
"Yo... " ucap Dimas di sela sela kesibukan Rio yang tengah sibuk dengan laptopnya.
"Yes... " jawabnya cepat.
"Gue boleh minta tolong sesuatu di luar masalah kantor?" ucap Dimas sedikit ragu.
"Gue ini kan asistant pribadi loe bro. Loe ga perlu merasa sungkan buat nyuruh gue. Apapun itu pasti akan gue lakukan yang terbaik buat loe" ucapnya dengan penuh keyakinan.
"Hhmm... Okay. Gue pengen loe bilang ke Chika supaya dia bisa ngrayu Erina buat ngelamar kerja di kantor ini. Karna gue tau, cewek loe adalah temen deket nya Erina. Dan ucapannya Chika pasti akan di dengar oleh Erina"
Rio mengangguk angguk mengerti apa yang diinginkan Dimas boss nya itu.
"Ok Dim. Gue akan segera sampaikan keinginan loe ini ke cewek gue. Dan gue akan pastikan kalau Erina akan melamar di kantor ini"
"Ok, bagus. Thanks ya bro"
Rio tersenyum dan mengangguk senang karna telah membuat boss nya senang. Rio melanjutkan kembali pekerjaan nya dan begitupun dengan Dimas.
############
Malam ini Dimas berkunjung ke rumah Erina setelah lima hari lamanya tak bertemu. Rasa rindu yang teramat sangat membuat hasratnya untuk bertemu harus terpenuhi. Hanya dengan kemeja navy lengan pendek dan celana jeans hitam Dimas mendatangi rumah Erina. Namun meski hanya dengan mengenakan kemeja lengan pendek, tidak mengurangi ketampanan Dimas sedikitpun.
Erina tersenyum menyambut kehadiran Dimas. Wajah cantiknya semakin membuat Dimas semakin hari semakin jatuh cinta kepadanya.
"Hai Dim... " sapa Erina. Suara lembutnya sungguh membuat tentram jiwa Dimas.
"Hai sayang... " jawab Dimas dengan senyuman manis di bibirnya.
"Masuklah... " Dimas menggeleng pelan.
"Aku belum makan. Kamu mau kan nemenin aku makan? Aku harap kamu juga belum makan malam ini"
"Eemmm... Okay" Erina tak menolak ajakan Dimas. Ia masuk ke kamarnya dan mengambil tas kecilnya lalu mengiyakan ajakan makan malam Dimas. Senyum Dimas tersungging di bibirnya. Senyuman senang karna Erina tidak menolak ajakannya.
Dimas memarkirkan mobilnya di sebuah restoran steak ternama yang dagingnya terkenal lezat dan empuk. Mereka melewatkan makan malamnya disana. Dimas dan Erina menikmati makan malamnya dengan tenang dan sesekali saling bersenda gurau.
Selesai makan malam, Dimas mengajak Erina ke sebuah taman di tengah kota yang cukup ramai oleh orang orang. Taman itu cukup ramai karna memiliki banyak fasilitas yang disediakan cuma cuma bagi para pengunjungnya. Dimas mengajak Erina keluar dari mobil dan duduk di salah satu kursi panjang di taman itu.
"Udara malam disini lumayan sejuk ya" ucap Erina sambil menghela nafas panjangnya. Dimas memperhatikan wanitanya sambil tersenyum.
"Apa kamu suka?"
"He-em, taman ini sangat bagus. Tanamannya juga tertata rapi. Sepertinya bukan cuma aku aja yang suka dengan taman ini. Buktinya disini cukup ramai"
"Ya, kamu benar. Taman disini juga bersih"
Erina menolehkan tatapannya ke wajah Dimas, dan tersenyum kepadanya. Dimas mengeryitkan dahinya melihat senyumannya.
"Kamu kenapa? Tumben senyum senyum terus begitu? Kamu takjub sama ketampanan aku ya?" ucap Dimas menggoda Erina. Senyuman Erina langsung berubah menjadi tatapan malas kepadanya yang sontak membuat Dimas tertawa lebar.
"Terima kasih buat makan malam nya ya Dim. Steaknya enak banget" ucapnya sambil tersenyum nyengir yang menampilkan gigi putihnya yang berjejer rapih.
__ADS_1
"Ga perlu berterima kasih. Aku senang kalau kamu senang" Erina tersenyum tersipu malu.
"Oia Dim. Ngomong-ngomong bagaimana dengan interview kamu yang kemarin? Kamu diterima kan?"
"He-em. Aku diterima"
"Waaahh... Selamat ya Dim... Aku ikut senang" Dimas menatap dalam senyum lebar yang ditorehkan Erina untuknya. Lalu mengangguk sambil tersenyum.
"Kamu sendiri bagaimana? Apa kamu sudah melamar ke sebuah perusahaan? Tipe pekerjaan seperti apa yang kamu inginkan? Aku akan membantumu mendapatkan pekerjaan itu" ucap Dimas dengan penuh keyakinan. Erina hanya tertawa kecil menanggapi ucapannya.
"Belum. Tapi terima kasih. Kamu ga perlu repot-repot mencarikan aku pekerjaan. Biar aku usaha sendiri saja"
"Sebenarnya aku lebih senang kalau kamu ga usah bekerja." Erina mengerutkan dahi. Wajahnya langsung berubah muram dan sedih.
"Maksud kamu apa?"
"Ya kamu di rumah saja. Jadi ibu rumah tangga yang baik yang setia menunggu suaminya pulang kerja" Erina terkekeh dengan ucapan Dimas yang terdengar menggelikan baginya.
