Ku Tembak Cintamu 2x

Ku Tembak Cintamu 2x
The Vivid Pink Diamond


__ADS_3

Di ruang kerja Dimas yang berukuran cukup luas, nampak dua orang yang tak lain Dimas sendiri dan assistant pribadinya Rio, sedang sibuk dan serius dengan pekerjaannya. Ditengah tengah kesibukannya, Rio tiba-tiba membuka omongan yang sontak membuat Dimas menghentikan pekerjaannya dan me jadi fokus kepada assistantnya itu.


"Dim... " ucapnya sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Hmm.."


"Sorry gue boleh ganggu kerjaan loe sebentar ya. Gue mau bilang sesuatu" Rio tampak agak ragu ragu. Dimas sejenak menghentikan pekerjaannya dan menoleh sekilas ke arah Rio. Dimas memperhatikan gerak gerik Rio yang terlihat sedikit aneh hari ini. Rio sendiri memang terlihat agak gugup.


"Ada apa Yo?" Lagi lagi Rio hanya menggaruk garuk kepalanya yang membuat Dimas tak sabar menunggu.


"Loe kenapa sih hari ini aneh banget?"


"Emm... Anu Dim... Gue... Gue..."


"Coba loe minum dulu deh Yo" Rio mengambil gelas air yang sudah tersedia di atas mejanya dan meminumnya.


"Ok. Sekarang gimana? Loe dah tenang kan?" Rio hanya mengangguk.


"Soo..., apa yang mau loe omongin ke Gue?" ucap Dimas sambil menatap serius ke arah Rio yang semakin membuat Rio salah tingkah.


Dimas bersabar menanti Rio yang tengah bersiap untuk berbicara. Rio terlihat aneh. Ga biasanya Rio seperti itu. Salah tingkah dan gugup. Rio yang Dimas kenal adalah laki-laki tegas dan cerdas. Sangat berbeda dengan hari ini. Rio menarik nafas panjang untuk menenangkan dirinya.


"Dim... Gue mau nikah" Dimas membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar.


"Apaaa? Nikah? Loe serius Yo??" Rio mengangguk untuk yang kedua kalinya.


Dimas beranjak dari kursinya dan berjalan menuju kursi Rio. Dipukulnya bahu Rio dengan gemas. Pukulan sahabat yang ikut senang mendengar berita mengejutkan yang bahagia.


"Selamaaaaatttt Brroooo.... Gue ikut seneng dengernya. Eh tapi sebentar!!! Gue ga terima nih loe nikah. Itu artinya loe ngelangkahin gue dong!!!" Dimas pura-pura marah menggoda sobatnya biar jadi salah tingkah. Dan benar saja Rio makin salah tingkah. Keringat dingin mulai membanjiri keningnya. Dasinya pun sengaja ia kendorkan karna tiba-tiba jadi terasa sesak mengikat lehernya.


Tawa Dimaspun membahana memenuhi ruang kerjanya. Tawa puas karna sudah berhasil mengerjai sahabat baik yang kini menjadi assistant pribadinya.

__ADS_1


"Santai bro... Gue bercanda." ucap Dimas sambil menepuk pundak Rio. Rio hanya tersenyum malu.


"Kapan rencananya? Tanggal berapa?"


"Itu dia Dim. Gue juga belum tau mau tanggal berapa. Chika juga masih sibuk dengan pekerjaannya. Tapi sih rencananya 4 bulan lagi dari sekarang" Dimas mengangguk mengerti.


" Untuk gedung bagaimana? Sudah dapat?"


"Belum. Gue masih cari cari. Tapi kalau untuk baju, kayaknya Chika dah pesen. Gue baru sekedar info aja ke loe Dim. Sekalian gue mau minta cuti yang agak lama... Bolehkan...?" Rio menyengirkan senyumnya meminta belas kasihan dari boss nya itu.


"Huft... Belum apa-apa udah minta cuti"


"Pleaseee... Kan gue mau honeymoon boss. Biar loe cepet punya ponakan" Rio memainkan matanya dikedip kedipkan ke arah Dimas yang membuat Dimas menjadi geli melihatnya.


