
Assalamu'alaikum
Apa kabar sahabat semua? Masih ingat sama aku? Eh masih ingat nggak ke abang Akhza? Iya, kembarannya Aro. Ingat dong ya, hehehe. Aku rencana bawa kisah abang nanti Bulan desember. Tapi, sekarang aku mau kasih tahu sesuatu dulu.
Aku bawa novel baru nih, bukan baru banget sih pernah launching di pf sebelah kali ini aku bawa ke sini. Cek profil aku ya, lihat ada karya surah cinta mishil. Masih baru tapi bab udah banyak deh. Awal cerita memang agak pengen nyubit ke Mishil, tapi di bab-bab berikutnya semoga bisa cinta ke dia.
Babnya dikit, kok. Yuk mampir sambil nunggu novel favorit yang lain update
"Ammar, kamu sayang 'kan ke aku?" desah Mishil, namun Ammar tak menjawab dengan kata. Ia hanya terus-menerus menerobos dinding yang selama ini dibangunnya sekuat tenaga.
"Ammar, aku bakal ngancurin masa depan kamu kalo kita nggak berenti."
Namun, rupanya akal sehat Ammar sudah dikuasai oleh pesona kulit seputih pualam di hadapannya. Keindahan yang terukir nyata, pahatan Sang Maha kuasa dalam rupa Mishil malam itu membuai Ammar.
__ADS_1
"Ammar, nanti kamu nyesel." Mishil setengah hati merelakan dirinya, bukan karena takut akan kehancurannya melainkan tak ingin Ammar dirundung sesal.
Ammar tak menggubris, setan menguasainya lebih jauh. Ketika ia menyakiti Mishil, dan yang disakiti hanya bisa pasrah tanpa perlawanan justru menyambut dengan suka cita. Ammar semakin dalam masuk ke dalam pusaran dosa. Tak hanya sekali, seolah harimau kelaparan yang baru mendapat mangsa. Ia habisi tiada sisa, ia menggerus semua titik keindahan yang dimiliki Mishil.
"Ammar, maaf ... Maaf." Dalam hati bahkan Mishil menyalahkan dirinya, padahal ia yang sedang disakiti tiada henti oleh Ammar.
Si rupawan dengan lesung pipi itu tak mau berhenti menguasai diri Mishil yang tanpa perlawanan. Keduanya larut seperti air dengan serbuk minuman instan, menyatu tak ada sisa.
"Ammar, udah. Aku pegel." Sayang seribu sayang, kalimat itu terlontar setelah Mishil kehilangan keseluruhan dirinya.
Mishil dan Ammar terjebak dalam sebuah jalan yang esok akan segera mereka sesali. Keindahan yang semu, kenikmatan yang palsu. Perkataan ibu benar, laki-laki dan perempuan yang berduaan maka ketiganya adalah setan.
Setan malam itu bersorak. Akhirnya, setelah beberapa kali selalu gagal menjebak Ammar dan Mishil. Malam itu setan berhasil membuat Ammar dan Mishil tercatat sebagai pendosa. Ammar dan Mishil sudah masuk perangkap yang diciptakan oleh setan.
"Ammar, aku capek. Mau tidur," ucap Mishil menutup dirinya dengan selimut. Padahal perempuan itu tak benar-benar tidur. Ia menangis, air mata meletis pipi mulusnya yang baru saja dihabisi oleh Ammar.
__ADS_1
"Shil, maafin aku. Shil, jangan takut, aku ...."
"Ammar, ini salah aku. Kamu tenang, ya. Jangan berisik, aku capek mau tidur!" sergah Mishil dengan suara lirih.
"Shil, jangan berpikir kalau aku bakal ninggalin kamu set __"
"Ammar udah, aku pusing. Badanku juga pegel semua, Ammar tidur aja."
Ammar berjanji dalam hati, apapun yang terjadi tak akan membiarkan Mishil pergi.
***
Nah, loh. Kenapa sih mereka berdua? Gimana jalan ceritanya? Gimana kisah cintanya?
Kuy, saksikan hijrahnya seorang gadis pendosa dibawah bimbingan pria sholeh yang mencintainya
__ADS_1
Kenalan yuk, sama Mishil. Siapa tahu suka, dan jatuh cinta 🤗