
Dimas terkekeh dengan wajah asam yang diperlihatkan Erina kepadanya. Raut wajah kesal akan peristiwa kemarin malam masih saja mengganjal di hati wanitanya itu. Sepanjang perjalanan menuju butik Tasya Erina lebih banyak terdiam dengan wajah cemberutnya dan hanya menjawab seperlunya saja pertanyaan yang dilontarkan Dimas.
"Masa calon pengantin wajahnya asem begitu? Ntar kalau para tamu pada kabur gara gara takut lihat wajah pengantin wanitanya jelek, bagaimana?" goda Dimas kepada Erina. Erina memandang malas kepadanya dan mendengus kecil.
"Abisnya kamu tuh ngeselin banget. Itu kan moment special. Mana ada orangtua kamu juga. Dan aku ga ada persiapan apa apa sama sekali. Kamu lihat kan kemarin? Pakaianku juga terlihat ga pantas saat menyambut kedatangan orangtua kamu. Aku malu tauu... Kamu bener bener ngeselin, sumpah.... " Dimas semakin terkakak dengan tawanya mendengar celotehan penuh kekesalan Erina yang malah terdengar lucu di telinganya.
"Yang penting kedatanganku kemarin bikin kamu seneng kan??" ucapan penuh goda Dimas membuat Erina tersudutkan dan tak mampu untuk membatahnya lagi Karna kenyataannya kedatangan Dimas dan orangtuanya memang sangat membuat dirinya bahagia.
"Au ah..." jawab Erina cepat dan membuat Dimas kembali pada tawanya yang melebar.
#########
Mobil Dimas sudah terparkir di depan butik Tasya. Hari itu Dimas memang sengaja mengajak Erina mengunjungi butik sahabatnya untuk mempersiapkan gaun pengantin untuk mereka.
Sesampainya di dalam butik, Erina dan Dimas disambut special oleh Tasya sang designer.
"Waaahhh.... Calon pengantin sudah datang... Selamat ya ciinn... Akhirnya loe jadi juga nyusul Chika. Kak Dimas, selamat yaaa..." Dimas membalas dengan anggukan dan senyum manisnya. Wajah Erina memerah menahan malu dari godaan sahabatnya itu.
"Apa gaunnya sudah siap?" ucap Dimas memastikan kembali.
"Ouh... Pastinya sudah doongg... Kan gue sengaja minta kalian datang kesini memang untuk fitting baju" Erina terlihat bingung saat Tasya dengan yakinnya dan gamblang berucap kalau gaun pengantin dirinya sudah jadi. Lalu kapan Tasya membuatnya? batinnya bertanya.
"Se-sebentar... Fitting baju?? Memangnya bajunya udah jadi? Kita ke sini baru akan mau bikin bajunya, kok loe bilang udah jadi?" Erina memandang ke arah Tasya dan Dimas secara bergantian berharap ada penjelasan dari perkataan Tasya tadi.
"Iya sayaaang... Gue dah selesai men-design dan jahitin gaun pengantin special loe and your future husband" ucapnya lagi yakin sambil mensedekapkan kedua tangannya di dada.
"Boleh kita coba sekarang?" ucap Dimas menyela pembicaraan Erina dan Tasya dan tak sabar untuk segera melihat calon istrinya mengenakan gaunnya itu. Erina masih terlihat bingung dan terheranan dengan sikap Dimas dan Tasya yang masih menyimpan misteri.
"Pasti dooong... Wait ya.. Gue ambil dulu gaunnya" Tasya bergegas masuk ke dalam ruang miliknya yang berisi gaun gaun khusus pengantin yang kebanyakan pesanan pribadi para customer nya.
Tak butuh waktu lama, Tasya keluar dari ruangan dengan membawa sebuah gaun berwarna putih gading berbahan silk sutra premium yang ia import langsung dari Tiongkok yang memang sudah terkenal sebagai penghasil kain sutra terbaik di seluruh dunia.
