Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 118 Detik detik keberangkatan


__ADS_3

" Maaf kan mas sayang, tadi mas lagi di kamar kecil , ada apa ya sayang ?" ucap Varel beralasan


" Ini loh mas , tadi ada kiriman dari orang tua kita paket bulan madu, apa mas bisa datang kesini untuk membahasnya?" tanya Vera menjelaskan


" Oh itu , bisa kok sayang, kalau begitu tunggu mas ya,?" ucap Varel pada Vera


" Baik mas, Vera tunggu " jawab Vera lagi lalu mematikan panggilannya


Lima belas menit kemudian, Varel sudah ada di ruangan kerja istrinya Vera


" Gimana sayang? suka dengan paket bulan madunya?" tanya Varel sambil duduk di samping Vera yang kebetulan lagi duduk di sofa


" Suka mas , tapi kenapa ya orang tua kita memilih negara Swiss untuk bulan madu kita? pada hal banyak negara lain yang cocok untuk berbulan madu juga " tanya Vera merasa heran aja


" Ya mungkin karena pesona Swiss tidak bisa diragukan lagi, dengan hamparan pegunungan, padang hijau, lembah yang menawan, dan juga cuacanya yang indah saat cerah yang memberikan kesan nyaman pada pasangan yang berbulan madu " jawab Varel menjelaskan


" Emang mas Varel sudah pernah datang ke sana ya ?" tanya Vera


" Belum kok sayang , mas sering mendengar cerita dari teman-teman mas yang balik dari sana " jawab Varel menjelaskan


" Oh begitu ya , mas di sini melihat tanggal nya kita berangkat tiga hari lagi, gimana nih mas?" tanya Vera lagi


" Ya gimana lagi ? paketnya semua kan sudah di bayarin, dan kita hanya tinggal berangkat aja , kalau kita tunda berarti hangus donk paketnya " ucap Varel menjelaskan


" Iya juga sih mas , kalau begitu kita belanja yuk untuk persiapan keberangkatan kita" ucap Vera lagi


" Sekarang sayang?" tanya Varel


" Ngak mas Minggu depan " jawab Vera sambil berdiri dan lalu mengambil tas tangannya lalu berjalan ke arah pintu


" Sayang,,, mas kok di tinggal sih ?" ucap Varel sambil berdiri dan mengejar istrinya tersebut


" Monica , kami pergi dulu ya ? dan tolong meja saya di beresin saat mau pulang nanti " ucap Vera pada sekretarisnya Monica


" Baik Bu " ucap Monica hormat sambil membungkukkan badannya , walaupun Vera sahabatnya, tapi Monica tetep profesional dalam bekerja , apa lagi bila di depan Varel pemimpin perusahaan tersebut


Vera dan Varel lalu turun ke bawah menuju ke lobby kantor , sampai di lobby kantor para kariawan yang berpapasan dengan sepasang pemilik perusahaan tersebut menyapa sambil membungkukkan badannya dengan hormat

__ADS_1


Vera dan Varel hanya tersenyum sambil mengangguk membalas sapaan para kariawannya


" Sayang tunggu di sini ya, mas ambil mobil dulu " ucap Varel pamit pada Vera sambil mencium kening istrinya tersebut


" Baik mas " jawab Vera lagi


Para kariawan yang melihat perlakuan mesra pimpinannya pada Vera istrinya sungguh seperti mimpi melihatnya, karena tidak seperti sebelumnya yang melihat pimpinannya itu dingin , tidak pernah tersenyum dan tidak mudah marah


Hanya sepuluh menit, mobil Varel sudah sampai di depan lobby kantornya , lalu turun dan membukakan pintu depan mobilnya untuk Vera


" Ayo sayang " ucap Varel sambil tersenyum mempersilahkan Vera masuk ke dalam mobil


" Makasih mas " jawab Vera sambil masuk dan duduk ,Varel lalu melajukan mobil tersebut .meninggalkan gedung kantor nya


