
" Baik sayang " ucap Varel sambil merebahkan tubuh Vera lagi di tempat tidur , Varel mulai menciumi Vera lagi dengan pelan lembut , sambil merayap di kedua gunung kembar Vera lagi , Vera mendesah saat tangan dan ciuman Varel sudah sampai di puncak gunung tersebut , tempat terpavorit Varel , dan tanpa Vera sadari juga entah bagaimana caranya ,semua pakaian Vera sudah lepas dari badannya , Varel begitu terpesona melihat kemolekan tubuh calon istrinya tersebut tanpa sehelai benangpun , Varel hanya bisa meraba dan menciumi nya saja ,dan sepertinya Vera sudah memasrahkan tubuhnya pada kekasihnya itu , terbukti Vera hanya mendesah saja saat Varel menyentuh dan mencium bagian pinggang bagian bawahnya itu
Setelah merasa puas Varel pun berhenti dengan nafas yang memburu menahan gelora dan hasratnya birahinya
" Terimakasih untuk hari ini sayang , mas sangat-sangat mencintai Vera , sungguh mas sangat beruntung bisa mendapatkan Vera, dan tidak sia-sia juga mas setia pada Vera selama 14 tahun ini, mas janji , hanya Vera satu-satunya wanita di hidup mas sampai akhir hayat nanti " ucap Varel sambil memasangkan kembali pakaian Vera sampai kelar
" Iya mas ,terimakasih sudah setia pada Vera, Vera juga mencintai mas Varel segenap jiwa dan raga Vera, hari ini dan untuk selamanya " jawab Vera lagi ,lalu merekapun saling berpelukan kembali menumpahkan rasa rindu mereka
" Baiklah sayang ,ini sudah lewat jam istirahat , Vera rapikan diri lagi ya? maaf kan mas yang sudah lancang menjamah tubuh Vera " ucap Varel menyadari apa yang telah dilakukannya
"Iya mas baik , selamat bekerja ya mas " ucap Vera lagi sambil menyisir rambut nya dan mengoleskan spon bedak di pipinya
'' Baik sayang, oh ya , sebelum mas pergi ada sesuatu yang mau mas sampaikan soal pekerjaan'' ucap Varel mengingat sesuatu
''Apa itu mas? '' tanya Vera lagi
'' Tadi pemilik perusahaan Garuda sakti, yang punya proyek rumah sakit mewah itu datang menemui mas , katanya dia mau menambah bangunan rumah sakit mewahnya dengan sebuah penginapan mewah khusus untuk keluarga pasien, dan dia pengen Vera yang menjadi arsiteknya, seperti rumah sakit mewah nya itu, dan setelah gambarnya kelar, dia pengen Vera sendiri yang menyerahkan padanya sekalian pingin berkenalan dengan arsitek rumah sakitnya yang sudah terkenal iu '' ucap Varel menjelaskan
'' Oh begitu ya mas, kapan Vera mulai mengambarnya?' tanya Vera lagi
''Nanti sayang setelah survei lapangan besok pagi, dan siangnya Vera sudah boleh memulai rancangannya'' ucap Varel menjelaskan
''Baiklah kalau begitu, Vera tunggu laporan survei lapamgan dan denah tanahnya'' jawab Vera lagi
__ADS_1
'' Ok sayang, kalau begitu mas lanjut kerja dulu ya sayang '' ucap varel sambil mencium bibir vera lagi , lalu segera pergi meninggalkan ruangan kamar peristirahan Vera tersebut kembali ke ruangan kerjanya di lantai dua puluh
Varel lalu duduk dikursi kebesarannya untuk melanjutkan pekerjanya , tapi berkali-kali Varel nampak menghembuskan nafasnya dengan kasar
' Ya Allah saya tidak bisa fokus bekerja, kebayang terus dengan kejadian sama Vera tadi, ini semua gara-gara Marshcel sih yang cerita begituan pada saya, sehingga saya jadi penasaran dan melakukan sarannya, gila, untung saja saya dan Vera tidak sampai ke bablasan'ucap varel di dalam hati
