
Satu Minggu kemudian, papa dan mami Varel belum dapat solusi juga tenang bagaimana cara mengatasi Varel bila jadi pindah ke Surabaya, padahal waktunya sudah semakin dekat
Malam ini setelah habis makan, Bara berembuk lagi dengan istrinya bagaimana cara terbaik membawa Varel jauh dari Jakarta dan berpisah dengan sahabat kentalnya dari kecil Vera tanpa ada resiko ke Psikisnya Varel nanti
" Mami bagaimana kita minta pendapat pada Felly dan Fito masalah kita ini, soalnya Vera anak mereka pasti tidak akan terima juga dengan kenyataan ini, kita tidak tau ini ntah kenapa, anak-anak kita jadi seperti ini, orang bersaudara kandung saja berpisah, tidak seperti anak-kira ini " kata Bara memberikan usulan pada istrinya dan sekalian merasa aneh dengan sifat anaknya, juga sifat anak Fito Vera.
" Mungkin karena anak-anak ini merasa kesepian dan tidak punya teman bermain dari kecil karena anak semata wayang, pas bertemu dan berteman, mereka jadi merasa tidak kesepian lagi, maka terjadilah rasa saling membutuhkan, hingga terjadilah hubungan persahabatan yang kental, jadi barangkali persahabatan atau pertemanan mereka ini bagi mereka sudah menjadi sebuah kebutuhan hidup yang tidak bisa di Abaikan. itu barang kali ya Pi " kata Hanifah memberikan pendapatnya
" Bisa jadi begitu mi " jawab Bara
" Kalau begitu kita cari waktu yang tepat saat anak-lagi pergi sekolah kita berdua datangi rumah Felly dan kita cari solusinya bersama-sama " kata maminya Varel
" Baiklah mi , papi lihat jadwal waktu kerja papi yang longgar besok pagi dulu, kalau ada waktu longgar kita ke rumah Fito setelah mengantar Varel dan Vera ke sekolah " kata Bara lagi
" Bagus lah Pi, makin cepat selesai masalah ini makin baik " kata Bu Hanifah pada suaminya
Besoknya pagi- pagi sekali Bara bangun lebih awal dari biasanya, dan mengecek imeil yang di kirim sekretarisnya jadwal kerjanya, Bara bersyukur ada waktu luang sampai jam 10 karena tidak ada jadwal meeting pagi
__ADS_1
Kali ini yang mengantar Varel dan Vera sekolah adalah Bara, Bara yang menawarkan diri untuk mengantar kedua anak-anak itu biar cepat dan segera balik ke rumah dan berkunjung ke rumah Fito.
Sebelum berangkat tadi Bara sudah mengabari keluarga Fito maksud mereka yang akan bertamu pagi ini habis mengantar anak-anak ke sekolah, Bara mengabari Fito pagi-pagi karena takut Fito buru-buru berangkat kerja sebelum mereka datang.
Akhirnya merekapun sudah berkumpul di ruang keluarga di rumah Fito dan Felly.
" Begini Fito, maksud kedatangan kami datang ke mari adalah pengen musyawarah untuk mencari solusi masalah kami atau bisa juga masalah kita " kata Bara membuka cerita
" Terus ini masalah apa ya Bara, kok pake kata masalah kita maksudnya apa". Tanya Fito heran
" Begini Fito, saya berencana dalam waktu dekat, habis Varel terima lapor, bermaksud mau pindah ke Surabaya, induk perusahaan saya yang di sana, yang di pimpin sama papa saya sendiri mengalami masalah besar, jadi saya sekeluarga di minta sama papa saya untuk pindah ke Surabaya untuk membantunya menyelesaikan masalahnya.
" Waah itu berarti kita akan berpisah donk " jawab Felly sedih
" Yeah , ke paksa Felly, nanti bila ada waktu datanglah berlibur ke Surabaya bawa Vera juga dan nginapnya di rumah kami saja, dan sementara kita masih bisa telponan" kata Hanifah sedih juga
Mereka para orang dewasa ke dua keluarga ini saja cukup berat dan merasakan sedih juga untuk berpisah, apalagi mereka sudah seperti keluarga, namun dengan Mendengar cerita dari Bara, Fito dan Felly pun merasakan hal yang sama, karena Vera pernah panik seperti itu saat keluarga Varel pulang ke Bandung 2 hari untuk menghadiri pernikahan adik perempuan Hanifah, Vera menangis histeris,tidak mau makan juga, dan selalu datang mengetuk pintu rumah Varel tiap hari sampai malam.
__ADS_1
" Kalau begitu susah juga mencari solusinya ya Bara" kata Fito
" Jadi gimana donk " tanya Hanifah murung
" Hmmm,, sekarang begini saja Ma Bara, kita bersandiwara mengarang cerita pada anak-anak seolah keluarga kalian di Surabaya ada masalah, dan harus di surabaya dulu sampai masalahnya selesai, dan kalau sudah selesai bilang kalau kalian akan balik ke sini lagi, bilang saja di Surabaya selama satu bulan, setelah sampai di sana kalian bisa cari alasan apa saja belum bisa balik ke Jakarta, dan kalau Varel bilang tidak bisa lama-meninggalkan Vera, kalian bisa bilang kalau Vera akan datang ke Surabaya menemui Varel, tapi masih mencari waktu yang tepat, dan kami pun disini akan memberikan cerita yang sama pada Vera. Yang penting kita harus selalu bersama anak kita dan selalu memberikan perhatian yang lebih dari sebelumnya " kata Felly memberikan usulan dan solusinya
" Itu alasan yang bagus juga, pokoknya kita harus tanamkan harapan pada anak-anak kita kalau mereka pasti akan bertemu kembali setelah urusannya sudah selesai " kata Hanifah menambahkan usulan
" Iya , pokoknya kita harus cerita dan memberikan alasan yang sama untuk anak-anak kita, mudah-mudahan mereka bisa menerima dan mengerti dengan keadaan kita semua" kata Bara
Dan begitulah, akhirnya keluarga Bara dan keluarga Fito mencapai satu kesepakatan perjanjian, yaitu memberikan sebuah alasan dan janji yang sama untuk anak-anak demi bisa bertemu lagi di masa depan setelah masalah di keluarga Varel selesai.
" Ohya Felly, untuk sementara sampai anak-anak terima lapor, saya mohon rahasiakan ini dulu kabar ini dari anak-anak " pinta Hanifah
" Baiklah Hanifah " jawab Felly
Setelah mendapat solusi dan kata sepakat merekapun pamit pulang dan Bara langsung berangkat kerja kekantor, begitu juga Fito, dan Hanifah pun pulang ke rumahnya yang berjarak 100 meter dari rumah sahabatnya Felly
__ADS_1
Sementara menunggu waktu yang tinggal menunggu hari, Hanifah dan Bara secara diam-diam telah mulai mengemas barang-barangnya yang di anggap penting dan langsung mengirimnya ke Surabaya terlebih dahulu, biar Varel tidak kaget dan merasa akan pergi lama atau pindahan.
Surat pindah sekolah Varel pun sudah di urus secara diam-diam oleh orang tua Varel,, dan guru di minta tidak memberitahukan Varel, atau Vera dengan kepindahan ini, guru- guru pun bisa mengerti karena mereka tau bagaimana Vera dan Varel di sekolah yang bagaikan kakak adik dan sahabat kental yang tak terpisahkan dari masuk sekolah sampai kelas 5 SD saat sekarang ini