Ku Tembak Cintamu 2x

Ku Tembak Cintamu 2x
Kejutan Pagi


__ADS_3

Erina melompat kegirangan saat sebuah telpon masuk dari perusahaan yang ia lamar mengabarkan bahwa ia diterima bekerja disana. Dan besok sudah mulai bisa masuk mengikuti training. Erina memberitahukan kabar bahagia itu kepada sang Mama. Ibu Astri yang sedang bekerja di kantornya turut bahagia mendengar kabar bahagia dari putri kesayangannya itu.


Setelah menghubungi sang mama, Erina langsung menekan tombol telpon milik Dimas. Ia juga ingin memberitahukan berita bahagia ini kepadanya.


Ponsel Dimas berdering. Sebuah nama My Baby terlihat jelas disana. Tanpa pikir panjang ia langsung menerima telpon itu.



"Yes, Baby... "


"Dimaaaasss... Aku diterimaaaa" suara kegirangan Erina terdengar renyah ditelinganya. Dimas langsung mengerti apa maksud ucapan Erina.


"Oia? Selamat yaa... Kapan kamu sudah bisa mulai bekerja?" Dimas tetap pura-pura bertanya supaya Erina tak curiga. Karna sebenarnya ia sudah lebih tau akan hal ini. Karna dia sendirilah yang men-setting semuanya.


"Besok aku sudah mulai training.


Dimaaass... Aku seneng bangetttt.... Hari ini aku mau ke Mall dulu ya. Aku mau beli baju kerja"


"Syukurlah kalau kamu senang. Perlu aku temani?"


"Ga.. Ga usah. Kamu kan pasti sibuk. Biar aku sendiri aja. Ya udah ya Dim, kamu lanjutkan kerja kamu. Aku mau pergi dulu"


"Okay, kamu hati-hati ya... Kalau ada sesuatu segera kabari aku"


"Ok Boss" Sambungan telpon terputus. Dimas tersenyum dan tertawa kecil mengingat nada bicara Erina yang terdengar sangat ceria. Tingkah laku Erina seperti anak kecil yang baru dibelikan sebuah boneka cantik. Girangnya tak terkira.


Rio memperhatikan boss nya yang sedari tadi senyum-senyum sendiri dan sesekali melihat ke layar ponselnya. Rio hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku aneh boss nya itu.


"Yo, besok Erina mulai training. Tolong loe bantu siapkan semuanya ya. Termasuk makan siangnya. Pastikan makan siangnya makanan yang terbaik"


"Ok, Siap Boss"


###############


Tepat pukul jam 7 pagi, Erina sudah sampai di depan gedung bertingkat yang sangat besar dan mewah. Senyumnya mengembang bahagia bisa diterima di perusahaan sebesar ini dan menjadi karyawan di sana.


"Ya Tuhaaann... Semoga ini bukan mimpi" batin Erina sambil menepuk nepuk pipinya.


Erina memasuki pintu utama dengan wajah sumringah. Semangat kerjanya sungguh besar. Sepertinya hari ini Erina datang terlalu pagi. Bahkan petugas receptionis yang berjaga di bagian paling depan belum kelihatan batang hidungnya. Erina duduk di sofa ruang tunggu. 10 menit ia duduk, orang-orang mulai berdatangan. Sepertinya para karyawan kantor ini sudah mulai berdatangan untuk memulai hari kerja mereka.

__ADS_1


Petugas receptionis telah datang dan bersiap menempati posisinya. Erina mendatangi petugas itu untuk menanyakan perihal trainingnya.


"Kakak silahkan naik ke lantai 3. Lalu ke kanan. Nanti di sana ada petunjuk kelas training" Erina mengangguk mengerti akan penjelasan petugas receptionis itu dan langsung mengikutinya.


Dengan percaya diri Erina memasuki lift menuju lantai 3. Di ruang training ternyata sudah ada 4 orang yang menunggu di sana. Erina menyapanya dengan senyuman yang ramah. Semakin bertambahnya waktu semakin banyak yang berdatangan ke ruang itu.


Erina akan menjalani training selama dua hari. Selama dua hari itu ia akan belajar tentang perusahaan dan tugas tugas yang akan ia emban.


Tepat pukul 8 seorang mentor dari perusahaan XXXXX memasuki ruangan training dan menyapa para peserta. Peserta training ada sekitar sepuluh orang. Erina mengikuti training dengan semangat dan bahagia.


##############


Dua hari mengikuti training cukup membuat Erina mendapatkan ilmu yang lebih. Saat ini masing-masing peserta sudah mendapatkan surat penempatan. Erina membuka perlahan isi surat yang sudah ia pegang. Dibacanya perlahan isi surat itu. Isi surat menyatakan bahwa Erina ditempatkan di bagian divisi keuangan. Hal itu tentu sesuai dengan latar belakang pendidikannya yang mengambil jurusan dibidang ekonomi.


