Ku Tembak Cintamu 2x

Ku Tembak Cintamu 2x
Flu Cinta


__ADS_3

Seharian ini Erina hanya mengurung dirinya Di dalam kamar. Kebetulan hari ini adalah hari minggu. Hujan sesorean kemarin membuat dirinya terserang flu. Kepalanya terasa pening, hidungnya gatal dan tubuhnya terasa ngilu.


"Hatchii... " suara bersin Erina. Bersinnya sudah mulai muncul sejak dari semalam.


Ditariknya kembali selimut kesayangannya. Dipejamkannya kembali matanya yang masih terasa berat. Flu yang melanda dirinya saat ini sungguh membuat dirinya hanya bisa terkapar di ranjangnya.


Suara ketukan pintu terdengar nyaring Di telinga Erina.


Ttuukk... Ttuuukk...


"Neng... Neng Erina... Bangun Neng, sudah siang" suara bi Minah yang lembut terdengar santun membangunkan dirinya.


"Iya biii... Sebentar lagi" jawab Erina dengan suaranya yang mulai serak.


"Hatchii... "


Sssrrroooottt... suara semprotan cairan bening dari hidung Erina terdengar berat.


Bi Minah mendengar Suara bersin Erina dan memutuskan untuk membuka pintu kamarnya.


"Maaf ya Neng bibi masuk ya... "


Bi Minah melihat kondisi Erina yang sedang meringkuk di dalam selimut tebalnya dengan tatapan khawatir.


"Neng Erina... Neng sakit?" tanya bi Minah cemas.


"Iya nih bi. Erina kurang enak badan. Kayaknya Erina mau kena flu."


"Bibi bikinin air jahe pake madu ya. Biar badannya enakan"


"Boleh. Makasih ya bi. Nanti tolong di taroh di meja makan aja bi, biar Erina saja yang ke sana."


"Baik Neng" Bi Minah mengangguk dan lalu keluar kamar Erina untuk langsung membuatkan minuman yang ia tawarkan tadi. Seperginya Bi Minah, Erina memaksakan tubuhnya untuk bangun. Disenderkannya kepalanya di sandaran ranjang. Kepalanya masih terasa berat dengan hidung yang mulai penuh dengah cairan bening. Hidung nya mulai terasa mampet dan susah untuk bernafas.


Diliriknya jam dinding di kamarnya. Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 wib. Erina meraih ponsel miliknya. Sudah ada 2 panggilan masuk tak terjawab dari mamanya. Tanpa pikir panjang, Erina langsung menekan tombol nomor ponsel mamanya dan tersambung.


"Halo Sayang... " sapa ibu Astri.


"Halo Ma.. "


"Pasti baru bangun. Kebiasaan nih, anak perawan kalau bangun siang mulu"


"Kan hari ini libur Mama... Boleh dong" jawab Erina nge-les.


"Itu suara kamu kenapa? Kok kayak kodok?" ucap ibu Astri sambil terkikik.


"Ih Mama jahat banget, masa suaraku dibilang kayak kodok"


"Iya abisnya serak serak banjir begitu. Ya sudah, sekarang kamu bangun minum air hangat"


"Iya sebentar lagi. Bi Minah lagi bikinin air jahe buat Erina. Mama kapan pulang?"


"Pesawat Mama jam 16.30 wib. Kamu mau Mama bawain oleh-oleh apa?"


"Apa aja deh Ma"


"Okay. Oia Sayang, dua hari lagi Mama harus terbang ke Riau. Ada beberapa data Di sana yang harus Mama cek"


"Ya ampun, Mama nih pergi pergi terus sih? Baru juga mau pulang." jawab Erina sambil merengek.


"Kalau di Riau, Mama cuma 2 hari aja kok sayang. Nanti Mama beliin Pancake Durian kesukaan kamu yaaa... "


"Hmmm... Ya sudahlah. Tapi belinya 2 bungkus ya... " ucap Erina sambil cengar-cengir di balik ponselnya.


"Iyaaaaa... Buat anak Mama apa sih yang ga Mama kasih."

__ADS_1


"Ya sudah Mama lanjut dulu ya. Erina mau minum air jahe dulu biar tenggorokan Erina enakan."


"OK sayang, bye.. "


Erina menyeret kakinya menuju meja makan. Di sana sudah ada secangkir air jahe untuknya. Di seruputnya air jahe yang masih panas. Tenggorokannya terasa lebih nyaman sekarang.


#############


Pagi di Sekolah.


Cuaca hari ini benar benar tak bersahabat. Cuaca mendung dan udara yang dingin membuat setiap orang memiliki rasa yang sama sebelum melakukan aktivitas yaitu rasa malas tingkat tinggi yang sudah pasti akan merajai nafsu pada setiap manusia. Cuaca mendung dengan udara dingin seperti ini paling cocok berada dibalik selimut tebal yang nyaman.


