
Di kelas Erina saat jam istirahat
Tttiingg....
Erina sedikit kaget saat terdengar tanda pesan masuk dari handphone nya.
Nanti siang pulang bareng lagi ya...
~Dimas~
Tanpa disadari, Erina senyum-senyum sendiri membaca pesan dari Dimas. Chika yang melihat temennya sedikit berbeda hari ini mulai untuk menggodanya.
"Ciieee... yang lagi dideketin sama kakak kelas... Senyum mulu nih" sambil Nyengir ngejek.
Erina langsung menutup handphone nya.
"Apaan sih Chik? " ucap Erina menutupi rasa malunya.
Chika langsung memulai gosipnya kepada Tasya dan Adel.
"Guys... mau denger gosip baru ga? " Ucap Chika
"Chikaaaa... Apaan sih loe... " cegah Erina
"Ada gosip apaan sih?? Kayaknya seru banget? " tanya Tasya penasaran
"Tadi pagi Erina di anterin sama... "
"Eeemmmm.... "belum sempat Chika menyelesaikan penjelasannya tiba-tiba Erina langsung menutup mulut Chika dengan tangannya.
"Erina loe apa-apan sih?" ucap Chika agak kesal
"Loe yang apa-apaan. Ngapain sih pagi-pagi udah ngegosip" ucap Erina sambil membulatkan matanya ke arah Chika
"Ih, siapa juga yang ngegosip? Orang ini fakta kok. Gw liat pake mata kepala gw sendiri kalau tadi pagi loe di anter sama kakak kelas yang namanya Dimas. Bener kan?"
Apa yang baru saja dilontarkan oleh Chika otomatis membuat Tasya dan Adel terbelalak matanya seolah-olah ga percaya. Erina hanya bisa duduk pasrah dan lemas saat ternyata temen-temennya sudah mengetahui berita nyata ini. Awalnya Erina beranggapan temen-temennya akan menyudutkannya karna ga jujur kepada mereka, ternyata Erina dikelilingi teman-teman yang baik. Mereka langsung memeluknya dan menggodanya.
Tasya dan Adel saling bertatapan, kemudian
Bbrrruukkkkk....
Tasya dan Adel langsung memeluk Erina yang sedang terdiam. Erina kaget luar biasa melihat perlakuan dari temannya itu.
"Ciiieeeee.... jadi ceritanya tuan putri kita ini sedang dideketin sama sang pangeran?? " goda Adel
"Sepertinya begitu ibu suri... " tambah Chika
"Ga bisaaaa!!!! Gw ga terima!!! " Tasya tiba-tiba setengah menghardik. Semua langsung refleks menatap ke arah Tasya termasuk Erina.
"Tasyaaaa... Are you okay?" tanya Chika
"Erina harus traktir kita makan, baru gw bisa terima" ucap Tasya serius lalu ga lama tertawa bahagia karna sudah berhasil membuat temen-temennya tertipu dengan actingnya.
Hhhuuuhhhh.... Nafas lega Erina.
"Kalian ini pada kenapa sih? orang gue aja ga ada hubungan apa-apa sama itu orang. Kenapa juga kalian yang heboh? " ucap Erina kesal
__ADS_1
"Ciiiuusss???" ledek Adel sambil saling lempar senyum ke arah Tasya dan Chika.
"Udah ah, kantin yuk.. " ajak Erina mengalihkan pembicaraan.
######
Sesampainya di kantin seperti biasa masih ramai. Gank Erina duduk di meja tengah. Ga bisa milih karna memang masih ramai.
5 menit kemudian pesanan makanan pun datang. Seperti biasa mereka makan dengan bercanda gurau. Tiba-tiba
Ttiiingg...
Satu pesan masuk ke handphone Erina
Kamu makan apa? Kayaknya enak banget?
Dibacanya pesan dari Dimas. Erina langsung bisa menebak kalau saat ini Dimas sedang ada di kantin juga. Mata Erina mulai mencari keberadaan Dimas. Benar saja, selisih lima meja dari mejanya ada Dimas and friends yang juga sedang makan sambil bersenda gurau.
Saat mata Erina bertemu dengan mata Dimas, Dimas sudah tersenyum genit membuat jantung Erina langsung berubah detaknya. detak zig zag ga karuan.
"Tenang Erina... Tenang... " batin Erina mencoba menenangkan.
Erina menarik nafas dan mencoba tenang, mengabaikan senyuman Dimas yang sebenarnya membuat senang hatinya dan kembali berbaur dengan teman-teman nya.
Dimas agak kecewa karna senyumannya ga di bales sama Erina.
Ttttiing...
Satu pesan Dimas kembali masuk ke Hp Erina
Sombong ih...
