
Pagi ini seperti biasa Dimas sudah stand by di depan rumah Erina. Rumah Erina terlihat masih sepi. Belum ada tanda-tanda Erina atau mamanya akan keluar rumah menuju tujuan masing-masing. Dilihatnya sekali lagi jam tangan sport miliknya.
"Hmmm... masih jam 6 kurang 5 menit. Erina lagi sarapan kali ya.. " batin Dimas.
Untuk menghilangkan kejenuhan, Dimas memainkan ponselnya. Lalu dibukalah sosial media fa****ok miliknya. Dimas nampak tersenyum lebar saat ia tau kalau permintaan pertemanan yang ia kirimkan ke akun milik Erina sudah di konfirm olehnya.
Tanpa pikir panjang langsung di bukanya akun Erina. Pertama yang dilihat adalah koleksi foto-foto milik Erina. Foto yang sudah berhasil di up load lumayan banyak. Dari foto sendiri, di sekolah bersama temen gank nya, di rumah, dan ada juga foto selfi yang keliatan sedikit narsis. Hahahaha...
Saat sedang asik melihat-lihat foto, Dimas tertarik dengan satu foto close up setengah miring yang memiliki angel yang pas. Foto yang memperlihatkan wajah Erina dari depan agak ke samping dengan senyum tipis menggoda kaum adam. Kulitnya yang putih mulus, rahang pipi yang indah dengan rambut yang yang dibiarkan terurai panjang sebahu.
Dimas mendownload dan menyimpannya di galeri foto ponselnya.
Setelah puas melihat foto, Dimas mulai membaca satu per satu tulisan postingan yang sudah terkirim.
Ketemu orang aneh
(Ada 25 like dan 40 komentar)
Dimas bisa langsung menebak kalau orang aneh yang dimaksud Erina tak lain adalah dirinya. Dimas tersenyum geli saat membaca tulisan yang di posting Erina.
Surprise
(Ada 50 like dan 30 komentar)
"Kayaknya yang suka sama Erina banyak nih. Yang nge-like statusnya kebanyakan cowok pula, hmmm..... Banyak saingan nih gw... " Gumam Dimas masih terus membaca postingan Erina.
Mata Dimas tertarik dengan satu tulisan Erina yang seperti nya baru ia posting tadi malam.
Rasa apakah ini Tuhan? Ini nyata atau hanya khayalanku semata?
Dimas tersenyum senang. Dimas mulai menyadari kalau nampaknya sinyal-sinyal rasa sukanya yang sudah ia perlihatkan ke Erina sepertinya sudah sampai ke tuannya.
Rasa senang menyelimuti dirinya pagi itu. Dimas ga sabar pengen segera ketemu sang pujaan hati.
Walau baru sebentar ketemu dan kenal dengan Erina, entah kenapa Dimas sudah merasakan perasaan nyaman dan bahagia jika di dekat Erina. Ada rasa rindu teramat sangat jika berada jauh dengan sosok wanita yang bernama Erina itu.
Hihihi...
Dimas sudah jatuh cinta guys...
######
Ibu Astri dan Erina keluar dari rumah bersamaan. Mama Erina terlihat kaget dengan sosok laki-laki yang sedang duduk di atas motornya sambil bermain ponsel sudah ada di depan pagar rumahnya.
Erina sudah tau kalau laki-laki itu adalah Dimas. Siapa lagi cowok yang akhir-akhir ini rajin mengantar jemput dirinya kalau bukan Dimas?
"Itu cowok siapa ya Rin? " tanya mamanya.
Erina sedikit kikuk untuk menjawabnya.
__ADS_1
Belum sempat ia melontarkan satu nama, mamanya sudah terlanjur menegur sosok laki-laki itu.
"Sorry, mas nya siapa ya?" tanya ibu Astri ke Dimas.
Dimas yang sedari tadi sedang asik dengan ponselnya sedikit kaget dengan suara yang barusan menegurnya. Di bukalah helm full face nya. Dimas menyapa mama Erina sambil melempar senyuman khas cengar-cengir nya.
"Pagi tanteee... " masih dengan senyum nyengirnya.
"Dimas?? " jawab ibu Astri.
"Iya tante... "
"Kamu ngapain pagi-pagi sudah ada disini? " tanya ibu Astri sedikit bingung.
"Jemput Erina tant.. " jawab Dimas dengan polos.
Erina menghela nafas saat mendengar jawaban Dimas. Erina juga terlihat kikuk saat itu. Ibu Astri langsung menatap ke arah Erina sambil tersenyum. Ia sudah menyadari kalau anaknya ini memang diam-diam sudah punya kekasih.