Erina ternganga dengan gaun yang Tasya bawa. Dibukanya perlahan gaun yang masih dibungkus plastik tebal khusus yang berfungsi melindungi serat kain gaun dari debu dan kotoran.
"Taaarrrraaaa... Gimana?? Loe suka ga Rin? Kalau masih ada yang harus ditambah atau diperbaiki bilang aja. Gue akan segera memperbaikinya" Erina menutup mulutnya dengan sebelah tangannya, merasa terharu dengan surprise ke dua dari Dimas. Ia tak pernah menyangka kalau ternyata selama ini Dimas sudah mempersiapkan gaun istimewa ini untuknya.
"Tasya, ini cantik banget... Loe kapan bikinnya? Bukannya loe bilang, untuk bikin sebuah gaun pengantin butuh waktu paling cepet satu bulan? Tapi ini..." Erina mengalihkan tatapannya ke arah Dimas. Dimas sendiri pura pura sibuk dengan ponselnya.
"Loe beruntung punya suami kayak Dimas. Dia semua yang udah siapin ini semua buat loe" ucap Tasya dengan berbisik ditelinga Erina.
"Yuk, gue bantu buat nyobain gaun ini" Tasya menarik Erina ke ruang fitting. Dimas tersenyum tipis sambil mengangguk saat Erina memandang ke arahnya seolah meminta ijin untuk meninggalkan dirinya.
Gaun yang Tasya buat pas banget di badan Erina. Ukurannya sangat sesuai dengan lekuk tubuhnya. Erina memandangi wajahnya di cermin besar. Ia hampir tak percaya kalau saat ini dirinya sudah mengenakan gaun pengantin. Dan sebentar lagi, gaun itu akan menjadi miliknya untuk hari besarnya nanti.
Erina keluar dari ruang fitting dan berjalan perlahan ke arah Dimas duduk. Wajah cantik Erina dan lekuk tubuh yang indah dengan balutan gaun pengantin berwarna putih lembut membuat dirinya terlihat sangat sempurna. Dimas terperangah melihatnya. Senyumnya mengembang lebar di wajahnya. Senyum puas akan hasil karya terbaik yang teraplikasi indah pada tubuh wanita yang dicintai sungguh membuat matanya seakan tak ingin mengakhiri pandangannya.
"Cantiik..." ucap Dimas pelan yang berhasil membuat wajah Erina memerah malu. Erina hanya mampu tersenyum tipis dan menunduk menyembunyikan wajah malunya karna tak tahan dengan tatapan tajam mata Dimas yang memandangnya sangat lekat.
Tasya membantu kembali Erina melepaskan gaun pengantinnya dan menggantungnya kembali pada hanger khusus untuk gaun. Kini giliran Dimas yang mencoba jas pengantin nya.
"Tasya, terima kasih ya..." Erina menggenggam tangan Tasya dengan tatapan haru. Tasya membalasnya dengan senyuman manis yang tulus.
"Gue yang terima kasih. Karna loe dan Dimas udah mempercayakan gaun pengantin kalian ke gue. Gue bahagia banget bisa bikinin gaun pengantin special buat sahabat sahabat gue." Tasya memeluk erat tubuh Erina.
Fitting baju sudah selesai. Dimas meminta Tasya untuk membantu menyimpan sementara gaunnya dan segera mengantarnya di hari pernikahannya nanti. Dengan senang hati Tasya mengabulkan permintaan dari customer ter-specialnya itu.
##########
Sepulang dari butik Tasya untuk fitting baju, Erina mengajak Dimas mengunjungi makam papanya untuk berpamitan dan meminta ijin menikah dengan laki laki pilihannya.
Erina membersihkan beberapa rumput yang tumbuh di sekitar makam papanya. Seikat bunga anggrek kesukaan papanya Erina sisipkan di tengah tengah makam. Erina membacakan surat Yasin sebagai hadiah untuk papanya. Dimas juga ikut membacakan surat yang sama si sebelah Erina.
