Ku Tembak Cintamu 2x

Ku Tembak Cintamu 2x
Liburan


__ADS_3

Semua masalah administrasi yang berkaitan dengan kepindahan sekolah Wulan sudah selesai. Wulan sudah bisa pindah sekolah setelah liburan semester satu selesai. Wulan akan mengikuti pelajaran di sekolah barunya di awal semester dua nanti.


Wulan termasuk anak yang cerdas. Sehingga walaupun dia pindah sekolah tidak lantas membuat dirinya kesulitan dalam mengikuti pelajaran. Otaknya yang cerdas bisa dengan mudah beradaptasi dengan semua pelajaran yang nanti akan dia jalani. Ini adalah kali ke dua dia pindah sekolah. Dulu yang pertama saat orang tuanya masih tinggal di kalimantan, karna bisnis ayahnya lebih berkembang di kota Malang, orang tuanya Wulan memutuskan untuk pindah rumah kesana.


Sebenarnya alasan Wulan ingin pindah ke Jakarta adalah karna Dimas. Wulan sudah jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Dimas saat Dimas dan keluarganya datang berlibur di kota Malang. Dimas dan Wulan bertemu di sebuah restoran pada acara makan malam bersama keluarga. Pertemuan di resto itu sekaligus untuk membahas kerjasama antara perusahaan orangtua nya dengan perusahan milik orangtua Dimas. Saat itu Wulan masih duduk di bangku SMP dan Dimas seperti nya sudah SMA. Namun karismatik pada diri Dimas sudah berhasil membawa setengah hatinya Wulan pada Dimas.


Diam-diam Wulan mencari tahu soal seberapa dekat hubungan partner kerja antara papanya dengan papa nya Dimas. Wulan berusaha sekuat hatinya untuk bersabar dalam menyelesaikan pendidikan SMA nya di Malang. Dan berharap Dimas dan keluarganya akan berlibur kembali ke Malang dan bisa menemuinya kembali. Tapi hal itu tak kunjung menjadi nyata. Dorongan rindu yang teramat sangat membuat dirinya memberanikan diri untuk meminta pindah sekolah ke Jakarta lebih cepat dengan alasan agar lebih nyaman beradaptasi nanti saat dia kuliah disana.


Alangkah terkejut dan bahagianya Wulan saat dia tahu bahwa dia akan bersekolah di sekolah yang sama dengan Dimas bersekolah. Bahkan ia juga akan tinggal di rumah yang sama yang di tempati oleh Dimas. Aura kebahagiaan benar-benar sedang menyelimuti hati dan diri Wulan. Wulan ga sabar ingin bisa cepat-cepat segera pindah ke Jakarta. Ingin segera bertemu Dimas. Wulan membayangkan wajah Dimas yang pastinya akan terlihat lebih tampan.


Pak Susanto belum mengijinkan Wulan anaknya untuk pergi ke Jakarta saat liburan semester awal. Wulan harus menghabiskan liburan semester awalnya bersama keluarganya. Wulan hanya bisa pasrah dengan keputusan papanya. Walaupun sebenarnya hatinya memberontak karna sudah ga sabar ingin bertemu dengan Dimas.


##########


Hubungan Erina dan Dimas tidak terasa sudah berjalan 5 bulan. Memang belum bisa di bilang lama. Tapi rasa sayang dan cinta Erina sudah sangat dalam kepada Dimas. Dimas pun juga demikian. Hati Dimas seolah sudah terkunci. Hatinya hanya untuk Erina.


Di semester ke dua nanti, nampaknya Dimas akan lebih sibuk. Ada jam tambahan dari sekolah untuk mempersiapkan ujian akhirnya nanti. Makanya, liburan semester pertama ini tidak disia-siakan oleh Dimas. Dimas mengajak Erina bermain ke Du***. Wahana permainan yang ada di daerah Jakarta Utara. Mereka pergi ga hanya berdua saja. Melainkan beramai-ramai. Dimas mengajak Rio dan Arvin. Sedangkan Erina mengajak ketiga sahabat dekat nya Adel, Tasya dan Chika.


Lokasi wahana permainan saat itu terlihat sangat ramai. Mungkin karena bertepatan dengan liburan sekolah jadi wahana tersebut jadi lebih padat dibanding hari biasa.


Mobil Dimas sudah memasuki area parkiran. Dimas berlari ke loket untuk menukarkan tiket online yang sudah ia booking sebelumnya.


Setelah mendapatkan tiket, mereka semua memasuki area permainan. Sebelum bermain, mereka menyempatkan waktu untuk berfoto bersama terlebih dahulu.


Wahana pertama yang akan mereka coba naiki adalah Ko**-ko**. Sebuah wahana yang sekilas terlihat biasa. Hanya sebuah kapal besar di ayun. Tapi bagi yang tidak memiliki nyali besar, tetap saja adrenalin akan terasa tertantang karna kapal besar itu akan terayun kencang dan semakin kencang yang benar-benar menantang nyali keberanian seseorang. Erina Sebenarnya bukanlah tipe pemberani yang berani menjajal wahana-wahana ekstrim. Karna semua temannya menginginkan mencoba, maka ia terpaksa juga harus ikut.


