Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 75 Startegi


__ADS_3

" Ok , baiklah, kita sudah ambil keputusan bersama, setelah acara lamaran, hari itu juga kita melangsungkan acara pertunangan, dan 3 bulan kemudian kita gelar resepsi pernikahannya, mengerikan Varel? , Vera ?" ucap Bara menjelaskan rangkaian rencana acara mereka


" Terus tanggal pernikahannya bagaimana Pi ?" tanya Varel penasaran


Kalau tanggal pernikahannya nanti bisa bicarakan lagi , yang penting sudah ada jadwal dan garis besarnya , yaitu tiga bulan setelah acara lamaran atau pertunangan kalian " jawab bara lagi menjelaskan pada putranya itu


" Oh ya Bara , acara resepsi pernikahannya mau kita adakan di kota mana ?" tanya Fito papanya Vera


" Acara resepsinya bagaimana kalau kita adakan di Bandung saja ? soalnya rumah kamu kan ada di Bandung , dan begitu juga dengan rumah orang tua Hanifah , dan untuk keluarga besar saya yang di Surabaya, biar mereka saja yang datang ke Bandung dan begitu juga dengan keluarga kamu Fit " ucap Bara lagi


" Baiklah kalau begitu , kita adakan resepsi pernikahannya di Bandung saja " ucap Fito menyetujui


" Sekarang ayo di minum dan cicipi lagi makanannya mas Bara , Hanifah dan nak Varel juga " ucap Felly mempersilahkan calon besannya untuk mencicipi hidangannya


Setelah selesai berembuk dan menghitung hari, merekapun ngobrol santai sambil sesekali tertawa bahagia , karena telah selesai merampungkan rencana besar mereka yaitu acara pernikahan anak semata wayang mereka


" Baiklah karena hari sudah mulai malam juga , karena sudah tidak ada lagi yang mau di bicarakan , kami pamit pulang dulu ya dan terimakasi semuanya " ucap Bara sambil melirik jam tangan nya , lalu berdiri dari tempat duduk nya

__ADS_1


" Baiklah Bar , terimakasih juga dengan kunjungannya , dan kalau ada sesuatu tentang rencana kita tadi , kabari saya ya " jawab Fito lagi sambil menyalami dan merangkul sahabat sekaligus calon besannya itu, dan begitu juga dengan Felly dan Vera yang ikut juga menyalami lalu cipika cipiki dengan Hanifah , lalu mengantar tamunya sampai ke depan rumah


Bara dan keluarganya pun masuk ke mobilnya , lalu Varel melambaikan tangan pada calon istri dan calon mertuanya itu


" Hati hati di jalan ya Varel , Bara " ucap Fito sambil melambaikan tangannya juga


Mobil Bara pun pergi meninggalkan rumah Vera , setelah mobil tersebut menghilang dari pandangan mereka , Vera dan kedua orang tuanya itu lalu masuk ke dalam rumah


Seperti hari-hari biasa Varel dan Vera tetap bekerja di kantor dengan semangat, ruangan kerja baru Vera pun sudah selesai di tata , ruangan yang sangat mewah lengkap dengan kamar kecil untuk beristirahat dan juga toilet nya,Vera satu ruangan dengan Monica sahabatnya sekaligus sekretarisnya, ruangan tersebut masih di lantai 15 , dulu hanya ada satu ruangan di lantai 15 ,tapi tidak terlalu besar yaitu tempat kerja Vera bersama arsitek lainnya, dan ruangan kerja Marisa yang masih satu ruangan tapi hanya di sekat saja dengan rak pembatas , sekarang di luar ruangan kerja lama itu tersebut lah di bikin ruangan mewah untuk Vera bekerja , tujuan Varel biar nanti setelah mereka menikah dan punya anak Vera masih bisa bekerja di sana walaupun sambil bawa anak dan baby sitter, dan anggaplah itu ruangan pribadi untuk Vera wanita yang sangat Varel cintai