"Assalamualaikum papa... Hari ini Erina datang bersama Dimas. Calon menantu papa. Minggu depan Erina mau menikah. Tolong restui kami ya pap" ucap Erina sambil mengusap usap batu nisan papanya.
"Halo Om. Saya Dimas, calon menantu om. Saya sangat mencintai putri semata wayangnya om. Minggu depan saya akan menikahi putri Om. Saya berjanji akan mencintai, menjaga dan menyayangi Erina seumur hidup saya. Tolong restui kami" Erina menatap Dimas dengan tatapan terharu. Airmatanya mengalir bahagia mendengar perkataannya yang sangat berani di depan makam papanya. Segera disekanya air matanya sebelum Dimas melihatnya.
##########
Apa yang dikhawatirkan pun benar terjadi. Setelah insiden penolakan yang dilakukan oleh Pak Nugra terhadap permintaan pak Santo, hari ini pak Santo secara tiba tiba dan secara sepihak memutus kerja sama perusahaan yang sudah sekian lama berjalan baik. Pak Nugra memaklumi keputusan sepihak yang dilakukan partner kerjanya itu. Ia pun juga tak mau ambil pusing untuk menuntut atas kerugian yang terjadi akibat keputusan sepihak tersebut.
Pak Nugra mencoba untuk menerimanya dengan berbesar hati. Karna ia tau, pak Santo melakukan hal ini karna dirinya sedang diliputi emosi. Jadi percuma saja kalau masalah ini ia perbesar. Kerugian materi yang ia alami ia anggap sebagai resiko dari rasa kecewa yang dirasakan seorang teman yang tak puas dengan keinginan yang tak tercapai. Meski materi yang dirugikan lumayan besar nominalnya, pak Nugra tetap memilih untuk menerima tanpa melawan.
"Bapak yakin dengan keputusan ini? Nominal kerugian perusahaan bapak cukup besar. Bahkan bisa untuk membayar gaji seluruh karyawan perusahaan ini selama tiga bulan ke depan. Secara hukum, bapak punya hak untuk menuntut pak Santo atas kecurangan yang telah beliau lakukan." ucap Andra assistant pribadinya dengan cemas.
Pak Nugra menarik nafas beratnya. Dipijitnya pelan pangkal hidungnya. Kepalanya sedikit pusing dengan sikap arogansi pak Santo yang sudah dengan seenaknya membuat perusahaannya merugi.
"Biarkan saja. Mungkin ini resiko yang harus aku bayar. Aku juga yang salah. Seharusnya sedari dulu aku lebih peka dengan maksud utama yang ada di kepalanya." jawabnya pasrah.
"Tapi pak..." pak Nugra meninggikan telapak tangannya ke arah Andra yang membuat assistannya itu pun terdiam dan tak berani membantahnya lagi.
"Kita masih bisa menjalin kerjasama dengan client lain yang lebih profesional. Lagipula, perusahaanku ga akan bangkrut hanya karna kehilangan satu ikan teri seperti dia". ucapnya santai dan tetap tenang. Matanya langsung tertuju ke arah pintu ketika Dimas secara tiba tiba memasuki ruang kerjanya dengan tergesa gesa dan panik.
"Pap, kita harus segera lakukan tindakan tegas kepada perusahaan pak Santo. Enak aja dia main mutusin sepihak kerja sama yang sudah disepakati." nada suara Dimas terdengar geram dan penuh emosi.
__ADS_1
"Sabar Dimas. Sebaiknya, Kamu jangan melakukan hal hal gegabah yang bisa menyulitkan kamu sendiri nantinya" ucapnya bijak.
