Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 152 Menikmati Bulan Madu


__ADS_3

" Sayang ,, kenapa diam? Segitu terpesonanya ya sama suami ganteng kamu ini, hingga mas bertanya aja tidak di jawab" ucap Varel menggoda istri cantiknya itu sambil mencubit pipi Vera yang putih glowing itu


" Aduh mas,, sakit" teriak Vera manja


" Makanya , kalau mas bertanya di jawab " ucap Varel lagi


" Maaf ,, tadi mas Varel bertanya soal apa ya ?" ucap Vera bertanya pada suami tampannya itu


" Itu sayang, mas tanya , itu baju yang mau mas pake ya ?'' tanya Varel sambil menunjuk ke arah bajunya yang di taruh Vera tadi di tepi Ranjang


"Iya mas , pakailah " jawab Vera sambil main ponsel


Varel kemudian masuk ke walk in closed untuk berpakaian, setelah selesai berpakaian , Varel berjalan ke arah kaca meja rias, kemudian menyisir rambut dan menyemprotkan parfum ke tubuhnya , setelah selesai Varel berjalan mendekat Vera yang masih sibuk dengan ponselnya tersebut


"Asyik banget, lagi ngapain sayang?' tanya Varel sambil duduk di samping Vera yang bersandar di kepala tempat tidur


" Ngak lagi ngapain juga kok mas, hanya melihat-lihat status teman-teman di media sosial aja kok" jawab Vera lalu menaruh ponselnya di atas nakas


* Sayang ,, hari ini kita istirahat di kamar aja ya, jalan-jalannya besok aja ngak apa-apakan ? " ucap Varel pada istrinya sambil menyelipkan rambut Vera ke samping telinganya


" Ya Mas Varel, ngak apa-apa kok , terserah sama mas aja " jawab Vera lagi sambil tersenyum


" Makasih ya sayang,,, I Love you " ucap Varel sambil membawa Vera ke pelukannya lalu mencium kening istrinya tersebut


" I love you too mas " jawab Vera lagi sambil membalas pelukan suaminya tersebut

__ADS_1


" Sayang, makasih sudah menjadi istrinya mas , makasih sayang bisa ngertiin mas , mas bahagia dan merasa beruntung bisa memiliki kamu sayang , bahagia banget " ucap Varel lalu mengecup bibir istrinya tersebut dengan lembut


"Iya mas , sama-sama, Vera juga bahagia dan merasa beruntung juga bisa memiliki mas Varel " jawab Vera kemudian membalas kecupan Varel dengan lembut


Varel dan Vera saling mengecup dengan lembut, tangan Varel mulai bergerilya melepaskan kancing baju Vera satu persatu hingga tampak jelas dua gunung kembar Vera yang terbungkus bra hitam yang berenda-renda, kemudian merayap di dua gunung kembar favoritnya itu, Varel melepas kait penyanggah dua gunung tersebut di belang punggung Vera , lalu melempar bra tersebut ke sembarang tempat, mata Varel begitu nanar melihat pemandangan sepasangan gunung kembar yang menantang di depannya, kemudian tanpa di aba-aba tangan dan mulut Varel kembali merayap dan bermain di sana


"Aaah ,," desah Vera saat merasakan sensasi dari permainan mulut dan tangan suami tampannya itu ke seluruh tubuhnya


"Mendesah aja sayang, jangan di tahan " ucap Varel sambil terus memberi kenikmatan untuk istrinya sepuasnya


" Sayang,, kita menyemai benih siang ini , boleh ya ?" ucap Varel izin sama Vera sambil menurunkan segitiga pengaman Vera yang berwarna hitam dan transparan itu


" Iya sayang , boleh kok tapi jangan tergesa-gesa ya ? jawab Vera sambil mengangkat pinggulnya memberi kemudahan pada Varel untuk melepaskan ****** ******** tersebut


" Makasih sayang, semoga dengan rajinnya kita menyemai benih seperti ini , dedek bayi akan segera hadir di antara kita " ucap Varel lagi sambil mengecup bibir Vera dan bermain kembali di dua gunung kembarnya Vera tersebut kemudian terus turun ke bawah ke bagian inti Vera