Setelah Vera dan Monica bekerja di ruangan barunya selama 3 hari , Varel pun merasa tidak nyaman ,karena tidak bisa dekat dengan Vera di saat lagi suntuk bekerja ,karena ada sekretarisnya Monica di sana , Varel duduk melamun di ruangannya ,kemudian setelah sadar dari lamunannya , Varel pun memencet telpon kantornya


" Cel , datang ke ruangan saya sekarang juga , ada sesuatu yang mau saya bicarakan dengan kamu " ucap Varel pada Marshcel


Hanya menunggu tiga menit Marshcel sudah berada di ruangan Varel, karena emang ruangan mereka bersebelahan


" Selamat siang bos , ada apa memanggil saya " ucap Marshcel asisten pribadi sekaligus adik sepupu Varel

__ADS_1


" Begini ya Cel , kamu tau kan Vera membuat batasan dengan saya saat bekerja di kantor ? yang harus bersikap profesional saat di depan kariawan, sementara yang kamu tau , satu Minggu lagi kita akan bertunangan , dan hanya kamu seorang orang di kantor ini yang tau masalah ini, sehari -hari kita hanya bertemu di kantor ini saja , itupun dari jarak jauh , karena harus bersikap profesional itu, kalau begitu kapan saya akan menikmati waktu berdua an seperti kayaknya orang berpacaran ? di London dulu kita tidak sempat untuk berpacaran karena kita sibuk di rumah sakit , dan jika ada waktu pun , kami tidak enak untuk berduaan atau berpacaran, setelah 14 tahun berpisah yang memendam rasa rindu dan cinta , apalagi semenjak mami dan papi menyusul ke London , hilang sudah kesempatan saya dan Vera untuk bisa pacaran , walaupun itu kami saling sayang dan mencintai,


dan saat jalan jalan ke Maldives pun saya dan Vera tidak leluasa jalan berdua, jadi intinya saya pingin merasakan hal yang namanya berpacaran dengan Vera ,kamu ngerti kan ? " ucap Varel panjang lebar curhat pada sepupunya tersebut


" Iya bos , saya ngerti ,kamu pingin berpacaran dekat dan berpacaran dengan Vera sebelum menikah bukan ? dan itu tidak terlaksana karena terhambat dengan sikap profesional itu kan ?" jawab Marshcel sangat mengerti dengan sepupunya yang belum pernah pacaran itu


" Benar , ternyata kamu pinter juga ya Cel ? tau dengan apa yang saya maksudkan " ucap Marsel senang


" Terus apa lagi yang harus saya lakukan" tanya Marshcel lagi pada sepupunya


" Saya pengen meja kerja Monica di pindahkan ke depan pintu masuk ruangan kerja Vera , seperti sekretaris saya saat ini dengan alasan biar tamu - tamunya Vera bisa di saring untuk bisa masuk ke ruangan Vera , dan di samping meja kerja Monica kasih sofa juga untuk para tamunya , itu semua biar ruangan kerja Vera ada privasinya , dan saya bisa kapan pun datang ke sana saat saya lelah dan suntuk bekerja , dan juga bebas membicarakan hal yang pribadi " ucap Varel menjelaskan lagi ke asistennya itu


" Baiklah bos nanti setelah Kariawan pulang bekerja ,semua akan saya urus, dan saya juga akan jelaskan pada Monica dan Vera alasan saya memindahkan meja kerja Monica biar mereka tidak tersinggung " jawab Marshcel


" Baik Cel , kamu tambahkan saja satu alasan lain lagi ,yaitu tidak enak pada Stella sekretaris direktur utama yang ruang kerjanya di depan pintu ruangan saya juga " ucap Varel menambahkan alasan pada Marshcel


" Baik bos , akan segera saya laksanakan , demi kamu bahagia , apa sih yang tidak akan saya lakukan " ucap Marshcel sambil mengedipkan sebelah matanya pada bos dan sepupunya itu

__ADS_1


__ADS_2