Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 58 On the way Indonesia


__ADS_3

" Dan kenalkan ini mami saya , papi saya , mama Vera dan ini papa Vera " ucap Varel mengenalkan keluarga nya , lalu mereka pun saling berkenalan


" Baik lah Sil , saya dan keluarga lanjut jalan dulu ya , mau cari oleh oleh , dan besok kami mau balik ke Indonesia lagi " ucap Varel pamit pada teman sekolahnya itu


" Ok Varel , selamat atas pertunangannya dan selamat jalan juga ya , semoga selamat sampai di tujuan " jawab Silvia lalu berlalu dari sana mengejar rombongannya .


Varel dan rombongannya lalu melanjutkan acara shopping nya di mall tersebut


" Pa , Hani dan mas Bara , sebelum pulang ke hotel Kita makan malam dulu ya ? sekarang kan sudah hampir jam enam , Ayuk kita cari rumah makannya dulu" ucap Felly mengajak rombongannya untuk makan.


Setelah menemukan rumah makan , mereka pun makan malam bersama di sana


" Ayo makan yang banyak Vera , kamu juga Varel " ucap Hanifah pada anak dan calon mantu nya itu


" Iya mi " jawab Varel dan Vera bersamaan


Mereka malam den hikmat tanpa banyak bicara di rumah makan malam tersebut


Satu jam kemudian mereka sudah berada di hotel nya lagi

__ADS_1


" Malam ini yuk kita selesaikan packing - packing kita untuk ke berangkatkan besok , setelah itu baru kita istirahat ke kamar masing masing " ucap papa Vera Fito pada keluarga besarnya


Semua tanpa banyak bicara segera beres-beres dan packing - packing barang mereka masing masing . setelah jarum jam ke angka 10 malam , mereka pun lalu beristirahat


Ke esokan hari nya , pagi pagi sekali mereka sudah bangun , sudah mandi dan sholat juga , setelah itu mereka bikin teh yang telah di sediakan oleh fihak hotel di kamar mereka masing masing , mereka ngeteh dengan di temani beberapa jenis roti yang mereka beli di mall kemaren sebagai pengganjal perut ,karena masih terlalu pagi , mereka menunggu waktu sarapan pagi hotel , yaitu jam 8 pagi , mereka lebih memilih turun kebawah untuk sarapannya ,karena lebih leluasa memilih menunya yang telah di hidangkan oleh koki hotel berbintang lima tersebut .


Pas jam 8 , Varel dan rombongannya sudah turun ke bawah , ke ruangan yang telah di tentukan hotel tersebut untuk sarapan


Berhubung karena mereka harus berangkat beberapa jam lagi , mereka melakukan sarapan dengan cepat , tidak seperti kemaren kemaren yang santai sambil ngobrol


Setelah selesai sarapan mereka naik lagi ke atas ,ke kamar mereka , karena jarum jam sudah menunjukan ke angka 9 , jadi mereka siap siap untuk berangkat ke bandara Male , karena penerbangan mereka ke Indonesia adalah jam 11 siang ,, dan penerbangan kali ini mereka begitu banyak membawa bekal makanan , karena Maldives indonesia memakan waktu 18 jam perjalanan


Setelah selesai berkemasnya merekapun turun ke bawah melakukan check out dari hotel bintang 5 tersebut dan meminta mobil hotel untuk mengantar mereka ke bandara


Sesampai di Bandara Male , merekapun turun dari mobil hotel , Varel , Fito dan Bara menurunkan koper koper dan barang mereka yang lainnya dari bagasi mobil , dan Vera dengan sigapnya mengambil 3 troli untuk barang barang mereka , setelah semua barang di susun di atas troli , lalu mereka masuk ke dalam gedung bandara untuk melakukan check in dan setelah itu mereka meninggalkan koper koper mereka di sana , dan hanya tinggal bekal dan keperluan penting saja yang mereka bawa naik ke atas ke lantai dua


setelah melakukan pemeriksaan terakhir di lantai dua , kemudian mereka di arahkan masuk ke ruang tunggu menunggu keberangkatan mereka yang tinggal satu jam kurang lima belas menit lagi


Sambil menunggu , Varel mengeluarkan ponsel di saku celananya , lalu mencari nama Marshcel , lalu melakukan panggilannya

__ADS_1


Halo Cel , saat ini saya lagi di bandara Male Maldives , berangkat penerbangan jam 11 siang waktu setempat , tolong kamu jemput kami ke Bandara Soekarno Hatta besok ya , perjalan kami dari Male ke Jakarta memakan waktu 18 jam , jadi tolong kamu ingat itu , mengerti ? " ucap Varel langsung bicara ke pokok persoalannya pada Marshcel sepupunya


" Mengerti Rel , tapi apakah oleh oleh saya ada kamu bawakan ?" ucap Marshcel di sebrang sana


" Kalau masalah itu kamu tidak perlu khawatir , ya sudah ,saya tutup telponnya dulu " ucap Varel me akhiri telponnya


Setelah itu Varel dan rombongannya duduk kembali di dekat keluarga besarnya sambil menunggu waktu keberangkatannya


Pas jarum jam di angka 11 , terdengar suara operator , bahwa penumpang Male Maldives - Indonesia segera ke pintu menuju lapangan pesawat yang akan mereka tumpangi


Vera dan rombongannya pun langsung keluar dari ruang tunggu menuju ke pintu lapangan pesawat yang telah parkir


Mereka berjalan beriringan di koridor tersebut sampai di depan pintu pesawat yang telah di tunggu oleh pramugari cantik menyambut kedatangan para penumpang


Bara dan rombongannya telah masuk ke dalam pesawat dan mencari no bangku tempat duduk nya , yaitu di bangku no 5 dan 6 untuk Varel dan Vera , bangku no 7 dan 8 untuk Fito dan Felly , lalu bangku 9 dan 10 untuk Bara dan Hanifah istrinya , kali ini mereka duduk di deretan bangku no 2 dan deretan bangku no 3 ,, setelah menaruh barangnya di kabin pesawat ,lalu mereka duduk sambil memasang sabuk pengamannya , lalu duduk dengan tenang menunggu waktu keberangkatan


" Lima belas menit kemudian , suara operator memberi perintah untuk memasang sabuk pengaman bagi yang belum memasang , terus minta penumpang untuk mematikan handphone nya masing masing , dan setelah itu pramugari pun memberikan petunjuk cara memakai fasilitas atau properti di dalam pesawat yang ada di dekat tempat duduk kita , setelah selesai memberikan pengarahan pada penumpang , pesawat pun mulai take off secara perlahan lahan , dan makin lama makin kencang , dan naik keatas angkasa , lampu lampu pesawat yang tadinya terang sekarang sudah mulai di matikan , dan meninggalkan lampu yang redup saja , biar penumpang bisa beristirahat dengan tenang , dan jika ada penumpang yang pingin membaca majalah yang sudah di sediakan di dekat bangku mereka masing masing, mereka bisa menghidupkan lampu terang yang ada di tangan , tangan bangku masing masing


Varel dan Vera , masih ngobrol pelan pelan setengah berbisik , dua puluh menit kemudian , Varel dan Vera memasang jacket nya masing masing karena mereka sudah mulai merasa ke dinginan dengan suhu dingin pesawat tersebut , Bara dan istrinya Hanifah juga ikut memakai jacketnya , begitu juga dengan Felly dan Fito suaminya

__ADS_1


__ADS_2