Kisah Cinta Varel Dan Vera

Kisah Cinta Varel Dan Vera
Bab 42 Cerita Marshcel


__ADS_3

" Hmmm,, benar apa yang kamu bilang Monica ,semoga saja sahabat kita Vera alias Rosa berjodo dengan bos kita Pak Levi dan menjadi keluarga yang samawa " ucap Rehan membenarkan ucapan Monica


" Aamiiin ,, semoga aja ya " jawab Rehan lagi


Di ruangan di lantai 20 , di ruangan Direktur , Marshcel dan asistennya Aldo lagi istirahat setelah makan siang


" Cel , bagaimana kabarnya bos Levi , apa dia sudah menemukan sahabat masa kecilnya itu ?" tanya Aldo penasaran


" Katanya sudah sih , katanya Bos Levi dan kedua orang tuanya lagi menunggu tante Felly atau mama sahabat nya itu sembuh dulu " jawab Marshcel menjelaskan pada temannya dan sekalian asistennya itu


" Sebegitu dekat kah mereka ? hingga bos Levi dan kedua orang tuanya jauh- jauh datang ke sana dan menunggui Tante Felly sampai sembuh juga ? "


" Yeah ,,begitulah , mereka dekat dari bos Levi berumur 3 tahun , hubungan mereka sudah seperti saudara , bos Levi sangat menyayangi anak mereka yang bernama Vera , yang kita kenal Arsitek Rosa itu , bos Levi dan Vera tumbuh bersama dan sekolah juga di tempat dan kelas yang sama , waktu mereka kelas 5 SD di pertengahan , mereka terpaksa berpisah , bos Levi di boyong pindah ke Surabaya oleh orang tuanya , dan keluarga Vera tetap di Jakarta, karena perpisahan itu lah sikap bos Levi berubah drastis , dari periang dan mudah senyum, menjadi dingin dan arogan,dia sempat depresi juga karena perpisahan itu , semenjak itu dia tidak pernah lagi berteman atau dengan wanita mana pun , suatu hari waktu bos Levi kuliah di Belanda , ada seorang gadis teman kuliahnya mencoba mendekatinya, waktu gadis tersebut mencoba menyentuhnya, bos Levi reflek mendorong kuat cewek tersebut hingga tersungkur ke lantai, lalu melap dengan tisu bekas tangan cewek tersebut ,seperti jijik begitu dengan sentuhan tersebut , dan begitu juga dengan Vera , menurut cerita yang saya dengar, Vera juga mengalami masa sulit setelah perpisahan itu, Vera juga sempat depresi dan selalu berdiri di depan rumah lama pak Levi yang tidak jauh dari rumahnya, setiap hari sambil menangis dan menyebut nama Levi , dan karena tidak tahan melihat penderitaan Vera anak mereka , lalu orang tua Vera menjual rumahnya itu dan pergi meninggalkan Jakarta , tidak satu orang pun yang tau kemana mereka pindah, termasuk semua karyawan mereka yang ada di kota Jakarta ini " ucap Marshcel menceritakan sedikit tentang sepupunya Varel Palevi Prasetyo


" Wow ,,, segitunya kah pak Levi dan Vera saling menyayangi ? dan pak Levi menjaga hatinya ?" tanya Aldo kagum melihat kesetiaan pemilik perusahaan tempat dia bekerja saat ini


" Ya ,, begitulah, mereka tidak bisa di pisahkan , dari kecil mereka saling menyayangi dan selalu bersama-sama kayak anak kembar, dan setelah pak Levi balik ke Indonesia dua Tahuan yang lalu , Pak Levi telah menugaskan orang-orangnya untuk mencari keberadaan Vera, tapi nihil , dan tanpa di sadari oleh pak Levi , Vera orang yang dia cari selama ini ternyata bekerja di kantor ini juga di lantai 15 , yang di kenal dengan nama Rosa si arsitek andalan perusahaan ini , Pak Levi tidak menyadari kalau kode inisial VRP di sudut rancangan gambarnya adalah nama Vera ,gadis yang dia cari selama ini, yaitu Vera Rosalina Putri yang resign sebelum pak Levi menyadari kalau gadis itu adalah wanita yang dia cari selama ini " ucap Marshcel melanjutkan ceritanya lagi