"Ini bukan hal gegabah Pap. Tapi kita di pihak yang benar. Kalau kita lakukan tuntutan ke perusahaan pak Santo, Dimas yakin kita tetap akan menang. Karna kita berada di pihak yang dirugikan"
"Dimas, pak Santo melakukan ini semua karna dia terbawa emosi. Setiap orangtua pasti menginginkan kebahagiaan untuk anak anaknya. Termasuk pak Santo. Kekecewaan Wulan terhadap kamu membuatnya harus melakukan hal ini sebagai ungkapan kekesalan dan kecewanya dia kepada kita. Terutama kepada kamu. Jadi ya sudahlah biarkan saja, anggap saja saat ini kita lagi kena sial" Dimas terdiam dan mengusap kasar wajahnya dengan frustasi.
"Maafin Dimas ya Pap. Ini semua gara gara Dimas" Dimas tertunduk sedih dan malu. Pak Nugra beranjak dari duduknya dan menepuk bahu Dimas sambil tersenyum menguatkan.
"Ga ada yang perlu dimaafkan. Ini sudah jalan nasib yang mesti dijalani boy... Yang namanya orang mau menikah pasti akan mengalami berbagai godaan dan cobaan. Salah satunya ya ini. Kamu harus kuat dan sabar menjalani cobaan serta ga boleh gegabah dalam menyikapinya. Pernikahan kamu kan ga lama lagi. Lebih baik kamu fokus kesana ketimbang ngurusin masalah ini. So, gimana dengan persiapan pernikahan kamu?"
"Good. Semua berjalan sesuai rencana" ucapnya yakin.
"Kamu yakin mau undang artis yang kamu bilang waktu itu? Apa bisa secara dadakan begitu?"
"He-em. Tenang Pap. Dimas sudah mempercayakan semua terkait acara pernikahan Dimas ke team Wedding Organizer handal yang sudah terbukti ke profesionalisme nya dalam bekerja. Dan mereka berjanji akan mengusahakan semaksimal mungkin untuk bisa berhasil ngundang artis itu ke acara pernikahan Dimas nanti" ucapnya yakin dan penuh semangat.
"Hmmm... Ya sudahlah. Kamu atur aja bagaimana baiknya" ucapnya sambil menepuk nepuk kembali bahu sang anak.
#########
Hari demi hari berlalu dengan cepat. Undangan pernikahan telah di sebar. Berbagai persiapan akan pernak pernik pernikahan telah disiapkan. Indra dan keluarga dari London juga telah tiba di Jakarta untuk menghadiri pernikahan keponakan semata wayang.
Hari yang ditunggu pun akhirnya tiba. Ballroom hotel bintang lima telah disulap menjadi aula megah bak istana yang dipenuhi bunga bunga cantik dan ornamen mewah. Para petugas EO dan WO sudah mulai sibuk mempersiapkan pesta pernikahan termewah tahun itu.
"Perketat penjagaan. Jangan sampai kecolongan ada yang membuat kerusuhan. Kalian mengerti!!" ucap Andra mengarahkan para bodyguard khusus yang ditugaskan mengamankan jalannya acara.
Di salah satu kamar President Suite yang di sewa keluarga Dimas, nampak Erina yang masih sibuk dirias oleh juru rias khusus dan ternama. Erina terlihat pangling dengan balutan kebaya cantik berwarna gold yang membuat wajahnya semakin bersinar.
Dimas sudah bersiap duduk di kursi akad menanti dengan sabar calon pengantinnya datang. Penghulu, orang tua, saksi serta tamu keluarga dan kerabat sudah duduk untuk menyaksikan prosesi ijab qabul Dimas dan Erina.
Dengan langkah ayu, Erina berjalan di gandeng oleh sang mama menuju kursi sebelah Dimas. Wajah manis dan cantik Erina dengan balutan kebaya modern berwarna gold sungguh memukau semua orang yang hadir di sana. Erina duduk santun di sebelah Dimas yang memakai beskap modern senada dengan nya, terlihat sangat tampan dan menawan. Dengan wajah malu malu Erina menyapanya dengan senyuman manis di bibirnya. Dimas tersenyum bahagia dan tak henti hentinya menatap ke arahnya.
"Cantik" bisiknya.
