Ku Tembak Cintamu 2x

Ku Tembak Cintamu 2x
Seribu rasa


__ADS_3

Di perpustakaan kampus


Tak terasa hampir empat tahun sudah terlewati sejak kelulusan SMU. Kurang satu semester lagi Erina akan menyandang gelar kesarjanaannya. Semester ini Erina mulai disibukkan dengan kegiatan skripsinya.


Bahan-bahan serta teori teori pendukung skripsinya sudah ia dapatkan. Erina bertekad akan menyelesaikan kuliah nya tepat waktu. Ia tidak ingin membuat mamanya kecewa. Ia harus membuat mama nya bangga. Di bukanya kembali laptop miliknya dan mulai berkutat dengan skripsinya.


Ditengah-tengah kesibukannya mengetik, tangannya tiba-tiba berhenti saat ada sebuah notifikasi email masuk. Sebuah email dengan nama yang terasa asing telah masuk ke dalam kotak masuk emailnya. Di bukanya email itu. Mata Erina terbelalak merespon isi dari email itu. Deretan foto foto mesra Dimas dengan seorang gadis membuat hatinya terasa tersayat. Hatinya terasa perih dan sakit.



Diperhatikannya dengan seksama wajah bahagia Dimas dengan gadis manis yang ada di foto itu. Rasa cemburu yang sangat langsung menyelimuti seluruh jiwa Erina. Konsentrasinya tentang skripsinya sekejap hilang dan buyar. Tak ada kata kata yang bisa ia tulis kembali di bahan skripsinya. Memori di otaknya seolah olah kehabisan kata kata untuk membentuk kalimat demi kalimat mengenai hasil penelitian nya. Dipejamkannya matanya untuk menenangkan jiwanya. Namun foto foto Dimas telah berhasil membuat hatinya terlanjur hancur berkeping keping.



Dua bulir air bening lolos mengalir hangat dari kedua mata indahnya. Rasa tak rela melihat pemandangan menyakitkan yang terpampang jelas dimatanya. Dimas dengan pasrahnya rela dicium oleh seorang wanita muda dengan perawakan semampai. Body yang indah dan senyuman yang menawan sungguh membuat hati Erina semakin tak karuan. Erina mengepalkan tangannya dan segera menyeka airmatanya. Benih kebencian kepada Dimas pun kini semakin terasa kuat. Rasa cinta yang dahulu masih ada di hatinya, kini perlahan mulai memudar.


"Tuhan, jika memang Dimas sudah memiliki kekasih yang baru di sana, aku ikhlas. Tapi Tuhan, tolong kuatkan hatiku. Jangan biarkan hatiku menjadi rapuh seperti ini" batin Erina berdoa kepada Tuhan. Hatinya sangat rapuh saat ini.


Entah kenapa hatinya akan menjadi rapuh jika itu berkaitan dengan Dimas. Padahal, kalau saja ia mau membuka hatinya untuk laki-laki lain, banyak laki-laki yang mau menggantikan posisi Dimas di hatinya. Namun itu terasa sulit untuknya. Kharisma Dimas telah berhasil menjeratnya pada cinta semu yang tak berujung.


Ditutupnya kembali laptopnya. Ditariknya nafas panjang sebelum beranjak dari duduknya. Erina mencoba melupakan foto foto yang baru saja ia lihat. Ia mempercepat langkahnya menuju coffee shop dimana ia bekerja. Ia ingin menyibukkan hari harinya dengan bekerja. Dengan begitu, ia bisa melupakan semua kenangan yang berkaitan dengan Dimas.


#############


Malam ini hujan turun gerimis yang lumayan deras. Baju dan rambut Erina sudah basah karna air hujan. Setelah membayar ojek online nya, Erina berlari lari kecil menuju rumahnya. Di letakkan nya tas kecil miliknya dan langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Di meja makan, ibu Astri sudah membuatkan teh manis panas untuk putri nya.


Erina keluar kamar mandi dengan rambut yang di bungkus dengan handuk. Di hampirinya sang mama yang duduk terdiam di meja makan.


"Mama kok belum tidur?" sapa Erina yang mengagetkan mamanya.

__ADS_1


"Erina, mama mau bicara sama kamu. Duduklah"


Erina mematuhi perintah mamanya. Ia duduk dengan tenang sambil menatap wajah sang mama yang terlihat sendu.


"Minumlah teh kamu dulu. Biar kamu ga pusing karna kehujanan"


Erina mengangguk dan menyeruput sedikit demi sedikit teh manis panas buatan sang mama. Panasnya air teh membuat tubuh yang kehujanan menjadi hangat dan nyaman.


"Mama ingin kamu berhenti kerja. Mama ingin kamu fokus pada kuliah kamu saja"


Erina menghentikan minumnya. Dihelanya nafas panjang sejenak. Dipandanginya wajah sang mama dengan lembut. Erina tersenyum manis sambil menggenggam tangan mamanya.


