Ku Tembak Cintamu 2x

Ku Tembak Cintamu 2x
Kejutan pagi


__ADS_3

Pagi ini seperti biasa Erina bangun tidur, mandi dan sarapan. Bi Minah hari ini bikin sarapan nasi goreng ayam dengan pedes level sedang. Karna Erina mang ga terlalu suka pedas. Hari ini rencananya mama Erina akan pulang dari dinas luar kotanya. Erina dah kangen berat sama mamanya. Pasti mamanya pun juga demikian.


Sejak kepergian papanya, satu-satunya orang yang deket dan paling Erina sayang ya cuma mamanya.


Erina segera menyelesaikan makannya dan merapihkan meja makan sebelum pergi sekolah.


"Bi minaaaahh... Erina berangkat sekolah dulu ya... " teriak Erina dari ruang makan.


"Iya non... Hati-hati di jalan ya... "


"Iya bi.. "


Erina bergegas keluar dari rumah menuju sekolah.


########


Sementara jauh sebelum Erina akan pergi ke sekolah, di rumah Dimas nampak sebuah Kebiasaan aneh yang jarang terjadi.


Hari ini Dimas bangun pagi-pagi sekali. Langsung mandi, sarapan buru-buru dan bergegas pamitan untuk berangkat sekolah.


Mama Dimas sedikit bingung atas perubahan sikap anak semata wayangnya ini. Karna ga biasanya Dimas bangun sepagi ini, dan berangkat pagi-pagi. Biasanya berangkat nge pas banget sama jam masuk sekolah.


"Dimaaaasss... Kamu kok tumben sih makannya buru-buru begitu? Tumben juga kamu jam segini udah rapih?? Mama jadi curiga nih? " tanya ibu Devita, mama Dimas dengan penuh curiga


"Mama ini gimana sih, katanya Dimas harus bangun pagi... Ini sekarang Dimas dah bangun pagi, dah rapih, dah ganteng malah dicurigai??? " sambil dimonyong-monyongkan bibirnya.


"Iya siiiihhh... Cuma mama jadi agak aneh dikit liat perubahan sikap kamu. Tapi ya baguslah kalau kamu sudah berubah jadi rajin begini. Mama seneng deh liatnya" ucap mama sambil tersenyum


"Oia ma, papa mana? "


"Masih dikamar. Bentar lagi turun. Kalau papa liat kamu jam segini dah rapih, pasti papa juga akan heran deh" mencoba meyakinkan


"Ya udahlah biarin aja. Dimas berangkat dulu ya mah. Takut telat nyampe sekolahnya. "


"Sayaaaangg... Tapi ini masih jam setengah 6 pagi looohhh... Kamu kan naik motor, apa ga takut kepagian nyampe sekolahnya? Tunggu papa turun dulu ya... "


"Aduh maaahhh... Ga bisa. Dimas lagi ada perlu. Dimas berangkat ya mam... " ucap Dimas sambil mencium pipi kanan mamanya.


Mama Dimas hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak laki-lakinya itu. Ga lama Dimas berpamitan, papanya pun turun dari kamar menuju meja makan.


"Sayang, kamu ga bangunin Dimas? Ntar kesiangan dia. " Tanya pak Nugra papa Dimas kepada istrinya


"Dimas dah berangkat sekolah pap" jawab bu Devita singkat


"Udah berangkat? Tumbeeeennn?? Ada angin apa jam segini udah berangkat sekolah? " tanya pak Nugra penasaran.

__ADS_1


"Entahlah... Mama juga ga tau. Tadi sih katanya ada perlu. "


"Jangan-jangan anak kita dah punya pacar. Jadi jemput dulu ke rumahnya" pak Nugra bisa langsung membaca maksud Dimas.


"Ih, papa apaan sih. Dimas itu belum boleh punya pacar. Kan dia masih harus kuliah dulu. Mama pengen Dimas ngelanjutin kuliahnya d London. Kalau Dimas udah punya pacar, pasti dia akan memilih kuliah di Jakarta " ucap mama Dimas dengan penuh keyakinan.


"Dimas kan sudah besar mah, kita ga bisa juga melarang anak kita untuk tidak punya pacar. Dulu kita juga, SMA udah pacaran... Mama lupa yaaa... " goda sang papa sambil melempar senyuman genit. Terlihat wajah bu Devita memerah menahan malu.


"Tapi pap, jaman kita pacaran kan beda. Ga sama kayak anak-anak jaman sekarang model pacarannya. Huft... " ibu Devita sedikit kesal menanggapi godaan dari pak Nugra.


Pak Nugra hanya menggelengkan kepalanya sambil melanjutkan makan sarapan nya.