Suasana akad nikah berjalan hikmad dan sakral. Dalam satu tarikan nafas Dimas berhasil membuat semua orang berteriak kata "SAH". Yang artinya kini Dimas dan Erina sudah resmi dan sah menjadi pasangan suami istri. Rasanya plong dan lega karna Dimas sudah berhasil melafalkan kalimat ijab qabul nya dalam sekali ucapan. Rasanya sulit untuk diungkapkan. Intinya hatinya sangat bahagia saat ini.
"Selamat ya sayang... Kalian sudah sah menjadi suami istri sekarang. Semoga kalian langgeng selamanya, hidup bahagia dan banyak anak. Dimas, ga boleh panggil tante ya... Panggil mama..." Dimas mengangguk sambil mencium tangan ibu mertuanya.
Mama Dimas menciumi Erina dan memeluknya sayang.
"Selamat ya sayang... Mama seneng banget akhirnya kalian disatukan dalam ikatan suci. Kamu sekarang harus panggil kita Mama dan Papa. Iya kan pap" ucapnya sambil menoleh ke arah sang suami yang langsung di angguki olehnya.
"Terima kasih ya Mama, Papa" jawab Erina masih kikuk dan canggung. Orangtua Dimas tersenyum geli dengan kecanggungan Erina kepadanya.
"Mama jangan cemburu ya kalau sekarang Dimas lebih sering meluk dan cium Erina ketimbang mama" goda Dimas sambil melingkarkan tangannya ke pinggang Erina. Mamanya pun langsung memberi cubitan gemas di pipinya.
"Selamat cintaaaa... Akhirnya... SSSAAAHHH..." teriaknya bersamaan disertai tawa lebar yang membahana.
Semua orang orang yang hadir di acara akad mengucapkan kata selamat kepada kedua mempelai. Seorang gadis manis mendekati Erina dan Dimas dengan wajah bahagia bercampur sedih.
"Kak Dimas, congratulation for your both. Ternyata Erina lebih cantik aslinya ketimbang di foto ya" cletuknya dengan manja.
"Thank you My baby Clara... Terima kasih ya kamu dan keluarga sudah menyempatkan waktu, datang ke Indonesia ke acara pernikahanku" ucap Dimas penuh senyum.
Erina teringat akan wajah gadis manis yang saat ini ada di hadapannya. Gadis manis yang pernah ada di emailnya yang berfoto mesra dengan Dimas.
"Dia siapa Dim?" bisik Erina kepada Dimas, penasaran.
"Ini Clara. Sepupu aku yang tinggal di London. Anaknya om Indra adik kandungnya papa. Gadis manis tapi manja" Clara memanyunkan bibirnya merasa dianggap seperti anak kecil yang suka merajuk kepada kakaknya.
"Tapi aku gemesin kan?" sanggahnya lagi.
"Gemeeeeessss...." kedua tangan Dimas mencubit kedua pipi Clara dengan gemas yang membuat Clara sedikit berteriak mengaduh.
###########
Dimas dan Erina sudah berada di kamar hotel untuk beristirahat sebentar sebelum acara resepsi di mulai. Dimas merebahkan tubuh Erina di ranjang mulai nakal dan ga sabar untuk bisa segera menyentuh istrinya.
Bibir Dimas sudah mendarat lembut di bibir Erina. Di lumatnya lembut dan dalam. Tangannya pun mulai bermain nakal menjelajahi tubuh Erina. Erina mendesah pelan ketika bibir Dimas menciumi lehernya yang membuatnya terasa geli dan nikmat.
"Dimas stop... Tahan dulu. Kita masih ada acara resepsi" Dimas mendongakkan kepalanya menatap mesra istrinya yang masih canggung dengannya.
"Mulai sekarang panggil aku sayang. Bukan Dimas. Ok istriku..." Erina tersenyum nakal dan sedikit menggoda.