__ADS_1


" Ouh ,, begitu ya ceritanya , pantas aja mereka semua pergi menyusul Vera ke London sana dan mempercayakan perusahaan nya ini pada kamu " ucap Aldo setelah tau ceritanya dan penasaran pengen kenal dengan pak Levi dan Vera suatu hari nanti


" Yah ,, begitulah mereka percaya sama saya ,karena saya satu-satunya sepupu pak Levi dari Tante Hanifah maminya " jawab Marshcel menjelaskan


" Oh ,, pantas aja ya ?" ucap Aldo mengerti


" Oh ya Aldo bagaimana pembangunan proyek rumah sakit kita itu ? apa sesuai dengan gambar dan draf nya ? " tanya Marshcel lagi


" Alhamdulillah pembangunan proyeknya berjalan lancar Cel, dan sesuai dengan draf nya juga , dan juga sesuai dengan target waktu pengerjaannya juga " jawab Aldo menjelaskan


" Terus kualitas material nya bagaimana ? apa sudah di chek ? " tanya Marshcel lagi


"Baiklah kalau begitu , baguslah semua sesuai dengan rencana , kamu awasi terus pembangunan proyek tersebut , kunjungi dan chek terus bersama arsitek yang ahli material sekali dua hari , siapa tau ada yang mencoba mencurangi kita dengan menukar kualitas bahan material nya , di sini nama baik perusahaan kita jadi taruhannya " ucap Marshcel pada sahabatnya itu


" Ya Cel, itu pasti, percayakan semua sama saya , saya akan selalu bawa Rehan atau Monica untuk chek ke lapangan " jawab Aldo lagi merasa bersyukur dapat kepercayaan dari sahabatnya mengurus proyek raksasa itu


Aldo bersyukur dan bisa belajar langsung berbisnis properti dari pengalaman nya ini , dia ingin suatu hari ini nanti, selain menekuni di bidang kuliner ,dia juga pingin menekuni dunia properti dari sekarang

__ADS_1


" Oh ya Aldo , proyek rumah susun kita itu bagaimana pelaksanaannya ? sudah berapa persen kah pengerjaannya ? " tanya Marshcel lagi


" Oh itu , sudah tujuh puluh lima persen Cel , sampai sekarang , masih sesuai dengan target juga penyelesaiannya " jawab Aldo lagi


" Baiklah kalau begitu , yuk kita kerja lagi ,silahkan meninggalkan ruangan ini " ucap Marshcel sambil membuka laptopnya


" Baik bos , siap " jawab Aldo ,lalu pergi meninggalkan ruangan direktur tersebut dan masuk ke ruangannya yang ada di sebelah ruangan direktur itu


Drrrrt ,,, drrrrt,,, drrrt handphone Marshcel nyala , dan tertulis nama Bos Levi di sana ,lalu Marshcel mengangkat nya


" Hello Marshcel, kamu lagi dimana " tanya Levi di sebrang sana


" Hello juga, ini saya lagi di kantor , ada kabar apa ya ? , apa Tante dan om baik-baik saja di sana " tanya Marshcel pada Varel


" Alhamdulillah mami dan papi baik , saya hanya pengen chek pengerjaan proyek rumah sakit mewah rancangan Vera tersebut, sudah sampai dimana , tolong kamu kirim datanya ke imeil saya, juga foto-foto terbaru nya , saya pengen lihat " jawab Varel di sebrang sana pengen chek pengerjaan proyek raksasa tersebut


" Baik Varel , saya akan kirim data ya ke imeil kamu , dan untuk foto terbarunya ,saya akan suruh asisten saya bersama Monica untuk mengambil foto terbarunya sekalian untuk chek juga ke lapangan hari ini juga " jawab Marshcel

__ADS_1


" Baiklah Marshcel, jangan mereka berdua saja yang chek, kamu juga harus ikut mengecek ke sana " perintah Varel pada Marshcel


" Baiklah kalau begitu, saya akan berangkat hari ini juga " jawab Marshcel lagi sambil menutup laptopnya dan menyusun surat-surat laporan yang ada di atas meja nya


__ADS_2