
Cup...
Satu ciuman manis Erina berikan untuk suami tercinta ketika matanya terperjap karna suara alarm dari ponselnya telah berdering dengan lantangnya. Mata Erina menyipit melawan silaunya cahaya ponsel. Jam sudah menunjukkan pukul lima pagi waktu London. Dengan hati hati tanpa mengganggu suaminya yang masih tertidur, Erina berniat beranjak dari ranjang untuk pergi ke kamar mandi.
Bbbrruukkk...
Tubuh Erina kembali terlentang di ranjang ketika tangan kekar Dimas memeluknya dan sengaja menahan dirinya untuk tidak meninggalkan ranjang. Mata Dimas masih terpejam. Namun pelukan tangannya terasa begitu kuat. Erina mencoba menyingkirkan tangan itu namun malah membuat suaminya terbangun dengan mata yang masih terpejam.
"Kamu mau kemana? Ga boleh pergi" suara parau Dimas terdengar manja.
"Sudah pagi sayang. Aku mau ke kamar mandi. Lebih baik kamu bangun. Kita mandi. Bagaimana?" mata Dimas langsung terbuka ketika telinganya menangkap tawaran menggiurkan untuk mandi bersama.
"Mandi bersama? Serius?" wajah Erina seketika memerah menahan malu karna telah berani mengajak suaminya untuk mandi bersama.
"He-em." jawab Erina cepat.
"Tapi setelah mandi, aku boleh minta hadiah ya sayang..." rengeknya lagi.
"Hadiah apa?"
"Hadiah yang itu... " ucapnya sambil mengeratkan pelukkannya.
"Dimaaaassss.... Jangan nakal ah.. Udah ayo mandi. Kamu janji kan mau ajak aku keliling kota London lagi. Kita juga belum mengunjungi rumah om kamu yang ada disini bukan?"
"Om Indra masih di Jakarta sayang... Dia mau mampir ke Bali. Katanya mau sekalian jalan jalan. Kita ke rumah Om Indra nanti saja hari terakhir kita disini. Tunggu mereka kembali. Yang terpentinga sekarang, aku mau sarapan kamu dulu..." bibir Dimas sudah mulai menjelajahi bibir Erina dan segera turun ke leher membuat Erina mati gaya dan tak bisa berkutik karna merasa geli yang nikmat.
__ADS_1
Erina mendorong tubuh Dimas dan sengaja melepaskan diri. Kalau dibiarkan, Dimas pasti akan mengunci tubuhnya di bawah kungkungannya seperti kemarin. Pagi hari memang waktu yang paling nikmat untuk bercinta. Tapi, jika sudah dalam keadaan bersih dan wangi.
"Sayang, ayo kita mandi dulu. Setelah mandi, aku akan memberimu sarapan lezat dan nikmat yang sangat kamu sukai." bisik Erina ditelinga Dimas. Setengah berlari Erina menuju kamar mandi. Dimas memaksakan tubuhnya untuk ikut bangun dan segera menyusul istrinya ke kamar mandi.
Dimas langsung memeluk tubuh sang istri yang sudah larut di bawah pancuran air hangat, memeluknya dan menjelajahi dengan kedua tangannya. Mereka mandi bersama dengan alunan gerakan tubuh yang menyenangkan dimana satu sama lain saling merasakan lembutnya bagian tubuh masing masing sambil bermain busa sabun dan pancuran air hangat yang semakin menghangatkan tubuh keduanya.
Puas bermain air, Dimas segera mengeringkan tubuh istrinya dan dirinya dengan handuk besar dan segera membopong tubuh mungil itu ke dalam dekapannya. Dimas sudah tak sabar untuk segera mendapatkan sarapan paginya yang special. Bibirnya sudah langsung sibuk berkelana menjelajahi setiap inci dari tubuh wanita yang sangat dicintainya itu.
Desahan demi desahan manja Erina yang tercipta membuat hasrat Dimas semakin membara. Erina memekik agak keras ketika Dimas dengan sengaja menggigit pu**** ******** nya karna gemas. Pukulan kecilpun langsung mendarat di dadanya.
Permainan pembuka Dimas semakin panas dan nakal membuat Erina kewalahan dan mulai tak berdaya. Dimas pun mulai menyatukan tubuh mereka dalam ritme yang sedang dan teratur. Entah sudah berapa kali Erina merasakan sudah mendapatkan pelepasannya, sedangkan Dimas sepertinya masih nyaman bekerja keras untuk menciptakan pelepasan selanjutnya untuk istrinya itu. Walau terasa lelah, namun perlakuan lembut Dimas mampu membuatnya tetap nyaman bertahan berada di bawah tubuh kekar suaminya.