Erina masih terdiam dan memandang malas ke arah Dimas. Dia tak menyangka kalau Dimas ternyata menjemputnya lagi pagi ini.
"Erina... Kamu dijemput tuh sama Dimas? " ucapan mamanya membuyarkan lamunan nya.
"Kan Erina mau bareng sama mama?" jawab Erina pura-pura mengelak.
"Mama berangkat sendiri aja ga pa pa. Lagipula kalau mama ga anter kamu ke sekolah, mama kan jadi punya waktu buat bikin kopi dulu di kantor " jawab ibu Astri seraya meledek anaknya.
" Ih, mama kok gitu sih"
Erina benar-benar terlihat canggung banget pagi itu. Dengan perlahan dia berjalan menuju motor Dimas. Ada sedikit rasa malu yang ia rasakan. Karna selama ini Erina belum pernah menceritakan tentang sosok Dimas kepada mamanya. Dan sekarang tiba-tiba Dimas muncul di hadapan sang mama untuk yang ke dua kalinya.
"Mama yakin ga pa pa pergi sendiri? " tanya Erina memastikan.
"Ya ga pa pa dong sayang... Selama ini mama kalau keluar kota juga seringnya sendiri kan?" jawab mamanya dengan percaya diri yang tinggi.
"Oia Dimas, tante titip anak tante ya... Kamu hati-hati bawa motornya ya nak. Itu harta tante yang sangat berharga looohh... " ucap ibu Astri dengan tegas
"Pasti tante.. "jawab Dimas cepat tak kalah yakin.
"Ya sudah gih sana kalian berangkat. Hati-hati di jalan ya nak... "
"Mama juga hati-hati bawa mobilnya ya. Sampai di kantor langsung Kabarin Erina ya..." ucap Erina cemas.
"Iya sayaaaaanngg.... "
Dimas langsung meluncurkan motor nya menuju ke sekolah. Sedangkan sang mama langsung masuk ke mobil dan melajukannya menuju kantonya.
Di tengah perjalanan dengan suara sedikit teriak Erina bertanya kepada Dimas.
"Diiiimm... "
__ADS_1
"Yaa.. "
"Kok kamu jemput aku ga bilang aku dulu sih?"
"Kan biar surprise"
"Tapi kan aku jadi ga enak sama mama tadi"
"Ga pa pa... Mama kamu ngertiin kok"
Sejenak Erina terdiam. Ga ada percakapan.
"Diiiimmm..." teriak Erina sedikit mengagetkan Dimas
"Kenapa lagi?"
"Kamu kenapa sih tiap pagi selalu jemput aku?" Dimas ga langsung menjawab.
"Diiimmmaassss.... " Erina berteriak memanggil namanya cukup keras di telinga.
Bbbbrruuukkkkk
Tiba-tiba Dimas menginjak rem nya dengan keras yang menyebabkan Erina harus tersungkur ke punggung Dimas dan ga sengaja memeluk pinggang Dimas dengan erat.
"Sorry... Sorry... Lampu merah beib" ucap Dimas mengalihkan pertanyaan Erina
Erina menghela nafas kasar dan memilih diam.
Tak lama kemudian mereka sudah sampai di parkiran sekolah. Erina turun dan langsung menyerahkan helm nya kepada Dimas.
"Makasih ya Dim" ucap Erina datar dan langsung berniat pergi meninggalkan Dimas yang masih berada di atas motornya.
"Erinaaaa.... " Erina menoleh malas ke arah Dimas.
Dimas bergegas turun dari motornya dan langsung menghampiri Erina yang berdiri mematung menunggunya.
"Kamu mau tau kenapa aku akhir-akhir ini sering jemput kamu?"
Erina memilih diam mengabaikan ucapan Dimas dan berjalan santai menuju kelasnya.
"Alasannya adalah... Supaya kamu ga telat nyampe sekolahnya. Ga kayak tempo hari yang kamu lari-lari karna hampir terlambat. Pak Jono udah mulai dorong pintu pager. Untung ada cowok baik hati, yang nahan itu pager supaya kamu masih bisa masuk" Ucap Dimas dengan santai.
Di lain sisi, Erina sangat terkejut mendengar penjelasan yang baru saja dibeberkan oleh Dimas. Darimana dia tau kejadian itu? Jangan-jangan....
"Kok kamu bisa tau kejadian itu? Jangan-jangan cowok yang pake motor yang nahan pintu pager waktu itu... Kamuuu???" tanya Erina penasaran.
Dimas tak menjawab. Ia hanya mengangguk sambil tersenyum yakin. Erina tersipu malu saat tau malaikat penolong nya waktu itu adalah Dimas.
.
__ADS_1
.
.