Kapal mulai terasa terayun kencang. Erina mulai panik. Tanpa dia sadari, tangannya sudah mencengkram tangan Dimas dengan sangat kencang. Dan mulai terasa sakit oleh Dimas. Erina berteriak sambil memejamkan matanya. Dimas tertawa lepas melihat sikap Erina yang panik ketakutan.

__ADS_1


"Dimaaaaassss... Aku takuuttt....." teriak Erina di tengah-tengah teriakan orang.


"Ga apa-apa Erina... Kamu kalau takut teriak ajaaaa... " ucap Dimas sambil setengah berteriak.


Permainan berakhir. Hati Erina sangat lega. Detak jantungnya sudah mulai normal. Tapi ternyata air matanya tak bisa berdiam diri di dalam mata. Pipi Erina basah.


"Sayang kamu nangis?" tanya Dimas sedikit panik.


Erina tak menjawab, ia langsung menghapus air mata di pipinya dengan kedua tangan nya dan langsung beranjak berdiri menuruni wahana tersebut. Lututnya terasa lemas. Dimas mengekori dari belakang sambil bersiap jika seandainya Erina ingin pingsan atau terjatuh.


Ternyata ga cuma Erina yang mengalami syok akibat guncangan wahana tadi. Arvin yang selesai turun langsung berlari ternyata ia merasa sangat tidak nyaman dengan perut nya. Arvin muntah-muntah sampai keluar airmata.


Rio tertawa lepas melihat Arvin yang sedang kepayahan. Dimas juga ikut tertawa kecil.


"Bro... Bro... Cemen banget sih loe.. Baru main begitu udah keok. Gimana sama wahana yang lain?" ucap Rio di tengah-tengah tawanya.


Cewek-cewek yang lain selain Erina masih nampak baik-baik saja.


"Ya udah kita istirahat dulu dua menit. Abis itu kita lanjut lagi ya" ucap Dimas


Setelah dirasa cukup untuk istirahat, mereka melanjutkan menjajal wahana permainan berikutnya. Kali ini lebih ekstrim. Erina langsung nyerah ga mau ikut. Lututnya masih terasa lemas. Dia ga berani untuk mencoba yang lebih gila lagi.


"Kalau kamu mau naik, kamu aja deh sama yang lain. Aku beneran deh ga berani. Aku tunggu disini aja ya." ucap Erina dengan tampang memelasnya.


Dimas hanya menghela nafas dan membiarkan kekasihnya menunggu di bawah. Kali ini mereka akan mencoba permainan ektrim To***do. Permainan yang benar-benar menantang adrenalin. Erina dan Tasya ga ikut menjajal wahana tersebut. Mereka ga punya keberanian lebih untuk menyobanya. Mereka menunggu di bawah sambil menikmati pemandangan ngilu penuh teriakan yang sedang menyiksa para penantang wahana.


Erina dan Tasya tertawa geli saat mereka menyaksikan ekpresi takut para penikmat tantangan ekstrim. Ayunan demi ayunan ke atas ke bawah, ayunan diagonal dan hentakan berputar benar-benar membuat seluruh otot badan menjadi kaku. Saking asiknya menikmati tontonan ekstrim yang seru, mulut Erina dan Tasya ga kerasa sampai menganga karna kagum.

__ADS_1


#########


Setelah lelah menjajal sebagian dari wahana ekstrim, mereka pun kelaparan. Mereka bertujuh memutuskan untuk makan siang yang sedikit terlambat karna keasikan bermain. Selesai makan, mereka kembali mencoba wahana permainan lain yang belum di coba. Mereka bermain sangat senang, hingga tak sadar kalau hari mulai gelap. Wajah mereka sudah terlihat lepek dan lelah.


"Udahan yuuukkk... Capek niiihh..." ucap Erina sambil memegang lututnya seperti orang yang sedang melakukan rukuk.


"Iya, gue juga. Balik yuk" tambah Chika


"Yaaaahhh... masih ada wahana seru yang belum kita cobain. Satu jam lagi deh ya" pinta Adel


"Loe ga ada capeknya ya Del. Hebat loe, padahal hampir semua wahana udah loe cobain" Ucap Tasya sambil menggelengkan kepala.


"Gimana nih? Gue mah ikut aja" ucap Rio.


"Gini aja deh, kita voting aja. Siapa yang masih mau main angkat tangan" ucap Dimas bijak


Dan yang angkat tangan hanya Adel. Sedangkan yang lain ga ada. Hahahaha..


"Adel kalah ya. Berarti kita pulang" lanjut Dimas.


Adel memanyunkan bibirnya karna kesal dan mengikuti berjalan dengan rombongan ke arah pintu ke luar wahana.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2