Erina menggunakan jaket cukup tebal hari ini. Tubuhnya masih saja belum memberikan respon positif dari reaksi obat flu yang sudah ia minum semalam. Sebenarnya Erina ingin tidak masuk hari ini. Mama nya pun sudah melarang, tapi Erina kangen sama mie ayam bakso nya pak Ujang. Ia pikir kalau sedang flu berat seperti ini, makan makanan panas dan pedas pasti amatlah sangat nikmat.


"Hai Rin, tumben jaket loe tebel banget?" ucap Tasya


"Dingin Tas."


"Loe lagi flu ya?" tebak Tasya karna melihat tangan Erina yang memegang tissue.


Erina hanya mengganguk pelan.


"Waduh, nyebar virus nih." ucap Tasya terkikik.


"Ya ga apa apalah. Kan kita harus berbagi, baik senang ataupun susah" jawab Erina sambil tertawa kecil.


"Iiihhh... Jijay" ucap Tasya sambil menggidikkan bahunya. Erina tertawa lebar melihat kelakuan temannya itu.


"Ntar kita makan bakso yuk. Gue lagi pengen makan makanan pedes deh. Biar hidung gue bisa plong nih." ucap Erina sambil memencet hidungnya yang sudah terisi cairan.


"Tapi jangan Gila kayak tempo hari ya.. "


"Hahahaha.... Iyaaaaa... "


############


Ga butuh waktu lama, pesanan makanan pun datang. Erina langsung dengan sigap membumbui mie miliknya.


#Flashback#


Sayang nanti kalau kamu dan Erina makan di kantin, tolong kalian tinggalkan Erina sendiri di meja ya. Dimas ingin bicara sama Erina.


Rio mengirimkan pesan singkat kepada Chika.


Ok sayang. Jawab Chika cepat.


Erina terlihat masih sibuk menikmati makanannya. Mata Chika melihat kehadiran Rio dan Dimas. Dengan cepat Chika memberi kode kepada Tasya dan Adel untuk pindah ke meja lain yang tempatnya tak begitu jauh dari mejanya.


Chika sebelumnya sudah mengirim pesan secara diam-diam kepada dua sahabatnya Itu. Jadi mereka tidak menaruh curiga dan langsung mengiyakan nya.


"Rin, Gue pindah ke meja itu ya." ucap Chika sambil mengedipkan matanya ke arah Tasya dan Adel.


"Pindah? Kenapa? Mang disini mejanya kenapa? Heiiii...." tanya Erina kebingungan.


Namun teman-teman nya langsung pindah ke meja yang lain. Dan saat Erina akan bangkit dari duduknya untuk mengikuti temannya, Dimas sudah duduk di sebelahnya. Erina cukup kaget dengan kehadiran Dimas yang secara tiba-tiba. Kini ia paham kenapa teman-teman nya pindah ke meja lain. Ternyata ada Dimas yang ingin duduk bersamanya.


"Hai Beib, aku boleh duduk di sini ya" ucap Dimas santai.


Erina menarik nafas dalam, menyambut kehadiran Dimas. Dimas melempar senyuman nakalnya kepada Erina. Erina hanya menolehkan tatapannya sebentar lalu menyibukkan kembali dirinya dengan makanan miliknya. Dimas memperhatikan Erina yang terlihat sangat menikmati makanannya.


"Kamu hobi banget ya makan mie sama bakso. Aku sering banget liat kamu makan makanan kayak gini" ucap Dimas berbasa-basi. Erina ga menggubris sama sekali ucapan Dimas. Dia memilih diam dan meneruskan menikmati makanannya.


Tiba-tiba entah datang darimana, Wulan sudah duduk di depan Erina dan Dimas. Dengan suara manjanya Wulan menyapa Dimas tanpa memperdulikan Erina yang ada disebelahnya.


"Kak Dimas, kamu makan apa?" ucap Wulan sambil melempar senyuman manis ke arah Dimas dan melirik sinis ke arah Erina yang sedang menunduk ke makanannya.

__ADS_1


"Emmm... belum tau nih. Apa ya... " ucap Dimas berpura-pura berpikir.


Tak lama makanan Wulan pun datang. Wulan memesan semangkok bakso milik pak Ujang juga. Melihat kehadiran Wulan, nafsu makan Erina sedikit berkurang. Gerakan makannya pun melambat.


"Kak, aku pesan bakso nya pak Ujang. Ini eennaaak banget. Nih, kakak harus cobain deh" ucap Wulan sambil menyodorkan sendok berisi sebutir bakso ke arah mulut Dimas.