Dua hari kemudian , sehari sebelum keberangkatan Vera dan Varel berbulan madu, di kantor Varel sangat sibuk sekali menyelesaikan pekerjaannya


" Marshcel , keruangan saya sebentar " ucap Varel memanggil sepupunya lewat telepon


Setelah memanggil Marshcel ,Varel juga manggil Stella sekretarisnya untuk datang juga ke ruangannya


Lima menit kemudian Marshcel dan Stella sudah berada di ruangan Varel pimpinan mereka


" Emangnya bos mau kemana nih " tanya Marshcel penasaran


" Iya pak " jawab Stella penasaran juga


" Saya dan istri saya besok mau berangkat ke luar negri" jawab Varel


" Ke luar negri kemana bos? mau ngapain? kok mendadak?" ucap Marshcel semakin penasaran


" Kami mau ke Swiss, orang tua kami tiga hari yang lalu telah memesan paket bulan madu kami ke Swiss dan berangkatnya besok " ucap Varel menjelaskan


" Wah ,, asyik donk kalau begitu, dan jangan lupa oleh-oleh luar negerinya buat saya , dan bawakan saya juga calon ponakan nya , kalau bisa ponakannya yang kembar ya ?" ucap Marshcel pada Varel serius


" Aamiin ,, Insyaallah Cel kamu bantu dengan doa nya dari sini ya ?" jawab Varel lagi


" Oh ,, baik , itu pasti bos " jawab Marshcel lagi

__ADS_1


" Oh ya Cel kamu besok juga harus mengantarkan kami ke bandara, setelah sarapan pagi" ucap Varel lagi


" Baik bos, jangan khawatir, saya akan antar bos ke bandara besok pagi " jawab Marshcel


" Dan kamu Stella , tolong bantu Marshcel ya seperti biasa" ucap Varel pada sekretarisnya


" Baik Pak " jawab Stella


Ke esokan harinya pagi-pagi sekali Varel dan Vera sudah bangun , lalu mandi , kemudian dandan setelah itu baru sarapan


Di ruang makan Marshcel ternyata sudah lebih duluan sampai di sana


" Bagaimana Cel? koper-kopernya sudah di masukan ke mobil?" tanya Varel saat sampai di meja makan


" Sudah bos , bahkan mesin mobil pun sudah saya panaskan , jadi kita hanya tinggal berangkat aja" jawab Marshcel menjelaskan


" Syukurlah , ayo sarapan dulu" ucap Varel lagi


" Kak Ipar , jangan lupa oleh-olehnya buat saya ya? dan bawakan saya juga calon ponakan saat pulang nanti " ucap Marshcel saat melihat Vera duduk di hadapannya


" Insyaallah Cel, tolong bantu aja dengan doa ya ?" jawab Vera malu dengan wajah yang merona merah


Mereka lalu sarapan bertiga tanpa banyak bicara lagi


Drrrt drrrt drrrt ponsel Varel bergetar, Varel lalu mengeluarkan ponsel dari kantong bajunya dan melihat panggilan video call dari kedua orang tuanya dan juga kedua orang tua Vera


" Assalamu"'alaikum semuanya " ucap Varel sambil mendekati Vera yang lagi sarapan


" Wa'alaikum salam , sayang,, kalian masih di rumah ya ?" ucap mama dan mami mereka bersamaan


" Belum nih ma mi , kami baru lagi sarapan nih " jawab Vera


" Kalau begitu kami ganggu donk " ucap mama Vera lagi di video tersebut


"Ngak kok ma mi , ini sarapan Vera juga mau habis kok, santai aja " jawab Vera lagi sambil menghabiskan sarapannya


Setelah selesai sarapan sambil video nan Varel dan Vera masuk ke dalam mobil, begitu juga dengan Marshcel , juga masuk ke dalam mobil , lalu menyalakan mesin mobil tersebut dan pergi meninggalkan rumah Varel dan Vera tersebut

__ADS_1


Di sepanjang jalan menuju bandara Varel dan Vera masih tetap melakukan video call


__ADS_2