😁
#######
Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 14.00 WIB, saat yang paling dinantikan semua siswa. Puulllaaangggg.... Yyyeeeeiiii...
Sedari pagi matahari nampaknya sangat bahagia, cahayanya sangat cetar menyinari belahan dunia ini. Panas terik yang menyengat benar-benar sangat terasa menusuk di kulit.
AC di kelas sampai ga terlalu terasa dinginnya. Adel masih dengan kipas portable nya masih bermalas-malasan di kursinya.
"Del, loe ga beresin buku-buku loe? " tanya Erina sambil memasukkan buku dan pulpen ke dalam tas miliknya.
"Ntar dulu ah, di luar masih panas merana... Gerah. Ntar gw item lagi kalau keluar" ucap Adel santai
"Emang loe Putih Del?" ejek Chika sambil terkikik.
"Ih, sembarangan... Nih liat dengan seksama kulit indah gw... Putih merona kayak punya Raisa" bantah Adel ga terima.
"Hahahahahaha..... " suara tawa Tasya, Chika dan Erina langsung pecah membahana.
"Guys... gue duluan ya.. Gue ada janji nih" ucap Erina saat akan berpamitan teman temannya.
"Jadi gituuu... Udah ada yang baru kita semua dilupain? " ucap Tasya datar.
"Gw ga janjian sama Dimas sayaaang... Nyokap gw hari ini pulang. Jadi gw pengen cepet-cepet pulang" jawab Erina mencoba meyakinkan teman temannya.
__ADS_1
"Wah, bawa oleh-oleh dong Rin.. " tanya Chika penuh harapan.
"Semoga ya... Tenang.. besok gw bawain. Okay"
"Buat gw juga, jangan lupa!! " tambah Adel.
"Sssiiippp... Bye semua... " Erina melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan.
"Ttdj ya Rin... " ucap Tasya.
Erina melangkahkan kakinya keluar kelas dengan terburu-buru. Dituruninnya satu persatu anak tangga di sekolah nya itu. Kelas Erina ada di lantai 2. Jadi agak lumayan turunnya.
Hari ini ia mau pulang cepat. Rasa rindu yang teramat sangat sama mamanya ingin segera ia lampiaskan. Sebenarnya ini bukan kali pertama Erina di tinggal tugas mamanya keluar kota. Bahkan sering. Tapi setiap mamanya pulang dari tugas, rasanya tetap sama. Kangen berat. Pengen segera peluk mamanya.
######
Di tempat lain, Di parkiran, Dimas sudah menunggu 30 menit. Pikirannya sudah tidak tenang. Bola matanya sedari tadi sudah sibuk menyusuri jalanan sekitar parkiran mencari sesosok wanita cantik yang ia nantikan. Namun sepertinya orang yang ditunggu tidak datang. Karna sudah 30 menit lamanya Dimas menunggu tidak ada sinyal atau tanda tanda kehadiran Erina, cewek yang di maksud.
"Ok, 5 menit lagi gue tunggu. Dia pasti dateng Dim.. " batin Dimas memberi semangat.
Tiba-tiba dia teringat sesuatu dan langsung memukul kepalanya karna lupa.
"Huft.. Kenapa ga gw telpon aja ya" tanpa pikir panjang lagi Dimas segera menghubungi nomor Hp Erina.
Panggilan pertama terhubung tapi ga diangkat. Yang kedua juga terhubung tapi masih sama ga diangkat juga. Dimas mulai kesal. Di telponnya Hp Erina sekali lagi. Kali ini diterima oleh Erina.
"Haloo... " sapa Erina santai.
"Erina, Kamu dimana" tanya Dimas dengan tak sabar.
"Di dalam bus. Ada apa ya Kak?" jawab Erina datar. Dimas menarik nafas panjang menahan emosinya.
"Emang tadi pagi kamu ga baca pesan yang aku kirim?"
"Baca" jawab Erina datar.
Jawaban Erina yang datar semakin membuat Dimas jengkel dan geram.
"Trus? Kenapa sekarang kamu di bus?"
"Maaf kak Dimas, tadi aku buru-buru. Aku ada keperluan mendadak" ucap Erina setengah berbohong.
Lagi-lagi Dimas menarik nafas panjang sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
"Ya sudah, kamu hati-hati di jalan ya.." jawab Dimas datar.
"Iya Kak. Makasih ya... "
Telpon ditutup oleh Erina.
"Hhmmm... Manggil kak lagi " gumam Dimas kesal. Dengan perasaan kesal, Dimas memakai helm full face nya dan akhirnya lalu melenggangkan motornya pulang ke rumah.
.
.
.
__ADS_1
Kalau suka, tolong klik tombol like nya ya..
Terima kasih 💝💝