Ku Tembak Cintamu 2x

Ku Tembak Cintamu 2x
Kenalan


__ADS_3

TTTTTEEEEEETTTTTT......


Suara bel istirahat berbunyi. Anak-anak Kelas Dimas pada berhamburan keluar. Dimas mengambil ponselnya dan dilihatnya. Mulutnya manyun karna ternyata ga ada pesan yang dikirimkan dari Erina. Sekedar basa basi menanyakan sudah makan pagi atau belum atau ajakan untuk makan bersama di kantin pun ga ada.


Dari belakang Rio merangkul bahu Dimas yang sontak membuatnya kaget.


"Bro... Selamat ya atas kemenangan loe kemarin" ucap. Rio. sambil cengar-cengir.


"Heemmm.. " jawab Dimas dengan menatap Rio sekilas lalu asik lagi dengan ponselnya.


"Keren loe bro, setiap tanding seringnya menang terus. Oia btw, Kata anak-anak, loe kemarin bawa cewek. Bener ya? Cewek yang kemarin kena bola basket loe itu bukan? Kenalin ke gue juga dong.. "


"Ga boleh !!! Cewek gue bukan barang obralan yang harus di share kemana-mana"


"Yaelah Brooo.. Kenalan doang..."


"Kantin yuk.. Laper nih" Dimas beranjak dari kursinya dan berjalan keluar kelas menuju kantin. Rio mengekorinya di belakang sambil masih sambil merayu sobatnya itu supaya mau kasih penjelasan kepadanya.


"Nama cewek loe siapa sih Dim"


"Mau tau aja loe"


"Biar gue ga salah deketin cewek. Jangan salahin gue ya kalau gue ga sengaja deketin cewek loe"


Dimas tiba-tiba berhenti. Matanya memandang tajam penuh ancaman ke arah Rio.


"Loe kan dah pernah liat cewek gue, awas aja kalau loe sampai berani nusuk gue dari belakang. Abis loe sama gue" ancam Dimas.


"Ampun boss... Gue cuma bercanda keles"


jawab Rio cepet.


##########


Di kantin suasana sangat riuh. Mata Dimas langsung menangkap sosok yang sangat dikenal. Dimas sengaja menghampiri Erina dan gank nya yang terlihat sedang asik menikmati makanannya.


"Wah enak banget nih kayanya" ucap Dimas sambil tersenyum khasnya yang secara tiba-tiba yang mengagetkan semua orang yang ada disana.


"Dimas... " batin Erina


Erina langsung melihat ke sumber suara yang ternyata sudah ada di sampingnya. Kegiatan makan terhenti. Temen-temennya saling bertatapan kaget karna melihat ada dua sosok laki-laki yang mengusik kegiatan makan mereka.


"Hai sayang... " sapa Dimas sambil tersenyum yang langsung membuat wajah Erina mendadak merah seperti udang rebus menahan malu.


"Rio, nih kenalin cewek gue. Erina"


Erina membulatkan matanya ke arah Dimas karna sudah berhasil membuat dia malu di depan semua teman-temannya.


Rio mengulurkan tangannya ke arah Erina. Erina menjabat tangan Rio dengan kikuk.


"Hai.. Gue Rio. sahabat sejatinya yayang Dimas" ucap Rio


"Erina" jawab Erina singkat.


"Boleh kenalan juga ga sama temen-temen yang lain Rin?" tanya Rio sambil nyengir.


"Ganjen banget sih loe... " ucap Dimas sambil menepuk pundak Rio.


"Oh boleh.. boleh... Kenalin ini temen-temen aku, yang itu namanya Adel.. "


"Halo... Adel" ucap Adel sambil menjabat tangan Rio.

__ADS_1


"Ini Tasya"


"Hai" ucap Tasya ke Rio


"Dan yang ini namanya Chika"


"Chika... " ucap Chika sambil menjabat tangan Rio


"Kita boleh gabung disini ya... " ucap Dimas yang di anggukin oleh Rio.


Rio langsung menyeret dua kursi untuk Dimas dan dirinya. Dimas duduk bersebelahan dengan Erina. Dan Rio bersebelahan dengan Chika.


"Kamu makan apa beib?" tanya Dimas


"Mie ayam bakso"


"Pak Ujang ya?" Erina hanya mengangguk menjawab pertanyaan Dimas.


"Kayaknya enak ya. Aku juga mau deh"


"Yo, Loe mau pesen makanan kan? Tolong pesenin gue sekalian ya... "


"Traktir ya... "


"Iyaa... "


"Aasiikkk.... " Rio kelihatan sangat girang karna dapet traktiran.


"Hari ini aku yang traktir ya... "ucap Dimas ke semuanya.


"Seriuuuusss??? Aku nambah boleh?" Ucap Adel dan langsung di cubit oleh Tasya.


