Ku Tembak Cintamu 2x

Ku Tembak Cintamu 2x
Salah Paham


__ADS_3

Ga pernah di sangka kalau ternyata Tasya akan mengalami patah hati dari sebuah penghianatan. Awalnya mereka akan membuat Erina menjadi ceria kembali, namun sekarang malah di tambah Tasya yang terluka.


Senin pagi Tasya memasuki kelas dengan rona wajah biasa tanpa beban. Teman-temannya saling melempar tatapan kebingungan dan tanda tanya. Raut wajah Tasya sungguh tidak mencerminkan kesedihan seperti yang di perlihatkan Erina. Meski Erina mencoba untuk menutupinya, namun rona kesedihannya masih tetap bisa terlihat.


"Morning Tasya... " sapa Adel sambil tersenyum.


"Morning Adel. " jawabnya sambil mendudukkan dirinya di kursi miliknya.


"Tasya, loe baik-baik aja kan?" tanya Erina dengan hati-hati jangan sampai membuat Tasya tersinggung.


"I am okay, baby" jawabnya lagi sambil tersenyum yakin.


Erina juga tersenyum melihat Tasya yang tersenyum tanpa beban.


Pelajaran demi pelajaran sudah di lalui. Bel istirahat pun berbunyi. Mereka ga langsung bergegas menuju kantin. Tapi mereka memilih untuk berbincang-bincang sebentar.


"Tas, loe yang sabar ya. Semua orang pasti punya masalah. Mungkin kali ini masalah lagi menimpa loe sama Erina" Ucap Chika sambil menyentuh tangan Tasya, membuka pembicaraan.


Erina yang mendengar namanya disebut jadi terkejut dan mencoba untuk mengelaknya.


"Kok nama gue dibawa-bawa segala Chik?"


"Udah deh, loe ga usah pura-pura seolah-olah kalau loe itu lagi baik-baik aja. Kita semua udah tau kok perihal putusnya hubungan loe sama Dimas" sambung Chika dengan pede nya.


Erina membulatkan matanya ga percaya dengan apa yang ia dengar. Ternyata semua teman-temannya sudah pada tau tentang masalah pribadinya? Pasalnya, Erina ga pernah menceritakan perihal putusnya hubungan dia dengan Dimas kepada teman-teman nya itu.


"E-elo kok bisa tau Chik? Tau darimana?" tanya Erina penasaran.


"Bukan hal yang penting gue tau dari siapa" jawab Chika sambil menggerakkan hidungnya yang mancung.


"Kalian Ga usah terlalu khawatir sama gue. Gue baik-baik aja kok. Airmata gue terlalu berharga untuk menangisi cowok brengsek macam Ferry" ucap Tasya sambil mengembangkan senyumannya.


Melihat wajah Tasya yang mengembangkan senyuman, semua teman-temannya juga ikut tersenyum senang melihat nya.


"Kantin yuk. Gue laper nih" ajak Tasya seketika.


"Tapi loe ga akan berbuat yang aneh-aneh kayak Erina kan Tas?" ucap Chika menyindir Erina yang pernah berbuat hal gila beberapa waktu yang lalu.

__ADS_1


Tasya menggelengkan kepalanya sambil terkikik. Wajah Erina langsung memerah karna malu dengan sindiran fakta dari Chika terhadapnya.


############


Erina and gank berjalan ke kantin seperti biasa sambil bercanda gurau. Walau mereka statusnya teman, namun kedekatan mereka sudah seperti saudara yang saling membutuhkan satu sama lain.


Di kantin, sudah ada Dimas dan Rio yang sudah terlebih dahulu datang. Dimas dan Rio sudah memesan makanan dan sudah menyantapnya. Tak lama dari makanan mereka datang, tiba-tiba Wulan datang dan langsung duduk di meja yang sama dengan mereka.


"Hai kak Dimas, kak Rio. Aku boleh ya duduk di sini gabung sama kalian" ucap Wulan memelas sambil melempar senyum.


"Boleh, duduk aja" jawab Dimas cepat dan melanjutkan kembali makannya.


Tak lama kemudian pesanan makanan milik Wulan pun datang. Wulan menyantap makanannya dengan tenang.


"Kak Dimas kamu makan apa?" tanya Wulan di sela-sela makannya.


"Biasa. Nasi pake ayam. Loe makan apa?" jawab Dimas yang balik bertanya.


"Nih Aku makan sate ayam" jawab Wulan lagi.


Mata Wulan tiba-tiba melihat rombongan Erina and gank yang akan memasuki kantin. Akal licik Wulan pun langsung muncul. Wulan memaksa untuk menyuapkan makanan miliknya ke mulut Dimas. Awalnya Dimas menolak. Tapi karna Wulan memaksa terus, akhirnya Dimas mengabulkan permintaan Wulan.


