
Dimas mengikuti Erina masuk ke dalam rumahnya. Dimas sedikit canggung. Diperhatikannya dengan seksama setiap sudut rumah Erina. Rumah dengan desain modern minimalis itu dengan luas tanah kurang lebih 120 meter dan luas bangunan sekitar 100 meter.
Yups, rumah Erina memang ga bgtu besar. Tapi Cukup nyaman untuk ditinggali. Walau ga luas, tapi rumahnya ada 2 lantai. Untuk penghuni hanya 3 orang, rumah 2 lantai tersebut terasa cukup besar bagi Erina.
Dimas duduk Di sofa ruang tamu. Dilihatnya ada foto keluarga yang sangat hangat. Foto 3 orang dalam 1 bingkai yang sedang tertawa bahagia.
"Sepertinya Ini wajah papanya Erina. Sangat berwibawa" Batin Dimas.
Tanpa berlama-lama, Dimas segera menyiapkan cake birthday lengkap dengan lilinnya.
Erina masuk ke dalam untuk mencari keberadaan mamanya. Ternyata sang mama sedang ada Di dapur sedang mempersiapkan masakan special untuk hari itu. Mama Erina sudah tau kalau Hari ini adalah ulang tahun nya. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, Erina pasti memberikan kejutan ulang tahun untuk sang mama. Jadi mamanya sudah selalu menyiapkan makanan special terutama makanan kesukaan Erina.
Erina berjalan mengendap-ngendap sambil menghampiri mamanya yang masih sibuk.
Dari belakang Erina langsung memeluk sang mama sambil mengucapakan selamat ulang tahun.
"Happy Birthday mamaku..." Bu Astri sangat terkejut ternyata putri kesayangannya sudah pulang dari sekolahnya.
"Semoga mama selalu sehaaaatttt.... panjang umur teruuussss.... Dan bahagiiiaaaaaa teeerrrruuuusssss..... " Lanjut Erina sambil menciumi pipi kanan kiri mamanya dengan gemas.
"Aaamiiinnn.... Terima kasih banyak, anak mama yang cantiiiiikkk.... Yang baiiikkk..... Yang Pinteeeerrrr... Yang manjaaaa, Dan yang baweeeellll.... " jawab mama ga kalah gemas, sambil memcium ulang pipi Erina kanan dan kiri.
(Sambil cemberut)
"Iih... mama nih... Masa aku dibilang bawel terus sih?"
"Emang kamu bawel... " jawab mama sambil ketawa.
"Kalau kamu ga bawel, rumah Ini pasti sepi. Dan mama ga suka itu" lanjut mama menyubit pipi Erina yang masih cemberut sambil ketawa.
"Oia ma, Erina punya sesuatu buat mama" ucap Erina sambil cengar-cengir.
"Oia??? "
Erina mengangguk Nyengir.
Erina mengajak mamanya ke ruang tamu.
Ibu Astri lumayan kaget saat nyampe Di ruang tamu ia melihat ada seorang laki-laki tampan, putih dan tinggi yang sedang memegang cake birthday sambil tersenyum manis.
Erina dan Dimas dengan kompaknya menyanyikan lagu happy Birthday. Ibu Astri benar-benar terkejut bahagia mendapat kejutan baru seperti ini. Biasanya Erina memberikan kejutan birthday nya sendiri atau berdua sama Bi Minah. Namun kali ada berbeda. Erina bersama seorang laki-laki ganteng.
"Terima kasih ya Tuhan, Erina sudah punya pacar" batin ibu Astri. Senyum ibu Astri merekah
"Make a wish dulu mah" ucap Erina memecahkan lamunan mamanya.
Lalu ibu Astri memejamkan matanya dan berdoa.
"Ok, sekarang tiup lilinnya... " perintah Erina. Dimas tersenyum bahagia menyaksikan kehangatan keluarga kecil ini.
"Yyeeeiii.... " Erina bertepuk tangan mirip seperti anak TK yang sedang merayakan ulang tahunnya.
__ADS_1
"Makasih ya sayang... Mama Seneeeennnggg banget hari ini. Dapet surprise yang luar biasa seperti ini. Oia... ngomong-ngomong mama belum dikenalin nih sama.... " goda ibu Astri sambil melirik ke arah Dimas.
Erina langsung memperkenalkan Dimas.
"Oia lupa " jawab Erina sambil nyengir.
"Ini Dimas ma, kakak kelas Erina"
Dimas mengulurkan tangannya memperkenalkan diri :
"Selamat Ulang tahun ya tante... Semoga tante sehat dan bahagia selalu. Saya Dimas tante, pacarnya Erina..." Dimas terlihat sangat yakin dengan ucapannya.