Erina memasuki ruangan divisi keuangan yang berada dilantai 5. Sebagai karyawan baru bukan hal yang aneh jika saat perkenalan dengan karyawan lama Erina mendapatkan perlakuan saling goda menggoda dari para lelaki. Ditambah lagi paras cantik Erina yang menawan pasti akan membuat para lelaki untuk tidak melewatkan moment untuk menggoda dirinya.


Erina hanya tersenyum kikuk merespon godaan dan cletukan karyawan lain. Mereka menerimanya dengan baik. Setelah memberi salam perkenalan, Erina berjalan menuju meja kerjanya dan lalu duduk disana.


Hari ini belum banyak yang Erina kerjakan. Ia masih diminta untuk mempelajari dokumen dokumen keuangan perusahaan. Dengan teliti Erina membaca satu persatu dokumen demi dokumen tersebut.


Disaat suasana kerja sedang hening dan masing masing karyawan sedang fokus dengan kesibukannya masing masing, tiba-tiba seisi ruangan dikejutkan dengan suara seorang kurir laki-laki yang mengantarkan sebuah buket bunga mawar yang cukup besar. Kurir itu berhasil menarik perhatian hampir seisi ruangan yang merasa takjub akan buket besar yang dibawanya itu.


Erina mendongakkan kepalanya dan sangat terkejut saat namanya disebut.


"Sayaaa....?" Kurir laki-laki itu mendekat ke meja Erina menyerahkan buket besar bunga mawar kepadanya.


"Ada paket bunga untuk anda. Tolong tanda tangani di sini" Erina ternganga karna bingung dan lalu menanda tangani lembar tanda terima yang diminta.


Wajah Erina memerah menahan malu. Semua mata tertuju kepadanya. Ada yang menggodanya dan tak sedikit pula yang mencibirnya. Sebagai karyawan baru memang terkesan berlebihan jika ada kiriman bunga yang besar yang mencolok semua mata.


"Ciiieee.... Baru masuk udah punya pemuja rahasia nih... " cletuk salah satu karyawan laki-laki. Erina mengabaikan cletukan itu dan menahan kembali rasa malunya.


Erina kembali ke meja kerjanya dan meletakkan buket bunga mawar di mejanya. Saking besarnya buket itu, meja kerjanya sampai penuh dengan bunga. Erina tertegun menatapi bunga itu. Matanya mencari sesuatu sebagai jejak dari sipengirim bunga. Namun, tidak ada kartu ucapan dari si pengirim yang diselipkan disana.


"Dimas... Pasti ini kamu yang kirim" batin Erina menebak pasti.


Erina mengambil ponselnya dan langsung menyambungkan telponnya ke ponsel Dimas.


############

__ADS_1


Dimas tersenyum saat sebuah nama "My Baby" muncul di layar ponselnya.


"Pagi Sayang..... "


"Dimas, kamu kirim buket mawar buat aku?"


"Enggak tuh" jawabnya santai sambil menyenderkan punggungnya ke kursi kerjanya.


"Jangan bohong... Aku tau ini pasti dari kamu"


"Kok kamu bisa yakin banget kalau pengirimnya itu aku?"


"Tolong jawab pertanyaan aku, Dimaaasss... " Erina geram dan mulai gemas.


Dimas tertawa kecil dan akhir mengakuinya.


"Baiklah... Iya benar itu dari aku. Itu hadiah kecil buat kamu. Selamat bekerja di kantor yang baru ya sayang... "


Erina mendengus dan menghela nafas pendeknya.


"Lain kali jangan seperti ini lagi ya Dim?"


"Kenapa? Apa bunganya kurang bagus?"


"Bukan itu. Bunganya cantik. Bahkan sangat cantik. Yang jadi masalahnya aku malu Dim... Semua mata melihat ke arahku"


"Bagus dong... Jadi semua orang tau kalau kamu punya pemuja rahasia"


"Dimas, please... " Ucapan Erina harus terputus karna tiba-tiba Mieke, assistant manager keuangan datang dan memberi tugas kepada Erina. Erina langsung berdiri dan menyembunyikan ponselnya menyambut Mieke.


"Erina... Tolong segera kamu kerjakan berkas berkas ini ya. Saya tunggu hasilnya dua jam dari sekarang!!" Tiba-tiba Mieke assistant manager keuangan menegurnya dengan suara ketus membuat Erina kelabakan dan lupa mematikan ponselnya.


"I-iya... Baik bu... " Dimas dengan jelas mendengar suara kasar Mieke yang terdengar ketus kepada Erina.


Sebenarnya Dimas kurang menyukai suara ketus dari Mieke yang terdengar arogan. Namun ia berusaha sabar dan menekan emosinya untuk tidak turun tangan. Dimas ingin Erina bisa menyesuaikan diri dengan dunia kerja yang bisa dikatakan keras dan penuh perjuangan.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2