Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 18 Jejak Vera


__ADS_3

"  Tok  to  tok "  Stella mengetuk pintu ruangan kepala Bagian workshop  lantai 15 yang bernama  Marisa


" Masuk " terdengar suara  Marisa  dari dalam


Stella pun masuk dan langsung duduk di depan meja Marisa tanpa basa basi


" Bu Marisa, saya mau 2 buah rancangan gambar rumah sakit  mewah terbaik di workshop ini , tolong serahkan dalam dua hari ini ke saya di lantai 20 "


Kata Stella pada bi Marisa


" Baik lah Bu Stella, akan saya urus hari ini juga " jawab Marisa


Setelah itu Stella langsung menuju lift  untuk naik ke lantai 20


Di ruang  workshop para Kariawan pada sibuk mengerjakan tugas-tugas yang  mereka emban termasuk Rosa ,Rehan, Monika, Sabastian dan Kariawan yang lain


Di jam istirahat kantor  Rosa Rehan dan Monica turun makan ke kantin kantor , setelah sampai di kantin mereka mencari tempat duduk yang nyaman


Dan langsung memesan makan siang mereka


" Rosa ,bagaimana menurutmu dengan  tenggang waktu  yang di berikan pada kita, bisakah kita mengerjakannya dengan sempurna " tanya Rehan


" Kalau tugas ini di bawa pulang, bisa aja" jawab Rosa  sambil menyasap minumannya


" Ohya  dengar-dengar pemimpin baru di kantor kita ini orangnya tampan bak dewa, dan  sikap nya dingin dan tempramental,


apa ada diantara kita yang pernah bertemu dengannya" tanya Monica pada Rehan dan Rosa


Mendengar pertanyaan Monica, Rosa dan Rehan pun berpandangan


" Kalau saya belum pernah ketemu sama pimpinan kita"  kata Rehan

__ADS_1


" Saya juga belum pernah,kantor kita kan beda lantai , si bos di lantai 20 kita di lantai 15 " kata Rosa


"  Betul itu " kata Rehan dan Rosa bersamaan


"  Jam istirahat mo habis yuk balik " ajak Rehan


Merekapun langsung ke kasir membayar makan mereka lalu keluar dari kantin


Sesampai di depan lift, saat mau masuk ke lift Kariawan, mereka berpapasan dengan rombongan petinggi-petinggi perusahaan yang berjalan tegap, dan diantara rombongan itu mereka melihat ada  pemuda tampan ,tinggi, dan sangat cool , tatapan nya  tajam ke depan, Rehan ,Monica dan Rosa menepi memberi jalan sambil menundukkan kepala. Setelah rombongan petinggi itu lewat barulah mereka menegakkan kepalanya dan bernafas lega.


" Apa diantara rombongan tadi ada bos kita ya " tanya Monica penasaran


" Saya rasa ada , menurut ciri- ciri bos kita yang berkembang cerita di kantor ini, yang berjalan di tenggah yang paling muda dan yang paling tampan, pastilah dia bos kita" kata Reha.  yakin


Rosa yang biasa banyak diam dan bersikap  dingin cuma cuma cuek dan tak peduli Dangan omongan temannya, baginya yang penting bekerja dan bisa menyalurkan bakat dan kemampuannya


Setelah rombongan masuk lewat lift petinggi perusahaan, merekapun langsung masuk lift Kariawan naik ke lantai 15, sampai di workshop merekapun menuju meja mereka masing- masing dan mulai bekerja


" Selamat datang di kantor saya Mike , kapan datang ke kota ini " tanya pemimpin PALEVERPRAST COP


" Kemaren sore, dan saya langsung ke hotel dan istirahat, biar hari ini badan dan hati  saya fresh saat ketemu sama kamu Varel " kata Mike


Mike adakah teman Sekolah Varel di Surabaya juga teman kuliah saat di Belanda


" Emang nya kenapa badan dan hati mu  kalau  ketemu saya  harus segar dan fresh" tanya Varel pada sahabatnya lagi


"Ya karena saya harus kuat mental nanti melihat kamu yang tiba-tiba marah tak jelas dan  kadang seperti orang menahan sakit " kata Mike sambil tersenyum lebar


Plak ! Sebuah pulpen pun melayang hampir mengenai kening Mike , untung mike cepat mengelak


" Tuh kan benar yang saya bilang, belum apa-apa saya sudah di serang" kata Mike lagi menggoda Varel