"Ga makasih. Gue juga makan ayam. Sama aja"


"Tapi ini beda kak. Enak banget, beneran deh. Cobain nih aaaa.... " ucap Wulan sambil menyodorkan satu tusuk sate miliknya dan Dimas memakan nya dengan santai.


"Kak Dimas, aku juga mau dong nyobain makanannya kakak. Kayaknya itu enak" rengek Wulan.


"Gue pesenin aja ya buat loe" jawab Dimas yang merasa risih dengan permintaan Wulan.


"Aku ga bakal abis kalau kakak pesen 1 porsi. Aku cuma mau nyobain sedikit aja kok. Boleh ya. Tolong suapin aku kak, dikit aja" rengek Wulan lagi sambil memelas.


Karna Dimas lagi ga pengen debat sama Wulan, akhirnya Dimas mengabulkan permintaan Wulan untuk menyuapi makanannya ke mulut Wulan. Wulan tersenyum bahagia menerima suapan makanan dari Dimas. Matanya melirik ke arah Erina dengan senyuman yang sangat puas.


Kegiatan suap-suapan yang dilakukan oleh Wulan dan Dimas terlihat sangat jelas di mata Erina. Dada Erina sontak terasa panas dan sesak melihat pemandangan pahit yang telah terjadi di hadapannya. Matanya mulai terasa dipenuh oleh air mata. Rasanya ia ga akan sanggup untuk tetap melangkahkan kakinya memasuki kantin.


Teman-teman nya yang melihat Erina berdiri terpaku, hanya bisa ikut terdiam tanpa bisa berbuat apa-apa. Nafsu makan Erina dalam sekejap langsung hilang.

__ADS_1


"Guys, gue ke kelas dulu ya. Kalian duluan aja" ucap Erina yang langsung pergi melangkahkan kakinya meninggalkan teman-temannya.



Tasya, Adel, dan Chika saling bertatapan kebingungan. Tasya yang masih terbakar emosi dengan penghianatan Ferry, menjadi kembali emosi dengan perilaku yang dipertontonkan Dimas dan Wulan.


Tanpa pikir panjang Tasya langsung menghampiri Dimas yang masih asik dengan makanannya dan langsung menggebrak mejanya. Dimas tersentak kaget luar biasa dengan perilaku Tasya kepadanya. Dimas membulatkan matanya yang tajam dan mengancam ke arah Tasya.


"MAKSUD LOE APA SENGAJA SUAP-SUAPAN DI DEPAN ERINA??? LOE SENGAJA PAMER KEMESRAAN DI DEPAN TEMEN GUE, HAH??" ucap Tasya ke arah Dimas. Emosi Tasya sungguh meledak-ledak tanpa kendali.


"Eh, loe siapa? Kurang ajar banget tiba-tiba dateng main gebrak-gebrak meja orang. Loe ga pernah diajarin tata krama sama orang tua loe?" ucap Wulan yang ga kalah marahnya dengan Tasya.


"Loe sendiri siapa? Berani-berani nya ngrebut Dimas dari temen gue? Loe liat lagi deh siapa diri loe di kaca!!!" ucap Tasya sambil mendekatkan wajahnya ke muka Wulan.


Wulan menggertakkan giginya geram mendengar perkataan yang cukup menohok hatinya. Mulut Wulan akan mengucapkan kata-kata namun harus terhenti saat Dimas dengan geramnya mengeluarkan nada peringatan yang cukup keras.


"STOP!!!" ucap Dimas setengah membentak.


"Tasya, maksud loe apa tadi? Coba jelasin?" tanya Dimas yang masih ga ngerti dengan maksud Tasya yang sudah menggebrak mejanya.


"Kak, loe sedari tadi sadar ga sih sama apa yang udah loe lakuin?"


"Lakuin apa?" jawab Dimas polos yang ga menyadari kesalahannya.


"Loe emang cowok paling bego yang pernah gue kenal" ucap Tasya yang langsung meninggalkan Dimas dengan ketidaktahuannya.


Tasya memutuskan untuk kembali lagi ke kelas menyusul Erina. Chika dan Adel yang sedari tadi terdiam mematung ikut mengekori Tasya untuk kembali ke kelas. Suasana di kantin terasa sangat tegang. Banyak mata yang berada di kantin itu dengan spontan mengarahkan tatapannya ke arah meja Dimas.


Dimas menatap tajam ke arah Wulan. Tatapan penuh tuntutan kejelasan yang tak ia mengerti. Baru saja Dimas akan membuka mulutnya untuk menegur Wulan, Rio sudah menepuk pundaknya untuk mengajaknya kembali ke kelas.


"Dim, mendingan kita balik aja ke kelas. Loe ga liat semua orang ngeliatin ke arah kita?"


Dimas menarik nafas panjang dan menghembuskannya kasar lalu berjalan cepat meninggalkan Wulan yang masih terdiam di kursinya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2