Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 117 Nasehat Marshcel


__ADS_3

Bara lalu mematikan sambungan telponnya , dan Varel lalu melanjutkan pekerjaannya lagi


' Apaan sih Bu Indah ini , sudah makan juga tapi masih tetap duduk di sini , gimana cara mengusirnya ya ? ' ucap Varel di dalam hati sambil memikirkan cara untuk mengusir Indah dari hadapannya


Tok tok tok pintu di ketuk dari luar ruang kerja Varel


" Ya masuk " jawab Varel dari dalam


Pintu di dorong, dan tampaklah Stella sambil membawa sebuah amplot ukuran paling besar di tangannya


" Permisi pak, ini ada kiriman untuk ibu Vera atau untuk bapak dari tuan Bara " ucap Stella sambil menyodorkan amplot tersebut pada Varel di hadapan Indah


Varel lalu menerima amplot tersebut dan mengintip sedikit isinya , dan Varel bisa melihat dan menyimpulkan walaupun tidak membuka lembaran isi amplot tersebut , kalau itu adalah paket bulan madunya bersama Vera ke negara lain


" Stella , tolong kamu berikan amplot ini pada Ibu Vera ke ruangannya ya , bilang sebentar lagi saya akan datang kesana untuk membahas isi amplot tersebut " ucap Varel lalu mengembalikan amplot itu kembali pada Stella


Stella yang sadar ada Indah yang tidak melakukan pekerjaan apa-apa dan duduk di depan meja kerja Varel , sudah merasa yakin saja kalau Indah itu akan menggoda pimpinannya


" Baik pak, saya akan kasih kan surat ini pada ibu Vera segera " jawab Stella sambil mengambil amplot tersebut , lalu pergi dari hadapan Varel dan Indah


" Mas Varel , maaf kalau saya boleh tau itu yang di amplot apa ya? siapa Vera dan kenapa mas yang akan ke ruangannya untuk membahas isi amplot tersebut " ucap Indah memberondong Varel dengan pertanyaan saking penasarannya dengan orang yang bernama Vera


" Oh , yang di amplot itu adalah paket bulan madu dari papi saya untuk Vera mantu kesayangannya " jawab Varel cuek


" Mantu kesayangan papi kamu? berarti Vera itu iparnya mas ya " tanya Indah lagi


" Bukan ipar nya saya Bu Indah, tapi ,, " ucap Varel terputus karena Marshcel masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, lalu nyelonong masuk ke dalam ruangan sepupunya itu

__ADS_1


" Bos... eh ternyata bos ada tamu rupanya " ucap Marshcel berniat mau keluar lagi


" Marshcel , kenapa kamu keluar lagi, sini " ucap Varel senang karena ada sepupunya itu yang akan menemaninya di sana


" Iya bos ,, ini kalau ngak salah Bu Indah yang kemaren meeting dengan kita bukan?" ucap Marshcel sambil memperhatikan tamu sepupunya itu


" Iya pak , saya Indah , saya kesini untuk mengajak mas Varel makan siang, merayakan hasil kerja sama perusahaan kita, karena mas Varel sibuk, maka kita makan siangnya di ruangan ini aja barusan" ucap Indah menjelaskan


" Oouh seperti itu " ucap Marshcel meangguk-anggukan kepalanya


' Ini perempuan pasti berniat menggoda Varel , tidak akan saya biarkan hal itu terjadi ' ucap Marshcel di dalam hati


" Bos ,, pekerjaan mu begitu banyaknya ?" tanya Marshcel pada bos nya itu


"Iya Cel , kerjaan saya banyak dan numpuk banget nih , bantuin ya ?" jawab Varel pada sepupunya sambil kasih kode


" Baik bos , saya akan bantuin di sini atau di bawa keruangan saya aja?" tanya Marshcel lagi


" Baik bos , titip salam pada Monica juga ya ?" jawab Marshcel lagi


" Baik , maaf Bu Indah , saya tinggal dulu ngak apa-apakan? ada kerjaan lain juga soalnya yang harus saya selesaikan " ucap Varel sambil berdiri dari tempat duduknya