Erina membulatkan matanya ke arah Dimas. Ia super duper terkejut dengan pengakuannya barusan. Mamanya memandang ke arah Erina sambil tersenyum menggoda. Dengan cepat,Erina menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Anak mama sepertinya udah gede nih, udah punya pacar. Hihihi... "
Erina menelan ludahnya dan terdiam. Erina juga masih terpaku Di posisinya. Ia kaget luar biasa dengan pengakuan Dimas.
"Maksudnya apa sih, kenapa Dimas Tiba-tiba bilang begitu? " batin Erina bertanya-tanya.
Sementara Dimas?
Dia tersenyum lebar melihat tingkah Erina yang berubah menjadi kaku karna ulahnya.
"Ya udah, kalau gitu sekarang kita makan bareng ya... Mama udah siapin makanan lezat hari ini. Dimas ikut ya... " lanjut ibu Astri.
"Erina kamu ajak Dimas ke meja makan ya. Mama mau siapin sayurnya. Ok sayang... "
(Mendekati Dimas)
"Maksud kamu apa bilang seperti itu ke mama?" Tanya Erina geram.
"Maksud kamu Pacar?" jawab Dimas sambil melempar senyum menggoda.
"Dimas aku serius!!!" gertak Erina sambil melotot.
"Aku juga serius " jawab Dimas datar.
"Ayoooo... buruan makan. Ntar keburu dingiiinnn... " teriak ibu Astri dari ruang makan.
Erina memandang malas Dimas. Dan langsung menuju ruang makan tanpa mengajak Dimas. Dimas mengikutinya dari belakang masih dengan senyuman nya.
Mereka bertiga sudah berada di meja makan dan bersiap untuk makan bersama.
Tiba-tiba ibu Astri teringat dengan Bi Minah yang masih Di dapur.
"Sebentar, mama lupa. Mama panggil bi Minah dulu. Biii... Bi Minaaaahhh.... "
"Iya bu.. " jawab bi Minah.
"Bi Minah ikut makan ya. Duduk di sini" ibu Astri menyeret kursi untuknya. Bi Minah terlihat sedikit kikuk.
__ADS_1
"Ga usah bu, bibi makannya nanti saja"
"Eeehhh... Enggak... enggak... pokoknya bibi ikut makan. Ayok duduk" perintah ibu Astri.
Siang itu mereka berempat menikmati makanan dengan bahagia. Sambil bercanda Di meja makan. Dimas sesekali memandang ke arah Erina sambil melempar senyum. Mamanya yang memperhatikan jadi teringat saat ia muda dulu. Jaman masih pacaran Sama papa Erina.
Ibu Astri cukup senang dengan kehadiran Dimas.
"Anak ini seperti nya anak baik-baik. Ganteng lagi" batinnya sambil memperhatikan Dimas.
Setelah selesai makan, Dimas berpamitan.
Erina mengantar Dimas sampai depan pintu pagarnya.
"Makasih ya Rin" ucap Dimas sebelum pulang.
"Justru aku yang seharusnya bilang Makasih sama kamu..."
"Terima kasih? Sama aku?" ucap Dimas membeo.
Erina tersenyum simpul sambil mengangguk.
"Kan kamu yang udah beliin cake buat mama aku..."
"Hahahahhaaaaa.... Kamu ini apaan sih. Itu ga seberapa harganya dibanding makan siang sama keluarga kamu hari ini"
"Maksudnya?"
"Yaaa... Ini sebuah moment berharga buat aku. Bisa diajak makan siang bareng Di acara yang istimewa seperti ini. Ga semua orang bisa beruntung seperti aku kan?" sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Erina.
Jantung Erina mulai berdegup zia zag. Erina menelan ludahnya lagi mencoba tenang menghadapi perilaku Dimas yang mulai genit kepadanya.
Erina sudah merasakan sinyal-sinyal cinta dari Dimas. Perilaku dan perhatian Dimas yang sedikit berlebih pasti ada suatu rasa yang sedang ingin ditunjukkan Dimas kepadanya.
"Ya udah sana kamu pulang. Hati-hati Di jalan. Jangan ngebut! " ucap Erina datar.
"Yah, aku diusir. Hmmm... Baiklah. Aku pulang" pura-pura kecewa.
"Bukan begituuuu... Maksud aku... " Erina tiba-tiba menghentikan ucapannya karna merasa malu dan kikuk.
"Jadi apa maksud nya? " dengan Nada setengah menggoda Dimas berhasil membuat wajah Erina memerah.
"Udah Sana pulang!!!"
"Hahahahahaha..... Baiklah... Aku pulang yaaaa... Bye Baby.. Eemmmuuuahh... " Dimas melajukan motornya sambil melempar kiss bye ke arah Erina.
Entah kenapa Erina sangat senang dengan perlakuan Dimas yang barusan. Erina masih aja senyum-senyum sendiri sambil memperhatikan motor Dimas yang semakin lama semakin hilang dari pandangan.
.
.
__ADS_1
.