Ku Tembak Cintamu 2x

Ku Tembak Cintamu 2x
Masuk Sekolah


__ADS_3

Jam di tangan Erina sudah menunjukkan pukul 6.55 menit. 5 menit lagi bel masuk akan berbunyi. Turun dari angkot Erina langsung berlari menuju sekolah. Jarak dari jalan raya ke sekolah nya sekitar 300 meter.


Erina terus berlari.


"Haduh gawat, tinggal 2 menit lagi. Semoga masih keburu" dengan nafas yang terengah-engah Erina berlari menuju gerbang sekolah.


Tak lama kemudian terdengar suara


TTTTTEEEEEETTTTTT......


suara bel telah berbunyi, pak Jono security sekolah sudah siap mendorong pintu pager.


Saat pintu akan tertutup, tiba-tiba ada sebuah motor yang masuk dan menahan pintu gerbang. Pas banget Erina baru nyampe. Erina sejenak berdiri seperti patung karena dia pikir dia sudah terlambat dan ga bisa masuk. Tiba-tiba Dimas, sipengendara motor itu memberi perintah agar Erina segera masuk.


"Cepet masuuukkkk...!!! "


Erina yang tadi terdiam langsung mematuhi perintah cowok itu.


"Makasih pak Jono... " ucap Dimas santai.


Pak Jono hanya menggelengkan kepalanya melihat kebiasaan buruk Dimas yang kalau datang ke sekolah selalu mepet.


Setelah berhasil masuk, Erina menoleh ke arah Dimas untuk mengucapkan terima kasih. "Makasih ya kak" ucap Erina sambil tersenyum.


Dimas hanya membalas anggukan saja dari balik helm full face nya.


"Cantik banget tuh cewek, kok gw ga pernah liat ya? Batin Dimas.


Tanpa pikir panjang Dimas langsung menuju ke tempat parkiran motor di samping sekolahnya. Dan langsung menuju ke kelasnya.


######


Seperti biasa kalau jam istirahat anak-anak menyerbu makanan di kantin. Kali ini Dimas ga kepengen ke kantin. Tadi pagi dia sarapan nasi goreng dan perutnya belum laper banget. Dia memilih untuk bermain basket aja. Tiba-tiba


"Dim..." Rio langsung merangkul bahu Dimas dan membuatnya kaget.


"Kaget gue... Ngapain sih loe?" ucap Dimas agak ketus.


"Kantin yuk.. Laper Gue" ajak Rio.


"Gue ga begitu laper bro, main basket aja yuk" ajak Dimas


"Yaelaaaahhh... gue laper broooo..." wajah laper Rio sama sekali tak membuat Dimas merasa kasihan kepadanya.


"Ntar siang aja pas istirahat jam ke 2 kita makannya. Lagipula kalau sekarang, kantin pasti rame banget"


"Tapi loe traktir gue ya... "rayu Rio


"Hmmm... Dasar cowok ga modaaaaallll... "


"Hahaha... Jangan gitu dong pren.. Jelek jelek gini, gue kan sobat sejati loe.. Ya nggak...?"


"Huft, Sobat sejati kalau ditraktir doang"


"Iddiiihh... sorry yeee... Gue ini teman yang memiliki taste yang tinggi. Gue juga tipe orang yang sangat setia, bahkan kalau loe minta hati gue, dengan senang hati akan gue kasih sepenuhnya buat loe.."


"Najiiiisssss... "


"Hahahahahaaaaa.... " tawa Rio lepas banget.


"Yuk lah kita main basket! " ajak Dimas dengan sedikit memaksa.


Dimas termasuk salah satu cowok cakep d sekolah. postur body nya yang tinggi dan tegap, kulitnya putih bersih, rambut yang agak panjang sedikit tapi masih terlihat rapi membuat banyak cewek-cewek di sekolah nya pada caper alias cari perhatian kepadanya.


Namun sampai saat ini, dia sudah kelas 12 entah kenapa, Dimas masih belum mau menambatkan hatinya pada salah satu cewek. Statusnya masih jomblo guys...


######

__ADS_1


Plak.. plak.. plak...


Terdengar suara drible bola basket yang sedang dimainkan Dimas dan Rio. mereka berdua bermain dengan riang. Dua menit mereka bermain Fino dan Radit join untuk bermain. Akhirnya mereka memutuskan untuk tanding. Istirahat jam pertama 15 menit. Lumayanlah buat olahraga cari keringet. Mereka bermain sangat seru. Sampai mereka tidak sadar kalau banyak yang menonton mereka bermain terutama para cewek-cewek.


Permainan pagi itu lumayan seru. Ditambah lagi sorakan-sorakan dari penonton yang membuat permainan makin seru.


Dimas emang jagonya bermain basket. Setiap pertandingan antar sekolah, Dimas dan team pasti selalu menang. Entah juara 1 atau 2.


Maka dari itu Dimas sangat familiar di mata para guru.


"Rio... Oper sini" teriak Dimas kepada Rio agar bolanya dilempar ke arahnya. Dengan cepat Rio melempar bola itu ke arah Dimas.


Postur tubuh Dimas yang tinggi membuat bola itu dengan mudah d tangkap olehnya.


Bbruukkkk....


(Bola berhasil masuk ring dengan selamat)


Cewek-cewek seperti biasa langsung bersorak senang.


Saat ini bola ada ditangan Dimas. Dia bermaksud meng oper bolanya ke arah Rio.


"Riooo.... Tanggkkaaaaapppp...." teriak Dimas.


Ternyata bola Dimas terlalu melambung tinggi ke udara.


BOOUUGGHHH...


"AAAARRRRGGGGHHHH..... "


Terdengar suara anak cewek yang teriak.


Ternyata bola itu melesat mampir ke punggung Erina.