######


Jam 6.00 WIB Dimas sudah memarkirkan motornya di depan rumah Erina. Dimas sesekali melihat ke arah pintu rumah Erina yang masih tertutup. Untuk menghilangkan rasa jenuh, Dimas memainkan handphone nya sambil sesekali membuka aplikasi sosial medianya.Dicarinya nama Erina di sosmed fa*****k. Dan ketemu.


"Ternyata kamu punya juga " sambil tersenyum dan langsung di klik nya kolom add.


Saat keluar dari pintu, Erina sangat terkejut melihat ada motor yang sudah terparkir di depan rumahnya lengkap dengan drivernya. Padahal hari ini Erina ga merasa pesan ojek online.


Dimas membuka helm fullface nya dan langsung melempar senyum kepada Erina.


"Selamat pagi tuan putri... Hamba akan mengantar tuan putri ke sekolah hari ini" ucap Dimas sambil cengar cengir.


"Kak Dimas, kamu dari rumah sengaja langsung kesini? " tanya Erina dengan rasa ga percaya.


Dimas hanya mengangguk sambil tersenyum genit.


Melihat Erina yang masih terbengong-bengong, Dimas langsung menyodorkan helm yang sudah dia sediakan dari tadi.


"Nih pake... "


"Eemmm.... Kak Dimas maaf, aku naik angkot aja ya... Aku ga mau ngrepotin kakak lagi" ucap Erina berusaha menolak, sambil melempar senyum kudanya agar Dimas ga tersinggung.


"Aku kan udah nyampe disini, masa kamu tolak sih. Kamu ga kasian apa aku dah nungguin kamu lama disini? " ucap Dimas sambil memelas.


"Tapi aku kan ga nyuruh kakak buat nungguin aku disini? "


"Ini dah mulai siang loohhh... Kamu butuh waktu berapa lama buat ngeles sama aku? " ucap Dimas yang berhasil membuat Erina terdiam dan akhirnya nurut.


Erina akhirnya menerima tawaran baik dari Dimas. Dan mereka berangkat ke sekolah bersama. Hanya butuh waktu 30 menit untuk sampai ke sekolah.


Sesampainya di parkiran, Dimas langsung memarkirkan motornya. Belum sempat Erina meninggalkan Dimas dan motornya, Dimas sudah lebih sigap memanfaatkan waktu.


"Erinnnaaa... "

__ADS_1


"Yaa... " jawab Erina singkat


"Eeemm... Aku boleh ya minta no HP kamu" ucap Dimas seraya menyengirkan sederetan gigi putihnya.


"Buat apa?" sambil sedikit sungkan untuk memberikan.


"Ya buat hubungin kamu lah kalau aku ada perlu sama kamu. Boleh kan?" lanjut Dimas dengan sangat berharap.


"Boleh" jawab Erina sambil mengangguk.


Lalu Erina mengambil secarik kertas dan menuliskan no HP nya lalu d serahkan kepada Dimas.


"Thanks ya... " sambil tersenyum bahagia


"Ur Welcome... " jawab Erina sambil melempar senyum tipisnya.


"Oia kak Dimas, makasih ya buat hari ini"


"Sama-sama" penuh dengan senyuman


"Erinaaaa... " panggil Dimas lagi.


"Yaaaa.... Ada apa lagi kak?"


"Mulai sekarang jangan panggil Kak lagi ya. Panggil Dimas aja. Okey?"


"Duh, ini orang tatapan matanya tajem banget sih..." batin Erina. Karna sedari tadi Dimas menatap Erina dengan tatapan yang aneh menurutnya.


"Okey... (sambil tersenyum). Ya udah, aku ke kelas dulu ya kak Dimas"


"Dimas, bukan kak Dimas! " ucap Dimas menegaskan.


"Eemm.. iya, Dimas. " jawab Erina kikuk.


Erina pergi meninggalkan Dimas untuk menuju ke kelasnya. Baru berjalan 5 meter, Erina mencoba menoleh ke belakang ingin memastikan apakah Dimas sudah beranjak dari motornya atau belum. Dan ternyata Dimas masih memandangi dirinya sambil tersenyum. Erina semakin deg-deg an dengan sikap Dimas kepadanya.


"Gue kenapa ya? Kok gue jadi deg-deg an begini? Ga mungkin juga kan kalau gue... Ah, ga.. ga... Jangan aneh2 Erinaaa.... " batin Erina mulai berkecamuk.


Ga butuh waktu lama untuk sampai ke kelasnya. Masih ada sisa waktu yang cukup untuk Erina bisa istirahat sebelum bel masuk berbunyi.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2