" Ngak apa-apa mas, saya juga mau pamit kembali ke kantor saya , kita barengan keluarnya yuk " ucap Indah sambil tersenyum pada Varel


" Oh ,,ngak usah Bu Indah, bu indah silahkan dulu aja , soalnya saya mau ke toilet dulu " jawab Varel sambil berjalan masuk ke kamar istirahatnya untuk menghindar dari Bu indah yang posesif itu


Indah lalu keluar dari ruangan Varel untuk kembali ke kantornya dengan sedikit kesal,karena tidak bisa keluar dan turun barengan dengan Varel dari ruangan tersebut

__ADS_1


Setelah Indah keluar dari ruangannya , Varel juga keluar dari kamar peristirahatannya


" Huh.. untung aja kamu datang tepat waktu Cel , saya sangat merasa tidak nyaman dengan ke hadiran Bu Indah tersebut di sini " ucap Varel pada sepupunya lalu duduk kembali di kursi kebesarannya untuk melanjutkan pekerjaannya


" Kamu juga sih yang salah bos, kasih kesempatan dia mepet kamu" jawab Marshcel lagi


" Saya tidak memberi dia kesempatan Cel , saya hanya merasa tidak enak aja menolak ajakan makan siangnya untuk merayakan kerja sama kita yang kemaren itu , saya tidak mau di ajak oleh BI Indah makan keluar , karena itulah dia datang kesini membawa makan siang untuk kami " ucap Varel menjelaskan


" Ya ,, saya mengerti , tapi kamu hati-hati aja pada wanita yang seperti itu, andaikan Kakak ipar tau nanti , pasti akan terjadi perang kedua , dan saya bilang dari sekarang , kalau hal itu sampai terjadi, saya tidak akan ikut campur di peperangan kalian nanti" ucap Marshcel wanti-wanti


" Iya ,,iya ,, saya tau kok , dan saya juga tidak berani macam-macam di belakang kakak ipar kamu " jawab Varel mantap


" Semoga aja ya , tapi andaikan kamu berani macam-macam pada kakak ipar , kamu juga nanti yang akan rugi sendiri, karena apa? karena kamu akan kehilangan wanita super cantik ,jenius , arsitek andalan kantor ini , dan di luar sana , para lelaki dan ekskutif muda akan berebutan untuk mendapatkan kakak ipar saya itu " ucap Marshcel menjelaskan


" Kamu bicara apa sih Cel? ngeri hati saya membayangkannya " ucap Varel lagi


" Makanya , mulai hari ini kamu harus antisipasi supaya hal itu tidak terjadi " jawab Marshcel lagi


" Iya ,, iya puas ?" ucap Varel sewot pada sepupunya itu


" Baiklah, karena biang petaka sudah tidak ada di sini lagi, saya pamit ke ruangan saya dulu " ucap Marshcel lalu pergi keluar dari ruangan Varel tersebut , dan kembali ke ruangannya


Sementara di lantai 15 , setelah Stella memberikan amplot tersebut ,Vera lalu membuka nya dan membaca kata demi kata tulisan yang tertera di sana , dan sambil melihat foto-foto atau gambar yang ada di sana


'Wah tempat ini bagus dan indah sekali , dulu Vera waktu datang ke sini tempatnya tidak seindah ini ' ucap Vera di dalam hati sambil memperhatikan gambar-gambar tersebut satu persatu


Vera lalu mengeluarkan ponselnya dari tas kecilnya, lalu mencari kontak Suami di sana , lalu menghubungi no tersebut

__ADS_1


' Mas Varel lagi ngapain sih? kok ngak mengangkat telpon Vera ?' ucap Vera di dalam hati , lalu Vera kembali memanggil suaminya itu lagi


" Mas , lagi ngapain sih? kok tadi tidak angkat telepon dari Vera ? " ucap Vera sedikit kesal


__ADS_2