Ku Tembak Cintamu 2x

Ku Tembak Cintamu 2x
Rencana Baru


__ADS_3

Perjalanan asmara Dimas dan Erina tergolong mulus-mulus saja. Hampir tidak ada pertengkaran yang berat mewarnai hubungan mereka. Berita tentang adanya hubungan special antara Dimas dan Erina sudah terdengar dimana-mana. Ada Beberapa yang senang dengan hubungan Dimas dan Erina, namun tak sedikit pula yang kontra terutama para kaum hawa yang mengidolakan Dimas. Bintang basket sekolah yang memiliki badan atletis, kulit putih dan wajah yang tampan, ditambah lagi Dimas berasal dari keluarga yang tajir.


Sangat kontras dengan Erina yang hanya berasal dari keluarga sederhana. Erina juga bukan bintang sekolah yang memiliki segudang prestasi. Tapi semua harus mengakui kalau Erina termasuk wanita yang beruntung yang di karuniai Tuhan wajah yang manis dan bentuk tubuh yang bagus. Wajah ayu Erina selalu membuat mata laki-laki adem dan nyaman jika menatapnya. Seperti itulah yang dirasakan Dimas.


Dimas sangat bersyukur Erina mau menerima cintanya walau terkadang Dimas kasihan dengan gosip yang ditujukan kepada Erina bahwa dia menerima Dimas karna faktor harta dimana Dimas berasal dari keluarga kaya raya.


Dimas ga pernah mendengarkan gosip murahan tentang Erina. Karna dia yakin dan percaya kalau cinta Erina murni bukan karna harta. Mata Erina memancarkan kasih sayang yang tulus. Erina ga pernah meminta sesuatu yang sifatnya materi. Bahkan ia sering menolak kalau Dimas ingin memberikan barang-barang yang harganya mahal.


Walaupun Dimas masih duduk ke bangku SMA, tapi untuk saldo di rekeningnya termasuk fantastik. Nilai rupiah yang sangat jarang dimiliki oleh sebagian besar anak SMA. Dimas juga bukan cowok yang suka pamer kekayaan. Dia suka kesederhanaan. Dari situlah dia bisa menilai setiap wanita yang dijumpai nya. Dan sebagian besar perempuan yang ia jumpai semua palsu. Selalu menampakkan wajah yang sempurna dengan aksesoris yang di paksakan, namun aslinya busuk. Dan hal itu tidak ia temukan pada diri Erina. Hal itulah yang membuatnya mantap memilih Erina sebagai kekasihnya.


############


Jam dinding rumah Dimas menunjukkan pukul 20.15 WIB. Mereka sudah selesai menyantap makan malam bersama. Dimas memilih langsung menuju kamarnya untuk mengecek ponselnya atau bermain game.


Sedangkan pak Nugra papa Dimas dan istri, mereka memilih untuk bersantai di ruang keluarga sambil berbincang-bincang dengan membicarakan tentang apa saja yang saat itu sedang terjadi.


"Oia mah, Mama masih inget partner kerja papa yang namanya Pak Susanto?" ucap Papa Dimas membuka pembicaraan.


"Pak Susanto? Yang mana ya pap?"


" Partner papa yang rumahnya di Malang"


"Oia mama ingat. Pak Susanto yang Join proyek sama papa kan ya?"


"Iya. 100 buat mama."


"Kenapa dengan pak Susanto pap?"

__ADS_1


"Jadi, tadi siang beliau telpon Papa. Kalau anaknya kepengen kuliah di Jakarta"


"Ok. Trus?"


"Dan anaknya kepengen pindah sekolah tahun ini di Jakarta. Katanya biar bisa menyesuaikan hidup di Jakarta sebelum kuliah nanti"


"Ooo begitu. Memangnya anaknya pak Susanto kelas berapa?"


"Kelas 11. Papa berencana untuk daftarin anaknya Pak Susanto di sekolahnya Dimas"


"Anaknya cowok pap?" tanya mama Dimas


"Cewek. Namanya Wulan. Dan Pak Susanto juga minta tolong papa untuk mencarikan apartemen buat tinggal anaknya"


"Apartemen? Kenapa ga tinggal di rumah kita aja sih pap? Rumah kita juga cukup besar. Kamar kosong juga masih ada. Lagipula lumayan kan mama jadi ada yang nemenin ngobrol atau Shopping kalau pas libur sekolah. Kadang mama kesepian pap, punya anak laki. Dah ga mau kalau diajakin buat nemenin mama shopping " ucap mama Dimas manja.


"Kalau memang mama ga keberatan, besok biar papa yang bilang ke Pak Susanto supaya anaknya tinggal di rumah kita "


#############


Siang itu di kantor, Pak Nugra kedatangan tamu dari Malang, Pak Susanto. Partner bisnis kakap yang sudah akrab dengannya.


"Pak Susanto, apa kabar?" sapa pak Nugra sambil merangkul bahu pak Santo


"Baik pak Nugra. Bapak apa kabar? Baik juga kan ya?" jawab pak Santo sambil membalas pelukan pak Nugra.


"Senang sekali saya bisa ketemu dengan bapak. Bussinesman sibuk yang waktunya sangat sulit untuk di sela" sapa lanjut pak Nugra sambil tertawa.

__ADS_1


"Pak Nugra bisa saja "jawab pak santo sambil tertawa renyah.


Pak Nugra langsung menyuruh OB untuk membuatkan minuman hangat untuk tamunya itu dan lanjut berbincang-bincang.


Setelah mendapat kesepakatan tentang kepindahan sekolah Wulan anak Pak Susanto, Pak Nugra mengutus anak buahnya untuk membantu mengurus proses administrasi di sekolah Dimas. Pak Susanto setuju dengan tawaran sekolah dan tempat tinggal sementara untuk anaknya.


"Aduh maaf sekali Pak Nugra, saya jadi ngrepotin bapak banget ini namanya" ucap pak Susanto berbasa basi


"Ga apa-apa pak Santo. Saya senang kok melakukan nya. Anak buah saya juga ada banyak yang bisa siap membantu" jawab Pak Nugra sambil tertawa kecil.


"Soal tempat tinggal anak saya, Wulan. Apakah bapak yakin akan mengijinkan Wulan tinggal di rumah bapak? Saya jadi ga enak ini pak"


"Justru ini istri saya yang nyuruh. Daripada Wulan Tinggal di Apartemen, lebih baik tinggal di rumah kami. Kata istri saya, biar ada yang nemenin ngobrol sama shopping. Hahaha...." ucap pak Nugra sambil tertawa.


"O... Begitu " Jawab paj Santo sambil manggut-manggut.


"Memangnya anak Pak Nugra ada berapa?" tanya pak Santo ingin tahu.


"Anak saya cuma 1, laki-laki. Saat ini sudah kelaa 12. Kakak kelasnya Wulan. Sebentar lagi lulus. Maka dari itu kenapa istri saya meminta Wulan untuk tinggal di rumah kami, mungkin salah satu alasannya karna istri saya kepengen punya anak perempuan"


Pak Santo manggut-manggut mendengar penjelasan dari pak Nugra.


"Kita senasib pak Nugra. Anak saya juga cuma 1, Wulan"


Pak Santo dan Pak Nugra cukup lama berbincang-bincang di ruang kerjanya. Tema pembicaraan mereka masih berkutat seputar calon sekolah Wulan dan sedikit masalah pribadi. Sesaat mereka melupakan urusan bisnis. Mereka masih fokus membahas masalah anak-anak mereka.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2