Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 109 Rencana para besan


__ADS_3

" Iya mas, Vera juga merasakan apa yang mas rasakan,, dan juga sangat bersyukur pada yang maha kuasa yang telah menyatukan kita, semoga cinta kita abadi , dan menjalani hidup berumah tangga yang sakinah, mawadah dan warrahmah " ucap Vera lagi


"Aamiin " ucap Varel lalu menciumi istrinya tersebut dengan lembut


Vera tidak menolak, bahkan membalas ciuman suaminya tersebut


" Sayang ,,, kita olah raga malam dulu ya ? bercocok tanam? " ucap Varel pada Vera


" Iya mas boleh " jawab Vera malu-malu


" Makasih ya sayang "" jawab Varel senang dan melai melakukan pemanasan, ******* bibir istrinya tersebut, lalu merayap naik dan turun gunung, lalu menelusuri lembah, di lembah itulah mereka menyebar benih dan bercocok tanam


Ke esokan sore harinya , seperti yang sudah di rencanakan, Varel membawa Vera ke rumah kakek dan neneknya untuk bermalam, karena esoknya Varel dan Vera balik ke Jakarta lagi


Di ruang keluarga , Varel, Vera, termasuk kedua orang tua Varel, kakek dan neneknya juga lagi berkumpul sambi menonton televisi setelah makan malam


" Oh,, jadi besok kalian mau balik ke Jakarta lagi ya " ucap sang kakek


" Iya kek, di kantor pekerjaan sudah menunggu" jawab Varel


" Apa kalian tidak berniat pergi berbulan madu?" tanya Bara menimpali


" Untuk saat ini belum Pi ,karena waktu pernikahannya di percepat , Varel belum sempat mikir ke arah sana" jawab Varel bicara apa adanya


" Baik, terus kapan rencana kalian untuk pergi berbulan madu? " tanya Bara lagi


" Mungkin sekitar satu atau dua bulan lagi pi, " jawab Varel lagi


" Varel, kamu jangan memikirkan kerjaan mulu, karena pekerjaan itu tidak akan ada kelar kelarnya , akan selalu ada sepanjang hidup kita, sekarang yang harus kamu fikirkan adalah bagaimana memberi kami cicit secepatnya " ucap kakek Varel menceramahi cucunya tersebut


" Ah kakek , kakek ngak usah khawatir, kami pasti akan memberikan kalian cicit kok, tapi dengan syarat harus bersabar " jawab Varel lagi


" Bersabar sampai kapan? sampai kami keburu mati ya? " ucap sang kakek lagi


" Astagfirullah,, jangan sampai mati dulu lah kek, pokoknya kamu akan berusaha secepatnya untuk memberi kakek cicit " ucap Varel lagi pada sang kakek yang tak sabaran tersebut


Vera yang menyimak pembicaraan itu merasa malu dengan pura-pura main ponsel , sementara Hanifah dan ibunya, hanya geleng-geleng kepala menyaksikan kakek dan cucu tersebut berdebat

__ADS_1


Ke esokannya pagi-pagi sekali Vera sudah bangun dan telah siap mandi juga , begitu juga dengan Varel , mereka berkemas-kemas untuk segera kembali ke rumah orang tua Vera untuk packing, karena hari ini mereka mau balik ke Jakarta


Setelah melakukan sarapan bersama ,Vera dan Varel dengan di antar oleh kedua orang tuanya pulang ke rumah Vera


" Assalamu'alaikum " ucap Vera dan Varel bersamaan


" Wa'alaikum salam" jawab Felly sambil membukakan pintu


" Sayang, kamu sudah pulang nak ?" ucap Felly sambil merangkul anaknya


" Iya ma, itu ada mami dan papi juga " jawab Vera sambil menunjuk ke arah kedua mertuanya yang baru turun dar mobil


" Assalamu'alaikum " ucap Bara dan Hanifah


" Wa' Alaikum salam " jawab Felly lalu menyalami Hanifah besannya sambil cipika cipiki, lalu menyalami Bara juga


" Fito mana Fel ?" tanya Bara pada Felly


" Mas Fito ada kok mas Bara, tadi tuh dia lagi mandi, silahkan masuk dulu yuk " jawab Felly sambil mempersilahkan tamunya masuk


