera lebih suka makannya setelah lending saja , tapi karena sampai nya subuh - subuh banget , ya boleh lah " ucap Vera menyetujui usulan Varel untuk mengisi perut
" Apa mama dan papa sudah makan " tanya Vera lagi
" Kata papi tadi mama dan papa sudah makan kok " jawab Varel sambil membuka bekal makannya dan Vera pun melakukan hal yang sama
Setelah selesai makan , mereka sudah tidak ada yang tidur lagi , mereka mengisi waktu dengan ngobrol sambil ngemil dan minum juga
Tepat jam di angka 4 subuh Wib , radio operator di pesawat terdengar memberitahukan para penumpang untuk bersiap - siap karena pesawat akan segera lending dengan mengerat kan sabuk pengamannya , lampu - lampu penerangan di dalam pesawat pun sudah di nyalakan , semua penumpang sudah mempersiapkan diri ,dan akhirnya pesawat pun lending dengan selamat di bandara Soekarno Hatta Jakarta
Setelah pesawat benar- benar telah berhenti semua penumpang pada sibuk menelpon sanak saudara mereka untuk berkabar, tidak ketinggalan juga Varel , Putra Hanifah itu mengeluarkan handphone nya dari saku celananya , lalu menyalakan handphone tersebut , setelah nyala , lalu mencari nama Marshcel di kontak handphone nya , setelah melakukan dua kali panggilan , barulah Marshcel mengangkat panggilannya
" Hello bos , maaf saya barusan dari toilet , apakah bos sudah keluar dari pesawat ? " ucap Marshcel di sebrang sana
__ADS_1
" Ya ,, kami baru saja lending , dan masih berada di dalam pesawat , kamu siap siap saja menunggu kami di luar pintu datang nanti " ucap Varel lagi
" Baiklah bos " ucap Marshcel lagi di sebrang sana ,setelah itu Varel pun mematikan panggilannya dan memasukan ponselnya lagi ke dalam kantong celananya
Varel ,Vera ,dan kedua orang tua mereka sibuk menurun kan barang bawaannya yang mereka taruh di kabin pesawat.setelah semua barang mereka berada di bawah , lalu mereka pun turun di pintu pesawat bagian depan ,karena posisi bangku mereka dekat ke pintu depan pesawat
Mereka beriringan berjalan di koridor atau lorong menuju ke ruangan gedung yang di arahkan oleh pihak bandara untuk menunggu barang barang mereka keluar dari bagasi pesawat yang mereka tumpangi tadi , setelah sampai di ruangan yang cukup luas itu , mereka mencari tempat pengeluaran barang mereka dari bagasi yang sesuai dengan nama dan no pesawat yang mereka tumpangi , sambil mendorong troli , hanya para lelaki saja yang menunggu di dekat meja besar berputar tersebut , sedangkan Vera , Felly dan Hanifah duduk di bangku yang tidak jauh dari tempat tersebut .
" Setelah kurang lebih satu jam menunggu , akhirnya barang mereka keluar dari bagasi tersebut , Bara ,Fito dan Varel menaikan koper koper mereka ke atas troli , setelah kelar semuanya , mereka pun menuju ke pintu keluar dan menyerahkan no begasi nya pada petugas tersebut , setelah petugas mencocokan no penerbangan dengan no bagasinya , merekapun lalu keluar dari pintu tersebut
Marshcel melihat rombongan Varel dan kedua orang tuanya keluar dari pintu tersebut ,lalu mendekatinya
" Selamat datang om ,tante dan Varel " ucap Marshcel sambil menyalami om dan tantenya tersebut dan tidak ketinggalan Varel juga
" Iya ,makasih Cel kamu telah jemput kami ke sini " ucap Hanifah pada ponakannya tersebut
" Oh ya kenalkan , ini tante Felly , om Fito suaminya , dan ini Vera , dan kenalkan ini ponakan saya Marshcel " ucap mami Varel lagi memperkenalkan keluarga Vera pada Marshcel keponakannya dan juga memperkenalkan Marshcel juga .
Merekapun lalu saling memperkenalkan diri masing - masing , dan terakhir saat bersalaman dengan Vera , Marshcel begitu terpana melihat kecantikan Vera yang selama ini di cari bertahun - tahun oleh sepupunya Varel
Setelah berkenalan mereka mendorong trolinya ke parkiran bandara tersebut
Fito papa Vera tampak lagi menelpon seseorang untuk menjemput nya di bandara tersebut
\+\+\+\+\+\+\+\+\+\+\+\+\+\+\+\+
Selamat pagi semua para pembaca Kisah Cinta Varel dan Vera
Terimakasih ya sudah membaca novel bunda ini , mohon bantu dengan like dan komentarnya
__ADS_1
Semoga pembaca setia novel bunda selalu sehat dan di limpahi rejeki nya