"Ok suamiku... Akh... Dimas uddaaahh... Kamu nakal banget sih..." Erina berteriak kecil sedikit mendorong tubuh Dimas agar sedikit bergeser dari tubuhnya. Tapi bukannya mengjauh, Dimas sengaja mengeliti istrinya dengan kenakalannya
###########
Acara resepsi sudah tiba. Dimas dan Erina telah bersiap dengan stelan jas dan gaun malamnya. Suasana ramai para petugas wedding organizer dan sebagian tamu undangan sudah memadati ruangan ballroom hotel.
Pasangan mempelai memasuki ruang aula diiriingi tepukan tangan meriah para tamu undangan. Gaun kedua yang dikenakan Erina adalah gaun gaya internasional design sabahatnya Tasya. Erina berjalan anggun menggandeng lengan Dimas dengan senyuman lebar di bibir keduanya. Para tamu sangat terpukau dengan penampilan pengantin baru ini.
MC acara sudah memulai jalannya acara resepsi. Dan MC meminta kedua mempelai untuk melakukan first kiss di hadapan tamu. Dan tanpa rasa malu sama sekali, Dimas langsung menarik tubuh Erina dan menciumnya dengan mesra.
__ADS_1
Tepukan dan suitan para tamu tak lantas menghentikan ciuman Dimas yang mulai panas. Justru Dimas makin memperdalam ciumannya yang membuat lutut Erina mendadak lemas. Dimas seolah ingin memamerkan ke semua orang kalau dia telah memiliki istri yang sangat cantik.
Dimas melepaskan pagutan ciumannya dan melempar senyuman ke audiens. Wajah Erina memerah karna malu atas kelakuaan lebay suaminya.
Para tamu mulai mengantri memberi ucapan selamat kepada mempelai. Hidangan yang tersaji juga sudah mulai di buka untuk di nikmati. Wedding singer dari artis domestik sudah mulai menyanyikan lagu lagu romantis menyempurnakan meriahnya suasana pesta.
Cukup lelah juga menyambut tamu undangan yang jumlahnya melimpah. Erina tersenyum lebar ketika teman teman kantor satu ruangannya semua hadir dan satu persatu memberikan ucapan selamat kepadanya.
"Selamat ya Erina... Ga nyangka loh ternyata selama ini kamu ini calon nyonya boss besar" ucap rekan kerjanya di telinga Erina. Hanya semyuman manis sebagai jawaban atas ucapan temannya itu.
"Selamat ya Erina. Semoga kalian langgeng selamanya ya..." Ibu Sandra memeluk Erina dan menciuminya.
"Terima kasih bu Sandra..." Erina tersenyum sambil mengangguk bahagia.
#########
Lelah juga rasanya berdiri selama dua jam menyalami satu persatu tamu undangan yang datang. Bayangkan dua ribu undangan telah disebar baik dari keluarga Dimas atau Erina. Ditambah lagi relasi pak Nugra yang banyak membuat acara resepsi sudah mirip seperti acara konser musik.
"Kamu kenapa sayang?" ucap Dimas cemas.
"Capek" Dimas tersenyum manis dengan jawaban Erina.
"Sabar sayang... Kamu udah ga sabar pengen ketemu sama junior aku ya?" goda Dimas yang sontak membuat Erina memandang malas kepadanya.
MC acara mengambil kembali jalannya acara. Perkataannya kali ini sungguh membuat semua para tamu undangan terperangah tak percaya. Rasa penasaran yang teramat sangat membuat mereka menghentikan kegiatan makannya dan fokus menyimak kata demi kata yang dilontarkan si MC.