"Tasya... Sakit tauu... " ucap Adel sambil meringis.


Dimas tertawa kecil melihat tingkah laku teman-teman nya Erina.


"Serius. Kalian bebas mau pilih makanan atau minuman yang kalian suka. Aku yang bayar semuanya"


"Yyeeeiii... Makasih ya kak Dimas... Sering-sering ya nraktir kita" ucap Adel sambil kegirangan.


Kurang lebih 10 menit makanan Dimas dan Rio pun datang. Mereka makan dengan tenang dan sesekali bercanda sambil tertawa.Jatung Erina lagi-lagi berdetak ga beraturan. Setiap berdekatan dengan Dimas, hatinya sangat bahagia tapi jantungnya ga pernah bisa tenang berdetak.


Tanpa banyak yang menyadari ternyata sedari tadi ada dua pasang mata yang saling mencuri tatap. Bukan Dimas atau Erina.


Nampaknya Rio tertarik sama Chika. hihihi...


Rio sesekali menatap ke arah Chika yang lebih banyak diam siang itu. Mungkin karna mereka baru ketemu jadi masih canggung.


Bel pelajaran berbunyi lantang. Mereka berjalan beramai-ramai naik ke lantai atas. Kantin sekolah ada di lantai dasar.


Mereka pun kembali ke kelas masing-masing dan menjalani serangkaian pelajaran sampai selesai.


Ttttiing....


Satu pesan masuk di sesi pelajaran terakhir. Erina mencuri kesempatan untuk melihat pesan yang baru saja masuk di ponselnya. Dan ternyata pesan itu dari Dimas.


I ❤ You Erina


Erina membulatkan matanya membaca pesan Dimas. Agak norak memang sikap Dimas. Tapi entah kenapa ia sangat senang dengan isi pesan itu. Di tutupnya ponsel miliknya.


Ttttiing...

__ADS_1


Pesan kedua dari dimas masuk lagi.


Kok ga di bales sih? 😭


Erina tersenyum membaca pesan dari Dimas.


Tiba-tiba terdengar suara gertakan yang cukup keras.


"Hei kamu!! " ucap Bu Hety guru Kimia pelajaran terakhir.


Suasana kelas tiba-tiba menjadi hening. Erina langsung menyembunyikan ponselnya ke dalam tas nya.


"Kamu...!" ucap bu hety sambil mengarahkan tangannya ke arah Erina.


"Saya bu?" jawab Erina sambil mengarahkan jari telunjuk ke mukanya.


"Iya kamu! Siapa yang ngijinin kamu main hand phone?"


"Duuuhh, mateng deh gue. Ketauan lagi.. " batin Erina mengaduh.


Erina hanya terdiam sambil menunduk.


"Maaf bu"


"Kali ini saya maafkan, ketauan sekali lagi kamu mainan handphone di jam pelajaran saya, saya tidak akan segan-segan untuk mengeluarkan kamu dari kelas. Mengerti?"


"Baik bu" jawab Erina pelan.


Bu Hety Guru Kimia memang terkenal killer dan galak. Hampir semua siswa ga begitu respek dengannya. Mungkin karna beliau belum menikah di usianya yang sudah menginjak kepala empat. Sehingga membuat dirinya jadi sangat sensitif dan mudah emosi.


#########


Erina menuju parkiran motor. Disana sudah ada Dimas yang sudah menunggu. Erina memasang wajah cemberut saat bertemu dengan Dimas.


Dimas memicingkan matanya melihat wajah Erina yang terlihat kesal. Tak ada senyum yang tersungging di wajahnya.


"Kasian banget itu muka di tekuk mulu... " goda Dimas.


Erina ga menggubris ucapan Dimas.


"Heeiii.... Senyum napa ya... " pinta Dimas.


"Gara-gara kamu nih, aku jadi kena teguran dari bu Hety" ucap Erina sambil manyun.


"Kena tegur? Gara-gara aku? Kok bisa? " tanya Dimas masih bingung.


"Jadi tadi aku lagi curi-curi kesempatan buat buka pesan dari kamu. Eh, pas aku buka handphone, ketauan sama bu Hety. Trus aku di tegur gitu. Pake di ancem pula buat dikeluarin dari kelas kalau sampai ketauan lagi, huft..." jelas Erina masih dengan mulut manyun nya.


Dimas awalnya menahan untuk ga tertawa, tapi wajah manyun Erina dan gaya bicara nya yang lagi kesel membuat Diriny ga tahan lagi untuk tertawa. Dan akhirnya Dimas tertawa lepas yang membuat Erina makin kesal.


"Pantesan pesan aku ga kamu bales"


"Nanti aku bilang ke bu Hety buat bales pesan kamu ya... " ucap Erina cepat.


(Dimas membulatkan matanya)


"Jangan dong sayang... Masa aku pacaran sama emak-emak "


"Biarin"


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2