Ku Tembak Cintamu 2x

Ku Tembak Cintamu 2x
Senyuman Manis


__ADS_3

TTTTTEEEEEETTTTTT.....


Bel istirahat berbunyi dengan lantang. Anak-anak seperti biasa langsung berhamburan keluar kelas.


Kruyukkruyuk... cacing perut Erina mulai teriak-teriak. Laper tingkat atas. Pagi tadi Erina ga sempet sarapan. Maklum sudah 2 hari ini mamanya ke luar kota. Bi Minah juga tadi pagi kesiangan bangunnya, jadi sekalian makan siang di sekolah aja, pikir Erina.


"Girls,,, kantin yuk. Laper banget deh gue" ucap Erina sambil memelas.


"Tumben banget loe ngebet minta ke kantin. Biasanya kalau diajakin paling lelet" balas Tasya.


"Gue tadi ga sarapan di rumah, jadi cacing perut gw dah pada kelojotan nih. Yuuuukkk... " ajak Erina sedikit memaksa.


"Ya udah, yuk... " jawab Tasya sambil disusul Adel dan Chika.


Mereka berempat berjalan menuju kantin. Kantin sudah nampak ramai.


"Gue cari tempat, kalian pesen dulu ya... " ucap Adel.


"Eh, sekalian tolong pesenin gue deh, bakso pak Ujang. Biasa pake mie bihun aja. Ok?? " tambah Adel.


"Ssiiipppp... " jawab Erina cepat.


Adel sudah berhasil mencari meja. Karna kantin hari itu agak ramai, meja yang kosong agak belakang posisinya. Tapi lumayanlah ketimbang ga ada. Hihihihi....


Adel melambai-lambaikan tangannya ke arah temen-temennya yang kebingungan mencari mejanya.


"Disiniii.... " teriak Adel.


Temen-temennya langsung mendekati ke meja yang sudah berhasil di dapatkan Adel.


Saking lapernya, Erina langsung melahap semua makanan yang sudah ia pesan.


"Napas neng... " ujar Chika.


"Laper banget nih orang kayaknya" tambah Tasya.


"Hehehe... Maap. Gue laper banget" sambil menahan mulutnya yang sudah penuh dengan makanan.


Mereka asik menikmati makanannya sambil diselingin canda tawa.


Tidak jauh dari meja mereka ternyata sedari tadi ada Dimas dan temen-temennya yang juga sedang makan disana. Dan mata Dimas juga sedari tadi sudah asik memandangi Erina yang sedang makan terburu-buru.


Dimas senyum-senyum sendiri melihat tingkah laku Erina yang sedang makan.


"Manis banget... " kata Dimas tanpa sadar.


Rio yang mendengar ucapan Dimas langsung bertanya.


"Apanya yang manis Dim? " tanya Rio


Dimas menjadi kaget dan kikuk.


"Ah,, enggak ini maksud gue es teh gue rasanya manis" sambil garuk-garuk kepala yang ga gatel.


"Es teh? Ini es teh gue brooo... Loe kan pesen es jeruk" kata Rio curiga.


"Eh, maksud gue es jeruk gue manis... " jawab Dimas sambil cengar cengir.


"Hheeemmmm.... Gue tauuuu... Dasar otak kunyuk... Tau aja yang manis-manis. Loe lagi ngeliatin cewek yang ada disana kan???" telisik Rio sekaligus mencibirkan bibir ke arah Dimas.


"Apaan sih loe... " Dimas berusaha menghindari rasa curiganya Rio.


"Halaaahhh... udah deh, ngaku aja loe. Secara loe kan lagi jomblo. Sah sah aja keles cari gebetan baru. Btw, yang mana bro?" tanya Rio penasaran.


"Itu cewek yang rambutnya sebahu, yang lagi makan. " jelas Dimas.

__ADS_1


"Yang pake jepit rambut warna gold? " tanya Rio lagi.


"Yups... Menurut loe cakep ga? Manis ya? " sambil senyum-senyum.


"Itu cewek bukannya yang beberapa hari yang lalu yang kena lemparan bola basket loe ya?"


"Iyeesss... Betul" jawab Dimas pasti.


"Wuuiiidddiiiihhhh... Akhirnya temen gue normal ya Allah... Alhamdulillah... " sambil menengadahkan kedua telapak tangan ke atas.


Plaaakk...


"Setan loe... Loe pikir gw sakit ga doyan cewek. " sambil memukul kepala Rio


Rio hanya meringis menahan pukulan Dimas.


######


Seperti biasa setelah bel panjang berbunyi tanda jam pelajaran selesai, anak-anak berhamburan untuk pulang. Begitupun dengan kelas Erina. sudah tiga perempat dari isi kelasnya meninggalkan kelas. Ruang kelas sudah nampak banyak yang kosong.


Erina dan temannya berjalan keluar kelas dan menuruni anak tangga bersama. Erina, Tasya, Adel Dan Chika rumah mereka tidak ada yang searah. Jadi mereka setelah sampai d halaman sekolah selalu berpisah. Karna ketiga teman Erina membawa kendaraan bermotor sendiri. Hanya Erina yang naik angkutan umum.


Setelah berpamitan, Erina berjalan seperti biasa ke arah halte bus. Ditengah perjalanan, tiba-tiba Dimas mendekati Erina dan menawarkan tumpangan.


