
Bbrrruukkkkk...
Erina meletakkan tas dan beberapa oleh-oleh dari mamanya ke atas mejanya. Dengan posisi tas masih Di atas meja, Erina duduk melamun sambil senyum-senyum sendiri. Erina sampai lupa Kalau disebelah nya sudah Ada Tasya yang sudah duduk terlebih dahulu. Bahkan Erina juga tidak menyapa Tasya.
Nampaknya Erina masih teringat akan kejadian tadi dimana Dimas menjemput dan memberikan hadiah jaket yang sampai saat ini masih dikenakannya.
Tasya yang melihat keanehan dari diri Erina merasa tak sabar ingin segera menyadarkan temannya yang nampaknya sedang kasmaran.
"Wwwoooyyy..... " Suara Tasya mengagetkan.
Erina langsung terperanjat dari lamunannya dan menatap Tasya dengan heran.
(sambil mengelus dada)
"Kaget gw... " sambil menarik nafas.
"Lagian loe pagi-pagi dah ngalamun. Pake senyum-senyum sendiri pula. Hayooo... loe abis ngapain?? Abis Sama Dimas ya...? " tanya Tasya curiga.
"Apaan sih Tas...? " jawab Erina santai sambil memasukkan tasnya ke dalam laci.
Tak lama kemudian datang Adel dan Chika.
"Morning girls... " sapa Adel.
"Waaaahhh... apa ini?? " Tanya Chika sambil menunjuk bungkusan dan langsung membukanya.
"Itu gw bawain pesenan kalian. Oleh-oleh dari nyokap, buka... buka... " jawab Erina.
"Thanks ya Riiiiinnn... Baik banget deh loe... Emmmuah... Emmuaaahh.... " ucap senang Adel sambil memonyongkan mulutnya ke arah Erina.
"Eh, BTW... Tumben banget Rin loe pake jaket?? Loe lagi ga enak badan?? " Tanya Adel sambil meletakkan tangan kanannya ke dahi Erina.
Erina hanya menggeleng sambil tersenyum.
"Sooooo??? Why? " telisik Adel.
"Ini jaket dari Dimas"
"Wwhhaaaaatttt??? " ucap ke 3 temannya hampir bersamaan.
Lagi-lagi Erina hanya mengganguk sambil tersenyum.
"Pantesan tadi pagi Ada yang masuk kelas sambil senyum-senyum. Sampai ga ngeliat ada cewek cantik disebelahnya " ucap Tasya sedikit kesal.
"Iya sorry... Gue tadi ga ngeh kalau udah ada loe Tas. Maaf ya beib...." jawab Erina sambil memonyongkan bibirnya ke arah Tasya tanda cium.
Tasya hanya memandang Erina dengan malas. Sedangkan Erina membalasnya dengan senyuman nyengir khas nya.
#########
Jam istirahat pertama dihabiskan Erina and gank Di dalam kelas sambil memakan cemilan oleh-oleh mama Erina. Sambil sesekali melihat sosmed untuk meng up date berita seputar selebriti. Chika yang suka ceplas ceplos terlihat lagi serius Sama ponselnya dan tiba-tiba berteriak histeris
"Aaaaarrrrgghhh.... " teriak Chika masih sambil memelototkan matanya ke arah ponselnya.
Semua mata langsung tertuju ke arahnya.
"Napa loe Chik? " Tanya Adel penasaran.
"Adeeeelll... Le Min Ho cakep bangeeeeetttt... meleleh hati gue liat wajahnya yang ganteng.." ucap Chika dengan manja dan sedikit ngeselin karna udah bikin heboh satu kelas.
"Aaaaaa.... Seandainya gw punya cowok seganteng Le Min Ho... ooohhh... " tambah Chika lagi dengan lenjeh nya.
"Gelo... " tutur Tasya sambil geleng-geleng kepala.
Tttiingg...
__ADS_1
Satu pesan masuk ke Ponsel Erina. Dari Dimas.
Kamu kok tumben ga ke kantin? Kamu ga laper? Udah sarapan****?
"Udah" balas Erina singkat
Di kantin, Dimas yang sedang membaca pesan balasan dari Erina bergumam kesal.
"Yaelah... singkat Amat balesnya. Hmmm... "
########
"Rin, loe ngrasa ga sih kalau kayaknya Dimas tuh ada rasa deh sama loe.. " Tasya Membuka perbincangan.
"Ngrasa sih. Tapi kan gue juga ga boleh langsung GR kan? Ntar gue kira Dimas ada rasa sama gue, eh ternyata dia nya ga ada rasa. Malu kan gue"
"Ga mungkin!!! Gue yakin banget kalau Dimas ada rasa ma loe. Kalau ga, ngapain coba dia anter jemput sama kasih jaket ke loe? Betul kan analisa gue? " ucap Tasya dengan sangat yakin membuat Erina jadi berpikiran yang sama dengan nya.
Tiba-tiba Chika nyletuk
"Gimana kalau loe tanya langsung ke Dimas soal perasaannya ke loe Rin?"
Adel langsung memukul kepala Chika yang membuat Chika berteriak karna sakit dan memanyunkan mulutnya.
"**** looee... Ya ga sampai sebegitunya juga keleeeesss... Justru kita sebagai kaum wanita harus jual mahaaaall... Biar cowok-cowok itu menghargai kita kaum wanita" gaya Adel mirip murid SD yang sedang membacakan puisi Di depan kelas. Hahahhaa...
"Udah ah, ga usah dibahas, ga penting juga. Nih cobain yang Ini nih. Enak deh... " Erina menyodorkan keripik tempe pedas untuk mengalihkan pembicaraan.