Melihat nafas Vera sudah tidak beraturan lagi dan juga desahannya yang tidak berhenti, merasa sudah waktunya untuk bercocok tanam , Varel kemudian memasuki goa sempit Vera tersebut , dan bercocok tanam dilahan yang sudah basah tersebut menyebar benih unggulnya di sana


Setengah jam kemudian ,Varel terkulai lemes di atas tubuh Vera dengan bermandikan keringat


" Makasih ya sayang , love you " ucap Varel lalu mencium kening istrinya tersebut , setelah itu berpindah ke samping Vera sambil mengatur nafasnya,


" Iya mas , ngak usah terimakasih juga , toh kita sama-sama menikmatinya " jawab Vera lagi sambil mengatur nafasnya


" Sayang,, capek ya ?" tanya Varel memiringkan badannya menghadap pada Vera yang masih sama-sama telanjang dengannya itu

__ADS_1


" Iya mas , capek dikit " jawab Vera apa adanya


" Kalau gitu kita istirahat dulu?" ucap Varel sambil menaruh kepala Vera dan menaruhnya di atas lengannya yang berotot, kemudian memeluk tubuh Vera sambil *******-***** dang mengusap dua gunung kembar Vera pelan-pelan


"Baik mas, jawab Vera sambil memejamkan matanya membiarkan tangan suaminya bermain di dadanya


Tepat jam tiga sore waktu setempat , Varel terbangun dari tidurnya yang masih dalam keadaan tidak berbusana tersebut , dan melirik istrinya yang masih tertidur nyenyak di dalam pelukannya


"Dalam keadaan tidurpun kamu tetap cantik sayang " ucap Varel sambil memperhatikan wajah dan tubuh istrinya yang juga masih telanjang tersebut


Varel kemudian pelan-pelan bangkit dan menaruh kepala Vera di bantal , kemudian menutupi tubuh Vera dengan selimut lalu turun dari ranjang, dan berjalan menuju ke kamar mandi


Tidak cukup lima menit, Vera sudah keluar lagi dari kamar mandi, dan kembali naik ke atas ranjang, dan membuka selimut Vera , lalu tanpa ragu-ragu Varel mengecup bibir Vera dengan lembut , setelah itu turun ke bawah ke puncak gunung kembar Vera, dengan tidak bermaksud membangunkan Vera , Varel dengan hati-hati dan dengan pelan sekali , meremas dan menghisap dua gunung kembar Vera bergantian seperti bayi yang menyapih,,


"Aachh ,,, " terdengar Vera mendesah dalam keadaan Mata yang masih terpejam


'Apa Vera berada di alam mimpi ya saat mendesah barusan? kasihan kalau saya membangunkannya, lebih baik saya bekerja sendiri menikmati tubuh indah Vera ' ucap Ryan di dalam hati sambil terus bermain sepuasnya di tubuh Vera yang tampak tertidur lelap itu


"Aaaach ,, mas ? mas lagi ngapain,?" ucap Vera terbangun dari tidurnya dan mendapati suaminya lagi bermain di atas dadanya


" Maaf sayang, mas barusan terbangun, melihat sayang yang tidur tanpa busana ini, Varel yunior sudah bangun aja, dan karena tidak mau menganggu tidurnya Vera , mas bermain sendiri aja " jawab Varel cerita apa adanya


" Oouh,, ya ngak apa-apa sayang , selagi Vera mampu dan sehat, Vera akan layani mas , karena itu sudah kewajiban Vera sebagai istri untuk memuaskan mas , mari sayang " ucap Vera sambil memeluk tubuh suaminya , lalu mengecup bibir Varel dengan lembut


"Ini sayang, nikmatilah sepuasnya, jangan main sendiri lagi " ucap Vera sambil mengarahkan wajah Varel ke dua gunung kembarnya, siap untuk di remas atau di hisap

__ADS_1


"Terimakasih pengertiannya sayang , mas janji akan membahagiakan Vera sampai maut memisahkan kita " jawab Varel lalu menikmati tubuh indah Vera sepuasnya tanpa terikat oleh waktu, dan kini adalah saatnya menikmati indahnya bulan madu yang sudah lama tertunda dengan pekerjaan yang selalu menumpuk tidak ada habisnya itu


__ADS_2