Dimas mengabaikan penawaran dari Wulan. Ia masih sibuk memperhatikan Erina yang sedang asik dengan makanannya.


"Ga ga Makasih. Kayaknya mie ayam nya Erina lebih enak deh." ucap Dimas sambil menatap dalam ke makanan milik Erina.


Erina yang sedang asik makan dibuat terkejut dengan kelakuan Dimas yang secara tiba-tiba langsung menarik mangkok makanannya dan langsung melahapnya dengan santai tanpa rasa bersalah.


"Makanan kamu kayaknya enak banget ya Rin. Aku nyobain dong" ucap Dimas sambil menarik mangkok dan sumpit yang sedang Erina gunakan. Erina membulatkan matanya saat Dimas menarik paksa sumpit yang sedang ada Di dalam mulutnya dan langsung melahap makanannya dengan cepat.


"Hhhmmm... Enak banget ini mie. Pedesnya mantap" ucap Dimas lagi dengan mulut penuhnya.


Erina hanya menatap pasrah saat makanannya Di ambil paksa oleh Dimas. Erina lalu meminum es jeruknya sebagai penutup dari makannya. Dan tiba-tiba gelas minuman miliknya juga Di ambil paksa oleh Dimas yang saat itu merasa kepedasan karna makanan miliknya.


Ssllluuurrrpppp....


Dengan santainya Dimas meminum es jeruk milik Erina menggunakan sedotan yang sudah Erina gigit gigit sebelumnya.


"Gila pedes banget makanan kamu" ucap Dimas sambil megap megap.


Wulan menatap sinis ke arah Dimas dan Erina. Rasa benci kepada Erina semakin besar dan Semakin dalam. Ia tak habis pikir dengan sosok seorang Erina yang bisa membuat Dimas tergila gila kepadanya.


Erina mencoba bangkit dari duduknya untuk meninggalkan kelakuan aneh Dimas pagi itu.


"Aku duluan ya. Makanannya kamu saja yang habiskan" ucap Erina.


Baru saja Erina mencoba beranjak dari duduknya, tangan Dimas sudah dengan cekatan menarik tangan nya dan membuat dirinya kembali terduduk. Erina hanya bisa Pasrah dengan kelakuan Dimas terhadapnya.


Dimas melanjutkan makannya sambil tetap memegangi tangan Erina. Berkali kali Erina mencoba untuk melepaskan tangannya dari genggaman tangan Dimas. Tapi ga berhasil. Dimas semakin erat menggenggam tangannya.


Wulan Semakin geram dengan sikap Dimas yang sengaja memamerkan kemesraan di hadapannya. Dimas seolah olah sengaja membuat dirinya cemburu.


Braaakkk...


Satu gebrakan kecil dilampiaskan oleh Wulan. Dengan penuh rasa kesal, Wulan beranjak dari meja Erina dan pergi begitu saja.


"Hatchiii.... " Suara bersin Erina yang tiba-tiba lumayan mengejutkan Dimas.


"Erina kamu flu?" tanya Dimas cemas.


"Enggak, aku ga apa-apa. Cuma bersin biasa." ucap Erina mengelak. Namun hidung nya yang sudah penuh cairan bening tak bisa membohongi Dimas.


"Kamu ini kalau lagi flu, jangan minum es dulu. Bandel nih. Tunggu disini, jangan kemana mana!" ucap Dimas sambil berlalu. Erina hanya terdiam dan melirik ke arah meja teman-temannya yang sudah pada cekikikan menahan tawa. Ternyata sedari tadi teman-temannya memperhatikan dirinya dan Dimas. Pasrti mereka sedang sibuk bergosip tentangnya dan Dimas disana. Erina memandang malas lagi ke arah teman-temannya yang sudah dengan sengaja membuat dirinya berduaan lagi dengan Dimas dan memilih sibuk memainkan ponselnya.


Rupanya Dimas mencari air jeruk panas.


"Nih, kamu minum sekarang." ucap Dimas seraya menyodorkan gelas berisi air jeruk panas dan mengambil gelas es jeruk Erina.


"Terima kasih. " Ucap Erina lirih.


"Minumlah. Biar badan kamu enakan"


Erina meminum sedikit demi sedikit air jeruk panas yang diberikan Dimas. Tenggorokan nya terasa sangat nyaman. Dimas tersenyum senang memandangi wajah Erina yang berkeringat karna meminum air panas. Erina menatap sekilas wajah Dimas dan mengalihkan kembali tatapannya ke gelas jeruk miliknya. Walau saat ini status hubungan mereka hanya sebatas teman, namun tak bisa dipungkiri kalau hati mereka keduanya saat ini sedang berbahagia.


.


.


.


Jangan lupa comment nya readers 😘

__ADS_1


__ADS_2