Sedang asik menikmati cemilan, alarm ponsel Erina berdering. Dilihat nya satu pesan di ponsel nya.
Mama Birthday 🎂
Erina langsung menepuk jidatnya. Hampir aja Dia lupa Kalau hari ini adalah ulang tahun mamanya.
"Nyokap gue ternyata hari ini ulang tahun. Dan gue belum ngucapin dari tadi pagi " ucap Erina penuh penyesalan.
"Trus rencana loe mau kasih kado apaan buat nyokap loe?"
"Belum tau" sambil menempelkan kepalan tangan nya ke dagu.
"Ya udah loe pikirin deh dari sekarang " perintah Tasya dengan penuh dukungan.
Erina hanya mengganguk. Sekarang Di otaknya mulai dipenuhi beragam barang-barang yang akan dijadikan kado untuk mamanya. Erina pengen banget kasih kado yang bagus Dan mahal. Tapi dia ga punya budget yang besar. Di Rekening tabungannya saat ini hanya ada 1,5juta. Itu pun Di kumpulkan dari sisa uang jajan yang di berikan mamanya.
Erina ga mau membebani terlalu berat kepada mamanya soal uang jajan. Berapapun yang dikasih mamanya pasti Erina terima. Dan Erina jarang untuk meminta lebih, bahkan sebisa mungkin ia sisakan uangnya untuk ditabung.
######
Sepulang sekolah Nanti, Erina berniat ingin membelikan cake birthday untuk mamanya.
Diambilnya Ponselnya dan segera mengirim pesannya ke Dimas.
"Dimas maaf, sepertinya nanti pulang sekolah aku ga Bisa bareng Sama kamu. Aku Ada perlu"
Tak lama kemudian ada jawaban pesan dari Dimas
"Ada perlu apa? Boleh aku tau? "
"Huft, kepo banget sih " batin Erina menggerutu
"Aku mau mampir ke toko kue "
Ttiiingg....
(Satu pesan masuk lagi di ponsel Erina)
__ADS_1
"AKU IKUT!!!"
Erina membulatkan matanya membaca balasan pesan dari Dimas. Ia tak menyangka Kalau Dimas memberikan jawaban seperti Itu. Erina menghela nafas panjang dan tidak membalas lagi pesan singkat yang dikirim Dimas.
########
Pelajaran demi pelajaran sudah selesai Di lalui. Bel tanda pulangpun akhir nya berbunyi. Anak-anak mulai pada berhamburan keluar kelas untuk pulang. Walaupun masih ada beberapa yang belum ingin pulang dan memilih ke kantin atau duduk-duduk Di depan kelas menunggu rombongan siswa yang berjubel menuruni anak tangga sekolah ke rumahnya masing-masing.
Kelas Dimas ada di lantai paling atas. Kelas Erina di lantai 2. Dimas sengaja menunggu Erina Di dekat anak tangga yang Ada Di lantai 2. Ia ingin memastikan kalau Erina ga akan kabur meninggalkan dirinya lagi seperti kemarin.
Dari kejauhan mulai nampak Erina and gank berjalan perlahan menuju ke arah tangga.
Dimas memperhatikan wajah manis Erina yang sedang tertawa dengan teman-teman nya.
Erina and gank agak terkejut saat melihat ada Dimas Di dekat tangga sekolah. Erina mulai terlihat salah tingkah Dan kikuk. Karna Ini kali pertama Dimas menemuinya bersamaan dengan teman-temannya. Dia tak menyangka Kalau Dimas ternyata senekad itu menunggunya.
"Hai Erina... " sapa Dimas sambil melempar Senyum.
Erina tak menjawab sapaan Dimas. Dia hanya membalasnya dengan senyuman simpul dibibirnya.
"Erina doang nih kak yang disapa? " ledek Adel sambil tertawa membuat Dimas agak malu Karna tadi ga menyapa mereka.
"Ah iya... Hai semua... Aku boleh ya pinjem Erinanya sebentar " ucap Dimas agak kikuk.
Adel, Tasya dan Chika saling berpandangan. Lalu mereka saling tertawa meledek.
"Boleeehhh.. Bawa aja kak. Erina udah ga ada gunanya buat kita kok... " Ucap Adel lagi.
Tapi ucapannya yang Ini membuat Erina sedikit kesal.
"Kalian jahat banget ih... " jawab Erina polos.
"Kak, Erina makannya banyak. Jangan kaget ya... " tambah Tasya sambil ketawa.
"Udah sana-sana... Pulang kalian" usir Erina sambil mengibas-ibaskan tangannya ke arah mereka.
"Iya deeeehhh... yang udah punya pacar... Udah ga butuh sama kita lagi. Yuk guys... kita pulang.. " ajak Adel pura-pura Sedih.
Erina melipat kedua tangannya ke dadanya sambil melihat kepergian teman-teman nya.
Lalu memandang ke arah Dimas. Dimas pun melempar senyuman manis kepadanya.
"Yuk.. " ajak Dimas.
"Kemana? " tanya and Erina ga ngerti.
"Katanya kamu mau mampir ke toko kue? Ayok aku antar"
"Eemmm... Aku... "
"Kenapa? Ga mau ngrepotin aku lagi?? Aku juga kebetulan mau beli kue juga buat nyokap. Jadi bisa sekalian kan? Rumah kita juga searah. So??? "
Erina tak bisa membantah perkataan Dimas. Akhirnya mereka berjalan menuruni anak tangga satu persatu menuju halaman parkiran motor.
.
.
.
.
Kalau kalian suka, tolong klik tombol like ya...
Terima kasih... ❤
__ADS_1