"Kenapa kamu malah tertawa? Apakah ada yang salah dengan ucapanku" Erina masih tertawa dan kali ini membuat Dimas terdiam.
"Abisnya kamu lucu. Aku ini kan baru lulus kuliah Dimaaass..., Masa langsung disuruh jadi ibu rumah tangga?"
"Why? Menjadi ibu rumah tangga itu pekerjaan yang mulia"
"Iya kamu benar. Tapi sepertinya Aku belum siap untuk langsung menjadi ibu rumah tangga. Aku masih ingin membalas budi Mamaku Dim. Aku ingin membahagiakan dia. Mama udah sangat bersusah payah membuatku sampai seperti ini. Aku ingin membuatnya bahagia. Mengajaknya jalan jalan, shopping berdua, makan malam berdua, pasti mama seneng. Dan itu sesuatu yang sangat menyenangkan pastinya"
"Hanya berdua saja? Lalu aku bagaimana?"
"Huft, dasar wanita. Yang dipikirannya hanya shopping dan jalan jalan" Dimas mendengus kecil dan Erina pun meresponnya dengan tertawa geli.
"Gimana kalau kita nikah aja?" Mata Erina terbelalak sampai hampir akan lepas dari tempatnya. Ucapan Dimas pasti hanya candaan biasa. Tapi kata katanya sungguh menohok jiwa raganya.
"Apaan sih Dim... Becanda kamu ga lucu ah"
"Kalau kamu mau, why not. Toh aku sekarang sudah kerja"
"Kalau begitu, kamu tabungkan saja dulu uang kamu"
"Kalau uangku sudah cukup, apa kamu mau nikah sama aku?"
"Tergantung"
"Kok tergantung?"
"Iya, tergantung kamu lebih cepet atau keduluan orang lain? Hahahahhaa.... " Dimas langsung memeluk gemas Erina karna sudah berhasil membuatnya kesal.
"Awas aja kalau kamu sampai berani lari dari aku... Kamu bakal aku kurung seumur hidup kamu di kamar aku tanpa boleh keluar sama sekali"
"Ih, apaan sih Dim... Serem banget. Aku kan cuma bercanda"
"Becanda nya kamu ga lucu"
"Iya maaf...."
__ADS_1
"Oia Dim, Kemarin Chika kasih info lowker. Katanya di Perusahaan XXXXXX sedang membutuhkan karyawan baru. Kamu kenal perusahaan itu ga Dim? Aku ga begitu familiar sama nama-nama perusahaan"
"Coba aja kamu masukkan dulu lamaran kamu. Siapa tau kamu ada rejeki di sana."
Erina mengangguk angguk pelan.
"Iya juga ya... Siapa tau aku diterima di perusahaan itu" ucapnya sambil nyengir. Dimas mengusap usap kepala Erina dengan gemas. Dimas senang ternyata Rio bisa diandalkan dan cepat dalam bergerak.
Malam semakin larut. Dimas sudah sampai di depan pagar rumah Erina. Dengan senyuman sumringah Erina mengucapkan terima kasih kepadanya karna sudah mengantarnya sampai ke rumah dengan selamat.
"Terima kasih ya Dim"
"Untuk?"
"Untuk semuanya" Dimas tertawa kecil menanggapi ucapan Erina.
"Kamu istirahat ya... Jangan lupa mimpiin aku.. " Erina memanyunkan mulutnya dan Dimas pun tertawa geli olehnya.
"Aku pulang ya... Kamu masuk dulu sana" Erina mengangguk mematuhi perintahnya.
"Baiklah. Kamu hati-hati di jalan ya Dim. Kabari aku kalau sudah sampai rumah"
"Siap Boss" Dimas langsung menggoda Erina dengan bersikap tangan hormat kepadanya yang sontak membuat Erina tak sanggup menahan tawanya.
"Ya sudah, aku masuk ya... Bye... " Erina melambaikan tangan perpisahan dan melangkahkan kakinya menuju pintu pagar lalu akan membukanya. Suara Dimas yang dengan tiba-tiba mengagetkan dan menghentikan langkahnya.
"Erinaaaa.... " Erina menolehkan kepalanya kepada Dimas yang memanggilnya.
Dimas berjalan mendekatinya. Wajah seriusnya menatap penuh karismatik.
"Ya" jawab Erina cepat
Tanpa ijin Dimas langsung menenggelamkan dirinya ke dalam pelukan Erina. Erina tertegun dengan sikap Dimas yang tiba-tiba memeluknya. Dimas semakin mempererat pelukannya dan berbisik ditelinganya,
"I LOVE YOU ERINA... " Erina membulatkan matanya. Kaki penyangga tubuhnya terasa lemas dan seakan tulangnya lepas semua.
Erina hanya terdiam dalam pelukan Dimas. Dimas memejamkan matanya menikmatinya hangatnya pelukan mereka. Ia tak butuh jawaban dari Erina. Ia hanya ingin Erina tau bahwa dirinya benar benar sangat mencintainya.
.
.
.
**Hai readers... Terima kasih ya sudah setia mengikuti kisah cinta Dimas dan Erina.
Jangan lupa like dan comment ya...
Author tunggu ya...
Oia, Author mengucapkan banyak terima kasih kepada readers yang sudah memberikan koin vote nya di novel ini. Semoga menjadi berkah buat readers ya**....
Love you... ❤❤❤❤❤
__ADS_1