Dan setelah berjuang cukup lama sekali akhirnya benih benih cinta Dimas berhasil tertanam dengan baik di rahim Erina. Dimas membenamkan wajahnya di leher Erina untuk beberapa saat membiarkan dirinya larut dalam rasa lelahnya.
#########
"Kamu ngapain sih ngeliatin aku seperti itu?" wajah Erina memerah karna malu dan risih dengan tatapan Dimas yang tajam.
"Aku ga tau pesona apa yang ada dalam diri kamu sampai membuat aku bisa bertekuk lutut sama kamu. Dari awal kita ketemu aku sudah suka sama kamu. Bahkan aku sudah tak punya selera untuk melirik wanita lain selain kamu. Dan setelah aku berhasil menikahi kamu, aku semakin ga bisa jauh jauh dari kamu. Aku selalu ingin berdua dengan kamu, seperti ini. Kamu seperti candu yang membuat aku ketangihan selalu ingin lagi dan lagi" Erina terharu dan sangat senang atas pengakuan dari suaminya itu. Senyumnya mengembang dibibir manisnya. Perkataan Dimas yang barusan terdengar tulus dan jujur.
"Ukh, Gombal." ucap Erina dengan sengaja sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain. Dimas mendekap kembali tubuh mungil Erina ke dalam pelukannya.
"Aku ga perduli kamu percaya atau tidak dengan ucapanku. Yang jelas, aku benar benar sangat dan sangat mencintai kamu. Aku akan menghukummu dengan sangat berat kalau kamu sampai berani menghianati aku" ucap Dimas dengan penuh penekanan. Nada bicaranya terdengar yakin dan serius.
"Aku ga akan pernah menghianati kamu sayang... Tapi sebagai gantinya, kamu juga ga boleh menghianati aku dengan berani melirik wanita cantik di luar sana" Erina menangkupkan kedua tangannya di wajah Dimas sambil memberikan senyuman manisnya.
__ADS_1
"Aku janji tidak akan pernah menghianati kamu. Aku jug ga akan pernah tertarik dengan wanita manapun selain istri cantikku ini" ucap Dimas sambil menciumi telapak tangan dan pipi Erina dengan lembut. Erina tersenyum puas dan bahagia.
"Tapi kalau ngelirik sedikit boleh ya sayang..." goda Dimas usil yang langsung mendapatkan reaksi garang dari istrinya yang memelototi dirinya dengan terang terangan.
"GA BOLEH !!! BERANI NGELIRIK, GA ADA JATAH BUAT KAMU!!"
"Aaaahhhaaa.... Jangan dong sayang... Aku kan cuma bercanda. Maapin ya cintaku..." Dimas merengek manja karna sikap Erina yang langsung berubah masam kepadanya. Erina sengaja tetap berpura pura memasang wajah asam dan kesal kepada Dimas. Memangnya hanya Dimas yang bisa menggodanya? Batin Erina sambil menahan tawanya.
#########
Waktu seharian ini mereka habiskan untuk berjalan jalan menyusuri kota London. Mengunjungi museum, gedung kerajaan Inggris, makan siang dan menyempatkan minum kopi di cafe sampai berburu souvenir lucu yang akan Erina bagikan untuk rekan kerjanya nanti. Erina juga membelikan cukup banyak oleh oleh khusus buat mamanya dan mama mertuanya.
Hari ini cukup melelahkan bagi Dimas dan Erina. Kantong belanjaan mereka juga cukup banyak. Dimas tak melarang apapun yang istrinya ingin untuk dibeli. Dimas sengaja memanjakan Erina dengan berbelanja semua barang yang ia inginkan. Namun meski begitu, Erina tidak memilih belanja souvenir atau barang ditempat yang mahal. Ia tak ingin menghabiskan uang suaminya dengan kegiatan yang mubazir. Apa yang Erina beli adalah barang secukupnya dan tidak terlalu mahal.
Puas berbelanja, mereka kembali ke hotel membersihkan diri dan menikmati makan malam romantis berdua.
.
.
.
**Apa kabar Readers...
Maaf ya sudah menunggu lama. Menjelang lebaran ini, author agak sibuk. Jadi ga bisa update. Mohon maaf ya kalau bab ini terasa pendek. Next akan author kasih yang lebih panjang. Happy reading ya...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin like, comment dan bantu vote author juga ya...
Terima kasih.... ❤**