" Silahkan Duk mas bara , Hanifah " ucap Felly lagi


" Wah ada tamu rupanya" ucap Fito mendatangi ruang tamu ,lalu menyalami Bara sahabat sekali Gus besannya itu , dan juga menyalami Felly , lalu mereka duduk kembali


Vera yang lebih dulu sampai, lalu membawakan minuman dan sedikit kue basah untuk kedua mertuanya


" Silahkan di minum teh nya Pi , mi , dan jangan lupa juga mencicipi kuenya ?" ucap Vera setelah selesai menata makanan dan minuman tersebut di atas meja sofa ruang tamunya


" Makasih sayang " jawab Hanifah lagi


Vera lalu duduk di samping suaminya Varel yang juga berada di ruang tamu tersebut


" Fit , apa kalian balik ke Jakarta juga hari ini " tanya Bara pada Fito


" Belum Bar , saya harus mengurus bisnis saya di sini dulu , maklum sudah lama di tinggalkan hanya dengan orang kepercayaan saja " jawab Fito menjelaskan


" Oh begitu ya , baguslah kalau begitu , saya dan istri saya juga belum akan balik ke Jakarta juga " ucap Bara memberi tau

__ADS_1


" Loh , kalau belum ke Jakarta terus mau di Bandung ini dulu kah?" tanya Fito lagi


" Bukan Fit, saya dan istri saya di sini juga terakhir hari ini , dan saya mau langsung ke Surabaya , Perusahaan saya juga sudah lama saya tinggalkan semenjak datang ke London dulu , kasihan papa saya yang sudah tua mengurusnya sendirian " jawab Bara menjelaskan


" Ouh begitu ya , semoga selamat sampai di tujuan , dan salam buat keluarga di Surabaya" ucap Fito lagi


" Iya , terimakasih , insyaallah nanti salamnya saya sampaikan " jawab Bara lagi


" Silahkan di cicipi kuenya dulu mi ,pi " ucap Vera mempersilahkan kedua mertuanya mencicipi suguhannya


" Jam berapa kalian berangkat ke Jakarta " tanya bara pada Varel


" Sekitar jam sepuluhan Pi " jawab Varel lagi


" Oh ,,masi satu jam lagi " jawab Bara sambil melirik jam tangannya


" Papi dan mami silahkan ngobrol dulu ya, Varel dan Vera permisi ke kamar dulu untuk packing , kemaren packing nya kami belum selesai " ucap Varel pamit pada kedua orang tuanya


" Iya ,,,ok ,, silahkan packing -packing, kami akan tunggu di sini " jawab Bara lagi


Varel dan Vera lalu masuk ke dalam berjalan menuju ke kamar nya


" Bar,, itu anak-anak kapan ya bulan madunya ? saya kurang enak hati untuk bertanya langsung pada mereka" ucap Fito pada Bara


" Kata Varel semalam pada kakeknya, mereka belum merencanakannya karena pernikahannya kita majukan , dan katanya belum sempat memikirkan hal itu , tapi katanya sih sekitar satu atau dua bulan lagi " jawab Bara menjelaskan


"Oh, lama amat dua bulan, kapan cucu kita jadi kalau begitu " ucap Fito menggerutu


" Hus,,, papa , bicara apa sih? malu sama besan " ucap Felly sambil menepuk bahu suami nya tersebut


" Hahahaa ,,, ngak usah malu lah Fel , kami juga sepemikiran dengan Fito , iyakan mi ?" ucap Bara pada Hanifah istrinya


" Iya mas Fito, tapi gimana lagi , ngak mungkin juga kita memaksa mereka untuk pergi berbulan madu bukan ? ucap Hanifa menjelaskan


" Tapi kalau kita memaksa bisa aja sih , dengan cara memesankan tiket paket bulan madu buat mereka, dan mengantikan tugas Varel di kantor " ucap Bara memberi solusi


" Nah kalau begitu tunggu apa lagi ? Mari kita pesan tiket paket bulan madunya untuk mereka demi untuk hadirnya Varel dan Vera yunior di keluarga kita , masalah kantor, serahkan aja lagi pada Marshcel , gimana ?" ucap Fito

__ADS_1


" Setuju " jawab Felly dan Hanifah bersamaan , lalu mereka saling tersenyum


__ADS_2