"Okay, ini adalah puncak acara dimana jujur saya sebagai MC acara ini benar benar dibuat sangat surprise dan spechless. Saya merasa sangat beruntung bisa dipercayakan sebagai MC Wedding dari pernikahan Dimas dan Erina. Pernikahan yang sangat mewah, megah dan semua serba waaahh... Daaaann... Kejutan kali ini lebih lebih dari kata mewah. Karna saya tau banget susah banget untuk bisa mengundang special misterius guest kita malam ini. Oia, ini adalah kado special yang diberikan oleh mempelai pria kepada mempelai wanita sebagai kado ulang tahun. It's so romantic. Untuk kakak Erina yang sedang berulang tahun hari ini, selamat ulang tahun selamat menempuh hidup baru dengan suami tercinta kakak Dimas yang sangat romantis. Semoga kalian panjang umur, sehat, bahagia selalu, cepat diberi momongan dan langgeng selamanya. Amiinn ya...
Sooo... Ga perlu buang buang waktu lagi,
Lady's and Gentleman, let's welcome our special guest tonight SHANIA TWAIN....." Mata Erina terbelalak tak percaya ketika mendengar sebuah nama yang sangat familiar ditelinganya.
Dengan anggunnya Shania Twain keluar dari backstage yang sudah dipersiapkan, dengan wajah cantik rambut terurai dan gaun menjuntai sampai lantai, artis kenamaan dari Kanada ini langsung membawakan lagu andalannya FROM THIS MOMENT. Lagu yang sangat di favorite kan Erina. Suara tepukan tangan langsung memeriahkan konser mini dalam acara resepsi tersebut.
Erina menutup mulutnya yang ternganga, syok, tak percaya namun sangat senang dan bahagia yang luar biasa artis kesayangannya bisa hadir dalam acara pernikahannya.
Di tatapnya wajah Dimas dalam dalam. Di genggamnya tangan sang suami dan diciuminya. Air mata bahagia Erina mengalir begitu saja. Dengan lembut, Dimas menyeka airmata sang istri. Ia tau airmata itu adalah airmata bahagianya.
"Dimas... Kamu tau dari mana kalau aku suka banget sama Shania Twain?"
"Semua yang ada di diri kamu, aku sudah tau semuanya. Kamu suka?"
Erina tak mampu berkata kata. Kepalanya mengangguk berkali kali masih dengan airmata bahagianya membasahi kedua pipinya.
"Jangan nangis dong sayang... Masa artis favoritenya dateng malah nangis?"
"Terima kasih ya sayang... I love you so much..." bisik Erina sambil memeluk suaminya.
"I love you too so much my sweety..."
Erina sungguh menikmati alunan suara indah nan merdu Shania Twain yang sudah berhasil membuat hatinya mengharu biru.
Bukan hanya Erina yang menikmati, para tamu undangan juga dibuat terharu dan sangat surprise bisa bertemu langsung dengan artis luar negri secara gratis dalam sebuah acara resepsi pernikahan. Suasana ballroom malam itu di sulap menjadi mini konser yang sangat meriah.
Shania membawakan lima lagu andalannya
- From This Moment
- Youre Still The One
- You've Got A Way
- Forever and For Always
- Love Gets Me Every Time
Erina mati kutu ketika Shania berjalan mendekati dirinya, menyapa, memeluk dan mencium dirinya.
"Sayang, ini bukan mimpi kan?" Erina memegang pipinya saat Dimas mendaratkan sentilan kecil di pipinya yang segera menyadarkan dirinya kalau sosok yang saat ini berdiri di depannya nyata adanya dan bukan mimpi.
Norak, Right! Itu yang terjadi. Erina lupa kalau saat ini dia adalah pengantin yang menjadi pusat perhatian semua mata. Erina melonjak kegirangan dan langsung memeluk kembali artis idolanya dan menggandeng tangannya untuk berfoto. Erina tak menyia nyiakan moment berharga untuk bisa memuaskan dirinya berfoto dengan artis idolanya itu.
Dimas tersenyum senang melihat kegembiraan yang tergambar jelas di wajah Erina. Wajah bahagia dan sumringah Erina membuat Dimas sangat puas akan jerih payahnya yang berbuah manis sebagai kado istimewa istrinya tercinta.
.
.
.
__ADS_1
Give me like, comment and star 5. Okay...
😉😉😘😘😘