Ku Tembak Cintamu 2x

Ku Tembak Cintamu 2x
Wisuda Erina


__ADS_3

Upacara wisuda sudah selesai. Erina berfoto foto dengan mama dan teman-teman seangkatannya. Senyum lebar merekah menghiasi bibir Erina. Usahanya selama ini membuahkan hasil. Erina berhasil menyelesaikan kuliahnya tepat waktu dengan nilai yang baik. Airmata bahagia ibu Astri tak berhenti mengalir. Ia senang sekaligus sedih. Senang melihat putri kesayangannya sudah berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan nya, dan sedih karna ia teringat akan sang suami yang telah lama pergi meninggalkan nya.


"Mama jangan nangis terus dong... Erina jadi ikut sedih" mata Erina mulai berkaca-kaca. Disekanya airmata sang mama yang mulai membuat make up nya sedikit luntur.


"Mama ga nangis kok sayang, mama sangat bahagia melihat kamu di wisuda seperti ini. Kamu sudah berhasil menyelesaikan kuliah kamu dengan baik. Mama hanya teringat sama papa kamu"


Erina tersenyum getir saat nama papanya disebut. Wajah ceria Erina berubah menjadi sendu terbawa suasana olehnya.


"Di atas sana, Papa pasti sedang tersenyum melihat kita Ma" Erina memeluk tubuh sang mama sambil mengelus-elus punggung nya.


"Aku mau juga dong dipeluk seperti itu... "


Erina tersentak dengan sebuah suara yang mengejutkan dirinya. Suara laki-laki yang sangat ia kenal. Erina membalikkan tubuhnya dan matanya terbelalak tak percaya dengan apa yang ia lihat. Dimas sudah berdiri di belakangnya entah sejak kapan ia sudah ada di sana. Stelan jas dark grey yang mewah membuat Dimas terlihat sangat tampan dan formal. Dimas melempar senyuman manis kepada Erina yang masih tertegun. Dimas membawa sebuah buket bunga mawar pink yang besar di tangannya. Ibu Astri ikut menolehkan kepalanya ke arah Dimas. Senyuman pun mengembang lebar di bibir wanita separuh baya itu. Senyuman bahagia seorang ibu.


"Dimas?" ucap Erina lirih


"Kamu jahat Erina. Kamu sengaja ga undang aku ke acara wisuda kamu" ucap Dimas pura-pura kesal. Erina salah tingkah dengan ucapan Dimas. Erina mengalihkan pandangannya ke arah lain tak kuasa menatap mata Dimas yang menatap tajam kepadanya.


"Kamu tau dari mana kalau hari ini aku wisuda?"


"Dari wanita paling cantik di samping kamu" bisik Dimas di telinga Erina sambil menyerahkan buket mawar pink nya ke tangannya dan melirikkan matanya ke arah mamanya sambil tersenyum.

__ADS_1


Erina menolehkan pandangannya dan menatap dalam wajah mamanya yang sudah berubah pilon dan bersikap pura-pura tenang seolah tidak membenarkan apa yang baru saja di katakan oleh Dimas.


"Eeemmm... Sayang, Mama ke toilet dulu ya.. Mau pipis. Kebelet nih.. " Ibu Astri sengaja menghindar dari omelan anaknya dan bergegas pergi meninggalkan Erina karna ia merasa segan dan malu kepada putrinya.


Erina memang sengaja melarang mamanya nya Untuk memberitahu perihal wisudanya kepada Dimas. Namun, ia sengaja melanggarnya karna tak rela Erina melewati hari bahagianya sendiri tanpa seseorang yang menyayanginya.


Erina tersentak kaget saat Dimas menyolek hidungnya. Saat matanya menatap ke arah Dimas, mata Dimas sudah lebih dulu menatap tajam ke arah matanya.


"Selamat ya sayang... Kamu sudah sah jadi sarjana" ucapan godaan Dimas sungguh membuat Erina mati kutu. Wajah udangnya nampak terlihat jelas. Dimas tertawa kecil melihat sikap Erina yang berubah canggung kepadanya.


"Terima kasih ya Dim, kamu sudah mau datang ke sini"


"Kenapa kamu harus berterima kasih? Emangnya kamu Ngundang aku?" godaan Dimas sontak membuat Erina merasa bersalah namun kesal.


"Eeeehhh.... Kamu mau kemana? kamu belum foto sama aku" Dimas menarik baju toga Erina dan membuat Erina bergerak mundur karna tertahan tangan Dimas.


"Aku ga mau" ucap Erina ketus.


Dimas mengeluarkan ponselnya dan memanggil seseorang untuk membantu mengambil foto dirinya dengan Erina.


"Mas.. Mas... Boleh minta tolong fotoin kita ya... " Dimas menyodorkan ponselnya ke laki-laki itu.

__ADS_1


"Boleh pak" laki-laki muda memgambil ponsel miliknya dan lalu bersiap untuk mengambil foto dirinya.


"Ayo sayang kita foto dulu"


Dimas memeluk pinggang Erina erat dan dengan sangat antusias tersenyum lebar ke arah kamera ponselnya. Sedangkan Erina, wajahnya kaku dan jutek tanpa adanya senyuman.


"Maaf kak, tolong senyum ya biar fotonya bagus" ucap si fotografer dadakan.


Erina mengacuhkan perintah. Dimas mendekatkan wajahnya ke wajah Erina sambil berbisik,


"Kamu mau senyum atau mau aku cium?" Mata Erina melotot kesal. Dimas tersenyum lebar menanti perubahan sikap Erina.


"Ok kak, senyuummm... "


Erina akhirnya memilih untuk memasang wajah senyum demi memuaskan keinginan berfotonya Dimas. Hasil foto yang di dapat cukup banyak. Karna Dimas memang sengaja meminta untuk berfoto berbagai gaya. Dari foto full body, close up sampai foto mesra. Ada satu foto yang disukai Dimas yaitu foto close up dirinya dan Erina yang keduanya saling tertawa lebar. Angel nya pas, warna fotonya juga bagus. Dimas langsung menjadikan foto itu sebagai wallpaper di ponselnya.


Erina menghubungi ponsel mamanya karna tak kunjung kembali dari toilet. Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya ibu Astri kembali ke tempat Erina dan Dimas berada. Mereka pulang dengan diantar Dimas sampai ke rumahnya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2