Ku Tembak Cintamu 2x

Ku Tembak Cintamu 2x
Ga sengaja


__ADS_3

Siang ini cuaca sangat terik. Seperti biasa Erina pulang sekolah dengan menggunakan bus. Ngirit. Yups bener banget....


Kalau ojek online lagi promo, biasa Erina berangkat dan pulang sekolah naik ojol, singkatan keren ojek online. Hehehehe.. . Tapi, kalau lagi ga ada promo Erina pasti naik bus.


Erina sangat menyadari ekonomi keluarganya saat ini. Sejak papanya meninggal 5 tahun yang lalu karna sakit, mamanya lah yang banting tulang bekerja untuk menafkahi Erina.


Maka dari itu Erina sangat menghargai uang yang sudah diberikan oleh mamanya.


Oia, mamanya Erina adalah seorang pegawai negeri dibidang keuangan. Jadi mamanya Erina sering banget bepergian keluar kota untuk urusan dinas. Jadi Erina sering nya hanya berdua saja sama bi Minah.


Bi Minah sendiri sudah ikut dengan keluarga Erina selama 20 tahun. Jauh sebelum Erina dilahirkan Bi Minah sudah ada. Bi Minah seorang janda. Anaknya sudah bekerja di salah satu perusahan swata di Jakarta. Bi Minah tetap memilih ikut dengan keluarga Erina karna anaknya sudah menikah dan dia ga mau ngrepotin anak-anaknya. Maka dari itu Bi Minah memilih tetap bekerja.


Tiinnn.. Tiinnn....


Suara klakson motor Adel mengagetkan Erina yang sedang sedikit melamun.


"Riiiinnn.... Mau bareng ga? " tanya Adel.


"Hahahaha.... Sok baik loe" ledek Erina.


"Gw serius!!! " berusaha meyakinkan


"Rumah kita kan beda arah jeeenkkkk.... Yakin loe mau anter gw pulang??" sambil melempar senyum ngledek.


"Oia yaa..." sambil nyengir kuda.


"Udah sana loe balik. Hati-hati di jalan ya. Jangan ngebut !!!" perintah Erina


"Baiklah yang muliaaaa... " ledek Adel


"Bener nih gw tinggal ga pa pa? "tanya Adel lagi.

__ADS_1


"Iyaaaa... Udah sana pulang... " suruh Erina.


"Oke deh gw balik ya... Loe juga ya hati-hati di jalan" mencoba untuk memastikan.


"Iya ibu suriiii.... " kata Erina sambil ketawa.


Tak lama Adel langsung menjalankan motornya menuju rumahnya. Erina masih berjalan santai menuju halte tempat pemberhentian bus. Sesampainya di halte, bis yang biasa dia tumpangi belum datang. Erina ternyata harus bersabar menanti datangnya itu bus.


Biar ga jenuh, Erina berniat mengeluarkan haedset nya teman setianya selama diperjalanan. Di putarnya lagu-lagu favorit nya.


Dari kejauhan ada dimas dengan motor matic nya ga sengaja melihat sosok Erina yang sedang berdiri sendiri d depan halte bus.


Ada keinginan untuk menghampiri Erina tapi ada sedikit rasa ragu-ragu, takut nanti dia dikira sedang SKSD (sok kenal sok deket) sama ini cewek.


Tapi karna rasa penasarannya, akhirnya Dimas memberanikan diri untuk mencoba mendekati Erina.


#####


Erina masih asik dengan headset dan lagunya ga ngeh kalau ada Dimas yang sudah sedari tadi memperhatikan dirinya. Erina agak kaget saat Dimas tiba-tiba sudah ada di hadapannya.


"Hai.. " jawab Erina kikuk, sambil melepaskan headset nya.


"Loe cewek yang waktu itu kena bola basket gue kan? " lanjut Dimas.


"Oh... iya. Emm... Loe kan yang kemarin... " belum selesai Erina menjawab, dengan cepat Dimas menyodorkan tangannya k arah Erina dengan maksud mau kenalan.


"Gue Dimas" sambil melempar senyum


Dengan ragu-ragu Erina membalas uluran tangan Dimas.


"Erina" jawab nya singkat.

__ADS_1


"Loe kelas berapa? Gue kayaknya ga pernah liat loe di sekolah?" Dimas memulai basa basinya.


"kelas 11" jawab nya singkat.


"Ooo.... okay. Gue kakak kelas loe. Gue kelas 12A" jelas Dimas.


Erina ga menjawab. Dia hanya mengangguk dan tersenyum simpul.


"Loe mau pulang ya? " tanya Dimas penasaran


Dan lagi-lagi Erina ga menjawab. Hanya mengangguk saja.


"Btw, rumah loe dimana?" Dimas mulai kepo.


"Di perumahan Permata. " jawab Erina singkat.


"Wah searah sama rumah gue. Rumah gue di Taman Gading Permai. Bareng gue aja. Yuuukkk... " Dimas berusaha untuk mengajak pulang bareng.


"Makasih, lain kali aja. Bentar lagi bus gue dateng kok" Erina ga mau ngrepotin Dimas, orang yang baru dikenalnya.


"Ayo dong... sekalian sebagai permintaan maaf gue yang kemarin" desak Dimas masih berusaha agar berhasil.


Tak lama kemudian bus yang di tunggu Erina pun datang. Erina langsung bersiap-siap untuk naik ke dalam bus itu.


"Tuh kan, bus gue dah dateng. Lain kali aja ya. Makasih untuk tawarannya ya kak Dimas..."


Erina melempar senyum dan langsung pergi meninggalkan Dimas yang masih termangu.


Dimas hanya bisa memandangi pemandangan penolakan dirinya oleh seorang cewek. Ada rasa malu dan kesal karna ditolak.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2