Erina yang baru selesai makan dari kantin dan akan kembali ke kelas tidak sengaja terkena tembakan bola Dimas yang lumayan kencang. Saking kencangnya itu bola, Erina sampai jatuh tersungkur ke lantai.


"Rin, loe ga pa pa? " tanya Adel teman 1 kelas Erina.


"Kurang ajaaarr... Siapa sih yang sengaja nglempar ini bola? " Tasya temen 1 kelas Erina sangat gemes liat temennya terjatuh.


"Tau nih... Iseng banget ih" tambah Chika.


Dari kejauhan nampak Dimas sambil lari menuju ke arah Erina.


"Sorry yaaa... Gw ga sengaja nglempar bola ini keluar" Dimas merasa ga enak hati melihat Erina yang terlihat kesakitan.


"Apa loe bilang?? Ga sengaja??? Loe liat temen gw sekarang!!! Gara-gara elooo... Punggungnya jadi sakit!!! " Tasya yang dari tadi udah gemes makin tinggi emosinya.


"Tasya udah, gue ga apa-apa kok" ucap Erina.


"Ini kan cewek yang tadi pagi" batin Dimas.


"Eemmm... Sorry banget ya... Sumpah gue ga sengaja ngelempar ini bola keluar apalagi sampai ngenain punggung loe. Sorry yaaaa.... " Dimas berusaha meyakinkan Erina kalau dia memang ga sengaja.


"Iya ga apa-apa. Lain kali tolong lebih hati-hati ya" ujar Erina singkat.


"Makasih ya. Loe udah mau maafin gue" ucap Dimas sambil tersenyum. Erina tak menjawab. Dia hanya membalasnya dengan senyuman tipis.


Erina dan ketiga temennya langsung meninggalkan Dimas menuju kelasnya tanpa memperdulikan Dimas yang masih berdiri termangu dengan penyesalannya.


######


TTTTTEEEEEETTTTTT......


Suara bel terdengar sangat lantang tanda jam istirahat sudah selesai. Semua siswa langsung masuk menuju ke kelas nya masing-masing.


Dimas yang masih memegangi bola basketnya berjalan ke kelas sambil melamun. Dia masih teringat kejadian tadi. Perasaan tak enak karna sudah melukai cewek.

__ADS_1


Rio sedari tadi memandangi sobatnya Itu dengan tatapan aneh. Karna Dimas jarang banget melamun seperti ini.


"Wwwoooyyy.... ngelamun om?? " gertak Rio.


Sekejap lamunan Dimas jadi buyar.


"Kenapa loe bro? Tumben banget loe ngelamun? " tanya Rio penasaran.


"Gue jadi ga enak banget sama itu cewek. Kira-kira punggungnya kenapa-kenapa apa enggak ya? Ini bola kan lumayan keras. " ucap Dimas khawatir.


"Ciiieeee... Ada yang khawatir nih ceritanya??? Asssiikkk... Sohib gw mulai normal ini nampaknya " goda Rio sambil cengengesan.


Plak...


Satu pukulan ringan mendarat dikepala Rio.


"Dasar aneh. Gue serius... " Dimas berjalan meninggalkan Rio menuju kelasnya.


Rio hanya melongo melihat perlakuan dari sohibnya itu dan masuk ke kelas.


#######


(Di kelas Erina)


Erina, Tasya, Adel dan Chika adalah empat sekawan yang solid banget. Kemana-mana selalu bareng. Tempat duduk mereka juga depan belakang. Walaupun mereka memliki perbedaan latar belakang ekonomi ataupun sosial, namun mereka saling menghargai itu. Persahabatan mereka tidak mengenal derajat ekonomi. Yang terpenting bagi mereka ada kepedulian dan kejujuran dalam membina persahabatan. Makanya Mereka sangat cocok disemua hal. Untuk urusan cowok mereka juga akan mengkomunikasikan dengan baik. Sehingga tidak ada kesalahpahaman di antara mereka mengenai perasaan terhadap cowok.


"Rin... " tiba-tiba Chika membuka keheningan ditengah-tengah pelajaran.


"Hhhmmm.... " jawab Erina cepat karna sedang menulis.


"Loe tau ga siapa cowok tadi yang dah nglempar bola ke punggung loe?"


"Ga tau? Aya naon teh? "tanya Erina.


"Dia itu namanya Dimas. Anak basket guys... " jelas Chika.


"Trus??? " tanya Erina santai.


"Ya ga ada trus... Gw cm kasih info aja sama loe... Dia anak kelas 12" jelas nya lagi.


"Loe tau darimana kalau itu cowok namanya Dimas? " Selidik Erina


"Satu sekolahan ini juga tau keles siapa dia. Atlet basket di sekolah kita yang terkenal jago dan selalu menang disetiap pertandingan antar sekolah" lanjut Chika dengan percaya diri.


"Oo... begitu" jawab singkat Erina.


"Ganteng ya Rin" sambil tersenyum malu.


Erina ga menjawab pertanyaan Chika, dia hanya melempar senyum geli melihat tingkah temennya itu.


Tiba-tiba terdengar suara pak Budiono guru Fisika yang membuat semua siswa kaget.


"Oke anak-anak, pelajaran bab ini selesai. Minggu depan kita ulangan."


"Hhhaaaahhhh..... ULANGAN???? males banget deh gw" kata Tasya sambil menepok jidatnya.


"Namanya juga masih jadi siswa jenk... Ya ga bakal lepas sama istilah ULANGAN..." Goda Adel kepada Tasya.


"Udah... Jalanin aja. Yang penting kita belajar. Pasti bisa kok. " Erina mencoba menyemangati temen-temennya.


.


.


.


.

__ADS_1


Hai Readers...


Terima kasih sudah mampir ya... 😘


__ADS_2