__ADS_1


" Sudah ah , kamu selalu mengolok saya, nanti kesabaran saya habis , bisa- bisa kamu pulang tinggal nama " kata Varel  memasang wajah kejamnya


"Oke-oke, kamu serius amat sih Varel, by the way ruangan kamu bagus dan mewah banget, pasti betah ya jadi CEO di sini " tanya Mike


" Betah tidak betah harus saya jalani, kamu kan tau saya anak Tunggal, jadi siapa lagi yang akan mengurus usaha ini kalau bukan saya, papi mami saya sudah saatnya untuk menikmati hidup masa tuanya" kata Varel lagi


" Iya sih , tapi kamu ngak niat tuh kasih mereka mantu, umur kamu sudah lebih dari cukup untuk berkeluarga " tanya Mike serius


" Mantu dari mana, dari Hongkong " kata Varel memasang wajah kesalnya


"Kok dari Hongkong sih, dari Indonesia aja, kan banyak tuh cewek cantik, berjubel, kamu tinggal pilih yang mana, dan lagi siapa sih yang tidak mau sama CEO muda yang tampan seperti ini, andaikan ada gadis yang tidak mau, itu matanya harus di congkel dulu biar bisa melihat dengan jelas siapa kamu   "  kata Mike panjang lebar


"Bukan itu masalah nya, saya yang belum menemukan wanita yang saya mau" kata Varel lagi


"Ya cari donk Varel , klo ngak di cari ya tak akan Nemu lah " jawab Mike gemes pada Varel


" Sudah bertahun-tahun saya mencarinya, semua anak buah saya, sudah saya kerahkan, kemanapun Sampai sekarang saya tidak menemukan jejaknya " kata Varel sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya, di wajahnya kelihatan rasa putus asa dan beban berat , tapi Mike tidak tau apa itu, itu sebabnya dia datang  menemui Varel sahabatnya , pengen tau rahasia yang di simpan Varel selama ini padanya


" Varel kita sudah lama berteman dan bersahabat,sudah puluhan tahun, bahkan kita sudah satu atap bertahun tahun di negara orang, tapi sampai sekarang kamu belum bisa juga berbagi cerita suka dan duka mu pada ku" kata Mike memasang wajah sedihnya


Mendengar kata-kata Mike, Varel nampak terdiam dan berfikir.


" Mike bukannya saya tidak me anggap mu sahabat, tapi apa yang harus saya ceritakan kepadamu, kesedihan ku tentang  wanita yang saya cari-cari selama ini yang belum saya temukan " kata Varel sambil bertanya


" Saya tidak mau merepotkan siapapun dengan masalah saya " kata Varel melanjutkan lagi


" Varel aku tidak akan pernah merasa di repotkan,apa lagi olehmu sahabatku sendiri, aku bahkan lebih bahagia bila sahabatku ini bisa berbagi bebannya dengan ku, insyallah aku berjanji akan ikut membantu masalah mu itu , jadi ceritakan lah pada ku sahabat ku " kata Mike mencoba membujuk Varel


" Baiklah Mike saya akan cerita " kata Varel


Mendengar itu , Mike pun mengubah duduknya ke posisi nyaman siap mendengar apa yang akan di ceritakan sahabatnya

__ADS_1


" Mike, saya punya masa lalu, atau masa kecil yang menyakitkan, dari kecil umur 3 tahun saya dekat dan selalu bermain dengan anak tetangga saya yang umurnya lebih kecil dari saya 6 bulan,namanya Vera  kami selalu bersama kemanapun, bahkan ke sekolahpun kita selalu bersama dan satu kelas, kami selalu saling menjaga dan mendukung, dan kami selalu menjadi  juara kelas sampai pertengahan kelas 5 SD , kami sudah seperti adik kakak yang saling menyayangi dan melindungi, keluarga kami sudah seperti saudara, dan saat pertengah kelas 5 SD orang tua saya pindah ke Surabaya, dan kami pun terpaksa berpisah, saat itu  saya rasa langit sudah  runtuh , saya bertahun-bertahun menangisi perpisahan ini , suatu hari 3 tahun perpisahan kami, mami dan papi menemani saya ke Jakarta untuk bertemu Vera, tapi ternyata Vera dan keluarganya sudah menjual rumah nya pada orang lain


__ADS_2