Satu minggu kemudian gambar yang di minta Varel pada Vera akhirnya selesai juga , tapi karena Vera ada urusan lain yang mendadak, Vera tidak jadi berkenalan dengan pemilik perusahaan Garuda Sakti, dan Varel menjanjikan suatu saat pasti akan mengenalkan arsitek Vera dengannya, dan untuglah Pak Adi Negoro itu bisa memakluminya
Lima hari sebelum pernikahan tiba, Vera sdah tidak masuk kekantor lagi, dan sebelum berangkat ke Bandung Vera dan Varel mencobakan dulu baju pengantennya di rumah Varel yang baru sampai dari luar negri , yang di pesan oleh Hanifah maminya Varel lewat rekomendasi Fito papanya Vera pada sebuah butiq terkenal di London sana
'' Wah ,,, Vera sayang, kamu cantik banget dengan gaun penganten mu itu nak , mami pangling jadinya'' ucap maminya Varel mengagumi calon mantunya itu
''Ah mami terlalu memuji deh '' jawab Vera malu-malu
Setelah memakaikan baju penganten tersebut pada Vera, lalu Hanifah membawa Vera keluar kamar untuk memperlihatkan pada Varel yang sudah menunggu di depan kamar tersebut
"Varel,,, lihat Vera nak, cantik bukan?' ucap maminya Varel bersemangat
Mendengar ucapan maminya Varel lalu melihat ke arah Vera, dan Varel terperanggah saat melihat Vera mengenakan baju penganten tersebut, sebuah baju yang begitu mewah dengan renda-renda dan taburan permata Diamond di sana , apa lagi di bagian dadanya, tampak susunan damond nya begitu memukau, dan baju tersebut begitu cocok dan pas di badan Vera
'' Waduh sayang,, kamu terlihat seprti bidadari memakai baju tersebut, apa lagi saat di rias nanti, idak bisa bayangin deh betapa cantiknya calon istri mas ini '' ucap Varel memuji calon istrinya itu
'' Waduh ,, mas Varel terlalu memuji deh,, Vera jadi malu nih '' ucap Vera malu malu
__ADS_1
'' Mas tidak memuji sayang, itu kenyataan loh, benarkan mi? '' ucap Varel pada maminya
'' Varel benar sayang, vera itu emang cantik, cantik banget malah'' jawab mami Varel lai sambil tersenyum
Begitulah, setelah mencoba baju penganten tersebut, ke esokan harinya Vera dan keluarganya sudsh berangkat ke Bandung , dan di susul dua hari kemudian oleh keluarga Varel.
Marshcel dan Monica juga berangkat di hari yang sama dengan Varel
Di Bandung semua semua persiapan resepsi sudah hampir kelar, hotel mewah yang di sewa oleh Bara sudah tampak jauh berubah lebih indah dengan tenda tenda yang di hiasi dengan berbagai bunga pajangan, begitu juga dengan pelaminannya juga sudah hampir kelar
''Pi, bagaimana dengan kamar pengantennya, sudah kelar apa Belum ? kita ke sana yuk '' ucap Hanifah pada suaminya
'' Kamar pengantennya sudah kelar mi, kalau mamimau melihatnya boleh kok'' jawab Bara pada istrinya itu
''Baik pi, ayo '' jawab Hanifah bersemangat
Lalu merekapun masuk ke hotel berbintang lima tersebut
" Wah ini bagus banget ya Pi , warna kamar nya serasi sekali dengan dokorasinya , mewah banget , pasti Varel dan Vera betah berlama lama di kamar ini " ucap Hanifah kagum
" So pasti betah lah mi, semoga dengan begitu kita cepat mendapat kan cucu ya mi ?" ucap Bara pada istrinya
" Aamiiin " jawab Hanifah berharap
__ADS_1
" Ouh iya mi, itu di lemari pakaian juga sudah di siapkan oleh anak buah papi beberapa potong pakaiannya Vera dan Varel juga , dan di kamar mandi juga sudah di persiapkan peralatan mandinya , lilin dan aroma terapinya juga , cobalah mami chek lagi , ada yang kurang apa tidak" ucap Bara lagi pada istrinya