"Dasar kunyuk... Bisa banget loe ya bikin alasan!!!" Rio tertawa lepas mendengar umpatan yang biasa ia dengar dari bossnya. Tapi umpatan Dimas adalah sebagai tanda kekalahannya untuk mengabulkan permintaannya kelak.


##########


"Yo, gue keluar sebentar ya. Ada perlu" Rio hanya mengangguki perkataan bossnya tanpa perlu bertanya lebih alasan atau kemana tujuan boss nya.


Dimas langsung menuruni lift menuju mobilnya dan melajukan mobilnya menujunke sebuah mall besar di Jakarta. Tak butuh waktu lama untuk sampai di sana. Setelah memarkirkan mobilnya, Dimas langsung menuju ke sebuah toko perhiasan langganan mamanya. Toko perhiasan yang sudah dipercaya kualitas dan mutu keasliannya.


Seorang karyawan setengah baya dengan senyuman ramahnya menyambut dengan hangat kehadiran Dimas sebagai customernya hari itu. Dimas mengangguk sambil tersenyum kecil merespon sambutan tersebut.


Dimas langsung menuju ke etalase yang berisi deretan cincin kawin yang berisi beragam bentuk dan variasi. Mulai dari model polos, bentuk unik sampai motif batu semua lengkap tersedia di sana. Bahkan toko itu juga menerima pesanan design khusus jika ingin memiliki design dan motif sendiri.


"Kalau saya pesan cincin dengan design sendiri apakah bisa?"


"Oh bisa pak"


"Tapi design yang akan saya pesan sedikit lebih rumit" ucap Dimas menegaskan.

__ADS_1


"Kami akan berusaha untuk bisa memuaskan customer kami pak. Maaf, boleh saya lihat gambar design yang akan bapak pesan?"


"Oh iya. Sebentar." Dimas mengeluarkan ponselnya dan disodorkan sebuah gambar design cincin yang sangat indah dari dalam layar ponselnya.



"Saya mau cincin saya diselipkan batu The Vivid Pink Diamond asli dari Afrika dengan kadar 2 karat, bergambar hati dan di dalamnya tertulis nama saya dan calon istri saya. Saya akan bayar berapapun harganya" ucapan Dimas terdengar yakin dan penuh dengan penekanan.


Karyawan toko dengan sangat serius menanggapi permintaan dari Dimas, customer kelas kakap yang tak bisa dianggap remeh dimana saat ini sedang memesan sebuah cincin dengan harga milyaran rupiah.


"Baik pak, kami akan segera mencarikan batu berlian yang bapak inginkan dan segera kami buatkan cicin pesanan bapak. Kami pastikan pesanan cincin bapak akan dibuat oleh orang yang sangat ahli dan profesional"


"Hmm.. Bagus. Ini DP nya. Untuk kekurangannya akan segera saya lunasi jika cincin nya sudah selesai" Dimas menyodorkan selembar cek dengan nominal fantastik yang bisa membuat mata terbelalak jika melihatnya.


Setelah mengirimkan gambar design, megukur lingkar jari dan menerima bukti pembayaran pesanan, Dimas bergegas pergi meninggalkan mall dan menuju kembali ke kantornya.



Di dalam mobil, Dimas tersenyum sendiri membayangkan keindahan akan cincin yang sedang ia pesan. Ia juga membayangkan betapa cantiknya cincin itu saat sudah melingkar dijari sang pemiliknya. Calon istrinya, Erina.


.


.


.


**Hai readers...


Terima kasih ya sudah selalu setia mengikuti kelanjutan cerita cintanya Dimas & Erina.


Jangan lupa ketik like, bintang 5 nya dan juga comment nya ya... Untuk comment, tolong dong kasih author comment yang seru seru ya... Jangan sekedar "Lanjut, Next atau Lagi dong Thor"

__ADS_1


Okay, author tunggu ya... Terima kasih... ❤**


__ADS_2