Ku Tembak Cintamu 2x

Ku Tembak Cintamu 2x
Ga Bisa Tidur


__ADS_3

Setelah berpamitan, Dimas langsung melajukan motornya menuju rumah.


Erina langsung masuk ke kamar, sebelumnya sudah bersih-bersih badan dan berganti pakaian tidur. Erina merebahkan badannya di atas ranjang dan mencoba untuk tidur.


Entah kenapa dia ga bisa tidur. Di kepalanya masih dipenuhi dengan kata-kata yang sudah terucap dari mulut Dimas. Suara Dimas masih jelas terdengar di telinganya. Erina masih ga percaya kalau ternyata Dimas akan secepat itu menyatakan perasaan kepadanya. Rasa senang bercampur bimbang menyatu di hatinya.


"Kalau gue tolak, Dimas pasti akan kecewa dan mungkin bisa ngejauhin gue. Kalau gue terima, gue masih kurang yakin sama perasaan seumur jagung ini. Ddduuhhh... gimana yaaaa... " ucap Erina sambil menutup wajahnya dengan bantal.


Erina berbicara sendiri di dalam kamar. Hatinya malam ini benar-benar sangat galau. Ia masih ga percaya dengan apa yang sudah ia alami.


Ttttiing...


Tiba-tiba terdengar suara pesan masuk dari Dimas.


"Sayang, aku dah nyampe rumah ya..."


Erina membulatkan matanya saat membaca isi pesan Dimas. Erina tertawa lebar tanpa suara merasa geli dengan kata-kata sayang dari Dimas.


"Ya" jawabnya singkat. Erina bingung mau membalas apa. Jadi hanya dua huruf itu sajalah yang bisa ia tulis.


##Di Kamar Dimas##


Dimas yang baru nyampe rumah langsung masuk kamar dan langsung merebahkan tubuhnya di kasurnya yang empuk. Diraihnya ponselnya dan langsung mengirimkan pesan ke nomor ponsel Erina.


"Hhhmmm... Lagi-lagi balasannya cuma YA" ucap Dimas sambil mendengus.


Dimas senyum-senyum sendiri. Hatinya sangat lega karna sudah mengungkapkan isi hatinya kepada Erina. Dimas ga sabar menanti datang nya hari senin. Menunggu jawaban Erina.


"Please say YES Erina... " Dimas masih berbicara sendiri.


Dilihatnya lagi goodybag yang ga terlalu besar yang ia tenteng tadi. Dibukanya kembali 2 kotak kecil dengan ukuran sama. Perlahan di bukanya kotak itu, dilihat dan kembali tersenyum.

__ADS_1


"Maaf ya Erina kalau aku udah bohong sama kamu. Abisnya aku bingung mau bikin alasan apa biar bisa ajak kamu keluar"


"Jam ini pasti cocok di tangan kamu yang indah"


##Di kamar Erina##


Terlentang, miring kanan, kiri, tengkurep, semua posisi tidur sudah di cobanya. Tapi kali ini matanya masih belum mau bersahabat dengannya. Malah masih segar.


Dilihatnya jam dinding kamar saat ini sudah menunjukkan pukul 1 dini hari. Matanya masih belum mau diajak berdamai. Erina mengambil ponselnya yang terletak di atas meja belajarnya. Awalnya dia mau main game supaya matanya menjadi ngantuk. Tapi ternyata jarinya lebih senang menyentuh aplikasi pesan Wha****p. Di bacanya kembali pesan yang tadi dikirim oleh Dimas. Tak terasa bibirnya menyunggingkan senyuman yang lama kelamaan menjadi merekah lebar.


"Beluma apa-apa udah berani manggil sayang.. Huft.." ucapnya sambil tertawa kecil.


Tapi di hati terdalam Erina sejujurnya dia amat sangat bahagia dengan perlakuan Dimas.


Saat Erina sedang asik memandangi foto Dimas, tiba-tiba jari nya tanpa sengaja menyentuh tombol telpon yang membuat nomor ponselnya tersambung ke nomor ponselnya Dimas. Sadar kalau tombol telponnya tersentuh, maka Erina buru-buru mematikan tombol telponnya dan berharap kalau Dimas sudah tidur.


Namun dugaan Erina salah. Dimas juga belum bisa tidur malam itu.


Ponsel Erina bergetar. Nama Dimas terlihat jelas di ponsel Erina. Jantung Erina kembali bergetar ga beraturan. Di tariknya nafas panjang dan jarinya mulai menyentuh tombol hijau.


Halooo... (sapa Erina)


Erina, kamu ada apa tengah malam begini telpon aku?


Oh... Emm... Maaf Dim, tadi tanganku ga sengaja nyentuh tombol telpo**n nomor kamu**.


(Sambil tertawa) Beneeeerr ga sengaja???


Beneran Dim, suer deh..


(ucap Erina yakin)

__ADS_1


Sengaja juga ga apa-apa. Aku seneng malah. Karna ada seseorang yang kangen disana. (sambil tertawa lepas)


Ga percaya ya sudah. Maaf Dim, aku ngantuk nih.. Aku tutup ya telponnya.


E..e.. e... Tunggu dulu.... (tahan Dimas)


Ada apa lagi Dim? Aku dah ngantuk berat nih


(ucap Erina sambil memelas)


Sebelum kamu tutup telpon nya, aku boleh ya minta satu hal dari kamu?"


Apa?


Aku ingin dengar kamu panggil aku dengan sebutan SAYANG, please...


Kamu apa-apaan sih Dim... Aku kan belum kasih jawaban. Aku tutup telponnya ya. Bye...


Tut.. tut.. tut...


Dan telpon pun terputus.


"Yaaahh... Beneran dimatiin. Hhhhmmm..." gerutu Dimas.


Dimas dan Erina pun akhirnya tertidur di kamarnya masing-masing.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2