"Maa... Kalau nanti Erina sudah selesai kuliah, Erina janji, Erina akan berhenti bekerja di coffee shop"


"Mama maunya kamu berhenti sekarang. Mama ingin kamu fokus pada skripsi kamu. Tolong kabulkan permintaan Mama"


Erina ternganga mendengar permintaan dari sang mama. Tidak ada kata kata yang bisa ia ucapkan untuk membantahnya. Wajah mamanya sungguh membuat hatinya terasa pilu. Wajah sedih dan penuh beban tersirat disana. Erina menipiskan bibirnya dan mengiyakan permintaan sang mama.


Ibu Astri mengangguk lemah dan beranjak dari duduknya menuju ke kamarnya. Erina juga menuju kamarnya. Hari ini penuh dengan kejutan. Erina tak ingin mengingat ingat kejadian yang telah terjadi hari ini. Tubuhnya sudah sangat lelah. Dibantingnya tubuhnya di atas ranjang nyamannya. Dan tak butuh waktu lama matanya langsung terlelap dalam mimpi indahnya.


############


Di kampus Dimas


Hari kelulusan sedang berlangsung. Acara hari itu sangat meriah dan mewah. Suara riuh terdengar dimana-mana. Dimas sudah berhasil menyelesaikan study S2 nya dengan jurusan Management Bisnis di kampus ini. Nilai yang ia peroleh juga luar biasa. Dimas tercatat sebagai siswa terbaik nomor 2 di kampus ini. Orang tua Dimas telah hadir dan sudah berada ditengah tengah deretan kursi para orang tua. Wajah bahagia dan bangga pun terlihat jelas, terutama pada Pak Nugra.


Satu persatu siswa naik ke atas podium untuk menerima pemberkatan dan penghargaan atas prestasi belajar yang sudah berhasil mereka lalui. Gemuruh tepuk tangan terdengar ramai mengiringi acara tersebut.


Apa yang di ucapkan Indra benar adanya. Pak Nugra menangis saat melihat Dimas naik di atas podium menerima pemberkatan dari Rektor kampus. Airmata bahagia mengalir deras dari ke dua matanya yang mulai berkeriput. Saat turun dari panggung, Dimas langsung memeluk erat ke dua orang tuanya. Rasa haru dan senang bercampur aduk menjadi satu.

__ADS_1


"Congratulation Boy... Kamu sudah berhasil membuat Papa dan Mama bangga" ucap Pak Nugra sambil mencengkeram erat bahu Dimas.


"Terima kasih Pa, Ma... Ini semua berkat doa serta dukungan Papa dan Mama" jawabnya sambil memeluk kembali Mama dan Papanya.


Selesai berfoto foto Dimas dan orang tua nya kembali ke Apartemen Dimas. Dimas segera membereskan barang-barang miliknya. Rencananya ia akan ikut serta kembali ke Indonesia bareng dengan orang tuanya. Awalnya papa nya menolak keinginan Dimas. Namun Dimas memaksa dan mengancam akan tetap pulang ke Indonesia walau harus sendiri.


Kehadiran Nugra dan istrinya ke London sangat membuat Indra sang adik merasa sangat bahagia. Rasa rindu yang teramat dalam setelah bertahun tahun tak pernah bertemu akhirnya kini terbayar lunas. Indra pun tak menyia-nyiakan waktu yang sangat singkat yang dimiliki kakaknya. Setiap hari ia selalu bercengkeraman dengan sang kakak. Pak Nugra juga sempat mengunjungi usaha resto milik adiknya itu. Rasa bangga terpancar sangat jelas di wajahnya karna memiliki adik yang pekerja keras.


"Kamu harus pulang ke Indonesia. Kamu sudah lama tak mengunjungi makam Ayah Ibu. Mereka pasti sangat rindu kepadamu" ucap Nugra sambil menepuk pundak sang adik.


"Iya kak, aku memang bukan anak yang berbakti. Aku sudah sangat lama tidak pernah pulang untuk mengunjungi makam mereka. Aku janji kak, aku akan segera atur waktu secepatnya untuk pulang ke Indonesia" suara besar Indra terdengar sedih dan lemah.


"Bagus. Aku tunggu ya... Ajak anak dan istrimu" ucap Nugra kembali.


Indra mengangguk pasti menanggapi perintah kakaknya. Indra memeluk kembali sang kakak yang lama ia rindukan. Rasanya ingin sekali ia mengikat sang kakak bersamanya supaya mereka bisa bersama terus selamanya.


.


.


.


Hai readers... Terima kasih ya sudah setia mengikuti novel ini. ❤


Jangan lupa Comment ya...


Mau kasih masukan juga boleh... 😍


Di bab selanjutnya, Erina dan Dimas mulai romantis lagi looh... Di tunggu yaa....

__ADS_1


Ssttt.... Jangan baper ya readers... 😘😘😘


__ADS_2