"Hai Erina.... " sapa Dimas sopan. Erina sedikit terkejut dengan sapaan Dimas.


"Kak Dimas?? Belum pulang? " tanya Erina.


"Ini mau pulang. Kamu juga mau pulang kan?"


"Iya" jawab Erina singkat.


Dimas langsung menyodorkan helm ke arah Erina dengan tujuan Erina memakai nya.


"Nih pake... "


Kenapa Dimas tiba-tiba bilangnya aku-kamu ya? Jadi keder deh gue. (Batin Erina)


"Ini sebagai permintaan maaf aku, pleasseeee.... " setengah memaksa.


"Aku udah maafin kakak kok"


"Kalau kamu udah maafin aku, tolong terima tawaran aku!" Erina hanya tertegun dan terdiam mendengar perkataan Dimas yang barusan.


"Ayo naik... "


Karna ga enak hati, akhirnya Erina menuruti perintah Dimas.


"Tapi kak, aku beneran nih ga ngrepotin kakak? "


"Ngrepotin sih sebenarnya, nanti pas turun kamu jangan lupa bayar yaaa... " goda Dimas sambil terkikik.


"Hah...??" Erina terlihat syok dengan perkataan Dimas


"Hahahaha... Aku becanda keles... ayoookkk... " instruksi Dimas jelas banget nyuruh Erina untuk naik ke atas motornya.


Saat Erina sudah naik ke atas motor Dimas, motor Rio dengan kencang melintas sambil menekan klakson berkali-kali tanda ejekan untuk Dimas.


"Dasar kunyuk sialan... " batin Dimas. Dia sudah tau kalau itu adalah motor Rio.


######


Dimas seneng banget hari ini karna ia berhasil mengantarkan Erina pulang. Sebenarnya ini bukan kali pertama ia ngeboncengin cewek. Tapi, entah kenapa rasa nya agak beda saat ngeboncengin Erina. Ada rasa senang yang teramat lebay. Hahaha...


Jarak tempuh sekolah ke rumah Erina menggunakan motor hanya 30 menit. Kebetulan hari itu ga terlalu macet.

__ADS_1


Motor Dimas sudah terparkir di depan pintu pager rumah Erina.


Erina menyodorkan helm ke Dimas :


"Makasih ya kak, udah nganterin aku ke rumah"


"Sama-sama " jawab Dimas sambil tersenyum.


Erina berdiri di depan pagernya untuk mengantarkan Dimas meninggalkan rumahnya. Ternyata Dimas masih ingin berlama-lama dengannya.


"Erina, sorry nih. Aku haus. Boleh minta minum gaa? " ucap Dimas sambil cengar cengir.


Sebenarnya Dimas ga haus banget, dia cuma beralasan aja supaya bisa ngobrol sebentar sama Erina.


"Oh, boleh.. boleh... Ya udah kita masuk dulu yuk " ajak Erina.


"YEEESSS...." batin Dimas


Erina mempersilahkan Dimas buat duduk di kursi yang ada di terasnya. Dan langsung menawarkan minuman.


"Kak Dimas mau minum apa? Dingin, panas atau yang hangat?"


"Emmm.. Yang panas aja deh..." sambil cengar cengir lagi.


Erina hanya mengangguk dan langsung masuk ke dalam rumah. Dimas emang cerdas. Sengaja banget minta yang panas. Biar bisa lama ngobrol nya.


#####


Setelah berganti baju, Erina keluar dengan membawa coklat panas yang sudah ia siapkan tadi.


"Aku buatkan coklat panas ya... Semoga kak Dimas suka" ucap Erina sambil tersenyum.


"Waaawww... Mantaaappp... Makasih yaa... " sambil tersenyum bahagia. Erina hanya mengangguk pelan.


"Rumah kamu kok sepi banget Rin?


Bokap Nyokap kerja ya? " tanya Dimas penasaran


"Papaku udah ga ada 5 tahun yang lalu " jawab Erina singkat


"Eh, sorry Rin, aku ga ada maksud buat bikin kamu sedih " balas Dimas dengan rasa bersalah karna dah bikin Erina mengingat kembali papanya yang sudah meninggal.


Sambil menggeleng "Ga pa pa kok kak"


"Trus kamu tinggal berdua aja sama nyokap?"


"Bertiga sama bi Minah. Mamaku seorang PNS dibagian keuangan. Mama sering ditugaskan ke luar kota. Jadi aku seringnya berdua aja sama bi Minah. " jelas Erina sambil tersenyum simpul.


"O... Begitu... Jadi Erina ini anak yatim?" batin Dimas. Dimas hanya mengangguk-angguk mendengar cerita Erina.


Setelah menghabiskan minumannya Dimas langsung berpamitan pulang.


"Makasih ya Erina, coklat panas buatan kamu rasanya numero uno" ucap Dimas dengan nada menggoda


"Hahahaha... Kak Dimas bisa aja"


"Aku pulang ya... Kamu hati-hati di rumah"


"Yang ada juga kak Dimas yang hati-hati bawa motornya. Jangan ngebut-ngebut... "


"Siap Komandan!! " jawab cepat Dimas sambil sikap hormat ke arah Erina.


Erina hanya tertawa melihat tingkah laku kakak kelasnya ini.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2